Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

ETIKA PROFESI

ELEKTROMEDIS

DOSEN PENGAMPU : Agus Komarudin, ST., MT.

DISUSUN OLEH :

Faaris Ash Shiddiiqy P2.31.38.015.010

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN JAKARTA II

JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK

PROGRAM DIPLOMA III

2017
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI............................................................................................................................... i
BAB I ......................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ..................................................................................................................... 1
Tujuan .................................................................................................................................... 1
BAB II........................................................................................................................................ 2
PEMBAHASAN ........................................................................................................................ 2
A. Pendidikan Teknik Elektromedik ................................................................................ 2
B. Tujuan Pendidikan Teknik Elektromedik ................................................................... 3
C. Profil Dan Kompetensi Lulusan Teknik Elektromedik ............................................... 4
1. Profil Lulusan Program Diploma III (D-III)............................................................ 4
2. Profil Lulusan Program Diploma IV (D-IV) ........................................................... 5
D. Pengertian Elektromedis .......................................................................................... 6
E. Elektromedis Sebagai Profesi ................................................................................... 7
F. Batasan Profesi Teknisi Elektromedis..................................................................... 8
G. Ruang Lingkup Profesi Teknisi Elektromedis ....................................................... 9
H. Standar Kompetensi Elektromedis ........................................................................ 10
I. Kode Etik Elektromedis ............................................................................................. 10
J. Kewajiban-kewajiban Teknisi Elektromedis ........................................................... 12
1. Kewajiban Umim ................................................................................................. 12
2. Kewajiban Teknisi Elektromedis Terhadap Pasien/KIien .............................. 13
3. Kewajiban Teknisi Elektromedis Terhadap Teman Sejawat.......................... 14
4. Kewajiban Teknisi Elektromedis Terhadap Diri Sendiri ................................ 15
K. IKATEMI ................................................................................................................. 16
1. Profil IKATEMI .................................................................................................. 16
2. Sejarah IKATEMI ............................................................................................... 16
3. Tujuan IKATEMI ............................................................................................... 17

i
BAB I
PENDAHULUAN

Pelayanan teknik elektromedik/biomedika yang merupakan bagian integral pelayanan


kesehatan, telah mengalami perkembangan yang pesat baik dari sisi keilmuan maupun
teknologi rekayasa pada bidang kedokteran/kesehatan seiring dan sejalan dengan era
globalisasi.

Teknisi Elektromedis/biomedika sebagai profesi kesehatan dituntut untuk melaksanakan


tugas dan fungsinya secara profesional, efektif dan efisien. Klien secara penuh mempercayakan
masalahnya untuk mendapatkan pelayanan teknik elektromedik/biomedika yang bermutu dan
bertanggung jawab. Teknik elektromedik/biomedika sebagai profesi mempunyai wewenang
dan tanggung jawab untuk menetapkan hal-hal yang berkaitan dengan ruang lingkup
kegiatannya.

Guna meningkatkan kinerja profesi teknik elektromedik/biomedika salah satunya


diperlukan standar profesi sebagai pedoman dasar setiap teknisi elektromedis dalam
mengaktualisasikan diri dan sebagai hasil keluaran (outcome) yang diharapkan profesinya.

Tujuan
1. Pembaca dapat mengetahui pendidikan teknik elektromedik
2. Pembaca dapat mengetahui profesi elektromedis
3. Pembaca dapat mengetahui apa saja yang dilakukan elektromedis
4. Pembaca dapat mengetahui kode etik elektromedis

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pendidikan Teknik Elektromedik


Pendidikan Teknik Elektromedik adalah program pendidikan satu-satunya yang
mempunyai unggulan mendidik mahasiswanya mengenai tenik peralatan kedokteran
yang berisikan materi-materi teknik peralatan surgery, life support, diagnose, radiologi,
laboratorium, terapi, kalibrasi yang mendapat dukungan dari seluruh pihak yang
menggunakan jasa lulusan teknik elektromedik, serta kurikulum yang disusun sesuai
dengan kompetensi yang diharapkan oleh pengguna jasa lulusan teknik elektromedik
dan disyahkan penggunaannya oleh unit pelaksana teknis ( UPT) Badan PPSDM, yaitu
pusat pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan.

Jurusan Teknik Elektromedik pada Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II


merupakan Pendidikan Teknik Elektromedik yang tertua di Indonesia berdiri tahun
1967 yang bernama Akademi Teknik Rontgen (ATRO) melalui SK Menteri Kesehatan
RI No. 18 Pend.67 tertanggal 1 April 1967. Tahun 1975 berubah menjadi Akademi
Teknik Rontgen – Elektromedik (ATRO-EM). Tahun 1990 berubah menjadi Akademi
Teknik Elektromedik (ATEM). Dan tahun 2002 dengan terbentuknya Politeknik
Kesehatan Jakarata II, ATEM menjadi jurusan Teknik Elektromedik Politeknik
Kesehatan Jakarata II. Jurusan Teknik Elektromedik pada Politeknik Kesehatan
Kemenkes Jakarta II menyelenggaraan pendidikan program diploma III sejak tahun
1967 dan mulai tahun 2011 menyelenggarakan program diploma IV.

