Anda di halaman 1dari 18

Perioperatif, Koma

Dosen Pengampu : dr Fani Fathihah

Disusun oleh :

Anita Rahayu

Astri Puspa Nandini

Ine Canari

NIM :

1321116001

1321116003

1321116005

PROGRAM STUDI S-1 ILMU GIZI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HOLISTIK


PURWAKARTA

2017
A. Definisi

Perawatan perioperatif adalah periode sebelum, selama dan


sesudah operasi berlangsung. Keperawatan perioperatif adalah istilah
yang digunakan untuk menggambarkan keragaman fungsi
keperawatan yang berkaitan dengan pengalaman pembedahan pasien.
Keperawatan perioperatif adalah fase penatalaksanaan pembedahan
yang merupakan pengalaman yang unik bagi pasien.
Keperawatan perioperatif adalah istilah yang digunakan untuk
menggambarkan keragaman fungsi keperawatan yang berkaitan dengan
pengalaman pembedahan pasien. ( Keperawatan medikal-bedah : 1997 )
Kata perioperatif adalah suatu istilah gabungan yang mencangkup 3
fase pengalaman pembedahan yaitu praoperatif, intraoperatif, dan
pascaoperatif.
a. Fase Praoperatif
Merupakan izin tertulis yang ditandatangani oleh klien untuk
melindungi dalam proses operasi yang akan dilakukan.
Prioritas pada prosedur pembedahan yang utama adalah
inform consent yaitu pernyataan persetujuan klien dan
keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan yang berguna
untuk mencegah ketidaktahuan klien tentang prosedur yang
akan dilaksanakan dan juga menjaga rumah sakit serta
petugas kesehatan dari klien dan keluarganya mengenai
tindakan tersebut. Pada periode pre operatif yang lebih
diutamakan adalah persiapan psikologis dan fisik sebelum
oprasi
b. Fase Intraopratif
Dimulai ketika pasien masuk ke bagian atau ruang bedah dan
berakhir saat pasien dipindahkan ke ruang pemulihan.
Lingkup aktifitas keperawatan, memasang infus, memberikan
medikasi intravena, melakukan pemantauan fisiologis
menyeluruh sepanjang prosedur pembedahan dan menjaga
keselamatan pasien.
c. Fase Posotperatif
Dimulai pada saat pasien masuk ke dalam

