Anda di halaman 1dari 3

Tugas Endokrinologi

Nama : Andi Syarifah Ulil Asmi

Nim : H41114507

1. Hormon daro hipofisis yang mempengaruhi 3 sistem organ


a. Hormon Hipotalamus
Hipotalamus mengeluarkan hormon-hormon sebagai berikut:
1) Growth Hormon Releasing Factor (GHRF)
2) Growth Hormon Inhibiting Factor (GHIF)
3) Prolacting Inhibiting Factor (PIH)
4) Prolacting Releasing Factor (PRH)
5) Thyrotropin Releasing Hormon (TRH)
6) Gonadotropin Releasing Hormon (GnRH)
7) Corticotropic Releasing Hormon (CRH)
8) Follicle Stimulating Hormon Releasing Factor (FSHRH)
b. Oksitosin berfungsi merangsang kontraksi otot polos diuterus saat melahirkan dan
merangsang myioepitel sel dipayudara menyebabkan kontraksi myioepitel
sehingga terjadi pengeluaran ASI.
c. Hormon Neurohipofisis
1) Antiduretik Hormon (ADH)/Vaspresin
2) Oksitosin
3) Antidiureti Hormon/Vasopresin
Organ target antidiuretik hormon adalah ginjal. Hormon ini bekerja di epitel
tubulus ginjal. Meningkatkan absorpsi air di duktus kolektifus ginjal,
kontraksi otot polos di arteriol, meningkatkan tekanan darah. Antidiuretik
hormon/ADH berperan penting dalam pengaturan keseimbangan cairan
tubuh. kekurangan hprmon ini menyebabkan dibetes insipidus.
2. Fungsi somatotrofin
Hormon samatotropin adalah hormon pertumbuhan dan sel sasarannya ialah
tulang, hati, dan jaringan ikat. Fungsi hormon somatotropin ialah merasangsan
pertumbuhan tulang dan jaringan lunak pengaruh metabilik, mencakup anabolisme
protein, mobilisasi lemak dan konservasi glukosa. Kekurangan horAmon
somatotropin akan terjadi kelainan Dwarfisme. Kelebihan hormon somatotropin
menyebabkan gigantisme (pada anak-anak) dan kromegali (pada orang dewasa).
3. Bagaimana fungsi prolaktin dan bagaimana prolaktin dikontrol
Estrogen dan progesteron mempunyai efek khusus untuk menghambat sekresi
susu sebenarnya, walaupun juga penting bagi perkembangan fisik payudara selama
kehamilan. Jadi, hormon prolaktin mempunyai efek yang berlawanan dengan kedua
hormon tersebut. Konsentrasi prolaktin dalam darah ibu terus meningkat sejak
minggu kelima kehamilan sampai kelahiran bayi, biasanya sepuluh kali dari kadar
tidak hamil dan normal. Disamping itu plasenta mensekresikan banyak somatotropin
korionik manusia, yang juga mempunyai sifat laktogenik ringan, jadi menyokong
prolaktin dari pituitaria ibu. Bahkan hanya beberapa mililiter cairan disekresikan tiap
hari sampai bayi lahir. Cairan ini dinamakan kolostrum. Kolostrum pada hakekatnya
mengandung protein dan laktosa yang sama jumlahnya seperti susu, tetapi hampir
tidak mengandung lemak, dan kecepatan maksimum pembentukannya sekitar 1/100
kecepatan pembentukan susu selanjutnya.
Tidak adanya laktasi selama kehamilan disebabkan efek penekanan progesteron
dan estrogen, yang disekresikan dalam jumlah sangat besar selama plasenta masih
dalam uterus dan yang benar-benar mengurangi efek laktogenik prolaktin dan
somatomamotropin korionik manusia. Segera setelah bayi dilahirkan, hilangnya
estrogen dan progesteron yang disekresi plasenta memungkinkan efek laktogenik
prolaktin dari kelenjar hipofisis ibu mengambil peranan alamiahnya dan dalam dua
atau tiga hari kelenjar mammae mulai menyekresikan susu dalam jumlah besar
sebagai ganti kolostrum.
Setelah kelahiran bayi, kadar basal sekresi prolaktin kembali ke kadar sebelum
hamil dalam beberapa minggu berikutnya. Setiap ibu menyusukan bayinya isyarat
syaraf dari putting susu ke hipotalamus menyebabkan gelora sekresi prolaktin hampir
sepuluh kali lipat yang berlangsung sekitar satu jam. Produksi susu dapat kontinyu
selama beberapa tahun jika anak mengisap secara kontinyu, tetapi normalnya
kecepatan pembentukan susu sangat menurun dalam tujuh sampai sembilan bulan.
Fungsi Hormon Prolaktin antara lain sebagai berikut
a. Berperan dalam pembesaran alveoli dalm kehamilan
b. Mempengaruhi inisiasi kelenjar susu dan mempertahankan laktasi.
c. Menstimulasi sel di dalam alveoli untuk memproduksi ASI
d. Hormon ini juga mengatur metabolisme pada ibu, sehingga kebutuhan zat
oleh