Lulusan Pendidikan Teknik Elektromedik dapat melaksanakan tugas pada berbagai


tempat kerja antara lain: rumah sakit, puskesmas, Badan pengawasan Obat & Makanan,
Badan kalibrasi Fasilitas Kesehatan, TNI, Kepolisian, perusahaan yang bergerak pada
peralatan kedokteran/kesehatan.

Dewasa ini terjadi perubahan pada masyarakat terkait pelayanan kesehatan di


fasilitas kesehatan, sehingga orientasi pelayanan berkembang pada patient centerness
dan peralatan kedokteran. Peralatan kedokteran baik yang berfungsi sebagai diagnosa
maupun terapi harus memiliki kinerja yang baik dan laik pakai, serta terukur dengan
kalibrasi yang dilaksanakan oleh institusi legal yang ditunjuk.
Standar pelayanan Elektromedik mengatur penggunaan peralatan elektromedik
mulai dari perencanaan, pengadaan, pengelolaan, pelaporan serta evaluasi utilisasi
peralatan elektromedik selama digunakan dalam umur ekonomisnya. Selain itu juga
mengatur sumber daya manusia yang mempunyai persyaratan kompetensi yang
diperlukan, pengorganisasian, serta kebijakan dan prosedur pengelolaan pemeliharaan
peralatan elektromedik.

B. Tujuan Pendidikan Teknik Elektromedik


Tujuan Pendidikan Teknik Elektromedik untuk menghasilkan Tenaga
Elektromedis yang mempunyai peranan sebagai pelaksana, pengelola. pendidik dan
pembantu peneliti dalam bidang Teknik Elektromedik melalui proses belajar mengajar
dengan serangkaian kurikulum yang dapat menghasilkan Tenaga Elektromedis yang
memiliki pengetahuan, sikap & keterampilan meliputi:

1. Memberi pelayanan Elektromedis bagi kepentingan pelayanan kesehatan

2. Melaksanakan pengelolaan pelayanan Elektromedis dengan mernpergunakan


prinsip-prinsip administrasi, organisasi, supervisi dan evaluasi

3. Memberikan latihan kepada tenaga kesehatan lain yang berkaitan dengan cara
pemakaian dan pemeliharaan alat Elektromedik

4. Merencanakan peralatan yang sesuai dengan fungsi dan stratifikasi unit pelayanan
kesehatan

5. Menilai tingkat efektifitas dan efisiensi peralatan elektromedik yang berkaitan


dengan keamanan dan kegunaan alat.

6. Mencari cara-cara baru yang senantiasa disesuaikan dengan perkembangan ilmu


pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan Teknik Elektromedik

7. Berperan serta dalam kegiatan penelitian untuk menganalisa secara kritis konsep-
konsep dan metoda-metoda baru yang berkembang yang terkait dengaan sistim
pelayanan dan pemeliharaan alat kesehatan yang berlaku.

3
8. Meningkatkan kemampuan (optimasi) peralatan Elektromedik untuk kepentingan
pelayanan kesehatan yang iebih baik

9. Merencanakan sistim pemeliharaan peralatan Elektromedik yang efisien dan


efektif dengan menggunakan peralatan kerja yang tepat dan sesuai dengan
kepentingannya.

C. Profil Dan Kompetensi Lulusan Teknik Elektromedik


1. Profil Lulusan Program Diploma III (D-III)

 Teknisi
Seorang Elektromedis yang memahami dan menerapkan ilmu pengetahuan dan
teknologi bidang Elektromedik dalam menjamin alat Elektromedik berfungsi
sesuai spesifikasinya serta menyusun laporan tertulis secara komprehensif
 Analis
Seorang Elektromedis yang menilai kondisi alat Elektromedik dengan memilih
metode yang tepat untuk menunjukkan kinerja, mutu dan kuantitas yang terukur
serta menyusun laporan tertulis secara komprehensif sebagai rekomendasi
tindak lanjut
Kompetensi Utama Lulusan Program Diploma III (D-III)
1. Mampu melakukan penempatan dan penyimpanan alat Elektromedik
2. Mampu melakukan pemasangan/instalasi alat Elektromedik
3. Mampu melakukan penggunaan alat Elektromedik pada Sarana Pelayanan
Kesehatan
4. Mampu melakukan pemeliharaan alat Elektromedik
5. Mampu melakukan perbaikan alat Elektromedik
6. Mampu melakukan pemindahan dan pemasangan ulang alat Elektromedik
7. Mampu melakukan perencanaan pemeliharaan alat Elektromedik
8. Mampu melakukan analisis teknis alat Elektromedik
9. Mampu melakukan pencatatan alat Elektromedik
Lama Pendidikan

Pendidikan Diploma III (D-III) dapat ditempuh dalam waktu 6 semester (3


tahun)

