Anda di halaman 1dari 7

TUGAS UJIAN EVALUASI WAVA HUSADA

Nama : Muhammad Faris Maulana


Unit : Rawat Inap D

1. Apa penyebab Apendisitis ?


Apendisitis (radang usus buntu) adalah peradangan pada apendiks vermiformis (umbai
cacing / usus buntu).
Umumnya apendisitis disebabkan oleh infeksi bakteri, namun faktor pencetusnya ada
beberapa kemungkinan yang sampai sekarang belum dapat diketahui secara pasti. Di
antaranya faktor penyumbatan (obstruksi) pada lapisan saluran (lumen) apendiks oleh
timbunan tinja/feces yang keras (fekalit), hiperplasia (pembesaran) jaringan limfoid, penyakit
cacing, parasit, benda asing dalam tubuh, kanker dan striktur. Namun yang paling sering
menyebabkan obstruksi lumen apendiks adalah fekalit dan hiperplasia jaringan limfoid. (Irga,
2007)
Referensi lain menyebutkan
1. Menurut Sjamsuhidayat, 2005
a. Penyumbatan atau obstruksi pada lumen apendiks yang dapat disebabkan
oleh hyperplasia jaringan limfoid, fekalit (masa keras dari feses)
b. Tumor apendiks
c. Cacing askaris
d. Erosi mukosa apendiks karena parasit seperti E.histolytica
e. Kebiasaan makan makanan rendah serat mengakibatkan Konstipasi. Hal ini
akan menaikkan tekanan intrasekal yang berakibat timbulnya sumbatan
fungsional apendiks dan meningkatnya pertumbuhan kuman flora kolon
biasa. Semuanya ini mempermudah timbulnya apendisitis akut.
2. Menurut Mansjoer, 2000 :
a. Hyperplasia folikel limfoid
b. Fekalit
c. Benda asing
d. Striktur karena fibrosis akibat peradangan sebelumnya
e. Neoplasma
2. Kapan disebut Apendisitis Akut kapan disebut Kronis ?
Klasifikasi
1) Appendicitis Akut
Appendicitis Akut Sederhana (Cataral Appendicitis)
Proses peradangan baru terjadi di mukosa dan sub mukosa disebabkan obstruksi.
Sekresi mukosa menumpuk dalam lumen appendiks dan terjadi peningkatan tekanan
dalam lumen yang mengganggu aliran limfe, mukosa appendiks jadi menebal, edema,
dan kemerahan. Gejala diawali dengan rasa nyeri di daerah umbilikus, mual, muntah,
anoreksia, malaise, dan demam ringan. Pada appendicitis kataral terjadi leukositosis dan
appendiks terlihat normal, hiperemia, edema, dan tidak ada eksudat serosa.
2) Appendicitis Kronis
Appendicitis kronis merupakan lanjutan appendicitis akut supuratif sebagai proses
radang yang persisten akibat infeksi mikroorganisme dengan virulensi rendah, khususnya
obstruksi parsial terhadap lumen. Diagnosa appendicitis kronis baru dapat ditegakkan jika
ada riwayat serangan nyeri berulang di perut kanan bawah lebih dari dua minggu,
radang kronik appendiks secara makroskopik dan mikroskopik. Secara histologis, dinding
appendiks menebal, sub mukosa dan muskularis propia mengalami fibrosis. Terdapat
infiltrasi sel radang limfosit dan eosinofil pada sub mukosa, muskularis propia, dan
serosa. Pembuluh darah serosa tampak dilatasi.

