Anda di halaman 1dari 10

ASUHAN KEPERAWATAN

KLIEN DENGAN KONDISI TERMINAL

DISUSUN OLEH

MUHAMMAD IDRIS PO.71.20.1.11.053


NOPIYANTI PO.71.20.1.11.055
NORA DWI PURWANTI PO.71.20.1.11.057

TINGKAT I / SEMESTER II
DOSEN PEMBIMBING:
DEVI MEDIARTI, S. Pd, M. Kes

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN PALEMBANG
JURUSAN KEPERAWATAN
2012
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN TERMINAL

A. PENGKAJIAN

1. Biodata Pasien

a. Identitas Pasien
Nama : Tn ”H”
Umur : 59 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Suku / Bangsa : Jawa / Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : TNI
Alamat : Jln. P. Sidang Lautan No. 270 Rt. 024
Tanggal MRS : 22 November 2009
Tanggal Pengkajian : 23 November 2009
Diagnosa Medis : Stroke Haemoragic

b. Identitas Penanggung Jawab


Nama : Ny ”L”
Umur : 28 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Guru
Agama : Islam
Alamat : Jln. P. Sidang Lautan No. 270 Rt. 024
Hubungan dengan pasien : Anak
2. Riwayat Kesehatan

a. Keluhan Utama
Anak klien mengatakan, Ayahnya muntah-muntah 2 kali setelah muntah.
Anak klien mengatakan bahwa ayahnya sadar + 30 menit dan dibawa ke RS
Moehammad Hoesin Palembang pada tanggal 22 November 2009 dan tiba-tiba
tubuh klien sebelah kanan terasa kaku dan sulit digerakan

b. Riwayat Penyakit sekarang


Klien mengalami penurunan kesadaran, koma dan terpasangnya cateter
dan infus

c. Riwayat penyakit masa lalu


Keluarga klien mengatakan bahwa klien menderita hipertensi + 1 tahun
yang lalu

d. Riwayat penyakit keluarga


Keluarga klien mengatakan di dalam keluarganya tidak ada yang
menderita penyakit kronis apapun penyakit menular

e. Riwayat penyakit psikososial


 Riwayat psikologis
Keluarga klien tampak cemas melihat keadaan klien yang tampak lemah
dan tidak sadar

 Riwayat sosial
Hubungan klien dengan kerabat cukup dekat, namun sekarang klien tidak
dapat berkomunikasi dengan baik

 Riwayat spritual
Klien beragama islam, namun di RS Klien tidak pernah melakukan ibadah
karena penurunan kesadaran dan keluarga klien selalu berdoa demi kesembuhan
klien

3. Pemeriksaan Fisik

a. Keadaan Umum
Kesadaran : Koma
Nadi : 100 x / menit
TD : 180 / 100 mmHg
RR : 20 x / menit

b. Keadaan Khusus
Kepala
Bentuk : Bulat
Rambut : Anisoker
Kebersihan : Anamnesis

Mata
Bentuk : Bulat
Pupil : Anisokor
Konjungtiva : Ananemis
Penglihatan : Tidak dapat dinilai
Keadaan : Mata klien tampak tertutup

Kardiovaskuler
Frekuensi Nadi : 100 x / menit

Dada
Bentuk : Datar
Frekuensi Nafas : 20 x / menit
Paru-paru
Bentuk : Simetris
Sesak Nafas : Tidak ada

Abdomen
Bentuk : Simetris
Bising Usus : (+)

Genetalia : Terpasang cateter


Atas : Terpasang IVFD ditangan kiri
Bawah : Tidak ada gerakan klien tidak sadar

Perubahan fisik saat kematian mendekat


1. Pasien kurang rensponsif
2. Fungsi tubuh melambat
3. Pasien berkemih dan defekasi secara tidak sengaja
4. Rahang cendrung jatuh
5. Pernafasan tidak teratur dan dangkal
6. Sirkulasi melambat dan ektremitas dingin, nadi cepat dan melemah
7. Kulit pucat
8. Mata melalak dan tidak ada respon terhadap cahaya

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Inefektif jalan nafas berhubungan dengan defisit neurologis


2. Ketidakberdayaan berhubungan dengan menurunnya keadaan umum klien
3. Berduka disfungsional berhubungan dengan kondisi klien yang bertambah
buruk

.
C. PERENCANAAN KEPERAWATAN (INTERVENSI)