4
2. Profil Lulusan Program Diploma IV (D-IV)

 Teknoprenuer

Seorang Elektromedis yang mengembangkan kewirausahaan melalui penerapan


hasil pengembangan teknologi bidang Elektromedik dan mampu beradaptasi
terhadap situasi yang dihadapi serta menyelesaikan masalah yang tepat dalam
pengambilan keputusan untuk pencapaian hasil usaha

 Evaluator

Seorang Elektromedis yang memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus


dalam melakukan pengujian alat Elektromedik sesuai standar serta
memformulasikan penyelesaian masalah prosedural sehingga dapat menjamin
alat Elektromedik laik pakai

Kompetensi Utama Lulusan Program Diploma IV (D-IV)

1. Mampu melakukan penempatan dan penyimpanan alat Elektromedik

2. Mampu melakukan pemasangan/instalasi alat Elektromedik

3. Mampu melakukan penggunaan alat Elektromedik pada Sarana Pelayanan


Kesehatan

4. Mampu melakukan pemeliharaan alat Elektromedik

5. Mampu melakukan perbaikan alat Elektromedik

6. Mampu melakukan pemindahan dan pemasangan ulang alat Elektromedik

7. Mampu melakukan perencanaan pemeliharaan alat Elektromedik

8. Mampu melakukan analisis teknis alat Elektromedik

9. Mampu melakukan pencatatan alat Elektromedik

10. Mampu melakukan sales engineering alat Elektromedik

11. Mampu melakukan perencanaan alat Elektromedik

12. Mampu melakukan pengadaan alat Elektromedik

13. Mampu melaksanakan uji produksi alat Elektromedik

14. Mampu melakukan pengukuran/kalibrasi alat Elektromedik


Lama Pendidikan

Pendidikan Diploma III (D-III) dapat ditempuh dalam waktu 6 semester (3


tahun)

5
D. Pengertian Elektromedis
Pengertian teknik elektromedik dapat dilihat pada basic science dan body of
knowledge dari ilmu teknik elektromedik agar tidak salah kaprah dalam
mengungkapkan bagaimana sosok definisi/pengertian keilmuan teknik elektromedik
tersebut. Dari penelusuran perkembangan ilmu ini, baik melalui literatur yang ada di
dunia keilmuan teknik maupun pada sumber lain seperti situs internet yang
menjelaskan basic science dan body of knowledge dengan terminology instrument
electronic medic adalah merupakan bagian dari Teknik Biomedika (Biomedical
Engineering) dan Teknik Klinik (Clinical Engineering).

1. Teknik biomedika (Biomedical Engineering)


Teknik Biomedika (Biomedical Engineering) adalah merupakan bidang
multidisiplin, yang menerapkan berbagai metoda engineering, science dan
teknologi guna dimanfaatkan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan
masyarakat. Bidang ini relatif baru dan akan terus berkembang serta
memberikan dampak yang sangat berarti dalam pelayanan kesehatan.
Perkembangan teknologi elektronika yang sangat pesat serta peningkatan
perpaduan kerjasama multidisiplin dalam bidang-bidang tersebut telah
memacu perkembangan yang sangat pesat pula dalam bidang teknik
biomedika ini.

Bidang yang bersifat multi disiplin ini memberikan kesempatan bagi ahli
teknik biomedika untuk bekerja sama secara sinergis dengan para
professional kedokteran dan kesehatan dalam satu tim. Berbagai
perkembangan yang sangat berarti dalam dunia kedokteran, seperti:
artificial pancreas, artificial heart, pacemaker, medical imaging
equipments, dan techniques, dan sistem telemedika, merupakan contoh
hasil kerjasama tim yang melibatkan para ahli teknik biomedika serta para
profesionalisme bidang lainnya.

2. Teknik Klinik (Clinical Engineering)


Teknik Klinik (Clinical Engineering) adalah salah satu disiplin ilmu teknik
yang menerapkan konsep, pengetahuan, dan seluruh disiplin ilmu teknik
untuk memecahkan masalah dalam bidang biologi dan medis untuk
perancangan dan pengembangan fasilitas sistem alat dan prosedur klinis.
6
Teknik Klinik (Clinical Engineering) merupakan evolusi dari suatu disiplin
karena pada abad 20 teknologi kedokteran (medical technology) telah
memberikan perubahan yang menakjubkan dengan menyediakan alat alat
diagnosa dan terapi secara luas serta alat rehabilitasi yang digunakan secara
rutin di dalam perawatan penyakit khusus dan pesakitan. Peranan yang
dimainkan secara dramatis di dalam bentuk pelayan medik, membuat
seorang insnyur sangat dekat dengan banyaknya perubahan di dalam dunia
kedokteran sebagai akibatnya disiplin Teknik Biomedika (Biomedica/
Engineering) telah menyatu dalam satu media untuk dua profesi yang
dinamis yaitu dokter dan teknik. Fenomena perkembangan teknologi
kedokteran dengan beragam jenis alat terutama di rumah sakit yang
dihadapi para insinyur teknik biomedika maka mereka kerap dikenal
sebagai clinical engineer. Dalam kenyataannya kegiatan-kegiatan insinyur
biomedika tergantung dari lingkungan dimana mereka bekerja khususnya
untuk teknisi klinik.