3. Apa bedanya mukosa dan mucus


Mukosa lapisan jaringan yg membatasi rongga saluran cerna dan saluran napas; selaput
lender
Membran mukosa (jamak: mukosae) adalah lapisan kulit dalam, yang tertutup
pada epitelium, dan terlibat dalam proses absorpsi dan proses sekresi. Membran ini melapisi
berbagai rongga tubuh yang memiliki kontak dengan lingkungan luar, dan organ internal.
Pada beberapa bagian tubuh, membran mukosa menyatu dengan kulit, misalnya pada
lubang hidung, bibir, telinga, daerahkemaluan, dan pada anus. Cairan lengket dan tebal yang
disekresikan oleh membran dan kelenjar mukosa disebut Mukus. Istilah membran
mukus merujuk pada daerah-daerah ditemukannya mukus dalam tubuh, dan tidak semua
membran mukosa menyekresikan mukus.
Jadi Mukus (mucus) adalah Sekresi pekat yang dikeluarkan oleh selaput berminyak yang
melapisi permukaan dalam suatu organ, misalnya seluruh pencernaan, saluran pernapasan
4. Pengkajian nyeri dan skala nyeri ?
Pengkajian nyeri :
P(provokes)
Apa yang menimbulkan nyeri ( aktivitas, spontan, stress, setelah makan dll)?
Q(Quality)
Apakah tumpul, tajam, tertekan, dalam, permukaan dll? Apakah pernah
merasakan nyeri seperti itu sebelumnya?
R (radiation atau Relief)
Apakah menyebar ( rahang, punggung, tangan dll)? Apa yang membuat lebih baik
(posisi) ? apa yang mempertambah buruk (inspirasi, pergerakan)?
S(Severity atau tanda dan gejala)
Jelaskan skala nyeri dan frekuensn. Apakah disertai dengan gejala seperti ( mual,
muntah, pusing, diaphoresis, pucat, nafas pendek, sesak, tanda vital yang
abnormal dll)?
T(time; mulai dan lama)
Kapan mulai nyeri? Apakan konstan atau kadang – kadang? Bagaimana lama ?
tiba – tiba atau bertahap? Apakah mulai setelah anda makan? Frekuensi?

Ukuran Skala Nyeri dari 0-10


SKALA NYERI
0 Tidak nyeri
1 Seperti gatal, tersetrum / nyut-nyut
2 Seperti melilit atau terpukul
3 Seperti perih
4 Seperti keram
5 Seperti tertekan atau tergesek
6 Seperti terbakar atau ditusuk-tusuk
7–9 Sangat nyeri tetapi dapat dikontrol oleh klien dengan
aktivitas yang biasa dilakukan.
10 Sangat nyeri dan tidak dapat dikontrol oleh klien.
Keterangan : 1 – 3 (Nyeri ringan)
4–6 (Nyeri sedang)
7–9 (Nyeri berat)
10 (Sangat nyeri)

5. Tipe Diagnosa Keperawatan.


Diagnosa keperawatan adalah struktur dan proses. Struktur diagnosa keperawatan
komponennya tergantung pada tipenya, antara lain:
a. Diagnosa keperawatan aktual (Actual Nursing Diagnoses).
Diagnosa keperawatan aktual menyajikan keadaan yang secara klinis telah
divalidasi melalui batasan karakteristik mayor yang dapat diidentifikasi. Tipe dari
diagnosa keperawatan ini mempunyai empat komponen yaitu label, definisi, batasan
karakteristik, dan faktor-faktor yang berhubungan (Craven & Hirnle, 2000; Carpenito,
1997).
b. Diagnosa keperawatan risiko dan risiko tinggi (Risk and High-Risk Nursing Diagnoses)
Adalah keputusan klinis bahwa individu, keluarga dan masyarakat sangat rentan
untuk mengalami masalah bila tidak diantisipasi oleh tenaga keperawatan, dibanding
yang lain pada situasi yang sama atau hampir sama (Craven & Hirnle, 2000; Carpenito,
1997).
c. Diagnosa keperawatan kemungkinan (Possible Nursing Diagnoses)
Adalah pernyataan tentang masalah-masalah yang diduga masih memerlukan data
tambahan. Namun banyak perawat-perawat telah diperkenalkan untuk menghindari
sesuatu yang bersifat sementara dan NANDA tidak mengeluarkan diagnosa keperawatan
untuk jenis ini (Craven & Hirnle, 2000; Carpenito, 1997).
d. Diagnosa keperawatan sejahtera (Wellness Nursing Diagnoses)
Adalah ketentuan klinis mengenai individu, keluarga dan masyarakat dalam
transisi dari tingkat kesehatan khusus ketingkat kesehatan yang lebih baik. Pernyataan
diagnostik untuk diagnosa keperawatan sejahtera merupakan bagian dari pernyataan yang
berisikan hanya sebuah label. Label ini dimulai dengan “Potensial terhadap
peningkatan…….”, diikuti tingkat sejahtera yang lebih tinggi yang dikehendaki oleh
individu atau keluarga, misal “Potensial terhadap peningkatan proses keluarga” (Craven
& Hirnle, 2000; Carpenito, 1997).
e. Diagnosa keperawatan sindroma (Syndrome Nursing Diagnoses)
Terdiri dari sekelompok diagnosa keperawatan aktual atau risiko tinggi yang
diduga akan tampak karena suatu kejadian atau situasi tertentu. NANDA telah menyetujui
dua diagnosa keperawatan sindrom yaitu “Sindrom trauma perkosaan” dan “Risiko
terhadap sindrom disuse” (Carpenito, 1997).