A. Etiologi
a. Kurang mengkonsumsi buah dan sayur
b. Obesitas
c. Diet
d. Mual muntah selama kehamilan
e. Mengkonsumsi alkohol
A. Patogenesis
Bergantung pada defisiensi vitaminnya
B. Gejala Klinis
1. Bibir pecah-pecah dan juga disudut
Tanda gejala pertama dari tubuh yang kekurangan vitamin
yaitu seperti ada celah di sudut mulut atau juga bibir yang
pecah-pecah.
Tentunya masalah sudut mulut dan bibir yang pecah-pecah
bukan saja karena kekurangan vitamin C (seperti yang dikira
oleh banyak orang), tetapi juga karena kekurangan Vitamin
B, zat besi dan Zinc.
Untuk mengatasi hal ini, maka kita dapat mengutamakan
untuk makan-makanan seperti makan jeruk, jambu batu,
daging unggas, ikan salmon, ikan tuna, telur serta tomat dan
beberapa makanan sejenis dari yang disebutkan tersebut.
Tubuh yang kekurangan vitamin B6 juga dapat menyebabkan
ujung mulut atau bibir menjadi pecah sehingga perlu
menambah menu makanan seperti sayuran hijau dan juga
kacang-kacangan.
2. Benjolan (berwarna merah dan putih) di wajah, lengan, dan
betis
Jika adanya bencolan ini, maka ada kemungkinan orang terus
kekurangan vitamin A dan juga vitamin D. Sehingga
mengkonsumsi vitamin cukup penting untuk menurunkan
lemak jenuh, dan juga dapat diganti dengan meningkatkan
asupan lemak sehat.
Kekurangan tubuh yang kekurangan vitamin A juga dapat
menyebabkan infeksi saluran pernafasan, menurunnya daya
tahan tubuh, rabun senja, katarak.
Sedangkan akibat dari kekurangan vitamin D juga dapat
menyebabkan otot yang mudah mengalami kejang-kejang dan juga
pertumbuhan tulang yang tidak normal.
Untuk mengatasi hal-hal diatas maka Anda dapat memakan
makanan (untuk vitamin A) seperti ikan salmon, susu, sayuran
hijau, wortel, ubi, paprika merah dan buah-buahan. Untuk
vitamin D seperti susu, telur, minyak ikan, dan juga keju.
3. Kram otot (rasa tertusuk) dibetis, punggung kaki, dan jari-
jari kaki
Kram otot terutama pada kaki seperti terasa sakitnya.
Rasa sakit tersebut terjadi karena tubuh yang kekurangan
kalsium, magnesium, dan juga kalium.
Untuk mengatasinya, maka utamakan untuk mengkonsumsi
makanan seperti apel, anggur, labu, dan juga bayam
4. Kesemutan pada kaki dan tangan
Rasa kesemutan dirasakan karena tubuh yang kekurangan
vitamin B9, B6, dan B12
Sehingga disarankan untuk memakan makanan seperti
bayam, kacang, dan juga daging, unggas. Yang kaya akan
kandungan vitamin B
5. Muncul Sariawan
Munurunnya daya tahan tubuh, yang biasanya disertai
dengan kulit kering dan bersisik, mulut kering, bibir pecah,
serta sariawan merupakan gejala kekurangan vitamin B2
Untuk mencegahnya, yaitu perlu mengkonsumsi makanan
yang banyak mengandung vitamin B2, seperti sayur-sayuran
segar, kacang kedelai., kuning telur dan susu.
6. Gangguan Pada Syaraf
Gangguan pada syaraf dan otot, kemandulan pada pria dan
wanita disebabkan karena kekurangan vitamin E
Untuk mencegahnya yaitu dengan mengkonsumsi makanan
yang banyak mengandung vitamin E, seperti ikan, ayam,
kuning telur, kecambah, ragi, minyak dan tumbuh-tumbuhan
C. Pemeriksaan Penunjang
a. Pemeriksaan di Laboratorium
D. Penatalaksanaan
a. Mengkonsumsi sayuran dan buah yang banyak mengandung
vitamin
Vitamin Larut Lemak (Vitamin A, D, E, K)
1. Vitamin A
A. Definisi
Vitamin A adalah vitamin yang larut dalam lemak. Berdasarkan
struktur kimianya disebut retinol atau retina atau asam retinoat,
terdapat pada jaringan hewan dimana retinol terdapat pada hati,
terdapat pada jaringan nabati dimana karotin atau provitamin.
Vitamin A berperan dalam bidang fungsi faali tubuh
 Penglihatan
 Diferensi sel
 Kekebalan tubuh
 Pertumbuhan dan perkembangan
 Reproduksi
 Pencegahan kanker
B. Etiologi
a. Kurang vit.A dalam makanan
b. Penyerapan dan tranpor vit.A yang kurang baik dalam tubuh
c. Tidak cukupnya perubahan karoten (disebabkan oleh penyakit
usus)
: Diet sedikit lemak maka karoten kurang bisa dimanfaatkan
C. Patogenesis
Pada keadaan dimana terjadi defisiensi vitamin A akan terjadi
gangguan mobilisasi zat besi dari hepar, dengan akibat terjadi
penurunan kadar feritin. Gangguan mobilisasi zat besi juga akan
menyebabkan rendahnya kadar zat besi dalam plasma, dimana hal ini
akan mengganggu proses sintesis hemoglobin sehingga akan