3. Teknisi Peralatan Biomedika (Biomedical Equipment Technician)


Teknisi Peralatan Biomedika ini adalah merupakan suatu disiplin dari
teknologi kedokteran yang bekerja dan bertanggung jawab untuk tingkat
pemeliharaan alat biomedika dengan lama pendidikan 2 (dua) tahun
terutama dilaksanakan di Amerika Serikat (USA).

E. Elektromedis Sebagai Profesi


Menurut Barber, pengertian profesi mengandung esensi sebagai berikut:
1. Memiliki ilmu pengetahuan yang sistematik
2. Orientasi primer lebih cenderung untuk kepentingan umum/masyarakat dari
pada kepentingan pribadi.
3. Memiliki mekanisme kontrol terhadap tingkah laku anggotanya melalui kode
etik yang dibuat oleh organisasi profesi dan diterima sebagai kewajiban untuk
dipatuhi.

Ketiga esensi tersebut ada pada profesi keteknisian elektromedis. Profesi


keteknisian elektromedis adalah suatu pekerjaan teknisi elektromedis yang

7
dilaksanakan berdasarkan ilmu, kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan
berjenjang, dan kode etik yang bersifat melayani masyarakat.

Standar profesi merupakan pedoman baku yang harus dipatuhi dan dipakai dalam
melaksanakan tugas profesi yang benar dan baik. Standar profesi merupakan
kemampuan akademik profesional minimal seorang teknisi elektromedis yang
mencakup tiga hal : knowledge, skill, and professional attitude, spesialis konsultan.

Teknisi elektromedis dalam melaksanakan praktik keteknisian elektromedis


mempunyai hak:

1. Memperoleh perlindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas sesuai dengan


standar profesi dan standar prosedural operasional
2. Memberikan pelayanan medis menurut standar profesi dan standar prosedur
operasional

F. Batasan Profesi Teknisi Elektromedis


Teknik elektromedik adalah teknik klinik (Clinical Engineering) yang merupakan
kekhususan dari cakupan rumpun (body of knowledge) teknik biomedika. Teknik
Biomedika (Biomedical Engineering) merupakan bidang multidisiplin, yang
menerapkan berbagai metoda engineering, science & technology guna dimanfaatkan
dalam peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat (Teknik Biomedika İTB).

Batasan Teknik Elektromedik (Clinical Engineering) adalah suatu disiplin ilmu


teknik yang menerapkan konsep, pengetahuan, dan seluruh disiplin teknik untuk
menyelesaikan masalah dalam bidang biologi dan medis untuk perancangan dan
pengembangan fasilitas sistem alat dalam mendukung prosedur diagnosa klinis.

Pelayanan teknik elektromedik (Clinical Engineering) adalah bentuk pelayanan


kesehatan yang ditujukan untuk memecahkan masalah dalam bidang biologi dan medis
untuk perancangan dan pengembangan fasilitas sistem alat kesehatan dalam
mendukung prosedur diagnosa klinik

Teknik elektromedik adalah profesi yang mempunyai otonomi sendiri serta


mandiri yang melaksanakan praktik secara terbuka dan mempunyai hubungan sejajar
dengan profesi medis dan tenaga kesehatan profesional lainnya.

8
Teknik elektromedik harus mempunyai pengertian yang tepat tentang peran dan
fungsi dari disiplin lain, menghargai adanya perbedaan sebagai mana juga persamaan.
Teknik elektromedik bekerja dengan tuntunan prinsip-prinsip etika yang dirinci secara
jelas pada kode etik profesi yang dikeluarkan oleh organisasi profesi. Adalah menjadi
tanggung jawab dari Ikatan Ahli Teknik Elektromedik Indonesia (İKATEMİ) dan juga
teknisi elektromedis secara individu, mengambil tempat strategis yang menjelaskan
peran dan fungsi teknik elektromedik, menunjukan kemampuan dan keahlian teknik
elektromedik, dan untuk mempromosikan teknik elektromedik secara profesional.

Nama profesi teknisi elektromedis adalah perlindungan tunggal terhadap orang


yang memegang kualifikasi yang diakui oleh Ikatan Ahli Teknik Elektromedik
Indonesia. Untuk kepentingan anggota organisasi, Ikatan Ahli Teknik Elektromedik
Indonesia mengklaim sebutan tersebut secara spesifik. Anggota masyarakat yang
mendapatkan pelayanan teknik elektromedik berhak untuk mengetahui kualifikasi yang
dipunyai dan bahwa perilaku profesi itü diikat/diatur oleh aturan hükum dan kode etik
profesi tertentu.

