Anda di halaman 1dari 7

ABSTRAK

SISTEM KONTROL AMF (AUTOMATIC MAIN FAILURE) BERBASIS


ARDUINO

Ardiman Mustaqin
Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro
e-mail:ardimanmustaqin@yahoo.co.id
Triyanto Pangaribowo, ST, MT
Dosen Pembimbing Jurusan Teknik Elektro
Universitas Mercu Buana

Sistem kontrol AMF (Automatic Main Failure) berbasis arduino adalah sebuah sistem
kendali kontrol yang dirancang untuk mengontrol hidup mati Genset secara otomatis. Selain itu
juga berfungsi untuk memonitor PLN ketika padam dan hilang satu phasa. Apabila terjadi PLN
padam atau hilang satu phasa maka secara automatis Genset akan bekerja dan membackup beban.

Pada sistem ini menggunakan mikrokontroller Arduino uno sebagai perangkat utama
kendali sistem. Arduino uno memperoleh informasi dari hasil pembacaan phasa yang
menggunakan relay 220 VAC. Dengan membaca tegangan 5 VDC yang melalui masing-masing
relay R, S, T. Ditambah dengan pengaman Low Oil dan High Temperatur yang berada pada
Genset yang dihubungkan ke Arduino uno sebagai input.

Setelah dilakukan proses pengujian, sistem kontrol dan pengaman Genset terhadap
gangguan phasa hilang, khususnya pada tugas akhir ini. Ketika PLN masih hidup sistem ini tidak
akan memerintahkan Genset untuk hidup, ketika PLN padam atau hilang satu phasa, sistem ini
memerintahkan Genset untuk hidup dan membackup beban dengan perpindahan suplai selama 15
detik. Ketika Genset mengalami gangguan Low Oil atau High Temperatur, Genset akan
mengirimkan sinyal kesistem ini, kemudian memerintahkan Genset mati.

Kata kunci : PLN, hilang phasa, Arduino, Uno, Genset, input Low Oil, Input High
Temperatur

1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Seiring dengan meningkatnya jumlah menghasilkan performa dan kehandalan yang
pembangunan dibidang industri, tinggi sehingga bisa membantu kerja operator
telekomunikasi, gedung dan perkantoran lebih efisien dan tepat.
ditanah air ini menyebabkan permintaan akan Pada penerapan alat kontrol berbasis arduino
kebutuhan energi listrik semakin bertambah. ini dapat dipadukan dengan relay–relay
Namun kemampuan PLN sebagai penyedia pengaman digital input dan lain sebagainya.
suplai listrik utama ditanah air ini sangat Sehingga arduino ini dapat menampilkan
terbatas bahkan cendrung menurun, maka informasi – informasi gangguan baik dari sisi
dibutuhkan backup power yang handal. mesin maupun dari sisi pembangkit listrik
GENSET (Generator Set) adalah salah satu (Generator) yang sangat bermanfaat bagi
pilihan, maka dibutuhkan sistem otomasi yang operator dalam melakukan troubleshooting di
handal dalam pengontrolannya. gendet dan dipanel ATS (Automtic Transfer
Salah satu kontrol untuk mengontrol start Switch).
dan stop genset tunggal yang sederhana adalah
AMF (Automatic Main Failure) berbasis 1.2. Tujuan
arduino (Microcontroller). Dalam dunia Tujuan dari tugas akhir ini adalah
automasi, penggunaan arduino pada alat membuat suatu alat berupa sistem kontrol yang
kontrol untuk start stop genset diharapkan dapat menghidupkan genset secara otomatis
mampu untuk menggantikan peran sistem ketika PLN padam, dan mematikan genset
konvensional sekaligus mampu untuk

