Anda di halaman 1dari 19

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM

SUPERCELL, Inovasi Teknologi Solar Panel Untuk Indonesia Mandiri


Energi 2025

BIDANG KEGIATAN:
PKM GAGASAN TERTULIS

Diusulkan oleh:
Deo Reynaldo Alwi (NIM 21030114120019/ Angkatan 2014)
Irwan Chendra Tinambunan (NIM 21030114120092/ Angkatan 2014)
Tri Hanly Maurice (NIM 21030115140183/ Angkatan 2015)

UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2016
ii
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL i
HALAMAN PENGESAHAN ii
DAFTAR ISI iii
DAFTAR GAMBAR iv
RINGKASAN v
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Tujuan Penulisan 2
C. Manfaat Penulisan 2
BAB II GAGASAN 3
A. Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan 3
B. Solusi yang Pernah Ada 3
C. Solusi yang Ditawarkan 4
D. Pihak-pihak yang Terlibat 5
E. Langkah-langkah Strategis Implementasi 5
BAB III KESIMPULAN 7
DAFTAR PUSTAKA 8
LAMPIRAN

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Penyerapan Sinar Matahari 6


Gambar 2. Struktur Mikro Photovoltaic 3D .......................................................7

iv
RINGKASAN

Berdasarkan data ESDM tahun 2014, ketergantungan terhadap energi fosil


terutama minyak bumi dalam pemenuhan konsumsi listrik di dalam negeri masih
tinggi, yaitu sebesar 96% (minyak bumi 48%, gas 18%, dan batubara 30%).
Disamping krisis energi fosil, Indonesia sedang berupaya meningkatkan
penggunaan sumber daya energi baru terbaharukan (EBT). Saat ini pengembangan
EBT mengacu kepada Perpres No. 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi
Nasional. Dalam Perpres disebutkan kontribusi EBT dalam bauran energi primer
nasional pada tahun 2025 adalah sebesar 17% dengan komposisi Bahan Bakar
Nabati sebesar 5%, Panas Bumi 5%, Biomasa, Nuklir, Air, Surya, dan Angin 5%,
serta batubara yang dicairkan sebesar 2%. Solar sel merupakan salah satu sumber
energi terbarukan yang memanfaatkan energi matahari sebagai bahan dasarnya.
Solar sel berkerja dengan mengubah foton pada sinar matahari menjadi energi
listrik yang dapat langsung dimanfaatkan.
Untuk dapat mencapai target sebagai negara mandiri energi 2025,
Indonesia membutuhkan sebuah solusi penggunaan EBT yang memiliki efisiensi
tinggi dan biaya yang murah. Selain itu, dibutuhkan juga energi yang dapat
diterapkan di seluruh wilayah yang belum memiliki listrik.
Melalui gagasan SUPERCELL, tantangan Indonesia menjadi energi
mandiri energi 2025 dapat terjawab. SUPERCELL merupakan sel surya yang
memiliki mikro struktur photovoltaic 3 dimensi, hasil inovasi dari dari sel surya
konvensional yang berbasis struktur dua dimensi. SUPERCELL ini memiliki
keunggulan-keunggulan yang sangat signifikan dibandingkan sel surya
konvensional. Mulai dari segi bentuk, daerah penyerapan, bahan yang digunakan,
hingga efisiensi, memiliki perbedaan yang sangat besar dibandingkan sel surya
konvensional. Dari keempat faktor tersebut, SUPERCELL mampu menghasilkan
listrik lebih banyak hingga 200% daripada solar sel konvensional.
Kolaborasi sinergis seluruh pihak terkait merupakan hal krusial yang
sangat diperlukan untuk menjamin penerapan SUPERCELL. Perencanaan konsep,
realisasi proyek serta pemeliharaan yang telah dibangun harus disusun secara
matang untuk keberlanjutan SUPERCELL. SUPERCELL ini diharapkan dapat
menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi PLTS di Indonesia. Serta dapat
diterapkan di seluruh wilayah di Indonesia sehingga Indonesia dapat menjadi
negara mandiri energi 2025.