G. Ruang Lingkup Profesi Teknisi Elektromedis


Tanggung jawab Teknisi Elektromedis secara umum adalah menjamin
terselenggaranya pelayanan kesehatan khususnya kelayakan siap pakai peralatan
kesehatan dengan tingkat keakurasian dan keamanan serta mutu yang standar.
Tanggung jawab dan tugas tersebut meliputi semua sarana pelayanan kesehatan mulai
dari Puskesmas sampai dengan Rumah Sakit yang menyelenggarakan pelayanannya
menggunakan fasilitas peralatan dari yang teknologi sederhana sampai teknologi tinggi,
dengan peranan dan

fungsi teknisi elektromedis secara umum yang dapat diuraikan mulai dari
pengelola, pelaksana, penelitian serta penyuluh dan pelatih terhadap alat
kedokteran/kesehatan pada fasilitas kesehatan sebagai berikut:

1. Melaksanakan operasi alat kedokteran/kesehatan (Teknisi Aplikasi).

2. Melaksanakan pemeliharaan alat kedokteran/kesehatan.

3. Melaksanakan repair & trouble shooting alat kedokteran/kesehatan.

4. Melaksanakan inspeksi unjuk kerja alat kedokteran/kesehatan.

9
5. Melaksanakan inspeksi keamanan alat kedokteran/kesehatan.

6. Melaksanakan uji laik pakai alat kedokteran/kesehatan.

7. Melaksanakan kalibrasi alat kedokteran/kesehatan.

8. Melaksanakan registrasi dan penapisan alat kedokteran/kesehatan yang diimpor


dari luar negeri.

9. Melaksanakan uji produksi dalam negeri alat kedokteran/kesehatan.

10. Melaksanakan fabrikasi alat kedokteran/kesehatan.

11. Melaksanakan penyuluhan/pengajaran/penelitian alat kedokteran/ kesehatan.

12. Melaksanakan sales engineering alat kedokteran/kesehatan.

13. Melaksanakan perakitan instalasi alat kedokteran/kesehatan.

14. Melaksanakan perancangan teknologi tepat guna alat kedokteran/ kesehatan

H. Standar Kompetensi Elektromedis


Standar Kompetensi adalah pernyataan tentang keterampilan dan pengetahuan
serta sikap yang harus dimiliki oleh seseorang untuk mengerjakan suatu pekerjaan atau
tugas sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyaratkan.

Dengan dikuasainya kompetensi tersebut oleh seseorang, maka yang bersangkutan


akan mampu : mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan, mengorganisasikannya agar
pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan,mengetahui Apa yang harus dilakukan bilamana
terjadi sesuatu yang berbeda dengan rencana semula,menggunakan kemampuan yang
dimilikinya untuk memecahkan masalah atau melaksanakan tugas dengan kondisi yang
berbeda.

Dalam penyusunan standar kompetensi Teknik Elektromedik dibagi dalam empat


peran yaitu, sebagai pengelola, pelaksana, peneliti dan pelatih/penyuluh, masing –
masing sesuai dengan kompetensinya.

I. Kode Etik Elektromedis


Teknisi elektromedis adalah suatu profesi yang melakukan pelayanan kepada
masyarakat, bukanlah profesi yang semata-mata pekerjaan untuk mencari nafkah, akan
tetapi merupakan pekerjaan kepercayaan, dalam hal ini kepercayaan dari masyarakat

10
yang memerlukan pelayanan profesi, percaya kepada ketulusan hati, percaya kepada
kesetiaannya dan percaya kepada kemampuan profesionalnya.

Oleh sebab itu anggota profesi teknisi elektromedis memandang perlu menyusun
rumusan-rumusan sebagai petunjuk dengan harapan dapat menjadi ikatan moral bagi
anggota-anggotanya, dapat melakukan tanggung jawabnya sebagai teknisi
elektromedis, Tanggung jawab organisasi profesi: Menghargai hubungan
multidisiplioner dengan profesi lain. Memberikan kontribusi dalam perencanaan dan
pengembangan pelayanan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,
Kewajiban Teknisi Elektromedis Terhadap Pasien/Klien, Kewajiban Teknisi
Elektromedis Terhadap Teman Sejawat, Tidak bersikap diskriminatif dalam
memberikan pelayanan teknik elektromedik kepada siapapun yang membutuhkan,
Menjaga rahasia klien yang dipercayakan kepadanya kecuali untuk kepentingan
hukum/pengadilan, Menghargai hak dan martabat individu. Menghargai hak dan
martabat individu sebagai landasan dalam pelayanan profesional. Hubungan yang
terjadi antar teknisi elektromedis dengan klien didasari sikap saling percaya dan
menghargai hak masing-masing, selain itu hak teknisi elektromedis, hak profesi
Organisasi Ikatan Ahli Teknik Elektromedik Indonesia (IKATEMI), Kewajiban
Teknisi Elektromedis Terhadap Diri Sendiri

Standar Profesi Teknisi Elektromedis merupakan ketentuan yang telah diatur dan
disahkan oleh pimpinan Munas istimewa sebagai tahap-tahap yang perlu dilakukan
dalam mencapai teknisi elektromedis yang profesional.