http://digilib.mercubuana.ac.id/
ketika PLN hidup kembali, dengan parameter 2.1.4 Cincin geser
kontrol sebagai berikut: Terbuat dari bahan kuningan atau
1. Mengontrol status PLN ketika mengalami tembaga yang yang dipasang pada poros
pemadaman. dengan memakai bahan isolasi. Slip ring ini
2. Menghidupkan genset ketika PLN padam berputar bersama-sama dengan poros dan rotor.
sehingga terbackup 2.1.5 Generator Penguat
3. Mematikan genset ketika PLN kembali Generator penguat merupakan
(ada). generator arus searah yang dipakai sebagai
sumber arus. Pada umumnya generator AC ini
2. Landasan Teori dibuat sedemikian rupa, sehingga lilitan tempat
2.1 Generator terjadinya GGL induksi tidak bergerak,
Generator adalah mesin yang dapat sedangkan kutub-kutub akan menimbulkan
mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga medan magnet berputar. Generator itu disebut
listrik melalui proses induksi elektromagnetik. dengan generator berkutub dalam, dapat dilihat
Generator ini memperoleh energi mekanis dari pada gambar berikut.
prime mover. Generator arus bolak-balik (AC)
dikenal dengan sebutan alternator. Generator
diharapkan dapat mensuplai tenaga listrik pada
saat terjadi gangguan, dimana suplai tersebut
digunakan untuk beban prioritas. Sedangkan
genset (generator set) merupakan bagian dari
generator.
Genset merupakan suatu alat yang dapat
mengubah energi mekanik menjadi energi
listrik. Genset atau sistem generator penyaluran
adalah suatu generator listrik yang terdiri dari
panel, berenergi solar dan terdapat kincir angin
yang ditempatkan pada suatu tempat. Genset
dapat digunakan sebagai sistem cadangan
listrik atau "off-grid" (sumber daya yang
tergantung atas kebutuhan pemakai). Genset
sering digunakan oleh rumah sakit dan industri Gambar 2.1 Bagian-bagian generator
yang mempercayakan sumber daya yang
mantap, seperti halnya area pedesaan yang 2.1.6. Cara Kerja Generator
tidak ada akses untuk secara komersial Prinsip kerja dari generator sesuai
menghasilkan listrik. dengan hukum Lens, yaitu arus listrik yang
Generator terpasang satu poros dengan motor diberikan pada stator akan menimbulkan
diesel, yang biasanya menggunakan generator momen elektromagnetik, yang bersifat
sinkron (alternator) pada pembangkitan. melawan putaran rotor sehingga menimbulkan
Generator sinkron terdiri dari dua bagian utama EMF pada kumparan rotor. Tegangan EMF ini
yaitu: sistem medan magnet dan jangkar. akan menghasilkan suatu arus jangkar. Jadi
Generator ini kapasitasnya besar,medan diesel sebagai prime mover akan memutar rotor
magnetnya berputar karena terletak pada rotor. generator, kemudian rotor diberi eksitasi agar
Konstruksi generator AC adalah sebagai menimbulkan medan magnet yang berpotongan
berikut: dengan konduktor pada stator dan
2.1.1 Rangka stator menghasilkan tegangan pada stator. Karena ada
Terbuat dari besi tuang, rangka stator dua kutub yang berbeda, utara dan selatan,
maerupakan rumah dari bagian bagian maka
generator yang lain. tegangan yang dihasilkan pada stator adalah
2.1.2 Stator tegangan bolak-balik.
Stator memiliki alur-alur sebagai Generator AC bekerja dengan prinsip induksi
tempat meletakkan lilitan stator. Lilitan stator elektromagnetik. Generator AC terdiri dari
berfungsi sebagai tempat GGL induksi. stator yang merupakan elemen diam dan rotor
2.1.3 Rotor yang merupakan elemen berputar dan terdiri
Rotor adalah bagian yang berputar, dari belitan-belitan medan. Pada generator AC
pada bagian ini terdapat kutub-kutub magnet jangkamya diam sedangkan medan utamanya
dengan lilitannya yang dialiri arus searah, berputar dan lilitan jangkarnya dihubungkan
melewati cincin geser dan sikat-sikat. dengan dua cincin geser.

