Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGANTAR BUDIDAYA PERAIRAN


“Budidaya Ikan Lele (Clarias gariepinus)”

Oleh:
Riko
(2021611035)

JURUSAN MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN


FAKULTAS PERTANIAN PERIKANAN DAN BIOLOGI
UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG
2017

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan Rahmat dan Karunia-
Nya, sehingga penulis dapat merampungkan laporan praktikum pengantar
budidaya perairan dengan judul “Budidaya Ikan Lele (Clarias gariepinus)”.
Laporan ini dapat tersusun tak lepas dari bantuan banyak pihak. Oleh karena
itu penulis berikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya
kepada,
1. Kedua orang tua yang senantiasa mendo’akan penulis dan segala fasilitas
yang mereka berikan
2. Dosen pengampu Pak Okto Supratman, S.Pi.,M.Si. yang menyampaikan
materi dengan baik
3. Asisten dosen dan pihak BBI Senter Pemali Sungailiat Kab. Bangka yang
membimbing penulis dalam praktikum
4. Teman-teman yang bekerja sama dengan baik pada saat praktikum
Akhir kata penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih jauh
dari kesempurnaan. Karena itu, penulis memohon saran dan kritik yang sifatnya
membangun demi kesempurnaannya dan semoga bermanfaat bagi kita semua.
Amiin.

Balunijuk, 03 Januari 2018,


penulis

Riko
2021611035

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i


KATA PENGANTAR .................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iii
BAB I. PENDAHULUAN .............................................................................. 1
1.1 Latar Belakang......................................................................... 1
1.2 Tujuan ...................................................................................... 2
1.2.1 Untuk mengetahui tentang budidaya ikan lele ................. 2
1.2.2 Untuk mengetahui proses budidaya ikan lele ................... 2
1.2.3 Untuk mengetahui proses panen budidaya ikan lele ........ 2
1.3 Manfaat .................................................................................... 2
1.3.1 Menambah pengetahuan mengenai budidaya ikan lele .... 2
1.3.2 Mengetahui cara analisis data budidaya ikan lele ............ 2
1.3.3 Mengetahui cara memanen ikan lele ................................ 2
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ................................................................... 3
2.1 Pembenihan Lele ........................................................................................ 3
2.2 Proses Budidaya Lele ................................................................................. 3
2.3 Proses Panen Budidaya Ikan Lele .............................................................. 7
BAB III. METODOLOGI ............................................................................. 8
3.1 Waktu dan Lokasi ...................................................................................... 8
3.2 Alat dan Bahan ........................................................................................... 8
3.3 Cara Kerja .................................................................................................. 8
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ...................................................... 10
4.1 Hasil ............................................................................................... 10
4.2 Pembahsan ..................................................................................... 11
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................ 12
5.1. Kesimpulan ............................................................................................... 12
5.2 Saran . ........................................................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 13

iii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat, dengan rasa yang
lezat, daging empuk, duri teratur dan dapat disajikan dalam berbagai macam menu
masakan. Pengembangan usaha budidaya ikan lele semakin meningkat setelah
masuknya jenis ikan lele ke Indonesia pada tahun 1985. Keunggulan budidaya lele
antara lain tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap
penyakit. Namun demikian perkembangan budidaya yang pesat tanpa didukung
pengelolaan induk yang baik menyebabkan lele dumbo mengalami penurunan
kualitas (Rahmat. 1991)
Hal ini karena adanya perkawinan sekerabat (inbreeding), seleksi induk
yang salah atas penggunaan induk yang berkualitas rendah. Penurunan kualitas ini
dapat diamati dari karakter umum pertama matang gonad, derajat penetasan telur,
pertumbuhan harian, daya tahan terhadap penyakit dan nilai FCR (Feeding
Conversion Rate).
Sebagai upaya perbaikan mutu ikan lele dumbo BBAT Sukabumi telah
berhasil melakukan rekayasa genetik untuk menghasilkan lele dumbo strain baru
yang diberi nama lele "Sangkuriang".Seperti halnya sifat biologi lele dumbo
terdahulu, lele Sangkuriang tergolong omnivora. Di alam ataupun lingkungan
budidaya, ia dapat memanfaatkan plankton, cacing, insekta, udang-udang kecil
dan mollusca sebagai makanannya (Rahmat. 1991)
Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat, dengan rasayang
lezat, daging empuk, duri teratur dan dapat disajikan dalam berbagaimacam menu
masakan. Lele merupakan jenis ikan yang digemarimasyarakat, dengan rasa yang
lezat, daging empuk, duri teratur dan dapatdisajikan dalam berbagai macam menu
masakan. Adapun manfaat yang dihasilkan dari budidaya lele antara lain :
1. Sebagai bahan makanan
2. Ikan lele jenis Clarias batrachus juga bisa dimanfaatkan sebagai ikan
pajangan atau hiasan.
3. Ikan lele yang di pelihara di sawah dapat bermanfaat untuk memberantas
hama padi berupa serangga air. Karena merupakansalah satu makanan alami
ikan lele.

