Anda di halaman 1dari 5

Nama :Muhammad Panji As’ari

NIK : 20213085

Unit : Rawat Inap C

PR UJIAN TGL 22 DESEMBER 2013

1. Suction

Ukuran Kateter Suction

No. Usia Ukuran Kateter Suction


1. Neonatus 6-8 Fr
2. Bayi 1-6 bulan 6-8 Fr
3. Bayi 18 bulan 8-10 Fr
4. Bayi 24 bulan 10 Fr
5. 2-4 tahun 10-12 Fr
6. 4-7 tahun 12 Fr
7. 7-10 tahun 12-14 Fr
8. 10-12 tahun 14 Fr
9. Dewasa 14-16 Fr

a) Regulator Vakum yang digunakan (dalam mmHg)


Bayi 60-100 mmHg
Anak 100-120 mmHg
Dewasa 120-150 mmHg

b) Alat Vakum (dalam inchi Hg)


Bayi 3-5
Anak 5-10
Dewasa 7-15

c) Panjang selang suction (dalam cm)


Bayi 8-14 cm
Anak 14-20 cm
Dewasa 20-24 cm

2. Membersihan diri setelah bersentuhan dengan pasien

a. Bila terkena darah (vena)


Cara membersihkannya dengan menggunakan prinsip steril
Menggunakan larutan pemutih (clorin) dan menggunakan alcohol 70% ,
lalu mencuci tangan 6 langkah dengan hand wash.

b. Bila terkena mukosa


Cara membersihkannya dengan menggunkan prinsip steril
menggunakan alcohol 70% , lalu mencuci tangan 6 langkah hand wash.
c. Bila terkena permukaan kulit
Cara membersihkannya dengan mencuci tangan 6 langkah.
Kecuali bila bersentuhan dengan penderita hepatitis B , cara
membersihkannya dengan menngunakan larutan pemutih pakaian
(clorin) dan alcohol 70 %, lalu cuci tangan 6 langkah dengan hand wash.

3. Rangsangan sensitive pada penderita tetanus


Rangsangan yang sensitive pada penderita penyakit tetanus antara lain:
a. Cahaya
Karena bila mata pasien terkena cahaya terang akan mengakibatkan
b. Suara
Karena bila tiba-tiba ada suara yang keras / mengagetkan pasien, akan
menyebabkan pasien kaget dan kejang.
c. Gerakan / sentuhan
Karena bila tiba-tiba ada gerakan / sentuhan yang keras / mengagetkan
pasien, akan menyebabkan pasien kaget dan kejang.
d. Spontan

4. Tanda-tanda nyeri

Tanda dan gejala :


1. Insomnia
2. Gelisah
3. Gerakan tidak teratur
4. Pikiran tidak terarah
5. Raut wajah kesakitan
6. Gerakan berhati - hati pada daerah nyeri
7. Pucat
8. Keringat berlebih

Perbedaan nyeri akut dan nyeri kronis


Nyeri akut Nyeri kronik
 Lamanya dalam hitungan menit  Lamanya dalam hitungan bulan (> 6
(lamanya 1 detik sampai kurang dari bulan).
6 bulan).
 Ditandai dengan peningkatan BP,  Fungsi fisiologis bersifat normal.
nadi, dan respirasi.
 Respon pasien: fokus pada nyeri,  Tidak ada keluhan nyeri.
menyatakan nyeri dengan menangis
atau mengerang.
 Tingkah laku menggosok bagian  Tidak ada aktifitas fisik sebagai
yang nyeri. respon terhadap nyeri.

Berdasarkan lokasi/ letak


1) Radiating pain
Nyeri menyebar dari sumber nyeri ke jaringan di dekatnya (contoh: cardiac pain).
2) Reffered pain
Nyeri di rasakan pada bagian tubuh tertentu yang diperkirakan berasal dari jaringan
penyebab.
3) Intracable pain
Nyeri yang sangat susah dihilangkan (contoh: nyeri kanker maligna).
4) Phantom pain
Sensasi nyeri dirasakan pada bagian tubuh yang hilang (contoh: bagian tubuh yang di
amputasi) atau bagian tubuh yang lumpuh karena injury medulla spinalis.