http://digilib.mercubuana.ac.id/
2.2 Arduino 2.4 Miniatur Circuit Breaker (MCB)
Uno Arduino adalah board berbasis MCB merupakan peralatan switching
mikrokontroler pada ATmega328. Board ini dan pemutus arus yang berfungsi untuk
memiliki 14 digital input / output pin (dimana 6 memutuskan tenaga listrik baik pada saat
pin dapat digunakan sebagai output PWM), 6 operasi normal maupun dalam keadaan tidak
input analog, 16 MHz osilator kristal, koneksi normal. MCB biasanya dilengkapi dengan
USB, jack listrik tombol reset. Pin-pin ini berisi pengaman thermis untuk beban lebih dan
semua yang diperlukan untuk mendukung pengaman relay untuk hubung singkat. Pada
mikrokontroler, hanya terhubung ke komputer operasi normal, MCB dipergunakan untuk
dengan kabel USB atau sumber tegangan bisa membuka suatu rangkaian listrik, misalnya
didapat dari adaptor AC-DC atau baterai untuk untuk keperluan perawatan. Pada keadaan
menggunakannya. operasi tidak normal, misalnya pada saat terjadi
gangguan arus lebih maka pada keadaan ini
MCB akan membuka kontaknya secara
otomatis sehingga rangkaian yang terganggu
akan segera dilokalisasi.

2.5 Relay
Relay adalah suatu alat yang
digunakan dalam suatu rangkaian control untuk
melengkapi system pengontrolan yang
Gambar 2.2 Board Arduino Uno otomatis. Relay berfungsi untuk memonitor
besaran-besaran ukuran sesuai dengan batas-
2.2. Push Button batas yang dikehendaki. Relay bekerja pada
Push Button adalah komponen listrik tegangan dan arus yang kecil jadi berbeda
yang berfungsi untuk menyambung dan dengan kontaktor.
memutuskan arus listrik, Push Button ini
merupakan kontak yang bekerja tanpa pengunci
sehingga jika tekanan dilepaskan maka kontak
akan kembali ke posisi semula atau bekerja
menyambung dan memutuskan arus listrik
hanya sesaat. Jenis kontak ini ada NO atau NC.
Simbol sakelar tekan (push button) sebagai
berikut: Gambar 2.7 Simbol Relay

 NO (Normally Open) Contact 2.6 Lampu Indikator


NO (Normally Open) Contact adalah Lampu indikator berfungsi untuk
saklar yang pada kondisi normal kontaknya memberitahukan/menandakan suatu sistem
terbuka. Apabila saklar ditekan mengakibatkan dalam keadaan bekerja atau terjadi gangguan.
kontaknya tersambung. Simbol Normally Open Lampu tanda/indikator mempunyai beberapa
contact dapat dilihat pada gambar 2.12. warna dan warna pada lampu indikator itu
mempunyai makna dan maksud tertentu yaitu:
Lampu tanda warna merah menandakan bahwa
sistem/komponen dalam keadaan terjadi
Gambar 2.12 Simbol Normaly Open Contact gangguan/berhenti. Lampu tanda warna hijau
menandakan bahwa sistem dalam keadaan siap
 NC (Normally Closed) Contact kerja atau sedang bekerja dan lampu kuning
NC (Normally closed) Contact adalah menandakan terjadi gangguan pada sistem.
saklar yang pada kondisi normal kontaknya
tertutup. Apabila saklar ditekan mengakibatkan
kontaknya terputus. Simbol Normally Closed 3. Perancangan Alat
contact dapat dilihat pada gambar 2.13.
Pada gambar 3.1 diperlihatkan proses
perancangan alat yang akan dibuat, dimana
proses pembuatan alat ini, memiliki beberapa
tahapan dalam proses perancangannya.
Gambar 2.13 Simbol Normaly Closed Contact

http://digilib.mercubuana.ac.id/
Sumber Relay Led
Genset LOW OIL
3phasa Autostart Genset
Run
PLN Genset ON (2)
(5Vdc) (5vdc)
HIGH TEMP
Phasa
Failure/