1
4. Ikan lele juga dapat diramu dengan berbagai macam obat lain
untuk mengobati penyakit asma, menstruasi (datang bulan tidak
teratur),hidung berdarah, kencing berdarah, dan lain-lain.
5. Selain itu, banyak mengkonsumsi ikan lele juga dapat menyehatkan jantung.
Karena ikan lele lebih banyak mengandung omega 3 dibanding dengan jenis
ikan lainnya.
1.2 Tujuan
1.2.1 Untuk mengetahui tentang budidaya ikan lele.
1.2.2 Untuk mengetahui proses budidaya ikan lele.
1.2.3 Untuk mengetahui proses panen budidaya ikan lele.
1.3 Manfaat
1.3.1 Menambah pengetahuan mengenai budidaya ikan lele
1.3.2 Mengetahui cara analisis data budidaya ikan lele
1.3.3 Mengetahui cara memanen ikan lele

2
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pembenihan Lele
Adalah budidaya lele untuk menghasilkan benih sampai berukuran tertentu
dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam-kolam khusus
pemijahan. Pembenihan lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya
konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele (Rahmat. 1991).
Sistem Budidaya Lele :
Terdapat 3 sistem pembenihan lele yang dikenal, yaitu :
1. Sistem Massal. Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam
satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan
secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang
pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari
pasangannya.
2. Sistem Pasangan. Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina
pada satu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan
menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.
3. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi).Dilakukan dengan merangsang lele
untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar
Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini
harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis
lele.
2.2 Proses Budidaya Lele
1. Pembuatan Kolam lele
Ada dua macam / tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian).
Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya disesuaikan dengan lahan yang tersedia.
Secara teknis baik pada tipe bak maupun tipe galian, pembenihan lele harus
mempunyai (Budi, 1993) :
Kolam tandon. Mendapatkan masukan air langsung dari luar/sumber air.
Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton.
Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain.

3
Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan bertina selama masa
pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri yang sekaligus sebagai tempat
pematangan sel telur dan sel sperma. Kolam Pemijahan. Tempat perkawinan
induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk,
batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.
Kolam Pendederan. Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas
dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena
anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan
cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.
2. Pemilihan Induk lele
a. Induk jantan mempunyai tanda :
1) Tulang kepala berbentuk pipih
2) Warna lebih gelap
3) Gerakannya lebih lincah
4) Perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
5) Alat kelaminnya berbentuk runcing.
b. Induk betina bertanda :
1) Tulang kepala berbentuk cembung
2) Warna badan lebih cerah
3) Gerakan lamban
4) Perut mengembang lebih besar dari pada punggung alat kelamin berbentuk
bulat
3. Persiapan Lahan lele
Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) meliputi :
a. Pengeringan, Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit
penyakit.
b. Pengapuran, dlakukan dengan kapur Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk
mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak
mati oleh pengeringan.
c. Perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara). untuk menetralkan
berbagairacun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa
budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok

4
makan)/100m2. Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan
untukmenambah kesuburan lahan.
d. Pemasukan Air. Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan
dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami
lele. Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang dapat dilakukan
adalah : Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya,
penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air fapat
langsung penuh dan segera diberi perlakuan TON dengan dosis sama
4. Pemijahan Lele
Pemijahan adalah proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan
sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin
berwarna merah. Induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum
matang berwarna hijau). Sel telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan
dalam waktu 24 jam akan menetas menjadi anakan lele (Budi, 1993).
5. Pemindahan Lele
Cara pemindahan :
a. Kurangi air di sarang pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm.
b. Siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air
di sarang. Samakan suhu pada kedua kolam
c. Pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau
piring.
d. Pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati
pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.
6. Pendederan Lele
Adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, yaitu 5 – 7 cm, 7 – 9 cm dan 9 –
12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung
berupa enceng gondok atau penutup dari plastik untuk menghindari naiknya suhu
air yang menyebabkan lele mudah stress. Pemberian pakan mulai dilakukan sejak
anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini (Budi, 1993).

5
Manajemen Pakan Lele
Pakan anakan lele berupa :
1. Pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling
baik) dikonsumsi pada umur di bawah 3 – 4 hari.
2. Pakan buatan untuk umur diatas 3 – 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi,
terutama kadar proteinnya.
3. Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur
dengan POC NASA dengan dosis 1 – 2 cc/kg pakan (dicampur air
secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena
mengandung berbagai unsur mineral penting, protein dan vitamin dalam
jumlah yang optimal.
Manajemen Air
Ukuran kualitas air dapat dinilai secara fisik :
1. Air harus bersih
2. Berwarna hijau cerah
3. Kecerahan/transparansi sedang (30 – 40 cm).
Ukuran kualitas air secara kimia :
1. Bebas senyawa beracun seperti amoniak
2. Mempunyai suhu optimal (22 – 26 0C).
Untuk menjaga kualitas air agar selalu dalam keadaan yang optimal, pemberian
pupuk TON sangat diperlukan. TON yang mengandung unsur-unsur mineral
penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan
menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan,
menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang.
Perlakuan TON dilakukan pada saat oleh lahan dengan cara dilarutkan dan di
siramkan pada permukaan tanah kolam serta pada waktu pemasukan air baru atau
sekurang-kurangnya setiap 10 hari sekali. Dosis pemakaian TON adalah 25
g/100m2 (Komar, 1981).
Manajemen Kesehatan
Pada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai
ketahanan tubuh yang tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan
oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek sangat mendorong

6
tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, bakteri dan
lain-lain. Maka dalam menejemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting
dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam
kedua hal itulah, peranan TON dan POC NASA sangat besar. Namun apabila
anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan
yang sesuai (Komar, 1981).
Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan jamur dapat
diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur.
Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis yang digunakan juga harus
sesuai.
2.3 Proses Panen Budidaya Ikan Lele
1. Penangkapan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemanenan :
a. Lele dipanen pada umur 6-8 bulan, kecuali bila dikehendaki, sewaktuwaktu
dapat dipanen.
b. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari supaya lele tidak terlalu
kepanasan.
c. Kolam dikeringkan sebagian saja dan ikan ditangkap dengan menggunakan
seser halus, tangan, lambit, tangguh atau jaring.
d. Setelah dipanen, piaralah dulu lele tersebut di dalam tong/bak/hapa selama 1-2
hari tanpa diberi makan agar bau tanah dan bau amisnya hilang.
e. Lakukanlah penimbangan secepat mungkin dan cukup satu kali.
2. Pembersihan
Setelah ikan lele dipanen, kolam harus dibersihkan dengan cara :
a. Kolam dibersihkan dengan cara menyiramkan/memasukkan larutan kapur
sebanyak 20-200 gram/m 2 pada dinding kolam sampai rata.
b. Penyiraman dilanjutkan dengan larutan formalin 40% atau larutan permanganat
kalikus (PK) dengan cara yang sama.
c. Kolam dibilas dengan air bersih dan dipanaskan atau dikeringkan dengan sinar
matahari langsung. Hal ini dilakukan untuk membunuh penyakit yang ada di
kolam.