menyebabkan rendahnya kadar Hb dalamdarah.
D. Gejala Klinis
1. Buta senja ditandai dengan kesulitan melihat dalam cahaya
remang atau senja hari.Salah satu tanda awal kekurangan vitamin A
adalah buta senja (niktalopia), yaitu
ketidak mampuan menyesuaikan penglihatan dari cahaya terang ke
cahaya samar-samar/senja seperti bila memasuki kamar gelap dari
kamar terang. Konsumsi vitamin A yang tidsak cukup menyebabkan
simpanan dalam tubuh menipis sehingga kadar vitamin A darah
menurun yang berakibat vitamin A tidak cukup diperoleh retina mata
untuk membentuk pigmen penglihatan rodopsin.
2. Perubahan pada mata
Kornea mata terpengaruh secara dini oleh kekurangan vitamin A.
Kelenjar air mata tidak mampu mengeluarkan air mata sehingga
terjadi pengeringfan pada selaput yang menutupi kornea. Ini diikuti
oleh tanda-tanda :
 Atrofi kelenjar mata,
 Keratinisasi koonjungtiva (selaput yang melapisi
permukaan bagian dalam kelopak mata dan bola mata)
 Pemburaman
 Pelepasan sel-sel epitel kornea yang akhirnya berakibat
malunaknya dan pecahnya kornea
 Mata terkena infeksi dan terjadi pendarahan
Gejala-gejala ini dalam bentuk ringan dinamakan xerosis konjungiva,
yaitu konjungtiva uyang menjadi kering , bercak Bitot (disebut Bitot’s
Spot berdasarkan nama dokter Prancis yang pertama menemukan),
yaitu berupa bercak putih keabu-abuan pada konjungtiva, Dalam
bentuk sedang dinamakan xerosis kornea, yaitu kornea menjadi kering
dan kehilangan kejernihannya. Tahap akhir adalah keratomalaia, di
mata kornea menjadi lunak dan bisa pecah yang menyebabkan
kebutaan total. Istilah xeroftalmia meliputi semua aspek klinik yang
berkaitan dengan defisiensi vitamin A.
Gejala klinis KVA pada matamenurut klasifikasi WHO 1996 sebagai
berikut:
1. XN : buta senja (hemeralopia, nyctalopia)
sel batang retina sulit beradaptasi di ruang yang remang-remang
setelah lama berada di cahaya terang.
2. XIA : xerosis konjungtiva
Selaput lendir bola mata tampak kering, berkeriput, dan
berpigmentasi dengan permukaan kasar dan kusam.
3. XIB : xerosis konjungtiva disertai bercak bitot
Bercak putih seperti busa sabun
4. X2 : xerosis kornea
Kekeringan pada konjungtiva berlanjut sampai kornea.
5. X3A: keratomalasia atau ulserasi kornea kurang dari 1/3
permukaan kornea.
Kornea melunak seperti bubur dan dapat terjadi ulkus.
6. X3B: keratomalasia atau ulserasi sama atau lebih dari 1/3
permukaan kornea
Pada stadium tiga, kerusakan yang terjadi lebih parah lagi, di
kornea itu sudah muncul ulkus atau borok.
7. XS : jaringan parut kornea (sikatriks/scar)
kornea mata tampak menjadi putih.
8. XF: fundus xeroftalmia, dengan gambaran seperti ÒcendolÓ.
dari tingkatnya yang ringan sampai berat, sering ditemui pada anak
usia balita.
3. Infeksi
Fungsi kekebalan tubuh menurun paada kekurangan vitamin A,
sehingga
mudah terserang infek. Disamping itu lapisan sel yang menutupi
trakea dan
paru-paru mengalami karatinisasi, tidak mengeluakan lendir,
sehingga
mudah dimasuki mikroorganisme atau bakteri atau virus dan
menyebabkan
infeksi saluran pernafasan. Bila terjadi pada perkmukaan
dinding usus akan
menyebabkan diare. Perubahan pada permukaan saluran kemih
dan kelamin
dapat menimbulkan infeksi pada ginjal dan kantung kemih, serta
vagina.
Perubahan ini dapat pula meningkatkan endapan kalsium yang
dapat
menyebabkan batu ginjal dan gangguan kantung kemih.
Kekurangan
vitamin A pada anak-anak di samping itu dapat menyebabkan
komplikasi
pada campak yang dapat menyebabkan kematian. Vitamin A
dinamakan
juga vitamin anti-Infeksi
4. Perubahan pada kulit
Kulit menjadi kering dan kasar. Folikel rmbut menjadi kasar,
mengeras dan
mengalami keratinisasi yang dinamakan hiperkeratosis folikular.
Mula-
mula terkena lengan dan paha, kemudian dapat menyebarkan ke
seluruh
tubuh. Asam retinoat sering diusapkan ke kulit untuk
menghilangkan
kerutan kulit, jerawat, dan kelainan kulit lain.
5. Gangguan pertumbuhan
Kekurangan vitamin A menghambat pertumbuhan sel-sel,
termasuk sel-sel
tulang. Fungsi sel-sel yang membentuk email pada gigi
terganggu dan
terjadi atrofi sel-sel yang membentuki dentin, sehingga gigi
mudah rusak.
6. Lain-lain
Perubahan lain yang dapat terjadi adalah keratinisasi sel-sel rasa