13
12
11
10
GENSET HIGH LOW OIL

9
8

7
6
5
4
3
2
1
0
TEMP. R3
Gagal

PB5/SCK

PD4/T0/XCK
PB0/ICP1/CLKO
AREF

TX PD1/TXD
RX PD0/RXD
PD7/AIN1
~ PD6/AIN0
PD5/T1

~ PD3/INT1
PD2/INT0
~PB3/MOSI/OC2A
~ PB2/SS/OC1B
~ PB1/OC1A
PB4/MISO
Alarm 10k

Phasa
Relay 220
Arduino Genset

~
VAC Uno DIGITAL (~PWM)

R4
ATMEGA328P-PU
10k
Indikator 1121

Led Genset
OFF microcontrolandos.blogspot.com

PC4/ADC4/SDA
PC5/ADC5/SCL
ANALOG IN

PC0/ADC0
PC1/ADC1
PC2/ADC2
PC3/ADC3
RESET
Gambar 3.1 Blok Diagram Perancangan Alat

A0
A1
A2
A3
A4
A5
DUINO1
ARDUINO UNO R3

3.1. Perancangan Phasa Failure (Hilang Gambar 3.3 Perancangan Sensor Low Oil
Phasa)
Perancangan ini berfungsi memonitor 3.3. Perancangan Sensor High
tegangan PLN, yang nantinya akan digunakan Temperatur
sebagai sensor keberadaan PLN apakah Perancangan Sensor High Temperatur,
tersedia atau tidak. Dengan menggunakan relay digunakan untuk memproteksi Genset dari
220 VAC yang dihubungkan masuk ke koil kerusakan suhu panas yang berlebih dari
masing-masing relay pada setiap phasa nya Engine ketika Genset beroperasi, pada Arduino
(R,S,T). Kemudian diberikan digital input yang hanya menerima inputan berupa tegangan 5Vdc
dihubungkan pada pinMode 0 sebagai sensor dari Genset. Jika terjadi indikasi High
keberadaan PLN. Lalu diberikan digital output Temperatur dari Genset maka Genset akan
untuk menghidupkan relay 5Vdc yang mengirimkan sinyal ke arduino dan arduino
berfungsi sebagai AUTOSTART Genset. akan memerintahkan sistem AMF untuk
mematikan suplai Genset ketika terjadi alarm
RR
RELAY PHASA R
RS
RELAY PHASA S
RT
RELAY PHASA T dari Genset.
Pada percobaan disini, sensor High
SENSING PLN RL1
INPUT 5V AUTO START GENSET

R1

Temperatur diberikan inputan 5Vdc untuk


1k

R3
100ohm

GND mematikan Genset serta memberikan indikasi


GND
lampu Sensor High Temperatur menyala.
Untuk rangkaian bisa dilihat dari gambar 3.4.
13
12
11
10
9
8

7
6
5
4
3
2
1
0

DUINO1
PB5/SCK

PD4/T0/XCK
AREF

PB0/ICP1/CLKO

PD7/AIN1
~ PD6/AIN0
PD5/T1

~ PD3/INT1
PD2/INT0
TX PD1/TXD
RX PD0/RXD
~PB3/MOSI/OC2A
~ PB2/SS/OC1B
~ PB1/OC1A
PB4/MISO

ARDUINO UNO R3
PHASA T
PHASA S
NETRAL

PHASA R

DIGITAL (~PWM)

ATMEGA328P-PU
1121

microcontrolandos.blogspot.com LOW OIL


PC4/ADC4/SDA
PC5/ADC5/SCL

ANALOG IN
PC0/ADC0
PC1/ADC1
PC2/ADC2
PC3/ADC3
RESET

(2)
A0
A1
A2
A3
A4
A5

HIGH TEMP

Gambar 3.2 Perancangan Hilang Phasa


13
12
11
10

GENSET HIGH LOW OIL


9
8

7
6
5
4
3
2
1
0

TEMP. R3
PB5/SCK

PD4/T0/XCK
PB0/ICP1/CLKO
AREF

TX PD1/TXD
RX PD0/RXD
PD7/AIN1
~ PD6/AIN0
~ PD5/T1

~ PD3/INT1
PD2/INT0
~PB3/MOSI/OC2A
~ PB2/SS/OC1B
~ PB1/OC1A
PB4/MISO

10k

DIGITAL (~PWM)