Standar Kompetensi Teknisi Elektromedis merupakan bagian standar profesi yang


disiapkan untuk peningkatan sumber daya manusia di bidang peralatan kesehatan pada
sarana pelayanan kesehatan.

Dengan tersusunnya Standar Kompetensi Teknisi Elektromedis ini dapat


memperjelas tugas dan fungsi Teknisi Elektromedis sesuai profesi agar diperoleh
kesamaan/keseragaman pelaksanaan tugas di semua sarana pelayanan kesehatan.
Uraian rinci tentang Standar Kompetensi Teknisi Elektromedis ini dapat mendukung
pelaksanaan tugas Teknisi Elektromedis. Dengan pelaksanaan tugas sesuai Standar
Kompetensi Teknisi Elektromedis di lingkungan sarana pelayanan kesehatan maka
pelayanan prima dan standar kepada masyarakat dapat dilakukan dengan optimal.

11
Pembinaan manajerial dan teknis oleh organisasi profesi (IKATEMI) kepada
teknisi dengan mengacu pada Standar Profesi Teknisi Elektromedis ini sangat
diharapkan.

Segala sesuatu yang belum cukup diatur dalam Standar Profesi Teknisi
Elektromedis akan ditetapkan kemudian setelah dilakukan pembahasan lanjut bersama-
sama dengan team/pokja pengembangan profesi. Standar profesi ini berlaku sebagai
acuan, pedoman, sebagai rambu program pengembangan profesi saat ini dan dimasa
akan datang.

J. Kewajiban-kewajiban Teknisi Elektromedis


1. Kewajiban Umum
a) Memberikan pelayanan profesional secara jujur, berkompeten dan bertanggung
jawab.
Tanggung jawab teknisi elektromedis:
1) Teknisi elektromedis mengemban tugas dan tanggung jawab yang
dipercayakan kepadanya dengan memanfaatkan keterampilan dan keahlian
secara efektif untuk kepentingan individu dan masyarakat.
2) Teknisi elektromedis dimanapun berada hendaknya selalu meningkatkan
kualitas kehidupan masyarakat di lingkungannya.
3) Teknisi elektromedis memberikan jaminan bahwa pelayanan yang diberikan,
sesuai parameter standar, prosedur dan alokasi sumber daya dirancang untuk
pelayanan yang berkualitas sesuai dengan tuntutan kebutuhan individu,
masyarakat, kolega dan profesi lain
4) Teknisi elektromedis hendaknya selalu mencari, memberi dan menerima
informasi agar dapat meningkatkan pelayanan.
5) Teknisi elektromedis harus menghindari praktik ilegal yang bertentangan
dengan kode etik profesi.
6) Teknisi elektromedis harus mencantumkan gelar secara benar untuk
menggambarkan status profesinya.
7) Teknisi elektromedis wajib memberikan informasi yang benar kepada
masyarakat dan profesi kesehatan lainnya tentang teknik elektromedik dan
pelayanan profesionalnya sehingga mereka menjadi tahu dan mau
menggunakannya.

12
8) Teknisi elektromedis dalam menentukan tarif pelayanan harus layak, rasional
dan tidak memanfaatkan profesi untuk semata-mata mencari keuntungan.
9) Jasa profesional yang diterima teknisi elektromedik harus didapatkan dengan
cara yang jujur.
10) Teknisi elektromedis dalam memanfaatkan teknologi berdasarkan efektifitas
dan efisiensi demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan individu dan
masyarakat.
b) Mengakui batasan dan kewenangan profesi dan hanya memberikan pelayanan
dalam lingkup profesi teknik elektromedik.
1) Teknisi elektromedis memberikan pelayanan dan tindakan sesuai dengan
pengetahuan dan keterampilan yang dapat dipertanggungjawabkan secara
profesional.
2) Teknisi elektromedis dilarang melakukan aktivitas profesional yang dapat
merugikan klien, kolega atau masyarakat.
3) Teknisi elektromedis senantiasa selalu melaksananakan pelayanannya
dengan standar pelayanan teknik elektromedik.
4) Teknisi elektromedis dalam mengambil keputusan berdasarkan kepada
pengetahuan dan kehati-hatian.
5) Teknisi elektromedis berkewajiban menyumbangkan gagasan, pengetahuan
dan ketrampilan untuk memajukan profesi dan organisasi.
2. Kewajiban Teknisi Elektromedis Terhadap Pasien/KIien
a) Tidak bersikap diskriminatif dalam memberikan pelayanan teknik elektromedik
kepada siapapun yang membutuhkan
1) Teknisi elektromedis mempunyai kewajiban moral untuk memberikan
pelayanan kepada yang membutuhkan tanpa membedakan umur, jenis
kelamin, suku/ras, kondisi, agama/kepercayaan, politik dan status sosial
ekonomi.
2) Teknisi elektromedis harus selalu mempertimbangkan konsekuensi dari
keputusan yang dipilih bagi individü dan masyarakat.
3) Teknisi elektromedis dituntut untuk menghargai adat istiadat/kebiasaan dari
klien dalam memberi pelayanan.
4) Teknisi elektromedis berkewajiban untuk berkarya mendukung kebijakan
pelayanan kesehatan.