1. Inefektif jalan nafas berhubungan dengan defisit neurologis

Tujuan :
 Tujuan jangka panjang : Jalan nafas efektif
 Tujuan jangka pendek : Dalam waktu 10 menit nafas tidak mengorok lagi
sekret dan cairan tidak ada lagi

Intervensi Rasional
- Kaji jalan nafas klien - Mengetahui sejauh mana
- Bersihkan jalan nafas inefektif jalan nafas
- Berikan 02 sesuai kolaborasi - Dapat mengurangi dan
dengan tim medis menghisap sekret di jalan nafas
- Pertahankan posisi klien - Untuk mencukupi kebutuhan 02
- Mengobservasi tanda-tanda yang diperlukan
vital - Dapat mempertahankan jalan
nafas klien yang baik
- Mengetahui keadaan klien

2. Ketidakberdayaan berhubungan dengan menurunnya keadaan umum


klien

Tujuan :
 Tujuan jangka panjang : Keadaan klien membaik
 Tujuan jangka pendek : Dalam waktu 2 jam klien dapat membaik,
Keadaan umum klien perlahan-lahan membaik.
Intervensi Rasional
- Kaji keadaan klien - Untuk mengetahui keadaan
- TObservasi tanda-tanda vital klien
- uKaji fungsi sensorik dan - Untuk mengetahui

jmotorik perkembangan kondisi klien


- uBantu kebutuhan aktifitas klien - Mengetahui keadaan klien
- aKolaborasi dengan keluarga secara khusus

n - Dengan memenuhi / membantu


kebutuhan klien, dapat
mengurangi beban klien dan
keluarganya
- Keluarga merupakan bagian
terdekat klien yang mengerti
keadaan klien

3. Berduka disfungsional berhubungan dengan kondisi klien yang


bertambah buruk

Tujuan :
 Tujuan jangka panjang : Berduka disfungsional dapat teratasi
 Tujuan jangka pendek : Dalam waktu 2 jam keluarga dapat mengerti,
tenang dan menerima kondisi pasien.

Intervensi Rasional
- Jelaskan kepada keluarga - Dengan menjelaskan keluarga
tentang penyakit klien klien mengerti tentang penyakit
- Bantu keluarga klien untuk klien
mengekpresikan perasaan baik - Dapat memberikan bantuan
secara verbal dan non verbal keluarga dan memberi
dukungan keluarga klien
- Menurunkan derajat berduka
- Ekspresikan rasa empati dan disfungsional
perhatian klien

D. PELAKSANAAN / TINDAKAN KEPERAWATAN (IMPLEMENTASI)

1. Inefektif jalan nafas berhubungan dengan defisit neurologis

- Mengkaji jalan nafas klien dengan frekuensi nafas 20 x / menit


- Membersihkan jalan nafas dengan isap lendir yang menutupi jalan nafas
- Memberikan O2 sesuai kolaborasi 2-3 liter / menit
- Mempertahankan posisi kepala di ekstensikan
- Mengkolaborasi tanda-tanda vital

2. Ketidakberdayaan berhubungan dengan menurunnya keadaan umum


klien

- Mengkaji keadaan klien


- Mengobservasi tanda-tanda vital

3. Berduka disfungsional berhubungan dengan kondisi klien yang


bertambah buruk

- Menjelaskan kepada keluarga tentang penyakit klien


- Membantu keluarga klien untuk mengekpresikan perasaan baik secara
verbal dan non verbal
- Mengekpresikan rasa empati dan perhatian klien
E. EVALUASI KEPERAWATAN

1. Klien ngorok / stridor cairan secret dimulut dan dihidung masih ada
2. Klien tidak ngorok / stidor lagi, klien mulai tampak tenang
3. Klien merasa nyaman dan mengekpresikan perasaannya pada perawat
4. Klien tidak merasa sedih dan siap menerima kenyataan
5. Klien selalu ingat kepada Allah dan selalu bertawakkal
6. Klien terlihat lemah
7. Klien sadar bahwa setiap apa yang diciptakan Allah SWT akan
kembali kepadanya
DAFTAR PUSTAKA

Doenges, Mariliyn 6. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta : EGC


Suseno, Taru April A. 2005. Pemenuhan KDM : Kehilangan, Kematian dan
Berduka dan Proses Keperawatan. Jakarta : Widya Medika
Tanpa nama. 2012. Asuhan Keperawatan Pada pasien dengan kondisi terminal.
(Online) Diakses tanggal 14 Maret 2012.