R4
3.2. Perancangan Sensor Low Oil ATMEGA328P-PU
1121 10k

Perancangan Sensor Low Oil, microcontrolandos.blogspot.com


PC4/ADC4/SDA
PC5/ADC5/SCL

ANALOG IN
PC0/ADC0
PC1/ADC1
PC2/ADC2
PC3/ADC3

digunakan untuk memproteksi Genset dari


RESET

kerusakan kekurangan pelumas Engine ketika


A0
A1
A2
A3
A4
A5

DUINO1
ARDUINO UNO R3

Genset beroperasi, pada Arduino hanya Gambar 3.4 High Temperatur Perancangan
menerima inputan berupa tegangan 5Vdc dari Sensor
Genset. Jika terjadi indikasi Low Oil dari
Genset maka Genset akan mengirimkan sinyal 3.4. Perancangan Sistem AMF
ke arduino dan arduino akan memerintahkan Setelah merancang rangkaian phase
sistem AMF untuk mematikan suplai Genset failure, sensor Low Oil dan sensor High
ketika terjadi alarm dari Genset. Pada Temperatur. Pada sub bab ini akan membahas
percobaan disini sensor Low Oil diberikan rangkaian yang terhubung dengan pin Arduino.
inputan 5Vdc untuk mematikan Genset serta Pin input dari arduino yang digunakan adalah
memberikan indikasi lampu Sensor Low Oil pin 1 yang mana merupakan digital input pin.
menyala. Untuk rangkaian bisa dilihat dari Pin 1 ini terhubung ke sensor phase failure
gambar 3.3. (hilang phasa), yang juga digunakan sebagai
sensor keberadaan PLN hidup atau mati. Pin
input lainnya yang digunakan adalah digital pin
2 sebagai inputan sensor High Temperatur dan
pin 3 sebagai inputan sensor Low Oil. Untuk
pin outputnya 11 dan 12 sebagai penanda Low

http://digilib.mercubuana.ac.id/
Oil, dimana pin output 11 menandakan terjadi  Flowchart Perancangan Software
alarm low oil, maka Led kuning pada pin 11
menyala, dan pin output 12 menandakan oli
genset berada dititik aman, Led merah akan Mulai

menyala. Pin output 9 dan 10 sebagai tanda


YA
YA

terjadinya High Temperatur, pin 9 akan


PHASA FAILURE/
PLN
HILANG PHASA

menyalakan Led warna kuning jika terjadi suhu


YA YA

panas (alarm) pada Genset dan lampu merah


PLN PADAM
GENSET START

pada pin 10 akan menyala jika suhu pada YA YA

Genset normal. Pin output 8 akan menyala jika GENSET BACKUP


PLN BALIK/ON

pada sistem terjadi gangguan Low Oil dan


YA

YA
ALARM HIGH

High Temperatur dari Genset, pada saat


TEMP/LOW OIL
GENSET OFF
YA

Genset sedang membackup beban dengan YA


YA

ditandai Led merah menyala. Pin output 7 RESET


GENSET BACKUP

sebagai penanda Genset mengirimkan sinyal ke YA


YA

sistem ATS (Led menyala hijau). Pin output 6


sebagai perintah menghidupkan relay Genset
start. Pin mode 4 dan 5 sebagai penanda PLN Gambar 3.6 Flowchart Perancangan Software
hidup dan mati, jika PLN hidup pin 4 akan
menyalakan Led hijau dan jika PLN mati pin 5 4. ANALISA DAN PENGUJIAN
akan menyalakan Led merah. Untuk rangkaian ALAT
bisa dilihat dari gambar 3.5.
4.1. Pengujian Sensor PLN (Tegangan
PLN ON
Hilang Phasa)
PLN.OFF
Pengujian sensor PLN dilakukan
GENSET ON dengan memutus inputan sensor PLN yang
GENSET.OFF
masuk ke arduino dengan saklar, terdapat 3
HIGH TEMP.ON
LED GENSET START buah relay 220 VAC yakni terdiri dari relay
phasa R, relay phasa S dan relay phasa T. Pada
HIGH TEMP.OFF