pada lidah yang menyebabkan berkurangnya
nafsu makan, dan anemia.
E. Pemeriksaan Menunjang
1. Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mendukung
diagnosa kekurangan vitamin A, bila secara klinis tidak
ditemukan tanda-tanda khas KVA, namun hasil pemeriksaan
lain menunjukkan bahwa anak tersebut risiko tinggi untuk
menderita KVA.
2. Pemeriksaan yang dianjurkan adalah pemeriksaan serum
retinol. Bila ditemukan serum retinol < 20 ug/dl, berarti
anak tersebut menderita KVA sub klinis.
F. Penatalaksanaan Pengobatan
1. Pemberian vitamin A dosis tinggi secara berkala
2. Meningkatkan program pemberian suplemen vitamin A
yang sudah berjalan pada kelompok sasaran, yaitu :
 Bayi umur 6-12 bulan : Diberikan kapsul vitamin A warna
biru, dosisi
 Anak umur 1-5 tahun : Diberikan kapsul vitamin A warna
merah, dosis 200.00 UI setiap bulan Februari dan Agustus
 Ibu nifas : Diberikan kapsul vitamin A dosis 2000 UI,
sehari setelah melahirkan dan diberikan lagi 24 jam
kemudian (masing-masing 1 kapsul)
 Anak yang terserang campak : Diberikan kapsul vitamin
A dosisi 200.000 UI
3. Fortifikasi bahan makanan dengan vitamin A
Menurut Bavernferd (1978) disebutkan bahwa persyaratan
yang harus dipunyai oleh bahanrnakan sehingga dapat
dilakukan fortifikasi yang berhasil adalah sebagai berikut:
a. Zat gizi yang ditambahkan adalah gizi yang kurang
dan kebutuhan sehari-hari
b.Bahan makanan tersebut dikonsumsi oleh sebagian
besar penduduk yangmemerlukan zat gizi
c.Bahan makanan tersebut proses produksinya harus
disentralisir pada beberapa pabriksaja
d.Bahan makanan tersebut tidak mengalami perubahan
organoleptik setelah fortifikasidilakukan
e.Bahan makanan tidak mengalami perubahan harga
yang berarti
f.Zat gizi yang ditambahkan tidak cepat rusak
4. Penyuluhan gizi
Tujuan utama dan penyuluhan gizi adalah terjadinya
perubahan tingkah laku keluarga,sehingga konsumsi makanan
sumber vitamin A untuk anak balita terutama sayuran dan buah-
buahan, serta dapat mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh.
Dalam jangka panjangkesadaran gizi masyarakat merupakan
tumpuan utama terjadinya perbaikan gizi yangmendasar.
Penyuluhan gizi ini dilakukan terus-menerus dan lintas sektoral
berbagai hidangan.Hal ini dilaksanakan melalui bidang
pendidikan, media masa, diskusi-diskusi ilmiah, penyuluhan
masyarakat langsung dan posyandu.
3. Vitamin D
A. Definisi
Vitamin D dikenal juga dengan nama lain, yaitu anti-rachitic factor
atau ricekts-preventive factor, vitamin D mencegah dan
menyembuhkan penyakit rikesia, yaitu penyakit dimana tulang tidak
mampu melakukan kalsifikasi. Vitamin D dapat dibentuk tubuh
dengan bantuan sinar matahari. Bila tubuh mendapat cukup sinar
matahari konsumsi vitamin D melalui makanan tidak dibutuhkan, tapi
suatu prohormon . Bila tubuh tidak mendapat cukup sinar matahari,
vitamin D perlu dipenuhi melalui makanan.
Vitamin D sendiri memiliki 2 bentuk aktif yaitu:
Vitamin D2 (ergokalsiferol) berasal dari turunan senyawa kolesterol
yang banyak ditemukan pada ragi dan tanaman.
-Vitamin D3 (kolekalsiferol) berasal dari turunan senyawa 7-
dehidrokolesterol banyak ditemukan pada kulit manusia.
-Vitamin D dapat dibentuk sendiri di dalam tubuh dengan
menyerap sinar matahari
Fungsi utama vitamin D adalah membantu pembentukkan dam
pemeliharan tulang bersama vitamin A dan vitamin C, hormon-
hormon paratiroid dan kalsitonin, protein kalogen, serta ineral-mineral
kalsium, fosfor, magnesium dan fluor. Fungsi khusu vitain D adalah
membantu pengerasaan tulang dengan cara mengatur agar kalsium
dan fosfor tersedia di dalam darah untuk diendapkan pada proses
pengerasan tulang.
B. Etiologi
1. Faktor Genetik
Faktor Genetik yang mejadi pembahasan adalah warna
kulit yang menyebabkan vitamin D bisa diproduksi alami
pada tubuh. Diketahui ternyata faktor genetik orang yang
berkulit putih lebih mudah menghasilkan vitamin D
melalui proses terkena sinar matahari. Sehingga dengan
vitamin D yang memadai akan membantu
mengoptimalkan pembentukan tulang dan gigi saat
aktivitas di bawah sinar matahari. Berbeda dengan orang-
orang yang berkulit gelap. Karena faktor genetik yang