13
b) Menjaga rahasia klien yang dipercayakan kepadanya kecuali untuk kepentingan
hukum/pengadilan.
Tenaga teknik elektromedik wajib merahasiakan segala sesuatu yang
diketahuinya sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya, kecuali
jika diperlukan oleh pihak yang berwenang sesuai dengan ketentuan hükum
yang berlaku.
3. Kewajiban Teknisi Elektromedis Terhadap Teman Sejawat

Menghargai hak dan martabat individu.

Menghargai hak dan martabat individü sebagai landasan dalam pelayanan


profesional. Hubungan yang terjadi antar teknisi elektromedis dengan klien
didasari sikap saling percaya dan menghargai hak masing-masing.

Hak klien

a) Klien berhak atas pelayanan teknik elektromedik yang sebaik mungkin.


b) Klien berhak atas perlindungan terhadap pelayanan teknik elektromedik yang
tidak sesuai dan hanya menerima pelayanan yang bermanfaat.
c) Klien berhak atas pelayanan teknik elektromedik yang menghargai privasi dan
martabatnya.
d) Klien atau kuasa hukumnya berhak atas informasi yang cukup tentang hasil
kajian, pilihan, tindakan dan risiko yang dapat ditimbulkan.
e) Klien berhak atas pemanfaatan sumber daya yang terbaik, jika dipandang perlu
teknisi elektromedis dapat merujuk kepada pihak lain/profesi lain yang lebih
berkompeten.
f) Klien berhak menentukan dan membuat keputusan sendiri dalam hal :
1) Memilih pelayanan teknik elektromedik atau alternatif lain.
2) Menghentikan tindakan dan menerima ketidakmam-puannya walaupun
tindakan teknik elektromedik dapat meningkatkan keadaannya.

Hak-hak teknisi elektromedis:

a) Teknisi elektromedis berhak atas kemandirian profesi dan otonomi.


b) Teknisi elektromedis berhak atas rasa bebas dari ancaman terhadap kehormatan,
reputasi dan kompetensi serta hak untuk mendapatkan perlindungan dan
kesempatan untuk membela diri terhadap gugatan sesuai keadilan.

14
c) Teknisi elektromedis berhak untuk bekerjasama dengan teman sejawat.
d) Teknisi elektromedis berhak menolak melakukan intervensi apabila dipandang
bukan merupakan cara yang terbaik bagi klien.
e) Teknisi elektromedis berhak atas jasa yang layak dari pelayanan profesionalnya.
4. Kewajiban Teknisi Elektromedis Terhadap Diri Sendiri

Selalu memelihara standar kompetensi profesi teknik elektromedik dan selalu


meningkatkan pengetahuan/ketrampilan dan sikap.

a) Tenaga teknik elektromedik saling memberikan informasi dalam IPTEK


kepada teman sejawat untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang teknik
elektromedik.
b) Tenaga teknik elektromedik melakukan pelayanan teknik elektromedik sesuai
dengan prosedur yang berlaku dan senantiasa bertanggung jawab sesuai
dengan kompetensinya.
c) Tenaga teknik elektromedik senantiasa meningkatkan mutu pelayanan teknik
elektromedik dan tidak menyalahgunakan kemampuan dan ketrampilan untuk
tujuan yang merugikan.
d) Tenaga teknik elektromedik senantiasa melaksanakan tugasnya dengan
memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja dan mempunyai motivasi
untuk meningkatkan kemampuan.
Tanggung jawab teknisi elektromedis:
a) Teknisi elektromedis bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan prima
kepada pelanggan.
b) Teknisi elektromedis secara terus menerus meningkatkan pengetahuan dan
ketrampilan profesi melalui literatur dan pendidikan.
c) Teknisi elektromedis bertanggung jawab dalam menggunakan teknik yang
mereka kuasai, oleh karena itü hendaknya
1) Mendelegasikan hanya kepada teknisi elektromedis yang berkualitas.
2) Memberikan instruksi yang jelas kepada klien, asisten dan pihak lain
apabila dipandang perlu.
d) Teknisi elektromedis sebagai pemilik institusi pelayanan harus memastikan
bahwa karyawannya mampu untuk menerima tanggung jawabnya.

15
e) Teknisi elektromedis sebagai pemilik institusi pelayanan hendaknya
memberikan kepada karyawannya untuk berkembang sebagai teknisi
elektromedis profesional.
f) Teknisi elektromedis dalam melaksanakan penelitian harus mengikuti
kebijakan yang ditetapkan oleh Ikatan Ahli Teknik Elektromedik ındonesia
(IKATEMI).