pengujian disini hanya menggunakan relay


LOW OIL.ON
START
RELAY

LOW OIL.OFF

phasa R, karena sudah cukup mewakili jika


terjadi hilang phasa dan drop tegangan pada
SISTEM AMF

microcontrolandos.blogspot.com

10k

R2

AREF
13 PLN. Mati hidupnya PLN juga ditandai dengan
RL2(COM)

PB5/SCK
12

lampu LED.
PB4/MISO
RESET 11
~PB3/MOSI/OC2A
10
~ PB2/SS/OC1B
9
~ PB1/OC1A
8
PB0/ICP1/CLKO

Untuk simulasi pengujian sensor PLN


ATMEGA328P-PU
1121

DIGITAL (~PWM)

7
ANALOG IN

PD7/AIN1
6
A0 ~ PD6/AIN0
PC0/ADC0 5
A1 ~ PD5/T1
PC1/ADC1 4

bisa dilihat dengan proteus lihat gambar 4.1


A2 PD4/T0/XCK
PC2/ADC2 3
A3 ~ PD3/INT1
PC3/ADC3 2
A4 PD2/INT0
PC4/ADC4/SDA 1
A5 TX PD1/TXD
PC5/ADC5/SCL 0
RX PD0/RXD
HIGH TEMP

LOW OIL

10k

R1
10k
R4

10k
R3

+5
INPUT HIGH TEMP.

+5
INPUT LOW OIL
R
PHASA R

RELAY PLN
N
NETRAL

AC Volts
+88.8

+5
INPUT FROM ATS

Gambar 3.5 Perancangan Sistem AMF

3.5. Perancangan Perangkat Lunak


Perancangan Program Perancangan
software dibagi menjadi bagian yaitu software
untuk rangkaian pengolah data sensor
tegangan, rangkaian pengolah data sensor low
oil, rangkaian pengolah data sensor high
temperatur dan rangkaian kontroler. Untuk Gambar 4.1 ketika PLN hidup
memudahkan dalam pembuatan alur program
penulis membuat flowchart sebagai Relay phasa R adalah sensor dari PLN, dengan
perencanaan awal. Flowchart yang dibuat menghidupkan koil relay 220 VAC kemudian
sesuai dari keseluruhan perancangan program. kontak relay phasa R diberikan inputan 5 VDC
pada kontak NO (Normaly Open) dan masuk

http://digilib.mercubuana.ac.id/
ke arduino pada pinmode 0, maka arduino akan Pada sensor Low Oil ini, inputan
membaca bahwa PLN hidup dengan ditandai 5Vdc didapat dari Genset. Karna sensor ini
Led PLN menyala. untuk memonitor jika terjadi Low Oil pada
Genset (oli genset berkurang). Arduino hanya
mendapatkan tegangan 5Vdc yang dikirim oleh
Genset untuk mematikan sistem AMF.
Pengujian sensor Low Oil ini dilakukan dengan
memberikan tegangan 5Vdc dengan
menggunakan saklar sebagai pemutusnya.