7
BAB III. METODOLOGI
3.1 Waktu dan Lokasi
Praktikum ini dilaksanakan pada saat memasuki pertengahan kuliah
semester 3 sampai dengan menjelang UAS . Bertempat di Hatchery kolam
budidaya perikanan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi. Universitas
Bangka Belitung.
3.2 Alat dan Bahan
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah benih Ikan Lele
(Clarias gariepinus), terpal, bambu, paku, pelet ukuran kecil dan sedang, kayu,
air, wareng, tumbuhan eceng gondok dan pipa pengairan. Sedangkan alat-alat
yang digunakan dalam praktikum ini adalah cangkul, parang, palu, gergaji,
ember, gayung dan kawat jaring penangkap lele.
3.3 Cara Kerja
Adapun langkah-langkah kerja yang kami lakukan pada praktikum ini
adalah:
Pertama diawali dengan penentuan lahan yang akan kami jadikan
tempat budidaya, kemudian membersihkan lahan tersebut dari mulai
memotong hingga menebas berbagai jenis rumput yang ada ditempat tersebut.
Kedua menyiapakan berbagai alat dan bahan yang akan kami gunakan
untuk membuat kolam budidaya, kemudian memulai pembuatan kolam dengan
ukuran 3x2 meter sampai melakukan pengisian air bak kolam kemudian
didiamkan selama kurang lebih 1 minggu hal ini bertujuan supaya kolam
tersebut menampung pakan alami dari berbagai proses mikroorganisme seperti
jentik dan jenis fitoplankton lainnya.
Ketiga mulai melakukan penebaran benih ikan lele kekolam sebanyak
300 ekor, kemudian ikan diberi pakan pelet ukuran kecil sebanyak 3 kali
sehari, setelah ukuran ikan mulai besar pakan diganti dengan pelet yang
ukurannya lebih besar dari ukuran pelet sebelumnya dan pemberian pakan
disesuaikan dengan teknik dan cara pemberian pakan yang sudah dipelajari.
Keempat melakukan pengurasan air dan menggantinya dengan air baru
saat air sudah kelihatan kumuh dan mengandung banyak racun dari sisa
pembuangan ikan. Saat ikan dibudidaya selama 45 hari, ikan dipanen dengan

8
melakukan teknik pembuangan air dan menangkap ikan dengan alat tangkap
tangkap yang telah disediakan, kemudian melakukan perhitungan dan
penimbangan dari rata-rata jumlah ikan tersebut.

9
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.I Hasil
No. Sampling komoditas budidaya Jumlah
1. Tingkat kelangsungan hidup (SR) 93,33 %
2. Jumlah ikan yang hidup pada akhir 280 ekor
penelitian (Nt)
3. Jumlah ikan yang hidup pada awal 300 ekor
penelitian (No)
4. Konversi pakan (FCR) 6,94 kg
5. Pakan total (Pt) 15 kg
6. Bobot total (Bt) 10,84 kg
7. Bobot awal penebaran benih (Bo) 8,68 kg
8. Pertumbuhan Spesifik (SGR) 4,11%
9. Berat pada akhir penelitian (Wt) 1.084 gr
10. Waktu hingga dibutuhkan dari berat awal 45 hari
hingga berat akhir (t)
11. Pertumbuhan mutlak (GR) 4,8 gr/hari
12. Berat rata-rata pada waktu ke t (Wt) 1.084 gr
13. Waktu Pemeliharaan (t) 45 hari

Perhitungan analisis data:


1. Tingkat kelangsungan hidup
SR = Nt/No x 100%
= 280/300 x 100%
= 93,33 %
2. Konversi pakan
FCR = Pt/ Bt-Bo
= 15 kg/10,84 kg- 8,68kg
= 15 kg/12,16 kg
= 6,94 kg
3. Laju pertumbuhan harian
𝑡
SGR = (√𝑊𝑡/𝑊𝑜 -1) x 100%

= ( 45√1.084/868 - 1) x 100%
= ( 45√1,24 - 1) x 100%
= (50,1-1) x 100%
= 49,11 x 100%
= 4,11%

10
4. Pertumbuhan mutlak
GR = (Wt-Wo) / t
= (1.084-868)/45
= 216/45
= 4,8 gr/hari

4.2 Pembahasan
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan setelah dilakukan
perhitungan terhadap analisis data mengenai tingkat kelangsungan hidup
ikan, konversi pakan, laju pertumbuhan harian dan pertumbuhan mutlak
didapatkankanlah hasil dari masing-masingnya yaitu 93,33%, 6,94 kg, 4,11%
dan 4,8 gr/hari.
Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa jumlah ikan yang hidup hingga
akhir pembesaran 93,33% lebih tinggi dari pada jumlah ikan yang mati
hingga akhir pembesaran hal ini membuktikan bahwa tingkat kelangsungan
hidup ikan baik dan keadaan kolam masih aman dari faktor lain seperti
adanya hewan asing diperairan. sedangkan untuk konversi pakan
menghabiskan pakan sebanyak 6,94 kg untuk menghasilkan 1 kg daging hal
ini membuktikan bahwa kegiatan budidaya ini belum mencapai maksimal
karena seharusnya untuk menghasilkan 1 kg daging maka pakan yang
dibutuhkan juga harus 1 kg.
Kemudian untuk laju pertumbuhan harian ikan 4,11% hal ini
membuktikan bahwa tingkat pertumbuhan ikan sangat kecil sehingga ikan
membutuhkan proses yang lama untuk bisa tumbuh sesuai dengan minat
ukuran pasar. Hal ini disebabkan selain jumlah ikan didalam kolam melebihi
jumlah standar ikan yang seharusnya dimuat dalam kolam 3x2 meter juga
dipengaruhi oleh faktor-faktor internal seperti genetik dan kondisi fisiologi
ikan juga terdapat faktor eksternal lainnya seperti kualitas perairan,
ketersediaan pakan dan serangan penyakit.
Adapun untuk pertumbuhan mutlak atau pertumbuhan total ikan 4,8
gr/hari membuktikan bahwa ikan masih belum tumbuh optimal.

11
BAB V. K ESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum kali ini adalah:
1. Tingkat kelangsungan hidup Ikan Lele (Clarias gariepinus) baik.
2. Konversi pakan belum mencapai maksimal untuk menghasilkan 1 kg
daging
3. Laju pertumbuhan harian ikan sangat kecil untuk bisa tumbuh sesuai
ukuran pasar.
4. Pertumbuhan mutlak atau pertumbuhan total ikan masih belum tumbuh
optimal.
3.2 Saran
Diharapkan dalam melakukan pembudidayaan ikan lele juga harus
memperhatikan faktor fisik kimia yang dapat mempengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan ikan lele pada kolam terkontrol agar menghasilkan
produksi ikan lele yang lebih baik lagi dan maksimal.

12
DAFTAR PUSTAKA

Djamiko, H., Rusdi, T. 1986. Lele. Budidaya, Hasil Olah dan Analisa Usaha.
C.V. Jakarta: Simplex
Mahyudi, Kholis, S.Pi, MM. Pengajuan Lengkap Agribisnis Lele. Jakarta :
Penebar Swadaya. 2004
Saparinto, Cahyo. 2009. Budidaya Ikan di Kolam Terpal. Bogor: Penebar
Swadaya.
Supratman, O. 2016. Modul Praktikum Pengantar Budidaya Perairan (MSP-203).
Bangka: Universitas Bangka Belitung
http://gudankmakalah.blogspot.co.id/2012/03/makalah-tentang-budidaya-lele.html
(Diakses pada hari Rabu tanggal 27 Desember 2017 pukul 19.00 WIB)
Http://Teknis-Budidaya.blogspot.com/2007/10/budidaya-lele.html (Diakses pada
hari Jum’at tanggal 27 Desember 2017 pukul 20.00 WIB)

13