v
BAB 1. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berdasarkan data ESDM tahun 2014, ketergantungan terhadap energi fosil
terutama minyak bumi dalam pemenuhan konsumsi listrik di dalam negeri masih
tinggi, yaitu sebesar 96% (minyak bumi 48%, gas 18%, dan batubara 30%).
Kebijakan pemerintah yang memberikan subsidi energi kepada masyarakat
menjadikan masyarakat boros dalam penggunaan energi karena harganya yang
murah. APBN tahun 2015 mencatat bahwa dana subsidi energi sebesar Rp.
137,824 milliar. Saat ini, Indonesia menghadapi penurunan cadangan energi fosil
dan belum dapat diimbangi dengan penemuan cadangan baru. Hal ini disebabkan
juga karena ladang minyak di Indonesia sudah tua dan semakin menipis.
Disamping krisis energi fosil, Indonesia sedang berupaya meningkatkan
penggunaan sumber daya energi baru terbaharukan (EBT). Saat ini pengembangan
EBT mengacu kepada Perpres No. 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi
Nasional. Dalam Perpres disebutkan kontribusi EBT dalam bauran energi primer
nasional pada tahun 2025 adalah sebesar 17% dengan komposisi Bahan Bakar
Nabati sebesar 5%, Panas Bumi 5%, Biomasa, Nuklir, Air, Surya, dan Angin 5%,
serta batubara yang dicairkan sebesar 2%. Pengembangan energi surya mencakup
pemanfaatan PLTS di perdesaan dan perkotaan, mendorong komersialisasi PLTS
dengan memaksimalkan keterlibatan swasta, mengembangkan industri PLTS
dalam negeri, dan mendorong terciptanya sistem dan pola pendanaan yang efisien
dengan melibatkan dunia perbankan.
Solar sel merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang
memanfaatkan energi matahari sebagai bahan dasarnya. Solar sel berkerja dengan
cara mengubah foton pada sinar matahari menjadi energi listrik yang dapat
langsung dimanfaatkan. Sebagai sumber energi yang ramah lingkungan, solar sel
di Indonesia dimanfaatkan sebagai sumber listrik untuk penerangan jalan, lampu
lalu lintas, dan sebagai water heater (pemanas air) untuk perumahan. Melalui
pemanfaatan tersebut, pemerintah dapat mengurangi penggunaan energi listrik
yang berbahan energi fosil sebesar 400-1600 watt per hari untuk satu buah lampu
penerangan jalan (dengan asumsi penggunaan selama 10jam/hari).
Rudolf Rauch, Principal Advisor Deutsche Gessellschaft fur Internationale
Zusammenarbeit Indonesia, mengatakan bahwa Indonesia didukung dengan letak
geografisnya yang berada didaerah khatulistiwa sehingga memiliki potensi hingga
6-10 kali daripada negara Jerman yang memiliki potensi sekitar 25 ribu MW.
Jumlah tersebut terbilang cukup besar untuk mengcover supply energi dari
pembangkit listrik yang masih berasal dari energi fosil.
Penggunaan solar sel dapat dikatakan sangat menguntungkan karena dapat
mengurangi pengeluaran biaya belanja energi oleh masyarakat maupun
pemerintah. Selain itu, penggunaan solar sel dapat menurunkan tingkat polusi

1
udara akibat gas buang hasil pembakaran energi fosil sebagai pembangkit listrik
sehingga dapat meminimalisir efek global warming (tercatat dalam situs World
Air Quality Index, index udara di Indonesia mencapai angka 112 yang tergolong
tidak sehat). Namun, pengimplementasian energi lisrik dari solar sel di Indonesia
masih minim dan belum efektif. Energi listrik dari solar sel hanya dapat
digunakan pada malam hari dengan tenggang waktu yang tidak cukup lama karena
pengisian energi foton hanya dapat dilakukan pada siang hari. Selain itu, solar sel
yang ada di Indonesia masih menggunakan teknologi lama, yaitu solar sel dua
dimensi sehingga foton yang dikonversi menjadi listrik tidak maksimal dan
banyak energi foton yang terbuang karena bahan solar sel yang digunakan belum
mumpuni.
Berdasarkan fakta-fakta yang telah dipaparkan, SUPERCELL merupakan
solusi tepat yang dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas PLTS yang ada
di Indonesia. SUPERCELL dapat meningkatkan efisiensi konversi energi foton
menjadi listrik sehingga energi listrik yang dihasilkan dapat lebih maksimal dan
dapat menurunkan harga energi listrik di Indonesia yang semakin membebani
masyarakat, sekaligus menjawab tantangan kebijakan energi mix pada tahun 2025.