menyebabkan kulit menjadi gelap, maka akan sulit
memproses sinar matahari yang bisa mengaktifkan
provitamin D dalam tubuh. Kasus ini terjadi di Negara-
negara Eropa bentuk tulang badan orang disana lebih
besar dan kuat dibandingkan orang afrika yang
kekurangan vitamin D. Hal ini semakin didukung dengan
asupan vitamin D hariannya.
2. Asupan yang Tidak Memadai
Kebutuhan vitamin D perhari berapa sih? Tentu berbeda-
beda dikelompokkan dengan usia yang
mengkonsumsinya. Untuk usia 0-1 tahun adalah 400 IU
perhari baik wanita atau pria. Untuk usia 1-13 tahun
adalah 600 IU perhari baik wanita atau pria. Untuk usia
14-70 tahun adalah 600 IU perhari baik wanita maupun
pria. Sedangkan untuk usia diatas 70 tahun harus
mengkonsumsi setara 800 IU perhari. Maka dari itu
asupan yang tidak memadai akan vitamin D baik dari
nabati ataupun hewani menyebabkan tubuh akan
kekurangan vitamin D.
3. Kurangnya Paparan Sinar Matahari
Kasus orang berkulit putih diatas tentu saat terkena
paparan sinar matahari yang cukup dalam tumbuh
kembangnya. Berbeda dengan yang tidak terpapar sinar
matahari walau secara genetik memiliki tingkat vitamin
D yang banyak. Untuk itulah mengapa balita terutama
yang telah berusia lebih dari 3 tahun harus terpapar sinar
matahari dalam kesehariannya selain asupan gizi vitamin
D diberikan. Sehingga menemani anak bermain
setidaknya 10 sampai 30 menit dibawah sinar matahari
pagi cukup bermanfaat. Namun gaya hidup yang berubah
menyebabkan banyak orang tua takut anaknya terkena
sinar matahari, alasannya karena takut kulit sang anak
menjadi gelap.
4. Gangguan yang Membatasi Penyerapan
Gangguan yang terjadi bisa jadi karena sikap dan faktor
kebiasaan. Banyaknya kasus kekurangan vitamin D
disebabkan konsumsi vitamin D yang kurang ataupun
akitivas yang menunjangnya di luar rumah. Sedangkan
faktor genetik merupakan kasus kecil adanya gangguan
yang membatasi penyerapan vitamin D dalam tubuh ini.
Belum lagi gangguan yang sengaja diberikan seperti
pemberian tabir surya pada kulit juga mempengaruhi
penyerapan sinar UV dan sintesis vitamin D. Banyak lagi
gangguan seperti musim, iklim, lintang geografis juga
dapat menjadi gangguan yang membatasi penyerapan.
Sedangkan gangguan dari dalam tubuh seperti hati atau
penyakit ginjal, defisiensi enzim pankreas, penyakit
Crohn, cystic fibrosis dan penyakit celiac.
5. Karakteristik Tubuh seperti Warna Kulit dan Lemak
Tubuh
Warna kulit sangat jelas karena kulit yang berwarna putih
lebih mudah menyerap sinar matahari dan memudahkan
mendapatkan vitamin D lebih banyak dibandingkan
warna kulit yang gelap. Namun apakah lemak tubuh juga
menjadi sebab kekurangan vitamin D? Ya, penyakit
obesitas juga mengakibatkan seseorang kekurangan
vitamin D yang dibutuhkan pada tubuh 3 kali dari
normalnya. Bahkan mempengaruhi konsumsi harian
dengan kelebihan lemak mengakibatkan vitamin
tersimpan dalam lemak dan tidak bisa diproses untuk
kebutuhan tubuh dalam pengikatan kalsium untuk tubuh.
6. Efek Samping Obat
Efek samping obat juga dapat mengakibatkan
kekurangan vitamin D. Akibat penggunaan obat yang
berlebihan mengakibatkan efek samping pada penderita.
Sehingga penderita mengalami sakit yang lain yang
ditimbulkan oleh obat yang berlebih ini. Sakit tersebut
menyebabkan tubuh tidak mampu memproduksi vitamin
D secara normal baik karena kesulitan konsumsi maupun
kurangnya terpapar sinar matahari. Efek samping obat
juga menyebabkan banyak salah diagnosa sehingga
vitamin D sering diabaikan dalam pengobatan kembali.
7. Menggunakan Tabir Surya dengan SPF > 8
Tabir surya juga menyebabkan kekurangan vitamin D
secara bertahap. Karena banyak pengguna wanita yang
lebih takut terkena sinar matahari dikarenakan sinar
matahari dapat membuat kulit tampak lebih gelap.
Padahal terpapar sinar matahari 15 menit saja cukup
mengaktifkan vitamin D yang tersimpan dalam tubuh.
Penggunaan vitamin D dari tabir surya SPF > 8 dapat
mengakibatkan penurunan vitamin D3 dari tubuh
sebanyak 95%. Untuk mencegah terjadinya defisiensi
vitamin D pada tubuh, penggunaan tabir surya tidaklah
boleh setiap hari. Sediakan hari khusus seperti akhir
pekan sabtu dan minggu untuk tubuh terkena sinar
matahari langsung tanpa tabir surya agar produksi