RELAY PLN

RELAY
START
R1
10k
0.00
Volts
RL2(COM)
LOW OIL

FROM GENSET 5VDC


R2 HIGH TEMP

FROM PLN 5VDC


10k

13
12
11
10
LED PLN GENSET HIGH LOW OIL

9
8

7
6
5
4
3
2
1
0
START TEMP. R3

PB5/SCK

PD4/T0/XCK
PB0/ICP1/CLKO
AREF

TX PD1/TXD
RX PD0/RXD
PD7/AIN1
~ PD6/AIN0
PD5/T1

~ PD3/INT1
PD2/INT0
~PB3/MOSI/OC2A
~ PB2/SS/OC1B
~ PB1/OC1A
PB4/MISO
10k

SAKLAR PLN NETRAL

~
DIGITAL (~PWM)

Gambar 4.2 ketika PLN padam


PHASA R

R4
ATMEGA328P-PU
1121 10k

Jika tegangan PLN mati (padam) maka koil


microcontrolandos.blogspot.com

PC4/ADC4/SDA
PC5/ADC5/SCL
ANALOG IN

PC0/ADC0
PC1/ADC1
PC2/ADC2
PC3/ADC3
RESET
relay phasa R tidak bekerja, kemudian arduino

A0
A1
A2
A3
A4
A5
membaca bahwa PLN padam karena tidak
DUINO1
ARDUINO UNO R3

mendapatkan tegangan 5Vdc pada pinmode 0, Gambar 4.3 Pengujian sensor Low Oil
dengan ditandai Led PLN mati. Untuk
menghindari PLN hanya mati sesaat ketika Pada pengujian Low Oil ketika terjadi alarm
PLN padam relay autostart dengan akan Low Oil pada Genset posisi PLN hidup tidak
langsng bekerja selama 5 detik. Ketika waktu 5 akan mempengaruhi dikarenakan sensor ini
detik tercapai dengan demikian relay genset hanya digunakan ketika Genset sedang
akan hidup dengan ditandai lampu Led Genset beroperasi.
Start menyala, lalu dengan dibatasi waktu
selama 10 detik lampu Led Genset ikut 4.3. Pengujian Sensor High
menyala, lampu Led Genset ini bertujuan untuk Temperatur
memberikan sinyal ke sistem ATS bahwa Pada sensor High Temperatur ini,
Genset sudah siap untuk dibebani. Seperti inputan 5Vdc didapat dari Genset. Karna
terlihat pada gambar 4.2. sensor ini untuk memonitor jika terjadi High
Pada pengujian ini, akan ditampilkan Temperatur pada Genset (suhu genset panas
nilai tegangan yang keluar akan diolah pada berlebih). Arduino hanya mendapatkan
mikrokontroller pada tabel 4.1 tegangan 5Vdc yang dikirim oleh Genset untuk
mematikan sistem AMF. Pengujian sensor
Tabel 4.1 pengujian nilai sensor PLN dan High Temperatur ini dilakukan dengan
Delay memberikan tegangan 5Vdc dengan
menggunakan saklar sebagai pemutusnya.
RELAY PLN

RELAY
START
R1
10k
0.00
Volts
RL2(COM)
LOW OIL
FROM GENSET 5VDC

R2 HIGH TEMP
FROM PLN 5VDC

10k
13
12
11
10

LED PLN GENSET HIGH LOW OIL


9
8

7
6
5
4
3
2
1
0

START TEMP. R3
PB5/SCK

PD4/T0/XCK
PB0/ICP1/CLKO
AREF

TX PD1/TXD
RX PD0/RXD
PD7/AIN1
~ PD6/AIN0
PD5/T1

~ PD3/INT1
PD2/INT0
~PB3/MOSI/OC2A
~ PB2/SS/OC1B
~ PB1/OC1A
PB4/MISO

10k

SAKLAR PLN NETRAL


~

DIGITAL (~PWM)
PHASA R

R4
ATMEGA328P-PU
1121 10k

Berdasarkan Tabel pengujian diatas


disimpulkan bahwa sensor PLN dapat
microcontrolandos.blogspot.com
PC4/ADC4/SDA
PC5/ADC5/SCL

ANALOG IN
PC0/ADC0
PC1/ADC1
PC2/ADC2
PC3/ADC3

berfungsi dengan baik.