Tujuan Penulisan
1. Menggantikan sel surya dua dimensi dengan SUPERCELL yang lebih
unggul secara spesifikasi sehingga nilai efisiensi konversi foton menjadi
energi listrik meningkat.
2. Sebagai alternatif energi yang murah, ramah lingkungan, dan terbaharukan.
3. Meningkatkan efisiensi dan kapasitas PLTS di Indonesia

Manfaat Penulisan
Bagi masyarakat
SUPERCELL dapat meningkatkan efisiensi konversi foton menjadi energi
listrik sehingga masyarakat dapat menikmati energi yang murah dan
meningkatkan taraf hidup dalam segi ekonomi. SUPERCELL ini juga dapat
meningkatkan taraf kesehatan karena tidak menghasilkan polusi udara.
Bagi Lingkungan
Meningkatnya kapasitas energi listrik melalui SUPERCELL ini
memberikan dampak postif bagi lingkungan, yaitu penurunan tingkat polusi udara
akibat penggunaan energi fosil sebagai pembangkit listrik.

2
Bagi Pemerintah
Pengimplementasian SUPERCELL oleh pemerintah diharapkan mampu
menekan menurunkan biaya belanja energi negara sehingga anggarannya dapat
dialoksikan ke sektor lain.

II. GAGASAN

Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia, paling populer


digunakan untuk listrik pedesaan (terpencil), sistem seperti ini populer dengan
sebutan SHS (Solar Home System). SHS umumnya berupa system berskala kecil,
dengan menggunakan modul surya 50-100 Wp (Watt Peak) dan menghasilkan
listrik harian sebesar 150-300 Wh. Karena skalanya yang kecil, system DC (direct
current) lebih disukai, untuk menghindari losses dan self consumption akibat
digunakannya inverter. Sedangkan untuk PLTS skala besar, jumlahnya masih
sangat sedikit. PLTS di Indonesia yang telah beroperasi tersebut hanya mampu
memproduksi puluhan hingga ratusan kiloWattpeak (kWp) listrik. Dua
Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar di Indonesia, yakni di Karangasem dan
Bangli (Bali) masing-masing kapasitasnya hanya 1 MW.
Potensi energi surya di Indonesia sangat besar yakni sekitar 4.8
KWh/m2 atau setara dengan 112.000 GWp. Indonesia memanfaatkan baru sekitar
10 MWp. Padahal Malaysia saat ini telah menggunakan energi surya sebesar
2,834 MW (NERL, 2014). Pemerintah telah mengeluarkan roadmap pemanfaatan
energi surya yang menargetkan kapasitas PLTS terpasang hingga tahun 2025
sebesar 0.87 GW atau sekitar 50 MWp/tahun. Jumlah ini merupakan gambaran
potensi pasar yang cukup besar dalam pengembangan energi surya pada masa
datang.

Solusi yang Pernah Ada

Berdasarkan data Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT),


pembangkit listrik tenaga surya yang diterapkan berbasis Hybrid. Hybrid power
system adalah suatu sistem pembangkit listrik dengan menggunakan berbagai
sumber energi. Dalam konteks ini PLTS menggunakan diesel generator, baterai,
sumber energi terbarukan, unit pengondisian daya berikut peralatan kontrol yang
terintegrasi sehingga menghasilkan daya listrik lebih efisien pada berbagai
kondisi. Namun, penggunaan sumber energi yang lain dalam hybrid menjadikan
kurangnya inovasi dan pengembangan terhadap sel surya yang digunakan.

3
Jenis panel surya yang cenderung digunakan di Indonesia adalah
monokristal, polikristal, dan thin film photovoltaic (LDK Indonesia, 2015). Panel
monokristal memiliki efisiensi 15-19%. Kelemahan dari panel jenis ini adalah
tidak berfungsi optimal ditempat yang cahaya mataharinya kurang (teduh),
efisiensinya akan turun drastis dalam cuaca berawan. Panel polikristal memiliki
efisiensi lebih rendah dibandingkan type monokristal sehingga memiliki harga
yang cenderung lebih rendah. Thin film photovoltaic merupakan panel surya (dua
lapisan) dengan struktur lapisan tipis mikrokristal-silicon dan amorphous dengan
efisiensi modul hingga 8.5%. Panel surya yang digunakan masih sangat rendah
nilai efisiensinya sehingga diperlukan sebuah pengembangan untuk meningkatkan
nilai efisiensi panel surya.