vitamin D tetap ada dalam tubuh.
C. Patognesisi
Jika paparan sinar matahari dan asupan makanan yang
mengandung vitamin D kurang. Yang akan terjadi adalah proses
penyerapan kalsium di dalam tubuh kita akan menurun dan ini
membuat proses mineralisasi atau pengecoran pada bangunan tulang
kita akan terganggu. Pada akhirnya bangunan tulang yang dihasilkan
akan lemah layaknya rumah dengan rangka bangunan tanpa semen
D. Gejala Klinis
 Betis O atau X
Jika di dalam tubuh mengalami kekurangan vitamin
D akan menyebabkan bentuk kaki dan betis menjadi
melengkung hingga menyerupai O dan X. hal ini
disebabkan karena tulang kaki tidak mendapatkan
asupan vitamin D sebagai pembentuk tulang.
Disempurnakan dengan konsumsi.
 Osteomalasia
Merupakan kondisi dimana tulang mengalami
pelapukan dan pengeroposan dan terjadi pada saat
usia muda. Oleh karena itu untuk para remaja juga
harus mewaspadai adanya penyakit yang satu ini.
 Osteoporosis
Hampir sama dengan penyakit osteomalasia yang
merupakan kondisi dimana terjadi pengapuran dan
pengeroposan tulang namun biasanya ini terjadi pada
orang yang sudah tua. Orang yang sudah masuk
dalam menepouse akan sangat beresiko terkena
osteoporosis karena kalsium dalam tulang lambat
laun akan menghilang sehingga membuat tulang
menjadi rapuh. Kabar buruknya penyakit
osteoporosis ini lebih mungkin terjadi pada wanita
diibandingkan dengan pria. Namun anda juga tidak
perlu terlalu khawatir karena osteoporosis dapat
dicegah dengan mengkonsumsi makanan kaya
kalsium dan vitamin D saat
 Kepala Berkeringat
Tanda kekurangan vitamin D yang paling klasik
adalah kepala berkeringat. Penanda ini mungkin
terkesan unik dibandingkan tanda-tanda lainya,
namun kepala yang berkeringat bisa merupakan
gejala rakhitis, yang merupakan gejala menonjol dan
berbahaya pada anak-anak. Sedangkan, pada bayi
yang baru lahir, keringat kepala yang berlebihan
neuromuscular masuk dalam kategori umum sebagai
gejala awal kekurangan Vitamin D
 Kelelahan
Vitamin D sangat diperlukan tubuh untuk
memproduksi energi.
 Sering Mengalami Infeksi
Apabila Anda mengalami infeksi, sebaiknya segera
periksakan kadar Vitamin D. T-sel, yang merupakan
bagian penting dalam sistem imun, diaktifkan oleh
Vitamin D. Sehingga, apabila kadar Vitamin D sangat
rendah atau bahkan tidak terdeteksi, respon sistem
imun terhadap infeksi di dalam tubuh menjadi
terhambat.
 Kelebihan Berat Badan dan Obesitas
Vitamin D merupakan vitamin yang seperti hormon
dan larut dalam lemak, yang artinya lemak tubuh
berperan sebagai penyimpan dengan mengumpulkan
nutrisi tersebut. Apabila kelebihan berat badan dan
obesitas, tentunya membutuhkan Vitamin D yang
lebih banyak dibandingkan orang yang kurus. Sama
halnya dengan orang yang berat badannya tinggi
karena massa otot.
E. Pemeriksaan Penunjang
a. Status vitamin D dapat diketahui dengan pemeriksaan vitamin D
25-OH total. Dengan mengetahui status vitamin D seseorang
(cukup, tidak cukup/insufisiensi, kurang/defisiensi ataupun
berlebih/toksisitas) maka kondisi kekurangan vitamin D yang
merupakan suatu silent disease dapat diatasi segera.
F. Penatalaksanaan Gizi
a. Makan makanan dari sumber makanan dari vitamin D seperti telur,
hati, ikan, susu dan margarine yang diperkaya dengan vitamin D
b. Berjemur dipagi hari
c. Pemberian suplemen vitamin D
4. Vitamin E
A. Definisi
Vitamin E artau nama lainnya tokoferol larut dalam lemak dan
dalam sebagian besar pelarut organik, tetapi tidak larut dalam air. Ada
empat jenis tokoferol yang penting dalam makanan alfa, beta, gama,
delta-tokoferol, dan tokotreinol.
Fungsi utama vitamin E adalah sebagai antioksidan yang larut lemak
dan mudah memeberikan hidrogen dari gugus hidroksil (OH) pada
stuktur cincin ke radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul-molekul
reaktif dan dapat merusak, yang mempunyai elektron yang tidak
berpasangan. Fungsi lain dari vitamin E selain dengan fungsi sebagai
antioksidan, yaitu :
a. Fungsi stuktural dalam memelihara integritas membran sel
b. Sintesis DNA
c. Merangsang reaksi kekebalan
d. Mencegah penyakit jantung koroner
e. Mencegah keguguran dan sterilisasi
f. Mencegah gangguan menstruasi
B. Etiologi