RESET

A0
A1
A2
A3
A4
A5

DUINO1
ARDUINO UNO R3

4.2. Pengujian Sensor Low Oil

http://digilib.mercubuana.ac.id/
Gambar 4.4 Pengujian sensor High Temperatur diperuntukan untuk Genset rumahan yang
memakai 3 phasa atau 1 phasa.
4.4 Realisasi Sistem 3. Untuk kedepanya penulis akan
Pada pengujian gangguan ini menggunakan alat ini pada pekerjaan
merupakan pengujian seluruh prinsip kerja dilapangan. Penulis juga akan
sistem kontrol dan pengaman genset apakah mengembangkan sistem ini untuk 2,3 atau
dapat bekerja sebagai mestinya atau tidak. lebih dari 1 genset dengan sistem sychron
Jenis–jenis gangguan yang diamankan yaitu genset.
tegangan hilang, sensor low oil, sensor high 4. Alat ini juga belum ada sistem manual
temperatur dan kontrol amf. dengan tombol, jadi untuk manual
dilakukan dengan cara mematikan sistem
AMF ini dan menjalankan Genset dengan
5. KESIMPULAN DAN SARAN manual dari Genset.
5.1 Kesimpulan
Setelah dilakukan proses perencanaan, DAFTAR PUSTAKA
pembuatan dan pengujian alat serta dari data
yang didapat dari perencanaan dan pembuatan Banzi, Massimo. 2008. Getting Started with
sistem kontrol AMF ini didapat : Arduino, First Edition. Sebastopol:
1. Dari pengujian sistem AMF, ketika terjadi O’Reilly
hilang phasa pada sisi PLN maka dengan McRoberts, Mike. 2009. Ardunio Starter Kit
secara otomatis Genset akan membackup Manual – A Complete Beginner Guide to
beban, dan sebaliknya jika PLN kembali the Arduino. UK: Earthshine Design.
maka PLN akan membackup beban dan Bejo, A 2008, C & AVR Rahasia Kemudahan
Genset akan mati dengan sendirinya. Bahasa C dan Mikrokontroler
2. Dari pengujian gangguan Low Oil yang ATMEGA8535, Graha Ilmu,
terdapat pada Genset dapat disimulasikan Yogyakarta.
dengan cara memberikan tegangan 5Vdc ke Zuhal, 2004, Prinsip Dasar Elektroteknik.
sistem AMF. Maka dengan memberikan Gramedia Pustaka Utama. Jakarta..
tegangan 5Vdc sistem akan mati.
3. Dari pengujian gangguan High Temperatur Arindy, Radita. 2013, Penggunaan dan
yang terdapat pada Genset dapat Pengaturan Motor Listrik. Graha Ilmu.
disimulasikan dengan cara memberikan Yogyakarta.2013.
tegangan 5Vdc ke sistem AMF. Maka Stevenson, William D., Jr. 1996.” Analisis
dengan memberikan tegangan 5Vdc sistem Sistem Tenaga Listrik Edisi 6” Erlangga,
akan mati. Jakarta
4. Ketepatan respon sistem AMF ini sangat
diperlukan karena sistem ini digunakan
pada sistem utama. Ketika PLN padam
sistem ini harus bisa merespon dengan baik
dari status PLN.

5.2 Saran
Pembuatan alat masih terasa adanya
beberapa kekurangan-kekurangan dalam hal
perancangan dan pembutan alat, sehingga tidak
menuntut kemungkinan adanya
pengembangan-pengembangan yang dilakukan
pada penelitian selanjutnya yang ingin
merancang dan membuat sebuah alat ini,
berikut beberapa saran dari penulis yang dapat
dijadikan pertimbangan diantaranya :
1. Alat ini hanya mendeteksi PLN hilang phasa,
untuk drop tegangan hanya mengandalkan
dari minimal kapasitas koil pada relay 220
Vac.
2. Untuk sensor Overspeed dan Underspeed
tidak ada, mengingat sistem AMF ini hanya

http://digilib.mercubuana.ac.id/