Solusi yang Ditawarkan

SUPERCELL diharapkan dapat menjadi terobosan dalam mencapai


Indonesia Mandiri Energi 2025. Penerapan SUPERCELL di wilayah-wilayah
Indonesia, maka Indonesia dapat mencapai target pemanfaatan energi solar
sebanyak 80 MW.
SUPERCELL merupakan sel surya yang memiliki mikro struktur
photovoltaic 3 dimensi, hasil inovasi dari sel surya konvensional yang berbasis
struktur dua dimensi. SUPERCELL ini memiliki keunggulan jika dibandingkan
dengan sel surya konvensional. Mulai dari segi bentuk, daerah penyerapan, bahan
yang digunakan, hingga efisiensi, memiliki perbedaan yang sangat besar
dibandingkan sel surya konvensional. Dari keempat faktor tersebut, SUPERCELL
mampu menghasilkan listrik lebih banyak hingga 200% daripada solar sel
konvensional.
Dari segi bentuk, SUPERCELL memiliki struktur mikro photovoltaic 3
dimensi sehingga dapat menangkap dan menjaga photon untuk terkonversi
menjadi listrik. Dari segi daerah penyerapan, pada lapisan atas SUPERCELL
diberikan lensa yang berguna untuk memperluas daerah penyerapan sinar
matahari. Dengan lensa ini, SUPERCELL dapat menangkap sinar matahari
dengan sudut yang lebih luas dan dalam kondisi cuaca yang kurang cerah. Dari
segi bahan yang digunakan, SUPERCELL menggunakan bahan dasar silicon
sehingga biaya pembuatan SUPERCELL ini tergolong cukup murah.
Konsep SUPERCELL ini merupakan teknologi yang sangat bermanfaat
untuk meningkatkan efisiensi PLTS dan melengkapi kekurangan energi di
Indonesia, terutama untuk daerah-daerah yang belum memiliki listrik.

4
Pihak-pihak Yang Terlibat
Untuk mengimplementasikan gagasan ini menjadi suatu proyek yang
realistis diperlukan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak, meliputi :
1. Kementrian ESDM
Kementrian ESDM berfungsi menyusun kebijakan mengenai teknis,
rencana, dan program pengembangan SUPERCELL yang nantinya akan
dibangun. Selain itu, Kementrian ESDM juga memiliki fungsi pemantauan,
evaluasi, dan pelaporan penyelenggaraan program.
2. Peneliti dan ahli konstruksi
Disini ahli konstruksi dibutuhkan untuk merancang kerangka/struktur
panel, memilih, dan menghitung agar solar panel dapat kokoh. Ahli konstruksi
juga betanggung jawab merekayasa pembangunan agar berjalan efektif dan dapat
meminimalisasi biaya yang dikeluarkan, namun manfaat yang diberikan
maksimal. Sedangkan peneliti dibutuhkan untuk selalu melakukan penelitian agar
kedepannya efisiensi SUPERCELL dapat terus meningkat.
3. Masyarakat
Kerjasama dari masyarakat sangat dibutuhkan dalam proyek ini.
Masyarakat semestinya mendukung dalam penyuksesan proyek. Serta perlu
adanya sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat mau menggunakan
SUPERCELL sebagai salah satu sumber energi listrik rumah tangga.

Langkah-langkah Strategis Implementasi


Proyek SUPERCELL ini tidak akan berjalan maksimal jika tidak didukung
dengan bidang-bidang lainnya. Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah
berikut dalam mengimplementasikannya :
a. Analisis daerah dengan sinar matahari terbesar di Indonesia
Ini merupakan langkah dasar yang penting dilakukan sebelum proyek
dilaksanakan. Tahap ini membantu perencanaan strategi lokasi pembangunan
SUPERCELL menjadi lebih tepatguna. Disini dilakukan analisa kawasan mana di
Indonesia yang paling tepat dibangun SUPERCELL ini.
b. Pembebasan lahan
Apabila lahan yang akan dibangun SUPERCELL merupakan lahan milik
rakyat, perlu dilakukan pembebasan lahan terlebih dahulu. Agar proses
pembangunan nantinya tidak terjadi sengketa dan hal-hal yang tidak diinginkan.
c. Negosiasi harga dengan IPP
Negosiasi harga dengan menetapkan harga patokan tertinggi untuk
Independent Power Producer (IPP). IPP sangat penting adanya untuk penyediaan
tenaga listrik untuk kepentingan umum. Setelah itu, pemerintah akan berusaha