a. Diet sangat rendah lemak
Diet sangat rendah lemak menyebabkan seseorang kekurangan
vitamin E
b. Bayi Prematurr/Bayi baru lahir
Bayi baru lahir mempunyai cadangan vitamin E yang relative
rendah karena hanya sejumlah kecil vitamin E yang dapat
melalui plasenta. Dengan demikian bayi yang baru lahir,
terutama bayi premature beresiko tinggi untuk mengalami
kekurangan vitamin E. Namun, dengan berjalannya usia, resiko
tersebut menurun karena bayi biasanya mendapatkan cukup
vitamin E dari air susu ibu atau susu formula.
C. Patogenesis
Asupan vitamin E kurang pada tubuh maka sel darah merah mudah
rusak kemudian terbelah. Pada keadaan initerjadi kerusakan pada
sistem otot dan syaraf. Menimbulkan kesulitan dalam berjalan serta
nyeri otot betis. Jika berlanjut memicu kanker dalam tubuh yang
menyerang paru-paru, saluran pencernaan dan payudara.
D. Gejala Klinis
a. Luka lama sembuh
b. Memar-memar
c. Varises
d. Hilangnya kekuatan otot
E. Pemeriksaan Penunjang
a. Mendeteksi konsentrasi vitamin E yang beredar di dalam darah
dengan menggunakan metode high-perfomance liquid
chromatography (HPLC)
F. Penatalaksanaan
a. Mengkonsumsi suplemen vitamin E
b. Mengkonsumsi sumber vitamin E
Vitamin E dapat ditemukan dalam biji-bijian (misalnya biji bunga
matahari), zaitun dan minyak zaitun, almond, collard hijau, bayam,
kangkung, serta sayuran lain yang berdaun hijau
5. Vitamin K
A. Definisi
Vitamin K adalah vitamin yang larut dalam lemak, merupakan suatu
naftokuinon yang berperan dalam modifikasi dan aktivasi beberapa
protein yang berperan dalam pembekuan darah, ada tiga bentuk vitamin
K yang diketahui yaitu: Vitamin K1 (phytomenadione) terdapat pada
sayuran hijau, sediaan yang ada saat ini adalah cremophor dan vitamin
Vitamin K mixed micelles (KKM). Vitamin K2 (menaquinone)
disintesis oleh flora usus normal seperti Bacteriodes fragilis dan
beberapa strain E. coli. Vitamin K3 (menadione) yang sering dipakai
sekarang merupakan vitamin K sintetik tetapi jarang diberikan lagi pada
nenonatus karena dilaporkan dapat menyebabkan anemia hemolitik
(Kemenkes RI, 2009).
Sejak lama fungsi vitamin K yang diketahui adalah dalam
pembekuan darah, walaupun mekanismenya belum diketahui dengan
pasti. Baru sejak tahun 1970-an para ahli mengetahui secara lebih jelas
peranan vitamin K didalam tubuh, yang ternyata tidak hanya dalam
pembekuan darah saja. (Almatsier, 2009). Pada pembentukan protombin
tubuh memerlukan vitamin , hingga vitamin tersebut besar artinya pada
proses pembekuan darah (Pudjiadi, 2000)
Fungsi vitamin K, yaitu :
1. Vitamin K berfungsi membuat protein yang dibutuhkan
untuk pembekuan darah
2. Vitamin K berfungsi membantu menjaga kalsium tetap di
luar dari arteri
3. Vitamin K berfungsi mensintesis protein yang ditemukan
pada plasma, tulang dan ginjal.
4. Vitamin K berfungsi membantu kalsium masuk ke tulang
B. Etiologi
a. Mengkonsumsi obat-obatan tertentu
Obat-obatan tertentu menghambat pertumbuhan bakteri
tertentu dan menghambat upaya bakteri untuk membentuk
vitamin
b. Gangguan pada aliran empedu
Empedu adalah salah satu anggota tubuh yang diperlukan
untuk penyerapan vitamin K
C. Patogenesis
Tidak ada asupan vitamin K, kadar vitamin k tidak mencukupi
dalam darah dan tidak terdapat dalam tubuh, darah tidak dapat
membeku. Hal ini dapat meyebabkan pendarahan atau hemoragik
D. Pemeriksaan Penunjang
a. Pemeriksaan yang lebih spesifik yaitu pemeriksaan dekarboksilasi
kompleks protrombin (protein induced by vitamin K absence =
PIVKA-II),
b. Pengukuran kadar vitamin K1 plasma atau Pengukuran areptilase
time
yang menggunakan bisa ular Echis crinatum.12,15-16
Pemeriksaan tersebut saat ini belum dapat dilakukan di Indonesia.
Perdarahan intrakranial dapat terlihat jelas dengan pemeriksaan
USG kepala, CT-Scan, atau MRI. Pemeriksaan ini selain untuk
diagnostik, juga digunakan untuk menentukan prognosis
E. Penatalaksanaan Gizi
a. Konsumsi bayam, brokoli, kol, sawi, telur, anggur, daging, selada
dan buah-buahan.
b. Konsumsi suplemen vitamin K
c. Hindari antibiotik yang berlebihan karena akan membunuh bakteri
pembuat vitamin K pada tubuh
d. Konsumsi sayur-sayuran hijau, umbi-umbian, biji-bijian dan buah-
buahan