5. Fungsi perawat

Peran perawat menurut Konsorsium Ilmu Kesehatan tahun 1989


1. Pemberi asuhan keperawatan
memperhatikan keadaan kebutuhan dasar manusia yang dibutuhkan melalui pemberian
pelayanan keperawatan dengan menggunakan proses keperawatan, dari yang sederhana
sampai dengan kompleks
2. Advokat pasien / klien- menginterprestasikan berbagai informasi dari pemberi pelayanan
atau informasi lain khususnya dalam pengambilan persetujuan atas tindakan keperawatan
yang diberikan kepada pasien- mempertahankan dan melindungi hak-hak pasien.
3. Pendidik / Edukator
membantu klien dalam meningkatkan tingkat pengetahuan kesehatan, gejala penyakit
bahkan tindakan yang diberikan, sehingga terjadi perubahan perilaku dari klien setelah
dilakukan pendidikan kesehatan
4. Koordinator
mengarahkan, merencanakan serta mengorganisasi pelayanan kesehatan dari tim kesehatan
sehingga pemberian pelayanan kesehatan dapat terarah serta sesuai dengan kebutuhan klien
5. Kolaborator
Peran ini dilakukan karena perawat bekerja melalui tim kesehatan yang terdiri dari dokter,
fisioterapis, ahli gizi dan lain-lain berupaya mengidentifikasi pelayanan keperawatan yang
diperlukan termasuk diskusi atau tukar pendapat dalam penentuan bentuk pelayanan
selanjutnya
6. Konsultan
tempat konsultasi terhadap masalah atau tindakan keperawatan yang tepat untuk diberikan.
Peran ini dilakukan atas permintaan klien terhadap informasi tentang tujuan pelayanan
keperawatan yang diberikan
7. Peneliti
mengadakan perencanaan, kerja sama, perubahan yang sistematis dan terarah sesuai dengan
metode pemberian pelayanan keperawatan

Peran perawat menurut hasil lokakarya keperawatan tahun 1983:


 Pelaksana Pelayanan Keperawatan
memberikan asuhan keperawatan baik langsung maupun tidak langsung dengan metode
proses keperawatan
 Pendidik dalam Keperawatan
mendidik individu, keluarga, kelompok dan masyarakat serta tenaga kesehatan yang berada
di bawah tanggung jawabnya.
 Pengelola pelayanan Keperawatan
mengelola pelayanan maupun pendidikan keperawatan sesuai dengan manajemen
keperawatan dalam kerangka paradigma keperawatan
 Peneliti dan Pengembang pelayanan Keperawatan
Mengidentifikasi masalah penelitian, menerapkan prinsip dan metode penelitian, serta
memanfaatkan hasil penelitian untuk meningkatkan mutu asuhan atau pelayanan dan
pendidikan keperawatan

FUNGSI PERAWAT

 Fungsi Independen

Merupakan fungsi mandiri dan tidak tergantung pada orang lain, dimana perawat dalam
melaksanakan tugasnya dilakukan secara sendiri dengan keputusan sendiri dalam melakukan
tindakan dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti pemenuhan kebutuhan
fisiologis (pemenuhan kebutuhan oksigenasi, pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit,
pemenuhan kebutuhan nutrisi, pemenuhan kebutuhan aktivitas dan lain-lain), pemenuhan
kebutuhan dan kenyamanan, pemenuhan kebutuhan cinta mencintai, pemenuhan kebutuhan
harga diri dan aktualisasi diri.

 Fungsi Dependen

Merupakan fungsi perawat dalam melaksanakan kegiatannya atas pesan atau instruksi dari
perawat lain. Sehingga sebagai tindakan pelimpahan tugas yang diberikan. Hal ini biasanya
silakukan oleh perawat spesialis kepada perawat umum, atau dari perawat primer ke perawat
pelaksana.

 Fungsi Interdependen

Fungsi ini dilakukan dalam kelompok tim yang bersifat saling ketergantungan di antara satu
dengan yang lainnya. Fungsi ini dapat terjadi apabila bentuk pelayanan membutuhkan kerja
sama tim dalam pemberian pelayanan seperti dalam memberikan asuhan keperawatan pada
penderita yang mempunyai penyakit kompleks. Keadaan ini tidak dapat diatasi dengan tim
perawat saja melainkan juga dari dokter ataupun lainnya, seperti dokter dalam memberikan
tindakan pengobatan bekerjasama dengan perawat dalam pemantauan reaksi onat yang telah
diberikan.

Mengetahui,

Penguji I Penguji II
Dwi Yasinta Reny Yuliana
(Kanit RID) (Kanit Stroke)