5
menunjuk dan memilih IPP tanpa harus melalui tender. Agar proses pembangunan
dapat berjalan cepat.
d. Proses Perizinan
Proses perizinan harus dioptimalkan melalui pelayanan terpadu satu pindu
(PTSP) pusat, provinsi, dan kabupaten atau kota. Hal ini bertujuan agar proses
perizinan tidak harus termakan waktu dengan rumitnya birokrasi yang ada.
e. Sosialisasi pada masyarakat di kawasan yang akan di bangun SUPERCELL
Tahap ini wajib dilakukan karena masyarakat mesti tahu proyek apa yang
akan dibangun, dalam jangka waktu kapan, dan apa keuntungan yang mereka
peroleh dari proyek.
f. Pembangunan Proyek SUPERCELL
SUPERCELL dibangun dengan rencana yang telah disiapkan.
g.Uji efisiensi SUPERCELL
SUPERCELL yang telah siap dibangun perlu dilakukan uji efisiensi
apakah telah sesuai dengan rencana sebelumnya atau tidak. Perlu dilakukan
evaluasi dan pemantauan bertahap untuk menjaga SUPERCELL.
h. Peresmian SUPERCELL
Setelah SUPERCELL selesai dibangun dan diresmikan. Disini petinggi
wilayah bisa meresmikan sekaligus mensosialisasikan kembali pada masyarakat
tentang SUPERCELL ini. Hal ini dapat memudahkan SUPERCELL mendapat
dukungan lebih dari masyarakat sehingga nantinya dikawasan lain proyek
pembangunannya akan lebih mudah.

Gambar 1. Penyerapan Sinar Matahari

Dari segi daerah penyerapan, pada lapisan atas SUPERCELL diberikan


lensa yang berguna untuk memperluas daerah penyerapan sinar matahari. Dengan
lensa ini SUPERCELL dapat menangkap sinar matahari dengan sudut yang lebih
luas dan dalam kondisi cuaca yang kurang cerah.

6
Gambar 2. Struktur Mikro Photovoltaic 3D
Struktur SUPERCELL memiliki struktur mikro photovoltaic 3 dimensi
dapat sehingga dapat menangkap dan menjaga photon untuk terkonversi menjadi
listrik. Pada awalnya cahaya masuk melalui permukaan solar sel yang telah
dipasang lensa sehingga daya tangkap sinar matahari semakin luas. Kemudian,
photon akan terperangkap di dalam SUPERCELL sehingga tidak ada photon yang
terpantulkan kembali. Di dalam struktur photovoltaic photon akan memantul ke
segala arah hingga photon terkonversi menjadi listrik.

BAB III. KESIMPULAN

SUPERCELL merupakan gagasan yang diciptakan untuk untuk


meningkatkan kapasitas PLTS yang ada di Indonesia dengan cara meningkatkan
efisiensi konversi energi foton menjadi listrik sehingga energi listrik yang
dihasilkan dapat lebih maksimal. Selain itu diharapkan pula dapat menjawab
tantangan kebijakan energi mix pada tahun 2025.
SUPERCELL merupakan sel surya yang memiliki mikro struktur
photovoltaic 3 dimensi, hasil inovasi dari dari sel surya konvensional yang
berbasis struktur dua dimensi. Saat ini, efisiensi panel surya hanya sampai 20%
dengan penerapan SUPERCELL efisiensi panel surya dapat meningkat hingga
40%. Sehingga energi listrik yang dihasilkan lebih banyak. Mulai dari segi
bentuk, daerah penyerapan, bahan yang digunakan, hingga efisiensi, memiliki
perbedaan yang sangat besar dibandingkan sel surya konvensional.
Prinsip dasar SUPERCELL yaitu untuk menangkap photon dan
memerangkapnya di dalam struktur photovoltaic 3 dimensi. Photon yang
terperangkap akan memantul ke segala arah hingga photon terkonversi menjadi
listrik. Hal inilah yang membedakan SUPERCELL dengan sel surya lainnya yang
tidak dapat memanfaatkan photon secara maksimal.

7
Kolaborasi sinergis seluruh pihak terkait merupakan hal krusial yang
sangat diperlukan untuk menjamin penerapan SUPERCELL. Perencanaan konsep,
realisasi proyek serta pemeliharaan yang telah dibangun harus disusun secara
matang untuk keberlanjutan SUPERCELL.
Gagasan SUPERCELL ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk
meningkatkan efisiensi PLTS di Indonesia. Serta dapat diterapkan di seluruh
wilayah di Indonesia sehingga Indonesia dapat menjadi negara mandiri energi
2025.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2010.High Efficiency Design to Produce 200% of the Power Output of