Vitamin Larut Air


1. Vitamin C
A. Definisi
Vitamin C adalah kristal putih yang mudah larut dalam air, Dalam
keadan kering vitamin C cukup stabil, tetapi dalam keadan larut ,
vitamin C mudah rusak karena bersentuhan dengan udara (oksidasi)
terutama bila terkena panas. Secara teoritis, tubuh manusia
membutuhkan asupan vitamin C sebanyak kurang lebih 1000 mg
vitamin C per harinya. Kadar vitamin C ini sudah cukup untuk
memenuhi kebutuhan vitamin C tubuh dalam satu hari.
Vitamin C mempunyai banhak fungsi di dalam tubuh, sebagai
koenzim atau kofaktor. Fungsi vitamin C antara lain :
1. Sintesis Kolagen
Vitamin C diperlukan untuk hidroksilasis prolin dan lisin
mejadi hidroksiprolin, bahan penting dalam pembentukan
kolagen. Kolagen merupakan senyawa proten yayng
mempengaruhi intregritas stuktur sel di semua jaringan ikat,
seperti pada tulang rawan, matriks tulang, dentin gigi,
membran kapiler, kulit dan tendon (urat otot). Dengan
demikian, vitamin C berperan dalam penyembuhan luka,
patah tulang, perdarahan di bawah kulit dan pendarahan
gigi
2. Sintesis Karnitin, Noradrenalin, serotonin, dan lain-lain
Karnitin Mengangkut asam lemak rantai panjang ke
dalam mitokondria untuk oksidasi. Kartinin menurun pada
defisiensi vitamin C yang disertai dengan rasa lemah dan
lelah.
Noradrenalin Pada saat perubahan dopamin menjadi
noradrenalin membutuhkan vitamin C.
3. Absorpsi dan Metabolisne Besi
Vitamin C mereduksi besi feri menjadi fero dalam usus
halus sehingga mudah diabsorpsi.
4. Absorpsi Kalsium
Vitamin C juga membantu absorpsi kalsium dengan
menjaga agar kalsium berada dalam bentuk larutan
5. Menjegah Infeksi
Vitamin C meningkatkan daya tahan terhadap infeki,
kemungkinan karena pemeliharaan terhadap membran
mukosa atau pengaruh tehadap fungsi kekebalan.
6. Mencegah Kanker dan Penyakit Jantung
Vitamin C dikatakan dapat mencegah dan menyembuhkan
kanker, kemungkinan karena vitamin C dapat mencegah
pembentukan nitrosamin yang bersifat karsinogenik.
B. Etiologi
a. Kurang mengkonsumsi asupan yang mengandung vitamin C
b. Memasak atau menyimpan sayuran dan buah yang
mengandung vitamin C terlalu lama.
Menyebabkan hilangnya kandungan vitamin didalamnya
c. Diet ketat
d. Penyakit Pencernaan (maag, misalnya)
C. Patogenesisi
Kurangnya asupan vitamin C dalam sehari dapat membuat anda
mengalami anemia atau gejala kekurangan darah. Ketika tubuh
kekurangan vitamin C, penyerapan zat besi akan sulit dilakukan, dan
tubuh akan mengalami anemia.
D. Gejala Klinis
a. Lemah, letih, lesu, dan deprisi
Gejala awal seseorang yang kekurangan yang vitamin C adalah
cenderung mudah letih dan mengalami penurunan energy.
Biasanya gejala ini dikuatkan dengan penenurunan berat badan
b. Gusi berdarah, gigi longgar, atau gingivitis
Gejala ini disebabkan karena kolagen membutuhkan vitamin C
untuk membangun dan memelihara jaringan ikat di gusi dan gigi.
Jika kolagen kekurangan vitamin C, maka pembentukkannya akan
lambat dan terjadi pemecahan kolagen
c. Perubahan mood yang cepat, emosi meluap-luap, depresi dan
mudah marah
Vitamin C berperan dalam produksi neurotransmitter dopamine
dan serotin yang memperbaiki mood.
d. Mudah memar atau luka, namun sulit sembuh
Berkaitan dengan kolagen, kekurangan vitamin C juga dibutuhkan
untuk menjaga jaringan ikat pada kulit dan pembuluh darah agar
tidak mudah memar dan luka, sekaligus memudahkan
penyembuhan keduanya. Selain itu, rambut yang kering juga bisa
menjadi tanda kekurangan vitamin C
e. Nyeri sendi
Nyeri sendi disebabkan karena sendi mengalami degenerasi
kartilago akibat kurangnya kolagen dalam membentuk jaringan
ikat pada sendi. Vitamin C berperan dalam produksi kolagen pada
system tubuh
f. Mudah sakit
Tubuh mudah sakit adalah tanda lain dari kemungkinan
kekurangan vitamin C, jika flu atau pilek sering melanda, vitamin
C yang lebih banyak akan membantu meningkatkan system
kekebalan tubuh.
E. Pemeriksaan Penunjang
a. Pengukuran kadar vitamin c di Laboratorium, bila hasilnya kurang
dari 0,3 mg/dl maka tubuh kekurangan vitamin C
F. Penatalaksanaan Gizi
a. Mengkonsumsi vitamin C dari buah dan sayur
b. Suplemen vitamin C

DAFTAR PUSTAKA
Ariyadi Tri Tulus,2013. “ SISTEM PAKAR DIAGNOSA KEKURANGAN
VITAMIN
BERBASIS WEB PADA KLINIK TELAGA HUSADA” Fakultas Ilmu
Komputer, Universitas AKI
Herman Susilowati, 2007 “Masalah Kurang Vitamin A (KVA) dan Prospek
Penangulangannya”
Rusdiana. “Vitamin” Program Studi Biokimia. Fakultas Kedokteran
Universitas Sumatera Utara
Labellapansa Ause, 2016 “Sistem Pakar Diagnosa Dini Defisiensi Vitamin
dan Mineral” Universitas Islam Riau