K. IKATEMI
1. Profil IKATEMI

Ikatan Elektromedis Indonesia yang disingkat dengan IKATEMI adalah organisasi


profesi kesehatan, sebagai wadah berkumpulnya para profesi Elektromedis
Indonesia yang mengabdikan diri di bidang kesehatan yang sebelumnya bernama
Teknisi Elektromedis, untuk menyatukan langkah dan pemikiran dalam
mewujudkan masyarakat sehat sejahtera, adil dan makmur.

IKATEMI dibentuk dengan tujuan untuk membangun profesionalisme mutu


pelayanan Elektromedis Indonesia, dengan upaya meningkatkan mutu pelayanan
dan kompetensi profesi Elektromedis, serta meningkatkan dan mengembangkan
pendidikan Teknik Elektromedik di Indonesia.

IKATEMI berfungsi sebagai wadah berhimpun para Elektromedis guna menjalin


hubungan kemitraan dengan berbagai pihak dalam rangka mencapai tujuan, serta
IKATEMI berperan sebagai organisasi profesi untuk memajukan ilmu pengetahuan
dan teknologi bidang elektromedik untuk menciptakan masyarakat adil dan
makmur yang diridhoi Tuhan Yang Maha Esa.

IKATEMI didirikan di Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita Jakarta pada
tanggal 4 Desember 1983, untuk waktu yang tidak ditentukan, dan berkedudukan
di Ibu Kota Republik Indonesia.

IKATEMI adalah organisasi Profesi Kesehtan yang bersifat independen,


kecendekiaan dan kekeluargaan yang berazaskan Pancasila.

2. Sejarah IKATEMI
a) Awal berdirinya organisasi IKATEMI di deklarasi pada tanggal 4 Desember
tahun 1983 bertempat di Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita dengan

16
nama Ikatan Alumni Teknik Elektromedik Indonesia yang disingkat dengan
IKATEMI.
b) Organisasi IKATEMI berkembang seiring dengan berkembang dan
bertambahnya institusi pendidikan Teknik Elektromedik di Indonesia,
kemudian organisasi ini berubah menjadi Ikatan Ahli Teknik Elektromedik
Indonesia dengan singkatan tetap IKATEMI.
c) Pada pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) VI IKATEMI tanggal 10-
12 Oktober 2013 di jakarta, telah diambil keputusan Munas IKATEMI tentang
perubahan sebutan profesi yang sebelumnya Teknisi Elektromedis menjadi
Elektromedis, serta perubahan nama organisasi yang sebelumnya Ikatan Ahli
Teknik Elektromedik Indonesia menjadi Ikatan Elektromedis Indonesia
dengan singkatan tetap IKATEMI.
3. Tujuan IKATEMI

a) Memberikan jasa pelayanan dan teknologi elektromedik guna meningkatkan


kesehatan masyarakat serta kesejahteraan anggota.
b) Mengembangkan teknologi elektromedik guna meningkatkan kesehatan
masyarakat serta kesejahteraan anggota.
c) Meningkatkan profesionalisme untuk memenuhi persyaratan mutu, keamanan
dan kemanfaatan alat elektromedik dalam melindungi masyarakat dan
meningkatkan kesejahteraan anggota.
d) Memadukan segenap potensi elektromedis Indonesia, meningkatkan harkat,
martabat dan kehormatan diri profesi elektromedis, mengembangkan ilmu
pengetahuan dan teknologi elektromedik serta meningkatkan derajat kesehatan
rakyat Indonesia menuju masyarakat sehat dan sejahtera.
e) Terselenggaranya tertib organisasi, administrasi, peraturan serta upaya
peningkatan kompetensi dan etika profesi yang didukung oleh terbangunnya
sistem komunikasi efektif serta terjalinnya kemitraan positif.
Untuk mencapai tujuan IKATEMI, dilaksanakan usaha-usaha sebagai berikut:

a) Membina dan memupuk semangat kekeluargaan sesama anggota agar


berkepribadian dan berbudi luhur, berdaya guna tinggi dan mentaati kode etik
profesi Elektromedis;
b) Melaksanakan kajian dan penelitian teknik elektromedik untuk bangsa dan
negara Indonesia;

17
c) Meningkatkan peran kecendekiaan yang bersifat, profesional, kompeten,
aktual dan terpercaya;
d) Menjalin hubungan kerjasama seeara profesional dengan berbagai pihak dalam
rangka meningkatkan kesejahteraan anggota IKATEMI dan masyarakat
Indonesia;
e) Partisipasi aktif dalam menciptakan produksi nasional teknologi alat
elektromedik dalam upaya mempercepat kemandirian bangsa dalam bidang
kesehatan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi guna memerangi,
keterbelakangan, dan kebodohan bangsa Indonesia umumnya;
f) Usaha-usaha lain yang sesuai dengan asas organisasi dan berguna untuk
mencapai tujuan.

18
http://www.poltekkesjkt2.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=86&Itemi
d=93&showall=1
http://poltekkesdepkes-sby.ac.id/jurusan-teknik-elektromedik-menerima-mahasiswa-baru-
untuk-program-d-iii-dan-d-iv

Anda mungkin juga menyukai