Conventional Solar Cells. Diakses dari
http://www.solar3d.com/technology.php
ESDM. 2015. Outlook Energi. Jakarta: ESDM.
Hasbullah.2013. Konversi Energi Surya. Bandung: UPI.
Muchlis, Moh.2005. Proyeksi Kebutuhan Listrik PLN Tahun 2003-2020. Jakarta:
PLN.
NREL.2015. National Center for Photovoltaics. Diakses dari
http://www.nrel.gov/ncpv/
Putra, FS.2014. Pemanfaatan Solar Cell dengan PLN sebagai Sumber Energi
Listrik Rumah Tinggal. Surakarta: UMS.
Rahardjo, Irawan.2012. Analisis Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya di
Indonesia. Jakarta: BPPT.
Wardhani, Nany.2014. Pengembangan Energi Surya. Jakarta: ESDM.

8
LAMPIRAN
Lampiran 1 Biodata Ketua Pelaksana

A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Deo Reynaldo Alwi
2 Jenis Kelamin Laki-laki
3 Program Studi Teknik Kimia
4 NIM 21030114120019
5 Tempat dan Tanggal Medan, 14 Januari 1997
Lahir
6 E-mail deoreynaldo@rocketmail.com
7 Nomor Telepon/ HP 085262249950

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SD RK 4 Sibolga SMP Fatima SMA Katolik
Sibolga Sibolga
Jurusan IPA
Tahun Masuk- 2002-2008 2008-2011 2011-2014
Lulus

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No Nama Pertemuan Ilmiah/ Judul Artikel Ilmiah Waktu dan
Seminar Tempat
1
2
3

D. Penghargaan (10 tahun terakhir)


No Jenis Penghargaan Instritusi Pemberi Tahun
Penghargaan
1 Didanai PKM-M DIKTI 2015
2
3
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketdaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah
satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM - Gagasan Tertulis

9
Biodata Anggota 1

A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Irwan Chendra Tinambunan
2 Jenis Kelamin L
3 Program Studi S1 Teknik Kimia
4 NIM 21030114120092
5 Tempat dan Tanggal Medan, 6 Agustus 1996
Lahir
6 E-mail irwan.chendra@gmail.com
7 Nomor Telepon/ HP 089685448111

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi Buddhis Buddhis SMA Negeri 3
Bodhicitta Bodhicitta Medan
Jurusan IPA
Tahun Masuk- 2002 - 2008 2008 – 2011 2011 – 2014
Lulus

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No Nama Pertemuan Ilmiah/ Judul Artikel Ilmiah Waktu dan
Seminar Tempat
1
2
3

D. Penghargaan (10 tahun terakhir)


No Jenis Penghargaan Instritusi Pemberi Tahun
Penghargaan
1
2
3

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketdaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah
satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM - Gagasan Tertulis

10
Biodata Anggota 2

A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Tri Hanly Maurice
2 Jenis Kelamin L
3 Program Studi Teknik Kimia
4 NIM 21030115140183
5 Tempat dan Tanggal Lahir Jakarta, 20 Agustus 1996
6 Email hanlymaurice@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 089601492256

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SD Marsudirini I SMP Santo SMA Kanisius
Vincentius Jakarta
Jurusan - - IPA
Tahun 2002-2008 2008-2011 2011-2014
Masuk/Lulus

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


Nama Pertemuan
No Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
Ilmiah / Seminar
1
2
3

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau


institusi lainnya)
Institusi Pemberi
No Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan
1 Best conference team of SPE Universitas 2015
SPE Universitas Diponegoro
Diponegoro Student Chapter
Conference
2 Participant of Petro Gas Teknik Kimia Universitas 2016
Days Conference Indonesia
3
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah
satu persyaratan dalam pengajuan Hibah Program Kreatifitas Mahasiswa skema
Gagasan Tertulis.

11
12
Lampiran 2 Susunan Organisasi Tim Kegiatan Dan Pembagian Tugas

No Nama / NIM Program Bidang Alokasi Uraian Tugas


Studi Ilmu Waktu (jam
/minggu)
1 Deo Reynaldo S1 Teknik Teknik 12 Pemberi
Alwi/21030114120019 Kimia Kimia jam/minggu gagasan dan
manfaat
2 Irwan Chendra S1 Teknik Teknik 12 Mencari
Tinambunan/21030114120092 Kimia Kimia jam/minggu referensi
jurnal dan
merapikan
proposal
3 Teknik 12 Mencari
Kimia jam/minggu referensi
Tri Hanly S1 Teknik
jurnal dan
Maurice/21030115140183 Kimia
merapikan
proposal

13
14