6. Apa bedanya Inflamasi dan Infeksi ?


Radang dalam bahasa medik dikenal dengan Inflammasi yaitu suatu respon jaringan
tubuh yang kompleks saat menerima rangsang yang kuat akibat pengrusakan sel, infeksi
mikroorganisme patogen dan iritasi. Radang juga merupakan proses tubuh mempertahankan
diri dari aneka rangsangan tadi agar tubuh dapat meminimalisir dampak dari rangsangan
tadi. Peradangan dapat dikenali dengan adanya beberapa tanda khas yang sering menyertai,
Aulus Cornelius Celcus (30 SM – 45 M) memberi istilah latin yaitu Rubor, Calor, Dolor,
Tumor. Sementara Galen menambahkan dengan Functio laesa.

Bagaimana dengan Infeksi. Infeksi merupakan adalah keadaan jaringan tubuh yang
terpapar mikroorganisme baik oleh bakteri, virus, jamur maupun parasit. Sama seperti
radang, infeksi dapat terjadi baik di permukaan luar tubuh maupun di permukaan rongga
dalam tubuh. Bagian tubuh yang terinfeksi akan mengalami proses peradangan. Paparan
mikroorganisme pada permukaan tubuh akan merangsang tubuh untuk melakukan penolakan
terhadap agen infeksius tersebut maka muncullah tanda-tanda peradangan seperti di atas.

Jika infeksi sudah cukup lama maka akan timbuh nanah [pes]. Nanah terbentuk karena
"perang" anatara antibody dengan antigen sehingga timbullah nanah, jika di tenggorokan
disebut dahak [batuk berdahak]. Dengan pemeriksaan nanah/dahak ini kita bisa mengetahui
jenis antigen yang menyebabkan infeksi. Bagaimana jelaskan apa saja tanda-tanda infeksi? -
Gejala dan Tanda-tanda Infeksi Pada Luka.
Kenaikan jumlah lekosit di atas batas normal merupakan suatu tanda bahwa tubuh sedang
mengalami kondisi infeksi akut/ aktif oleh mikroorganisme jenis bakteri (kuman)

7. Apa kepanjangan dari TURP ? Apa kepanjangan BPH ?


 TRANSURETHRAL RESECTION OF PROSTAT (TURP)
TURP adalah sebuah operasi yang dimaksudkan menghilangkan bagian dari prostat yang
menekan urethra

 BENIGNA PROSTAT HIPERTROPI (BPH)

8. Kapan dilakukan TURP, kapan Open prostatektomi ?


TURP ( Trans Uretra Resection of the Prostat/ reseksi prostat trans uretra ) : merupakan
pilihan pada pasien dengan volume prostat kurang dari 80 sd 100 cc
Open prostatektomi di indikasikan pada pasien dengan volume prostat lebih dari 80 sd 100 cc
Komplikasi TURP lebih sedikit dibandingkan open prostatektomi

9. Apa Beda Hiperplasia dan Hipertropi ?

Hiperplasia adalah suatu keadaan dimana jaringan membengkak karena jumlah sel yang
terus bertambah. Hiperplasia lebih mangacu pada kuantitas. Istilah ini sering digunakan
pada tumor atau pertumbuhan jaringan yang abnormal.

Hipertrofi adalah suatu keadaan dimana jaringan membengkak/membesar karena ukuran


sel yang bertambah besar. Hipertrofi lebih mengacu pada kualitas sel. Keadaan ini sering
terjadi pada individu yang rajin latihan sehingga otot-ototnya hipertrofi.

Ini Contoh nyata hiperpalisa pada penderita BPH. Tampak kelenjar prostat membesar
karena penambahan jumlah sel: