Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

TEORI PORTOFOLIO DAN ANALISIS INVESTASI


“PENGERTIAN INVESTASI DAN PORTOFOLIO”

Dosen Pengampu :

Drs, Venus Kusumawardhana

Oleh :

Novanda Eka Dian Rosita 20151016031153

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2018
A. Pengertian Investasi
Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan
dengan keuangan dan ekonomi. Isilah Investasi sendiri berasal dari bahasa latin
yaitu investire, sedangkan dalam bahasa inggris, disebut degan investment yang
berarti memakai atau menggunakan. Investasi ialah penanaman modal yang
dilakukan oleh investor, baik investor asing maupun domestik dalam berbagai
bidang usaha yang terbuka untuk investasi, yang bertujuan untuk memperoleh
keuntungan (Salim dan Sutrisno,2008). Investasi juga dapat diartikan sebagai
komitmen untuk menanamkan sejumlah dana pada saat ini dengan tujuan untuk
memperoleh keuntungan di masa yang akan datang (Tandelilin, 2010).

Halim (2003 : 2), investasi merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini
dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang. Macam-
macam bentuk investasi adalah sebagai berikut :

1. Investasi langsung (direct investment) adalah investasi pada asset riil (Real
Assets) misalnya : pembelian asset produktif, pendirian pabrik, pembukaan
pertambangan / perkebunan, dan lain-lain.
2. Investasi tidak langsung (indirect investment) atau investasi portofolio
adalah investasi pada asset finansial (financial assets):
a. Investasi di pasar uang : deposito, sertifikat BI.
b. Investasi di pasar modal : saham, obligasi, opsi, warrant.

Sumber-sumber dana untuk investasi ini berasal dari :

a. Asset yang dimiliki saat ini


b. Pinjaman dari pihak lain
c. Tabungan.
B. Alasan Melakukan Investasi
Adapun dasar keputusan seseorang melakukan investasi berdasarkan atas
(Husnan, 2003 : 50):
1. Return merupakan tingkat keuntungan investasi yang terdiri dari ;
a. Expected return (return yang diharapkan) yaitu return yang diharapkan
akan didapat oleh investor di masa depan.
b. Realized return (return aktual) yaitu return yang sesungguhnya terjadi /
didapatkan oleh investor.
2. Risiko merupakan kemungkinan return aktual berbeda dengan return yang
diharapkan yang terdiri dari ;
a. Risiko sistematis (systematic risk) atau risiko pasar (general risk) yaitu
risiko yang tidak dapat dihilangkan dengan melakukan diversifikasi,
berkaitan dengan faktor makro ekonomi yang mempengaruhi pasar (misal
: tingkat bunga, kurs, inflasi dan kebijakan pemerintah).
b. Risiko tidak sistematis (unsystematic risk) atau risiko perusahaan (risiko
spesifik) yaitu risiko yang dapat dihilangkan dengan melakukan
diversifikasi, karena hanya ada dalam satu perusahaan / industri tertentu.
C. Memenuhi Pasyarat Investasi
Sebelum melakukan investasi, beberapa persyaratan perlu dipenuhi oleh
individu, yaitu:
1. Kebutuhan hidup telah dipenuhi secukupnya, karena investasi bukan
merupakan substitusi terhadap pemenuhan itu tetapi merupakan mekanisme
untuk menggunakan dana yang ada saat ini untuk memenuhi kebutuhan
masa depan.
2. Tabungan minimum atau investasi likuid telah dipupuk untuk menghadapi
kebutuhan tunai darurat.
3. Asuransi jiwa, kesehatan, kerugian dan liability untuk menghadapi kerugian
karena kematian, sakit, kerusakan kekayaan dan karena kehilangan
kekayaan lainnya.
4. Pensiun untuk memenuhi kebutuhan hidup dihari tua.
D. Tujuan dan Rencana Investasi
 Tujuan Dan Manfaat Investasi
1. Bagi Investor
- Mendapatkan penghasilan tetap untuk setiap periode tertentu atas
aset yang telah diinvestasikan.
- Mengotrol perusahaan melalui investasi yang diberikan.
- Menjaga hubungan baik dengan perusahaan tersebut atau cabang
perusahaan itu.
2. Bagi Penerima Investasi
- Mendapatkan dana khusus yang akan digunakan untuk
mengembangkan usahanya.
- Menjamin ketersediaan bahan baku dari investor.
- Menambah kekurangan modal.
 Rencana Investasi
Perencanaan investasi adalah suatu proses bagaimana anda
mengakumulasikan aset dan pendapatan rutin yang anda miliki saat ini
untuk mempersiapkan kebutuhan dana yang akan terjadi di masa depan”.
Kewajiban-kewajiban finansial dimasa depan sudah pasti terjadi , anda tidak
bisa menolak dan menghindar.
Berikut ini beberapa langkah yang bisa anda lakukan ketika berencana
melakukan Investasi :
1. Tentukan tujuan / kegunaan dari Investasi
Anda harus menentukan apa tujuan anda berinvestasi. Apakah dana yang
anda investasikan hanya untuk keamanan (safety), untuk mendapatkan
pendapatan rutin (routine cash flow) atau Anda mengharapkan adanya
perkembangan dana (growth). Apabila anda sudah menentukan mana
yang anda pilih maka investasi anda akan berjalan sesuai dengan pilihan
anda.
2. Tentukan kapan dana investasi tersebut akan anda gunakan.
Sudah semestinya anda tahu persis kapan dana anda dibutuhkan , berapa
nilainya dan untuk keperluan apa. Apabila anda sudah mengetahui detil
kapan dana dibutuhkan maka proses memilih kendaraan investasi yang
sesuai dengan tujuan tersebut akan lebih mudah. Secara umum produk
investasi sudah dibagi berdasarkan jangka waktunya : Jangka pendek (1-
2 Tahun), Jangka Menengah (2-5 Tahun ) dan Jangka Panjang ( > 5
Tahun).
3. Kenali resiko investasi, karena setiap Investasi pasti mengandung resiko.
Tidak ada investasi yang bebas dari resiko. Namun anda harus ingat
dibalik setiap resiko pasti ada keuntungannya. Resiko dan keuntungan
berjalan beriringan. Resiko tinggi pasti memiliki keuntungan tinggi
begitu pula sebaliknya.
4. Tentukan berapa besar dana yang akan diinvestasikan dan seberapa
sering anda akan menempatkan dana.
Karena beberapa pilihan investasi biasanya memiliki syarat minimal
penempatan investasi. Oleh karena itu anda harus mengetahui berapa
jumlah dana yang akan anda investasikan. Gunanya agar Anda langsung
bisa menentukan apakah anda akan berinvestasi secara sekaligus (lump
sum) atau akan rutin setiap bulan. Ini ada kaitannya dengan metode
investasi. Kedua metode tersebut sama baiknya namun dari beberapa
literatur investasi didapatkan bahwa semakin sering anda berinvestasi
semakin efisien hasil dari investasi anda.
5. Buatlah daftar pilihan kendaraan investasi.
Kendaraan atau instrument investasi di pasaran banyak sekali. Mulai dari
Obligasi, Saham, Reksa Dana , ETF (Exchange Traded Fund), komoditi
dan option. Sudah sepantasnya anda melakukan riset mengenai produk
yang ada dipasaran, kemudian pelajari karakter dari setiap produk.
Tentukan mana yang menurut anda yang paling cocok dan sesuai dengan
karakter dan tujuan investasi anda.
6. Implementasi
Anda sudah berencana, sudah tahu investasi mana yang akan anda pilih,
dana sudah anda persiapkan dan saatnya untuk mengubah dari rencana
menjadi aksi / implementasi. Apabila rencana sudah dibuat sebaik
mungkin maka implementasi akan berjalan sesuai dengan harapan juga.
7. Monitor dan Evaluasi dana Investasi
Monitor investasi berguna untuk mengetahui tindakan apa yang musti
dilakukan apabila rencana dan implementasi yang anda lakukan ternyata
melenceng jauh.
E. Pemilihan Alternatif Sarana Investasi
Jenis investasi saat ini yang ada sudah sangat banyak dan beragam. Tapi
secara umum investasi yang ada saat ini terbagi kedalam dua bentuk atau jenis
investasi. Yang pertama orang biasanya menyebutnya dengan istilah real asset
investment. Pada investasi jenis ini, investasi lebih ditujukan untuk investasi di
sektor riil atau diluar dari investasi sektor keuangan seperti: pertanian,
perdagangan, industri, dsb.
Kemudian jenis investasi yang kedua dikenal dengan istilah financial asset
investment, yaitu jenis investasi di sektor keuangan, dan jenis investasi ini
biasanya dalam bentuk surat-surat berharga. Adapun contoh dari jenis investasi
sektor keuangan ini adalah: obligasi, saham, reksadana, serta menabung uang
di bank masuk dalam kategori ini.
Masing-masing jenis investasi tersebut memiliki kelebihan dan
kekurangannya masing-masing. Pemilihan jenis investasi ini tentunya
bergantung pada empat faktor yang sebaiknya dipertimbangkan sebelum
memilih jenis investasi tersebut, yaitu:
1. Faktor modal, dimana jika modal yang dibutuhkan semakin kecil maka
akan bagus untuk Anda sebagai investor
2. Kecepatan pengembalian modal. Semakin cepat jangka waktu
pengembalian modalnya, maka akan bagus untuk Anda tentunya.
3. Tingkat kerugian atau resiko. Maka tentu saja jika tingkat resikonya
semakin kecil, maka hal itu jadi lebih baik untuk Anda sebagai investor.
4. Arus dana, yaitu seberapa cepat kita bisa mengambil (menarik) uang kas
secara fisik. Jika semakin cepat proses pengambilan uang fisik dari kas,
maka itu pertanda baik untuk investor.
Maka setelah memilih ide bisnis investasi yang Anda inginkan dan sudah
mempertimbangkan keempat faktor tersebut diatas, maka salahsatu yang
memenuhi kualifikasi invetasi sektor keuangan saat ini adalah di forex online
trading, yaitu perdagangan mata uang asing. Selain itu investasi dalam bidang
properti juga menjadi pilihan para investor saat ini.
F. Keputusan Investasi Melibatkan 5 Unsur Pokok
Setiap keputusan investasi melibatkan lima unsur pokok yang dapat disebut
dengan determinasi investasi. Dalam setiap proses pengambilan keputusan
investasi, unsur-unsur tersebut akan muncul. Kelima unsur tersebut adalah
sebagai berikut (Samiaji,Usman:1988:61) :
1. Kondisi Pemodal (investor)
Kondisi pemodal meliputi kondisi keuangannya dan sikap terhadap
risiko. Dalam mengalokasikan dana yang dimilikinya, pada umumnya
mengikuti urut-urutan yang sama. Penghasilan pertama akan digunakan
untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, papan,
kesehatan, pendidikan dan rekreasi. Lapisan penghasilan yang berikut
diatasnya akan digunakan untuk core investment, yaitu investasi dengan
tingkat keamanan yang tinggi dan tingkat keuntungan yang terukur.
Seandainya seorang pemodal miliki tingkat pendapatan yang lebih tinggi
lagi, baru ia bisa mengarahkan dananya untuk investasi yang lebih agresif,
yaitu investasi dengan tingkat risiko yang lebih tinggi dan potensi
pendapatan yang lebih tinggi pula. Sikap seseorang terhadap risiko
dipengaruhi oleh kondisi keuangan. Apakah seseorang bersifat berani
menghadapi risiko (risk seeker), netral (risk neutral) atau menghindari risiko
(risk Averter), selain ditentukan oleh umur dan tempramen, juga ditentukan
oleh jumlah dana yang ia miliki.
2. Motif Investasi
Unsur yang kedua adalah motif investasi. Pemodal pada umumnya
memiliki motif investasi yang tidak tunggal. Namun intensitas motif-motif
seperti keamanan, pertumbuhan, pendapatan, fasilitas pajak dan spekulasi,
berbeda dari pemodal yang satu dengan pemodal yang lain.
3. Media Investasi
Media investasi sebagai unsur yang ketiga menyodorkan pilihan antara
real assets dan financial assets. Berkembangnya perekonomian, cenderung
menggeser objek investasi dari real assets seperti tanah dan emas ke arah
financial assets baik di pasar uang maupun di pasar modal. Saham sebagai
objek investasi utama di pasar modal memiliki berbagai karakteristik yang
memungkinkan seorang pemodal mempunyai pilihan yang tepat. Untuk
menyebut sebagian karakteristik tersebut, seorang pemodal dapat memilih
blue chips stock, yang merupakan saham dari perusahaan yang besar atau ia
lebih memilih growth stocks, yang merupakan saham perusahaan yang
berkembang dan tingkat pertumbuhan lebih cepat dari trend ekonomi
umumnya ditandai oleh pemasaran yang agresit, R & D oriented, Flow back
ratio yang tinggi, dividend yield lebih rendah serta price earning ratio yang
tinggi. Seorang pemodal yang lebih spekulatif mungkin memilih cylical
stocks. Sedangkan seorang pemodal yang konvensional mungkin akan
memilih defensive stocks, yaitu saham dari perusahaan yang bertahan, atau
bahkan seringkali di atas rata-rata pada saat resesi.
4. Model dan teknik Analisis
Ada dua potensi keuntungan dari investasi di Bursa Efek, yaitu dividen
dan capital gain. Dividen perusahaan sangat berkaitan dengan performance
perusahaan, sedangkan capital gain tidak begitu dipengaruhi oleh
performance perusahaan. Unsur spekulasi sangat berperan dalam jual-beli
saham. Pendapatan dari selisih penjualan saham dapat saja bernilai negatif,
jika harga jual saham di bawah harga belinya (capital loss), sedangkan
pendapatan dividen tidak bisa negatif. Ada dua cara untuk merealisasikan
potensi keuntungan di atas, yaitu:
a. Membeli efek yang dalam jangka panjang menunjukkan performance
yang lebih baik dari sekian banyak alternatif yang ada di pasar modal.
b. Membeli efek pada saat harganya murah dan menjual setelah harganya
naik.
Kedua cara tersebut di atas sungguh sebuah formulasi yang sederhana,
tetapi tak mudah untuk dilaksanakan. Usaha konkrit untuk menerjemahkan
formulasi itu ke dalam suatu model analisis yang sistematis, melahirkan dua
aliran dalam disiplin securities analysis, yaitu: fundamental analysis dan
technical analysis.
Fundamental analysis mempunyai anggapan bahwa setiap pemodal
adalah makhluk rasional. Karena itu, seorang fundamentalis memcoba
mempelajari hubungan antara harga saham dengan kondisi perusahaan.
Sedangkan Technical Analysis sebagai aliran yang kedua, menyatakan
bahwa pemodal adalah makhluk yang irrasional.
5. Strategi Investasi di Bursa Efek
Kunci utama untuk sukses dalam investasi di Bursa Efek adalah pemilihan
strategi yang tepat agar investasi yang dilakukan memberikan hasil yang
optimal. Ada beberapa teknik sederhana yang sering dilakukan oleh para
investor di Bursa Efek yakni : (Samiaji,Usman; 1998: 174)
a. Beli di pasar perdana, jual di pasar sekunder.
Para pemburu agio berkeyakinan, bahwa harga akan naik begitu
emiten saham dicatatkan di bursa. Keyakinan itu bukan saja dilandasi
oleh data fundamental yang up to date dan akurat yang dimuat dalam
prospektus pada saat emisi, tetapi juga karena underwriter.Harga
penawaran merupakan hasil negosiasi emiten dengan penjamin emisi.
Jadi harga di pasar Perdana pada tahap awal pencatatan saham
menyangkut secara langsung reputusai underwriter.
b. Beli dan Simpan
Pemodal yang yakin bahwa suatu perusahaan akan berkembang dalam
jangkan panjang, baik karena perusahaan tersebut berada pada growing
sector industry atau karena sifat usaha dan produknya yang strategis,
dapat melakukan strategi beli dan simpan.
c. Strategi Berpindah
Biasanya taktik ini digunakan para spekulan, dimana mereka
memanfaatkan siklus harga individual. Akan tetapi taktik ini
mengharuskan investor mengikuti gerakan pasar dari dekat dan setiap
saat. Dengan informasi yang akurat, mereka berpindah dari saham yang
diperkirakan atau turun harganya ke saham yang diperkirakan harganya
akan naik. Di Bursa Efek Jakarta, saham-saham yang aktif adalah saham
yang dapat dibeli oleh pemodal asing yaitu saham dari perusahaan yang
modal disetornya mayortas (51% atau lebih) di miliki oleh pemodal
Indonesia.
d. Pilih Saham yang Tidur
Saham yang tidak mendapat perhatian masyarakat pemodal, merupakan
saham yang tidur dan cenderung undervalued. Pemodal yang sabar dapat
memilih strategi into Kesabaran yang sangat dibutuhkan di sini karena
mungkin diperlukan waktu yang cukup lama sampai masyarakat
menyadarai adanya potensi keunttungan pada saham tersebut. Di Bursa
Efek Jakarta, beberapa saham yang tidak bisa dibeli oleh pemodal asing
cenderung menjadi saham yang tidur.
e. Konsentrasi Pada Industri
Sebagian pemodal memusatkan perhatiannya pada perkembangan
industri tertentu. Mungkin karea dia lebih mengetahui kondisi,
mekanisme kerja dari perusahaan yang berada pada industry tersebut,
trend industry dan sebagainya. Strategi investasi dengan demikian adalah
memilih saham yang terbaik pada industri tersebut. Di Indonesia sektor
pertekstilan, agrobisnis, dan jasa keuangan merupakan sektor yang
berkembang dengan cepat. Banyak investor yang memusatkan
investasinya pada lending sektor seperti ini.
f. Belilah Pasar
Seorang pemodal dikatakan melakukan strategi buying the market,
apabila ia membagi dananya secara relative proporsional ke dalam
saham-saham yang ada di pasar. Pengertian pasar di sini tidak harus
identic dengan seluruh saham yang tercatat, tetapi dapat berupa saham
yang tergabung dalam down average atau 500 Standar&Poor dan
semacamnya. Strategi seperti ini hasilnya gampang dimonitor.
g. Mutual Fund/Unit Trust
Strategi yang lebih aman bagi pemodal yang belum berpengalaman
adalah mempercayakan dananya kepada lembaga profesional yang
disebut investment trust. Investment traust akan melakukan diversifikasi
investasi untuk mencapai tujuan dari pembentukan dana. Intensitas
tujuan dari suatu dana bias berbeda, namun secara umum setiap usaha
pembentukan well diversified portoofolio secara eksplisit
memaksimumkan keuntungan pada tingkat risiko tertentu atau
meminimumkan risiko ddengan tingkat keuntungan yang relative stabil.
G. Resiko yang Mungkin Terjadi dalam Investasi
Adapun jenis-jenis risiko yang mungkin dihadapi oleh para investor dalam
melakukan kegiatan investasi diantaranya :
1. Business risk
Kemungkinan kerugian yang diderita perusahaan karena keuntungan yang
diperoleh lebih kecil dari keuntungan yang diharapkan. Business risk ini
berkaitan dengan cakupan usaha perusahaan.
2. Financial Risk
Risiko yang timbul dari cara perusahaan membiayai kegiatannya, misalnya
penggunaan utang dalam membiayai asset prusahaan .
3. Inflation Risk/Purchasing Power Risk (Resiko Inflasi/Penurunan Daya beli)
Dikaitkan dengan kemungkinan tingkat pengembalian investasi tidak dapat
mengimbangi peningkatan biaya hidup.
4. Interest Rate Risk (Resiko Suku Bunga)
Dikaitkan dengan perusahaan akibat kerugian nilai portofolio akibat
perubahan suku bunga.
5. Social Risk (Resiko Sosial)
Dikaitkan dengan kondisi sosial yang terjadi dalam masyarakat yang akan
mempengaruhi kebijakan pada suatu perusahaan.
6. Foreign Exchange Risk (Resiko Nilai Tukar)
7. Dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya kerugian akibat perubahan
secara relatif nilai mata uang dunia. Resiko nilai tukar akan mengurangi
return dari investasi.
8. Political Risk (Resiko Situasi Politik)
Dikaitkan dengan kemungkinan pemerintah luar negeri ikut campur dalam
kegiatan perusahaan maupun kondisi dalam negeri yang tidak kondusif bagi
dunia usaha.

Jenis-jenis resiko di atas merupakan resiko yang bersifat tidak sistematis


(unsystematic risk) dan resiko sistematis (systematic risk). Resiko yang tidak
sistematis dapat dihilangkan melalui diversifikasi sedangkan resiko yang
sistematis diakibatkan oleh faktor pasar yang mempengaruhi semua perusahaan
dan tidak dapat dihilangkan melalui diversifikasi seperti suku bunga, perang,
inflasi, kebijakan pemerintah, perubahan politik nasional maupun internasional.

H. Cara Mengendalikan Resiko Investasi


1. Dengan Diversifikasi
Diversifikasi merupakan strategi dalam berinvestasi yang membagi modal
investasi ke beberapa jenis aset investasi yang ada. Jadi, dari modal investasi
yang Anda miliki, tidak semuanya ditaruh dalam aset investasi yang sama.
Cara ini cukup membantu dalam meminimalkan resiko berinvestasi. Jika
suatu saat investasi saham Anda jatuh, maka Anda akan terbantu dengan aset
lain yakni properti dan obligasi.Yang perlu diperhatikan ketika melakukan
diversifikasi adalah memilih jenis aset investasi yang benar.
2. Pilih Aset Investasi Yang Anda Ketahui
Dalam kaitannya dengan meminimalkan resiko berinvestasi, lebih baik Anda
memilih aset investasi yang Anda ketahui dan pahami. Lebih baik Anda
memilih jenis investasi yang memang sudah legal dan memiliki izin
dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Sehingga dalam menjalankan investasi
nanti, Anda tak perlu khawatir adanya kemacetan di tengah jalan karena
manajemen investasi tersebut.
3. Bisa Memilih Investasi Tabungan
Jika Anda memang tak mau direpotkan dengan masalah resiko yang ada.
Anda bisa memilih investasi tabungan. Karena Tabungan memiliki resiko
yang yang kecil. Tabungan juga bisa Anda cairkan kapan saja jika Anda
membutuhkan.
4. Pelajari Ilmu Dasar Investasi
Mempelajari tentang ilmu dasar investasi tetap penting, agar Anda
mengetahui berbagai resiko investasi dan bagaimana nanti mengatasinya.
Karena investasi ini sifatnya jangka panjang sehingga membutuhkan
keputusan-keputusan yang sangat matang akan hasilnya bisa dirasakan di
masa yang akan datang.
I. Prinsip Investasi
1. Mengevaluasi Profil Risiko Anda
Profil risiko Anda adalah tingkat toleransi Anda terhadap fluktuasi positif dan
negatif dalam portofolio investasi Anda. Anda perlu menentukan apakah
Anda merasa nyaman dengan sejumlah volatilitas pasar yang wajar, atau
apakah Anda lebih suka berinvestasi lebih tenang dengan volatilitas pasar
yang lebih rendah.
2. Mendiversifikasi Investasi Anda
Berikut ini adalah beberapa cara untuk mendiversifikasi secara efektif:
a. Membangun sebuah portofolio yang meliputi berbagai instrumen
keuangan, antara lain uang tunai, sekuritas atau derivatif, yang
memberikan paparan ke berbagai pasar keuangan dan kelas aset.
b. Pemilihan investasi dengan tingkat risiko yang berbeda-beda, karena
beberapa risiko ini mungkin saling mengkompensasi satu sama lain,
sehingga dapat membantu menstabilkan (atau setidak-tidaknya
membatasi kerugian pada) kinerja portofolio Anda.
c. Mengikutsertakan investasi dalam industri yang berbeda-beda dalam
portofolio Anda. Menyebar investasi Anda ke berbagai industri yang
tidak saling terkait akan meminimalkan dampak dari risiko industri
spesifik terhadap portofolio Anda.
3. Menentukan Pemilihan Jangka Waktu Anda
Ada dua cara pemilihan jangka waktu yang dapat mempengaruhi tingkat
pengembalian investasi Anda:
a. Rencana Jangka Waktu:
b. Menentukan Waktu Masuk dan Keluar Pasar
4. Investasi Berkala Untuk Keuntungan Anda
Ketika membuat keputusan investasi, Anda dapat menyimpan dan
mengakumulasikan kekayaan Anda secara konsisten dengan menggunakan
konsep Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu komitmen untuk membeli
sejumlah investasi tertentu secara teratur. Bila harga naik, lebih sedikit unit
akan dibeli, dan bila harga turun, lebih banyak unit akan dibeli. Karena itu,
biaya pembelian per unit akan dirata-ratakan.
5. Mulai Berinvestasi Dini dan Menginvestasikan Kembali Laba Anda
Anda dapat berpotensi untuk memaksimalkan tingkat pengembalian Anda
dengan secara konsisten menginvestasikan kembali laba yang Anda terima ke
dalam investasi Anda ketika membuat keputusan investasi Anda
6. Meninjau dan Menyeimbangkan Kembali Portfolio Anda Secara Teratur
Sebagai bagian dari proses dalam membuat keputusan investasi Anda, Anda
harus ingat untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian portofolio investasi
Anda pada tinjauan yang dijadwalkan secara teratur. Evaluasi dan
penyesuaianini dapat membantu memastikan portofolio Anda tetap
sesuai dengan profil risiko dan tingkat pengembalian yang Anda inginkan,
serta berada pada posisi yang baik untuk mencapai target kinerja investasi
Anda.
J. Pengertian Portofolio
Menurut Husnan (1982) portofolio berarti sekumpulan kesempatan
investasi, di dalam hal ini adalah sekumpulan surat-surat berharga, yang dimiliki
oleh seorang investor. Portofolio juga diartikan sebagai kumpulan dari instrumen
investasi yang dibentuk untuk memenuhi suatu sasaran umum investasi. Sasaran
dari portofolio investasi tentunya sangat bergantung pada individu masing-
masing investor.
Portofolio merupakan kombinasi atau gabungan atau sekumpulan aset, baik
berupa aset riil maupun aset finansial yang dimiliki oleh investor. Hakikat
pembentukan portofolio adalah untuk mengurangi risiko dengan jalan
diversifikasi, yaitu mengalokasikan sejumlah dana pada berbagai alternatif
investasi yang berkorelasi negatif (Halim,2005:54). Investor dapat menentukan
kombinasi efek-efek untuk membentuk portofolio, baik yang efisien maupun
yang tidak efisien.
K. Tujuan Pembentukan Portofolio
Adapun tujuan pembentukan portofolio adalah :
1. Berusaha untuk memberika keuntungan yang maksimum sesuai dengan
yang diharapkan atau adanya expected return.
2. Menciptakan resiko yang minimum.
3. Menciptakan continuity dalam bisnis
L. Portofolio Efisien
Husnan (2001) berpendapat bahwa portofolio efisien adalah portofolio yang
menghasilkan tingkat keuntungan tertentu dengan risiko terendah, atau risiko
tertentu dengan tingkat keuntungan tertinggi.
Portofolio Efisien adalah portofolio yang berada di dalam kelompok yang
layak menawarkan ke para investor ekspektasi return maksimum atas berbagai
level risiko dan juga risiko minimum untuk berbagi level expected return.
Efisien selalu diihat dari segi biaya, maka portofolio yang efisien juga melihat
dari segi biaya yang paling efektif dari berbagai portofolio yang ditawarkan,
karena setiap investor tidak menginginkan menginvestasikan dananya pada
tempat-tempat yang dianggap tidak efisien.
M. Portofolio dan Diversifikasi Investasi
Dapat dipahami secara sederhana bahwa portofolio merupakan sebuah cara
yang dilakukan oleh para investor untuk menempatkan sejumlah dana pada
tempat-tempat yang jauh dari risiko dan maksimal dari keuntungan. Salah satu
cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan kedua itu adalah dengan
melakukan diversifikasi investasi. Diversifikasi investasi diartikan sebagai
bentuk solusi untuk menghindari risiko dan memperbesar dan menaikkan
keuntungan. Dengan begitu portofolio dan diversifikasi investasi dilihat sebagi
bentuk menganekaragamkan investasi dengan cara menempatkan dana pada
lebih satu tempat bisnis atau lebih dari satu sekuritas, minimal keputusan
portofolio adalah pada dua sekuritas dan lebih baik pada lebih dari dua sekuritas.
N. Pembentukan Portofolio dalam Simulasi Transaksi Saham di BEI
Program simulasi ini merupakan aplikasi delapan strategi portofolio saham,
yaitu:
1. Short selling dibolehkan
Portofolio short selling dibolehkan (Short sale is allowed) terdiri dari
saham-saham yang dimiliki sendiri oleh investor dan saham-saham short
selling, yaitu saham-saham milik orang lain (yang ada pada broker) yang
dipinjam untuk dijual dan dananya digunakan untuk manambah pembelian
saham-saham milik sendiri. Short selling dilakukan dengan harapan harga
saham yang dipinjam tersebut akan turun, dengan demikian investor dapat
menciptakan keuntungan dari selisih harga jual saham tersebut saat ini yang
lebih tinggi daripada harga belinya kembali pada waktu yang diperjanjikan
(dalam program ini sepuluh hari kemudian).
2. Short selling tidak dibolehkan
Proporsi saham dalam strategi short selling tidak dibolehkan (Short sale is
probihited) juga ditentukan secara otomatis oleh komputer. Saham yang
dimasukan kedalam portofolio mempunyai excess return to beta yang lebih
besar dari suatu cut off rate yang ditentukan berdasarkan optimalisasi varian
portofolio menggunakan data masa lalu (Turunan matematik formula cut off
rate dapat dilihat pada Elton-Gruber (1) atau Zalmi Zubir (2). Satu-satunya
input yang memengaruhi perhitungan proporsi saham dalam strategi ini
adalah tingkat bunga bebas risiko yang bukan merupakan input bebas yang
dapat kita diubah-ubah sesukanya.
3. Proporsi saham tetap
Dalam stategi ini (Constant proportion portfolio), investor menentukan
sendiri proporsi untuk setiap saham dalam portofolio yang besarnya tetap.
Strategi ini terutama untuk investasi yang jangka waktunya panjang. Proporsi
saham-saham dalam portofolio yang ditetapkan pada awal periode investasi
tidak diubah-ubah sampai dengan portofolio tersebut dicairkan. Proporsi
masing-masing saham dalam portofolio tersebut dapat sama atau tidak sama
besar antara satu saham dan saham lainnya, tetapi jumlahnya harus sama
dengan 100%. Strategi ini dapat menghemat biaya transaksi karena tidak
perlu melakukan penyesuaian (rebalancing) portofolio setiap waktu.
4. Proporsi saham diubah-ubah
Strategi proporsi saham diubah-ubah (Change proportion portfolio)
memungkinkan kita untuk mengubah-ubah proporsi saham setiap saat setelah
melihat kinerja saham-saham dalam portofolio tersebut. Proses penyesuaian
proporsi saham-saham tersebut (rebalancing) dilakukan dengan mengurangi
proporsi saham-saham yang kinerjanya kurang baik dan menambah saham-
saham yang kinerjanya bagus. Dalam program simulasi ini perubahan
proporsi saham dalam portofolio dilakukan setiap akhir periode.
5. Komponen portofolio diubah-ubah
Strategi komponen portofolio diubah-ubah (Change the portofolio
components) memungkinkan kita untuk mengganti saham yang kinerjanya
kurang baik dengan saham-saham yang lebih baik setiap waktu atau setiap
periode. Dalam strategi ini, selain dapat mengganti saham-saham kita juga
dapat mengubah proporsi masing-masing saham dalam portofolio tersebut.
Program ini memungkinkan untuk mengganti semua saham dalam portofolio
dengan saham baru dengan proporsi yang anda tentukan sendiri dengan syarat
saham-saham baru yang anda pilih tersebut terdapat dalam Daftar Harga
Saham.
6. Constant beta
Beta adalah ukuran risiko systematic dari suatu investasi, yaitu risiko yang
tidak bisa dihilangkan melalui diversifikasi. Risiko ini dipengaruhi oleh
faktor-faktor makro yang tidak dapat dihindari oleh perusahaan dan berlaku
secara umum terhadap industri atau pasar keseluruhan. Dalam stategi constant
beta, kita menentukan besarnya target beta portofolio yang ingin
dipertahankan sebagai cerminan dari risiko dan harapan terhadap return
portofolio tersebut. Beta portofolio adalah rata-rata tertimbang dari beta
saham-saham dalam portofolio tersebut. Banyak sekali kemungkinan
proporsi saham-saham dalam portofolio yang memberikan besaran target beta
tertentu. Program ini dapat secara otomatis menghitung proporsi masing-
masing saham untuk target beta tertentu menggunakan program Solver yang
sudah tersedia dalam Excel.
7. Gabungan risky-riskfree portfolio
Portofolio risky-riskfree terdiri dari portofolio saham-saham yang berisiko
dan portofolio atau instrumen investasi yang tidak berisiko. Portofolio saham-
saham berisiko terletak pada efficient frontier yaitu pada titik singgung antara
efficient frontier dengan capital allocation line (lihat buku Investment
karangan Body & Kane (3). Secara teoritis, kita menggabungkan kedua
portofolio tersebut dengan proporsi tertentu. Besarnya proporsi portofolio
saham (berisiko) dan instrument tanpa risiko ditentukan oleh besarnya tingkat
penolakan investor terhadap risiko atau degree of risk aversion investor
tersebut.
8. Buy & Hold Strategy
Strategi buy and hold adalah membentuk portofolio saat ini dan ditahan untuk
jangka waktu yang lama (dalam program ini portofolio tersebut dicairkan
pada akhir Periode 6 atau hari ke enam puluh). Dalam praktiknya, portofolio
dicairkan ketika harga saham-saham dalam portofolio sudah naik atau target
return dari investasi tersebut sudah tercapai.
DAFTAR PUSTAKA

Jogiyanto.2008.Teori Portofolio dan Analisis Investasi.Yogyakarta:BPFE


JURNAL GAUSSIAN, Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017, Halaman 251-260
http://finance-jurnal.blogspot.co.id/2014/10/proses-investasi-perorangan.html
https://karyatulisilmiah.com/pengertian-jenis-resiko-investasi/
http://kampungbisnis.net/mengenal-alternatif-alternatif-dan-jenis-investasi.php

Hasan Zein Mahmud, 1989, “Strategi Investasi Di Bursa Efek Jakarta”,


Manajemen& Usawan Indonesia

http://rullievirgiani.blogspot.co.id/2012/10/prinsip-prinsip-investasi.html
http://arinidwi99.blogspot.co.id/2017/07/cara-mengatasi-resiko-investasi-
saham.html
https://tanahdanbangunanku.wordpress.com/tag/jenis-jenis-resiko-investasi/
http://finance-jurnal.blogspot.co.id/2014/10/proses-investasi-perorangan.html
http://www.portalreksadana.com/node/613
https://id.linkedin.com/pulse/simulasi-portofolio-saham-zalmi-zubir