Anda di halaman 1dari 14

KAK Pengawasan Pembangunan Gedung Perawatan Paru (DBH PAJAK ROKOK TAHUN 2017)

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)


PEKERJAAN PENGAWASAN

PEMBANGUNAN GEDUNG PERAWATAN PARU RUMAH SAKIT SEKARWANGI

KABUPATEN SUKABUMI

(DBH PAJAK ROKOK TAHUN 2017)

1. PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Rumah Sakit Sekarwangi Kabupaten Sukabumi adalah merupakan salah satu Rumah
Sakit milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi, yang mana di Rumah Sakit ini memiliki
beberapa bangunan pelayanan khusus diantaranya bangunan Perawatan Paru yang akan
dilaksanakan pekerjaan fisiknya pada tahun 2017 ini.
Setiap pekerjaan fisik, baik pekerjaan pembangunan gedung maupun sarana dan
prasarana lainnya harus diwujudkan dengan sebaik-baiknya sehingga mampu berfungsi
secara optimal.
Dalam jangka panjang, fungsi yang optimal tersebut akan memberi kontribusi positif bagi
perkembangan wilayah Kabupaten Sukabumi. Selain perencanaan yang baik,
pelaksanaan fisik suatu bangunan akan dapat dilaksanakan dengan lebih terarah dan
terkontrol apabila diikuti dengan pengawasan, baik dari pihak instansi teknis selaku
pemberi kerja maupun dari pihak swasta yang ditunjuk untuk mengawasai proses
pelaksanaan pekerjaan fisik. Dengan demikian diharapkan hasil kerja Kontraktor akan
lebih baik, dapat dipertanggung jawabkan, dan dapat dimanfaatkan sesuai dengan
tujuannya.
Dokumen ini memuat lingkup pekerjaan dan kualifikasi teknis yang harus dipenuhi
secara menyeluruh untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang berkualitas.
Dokumen ini sekaligus memuat tugas dan wewenang para pihak yang terlibat dalam
pekerjaan.

Page 1
KAK Pengawasan Pembangunan Gedung Perawatan Paru (DBH PAJAK ROKOK TAHUN 2017)

1.2 DEFINISI PARA PIHAK

Berikut ini adalah definisi dari pihak-pihak dalam pekerjaan pengawasan teknis dan yang
dimaksud dalam penjelasan-penjelasan dalam dokumen ini:
a. Pengguna Anggaran (PA) adalah Pejabat pemegang kewenangan penggunaan
anggaran pada Rumah Sakit Sekarwangi Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat, dalam
hal ini adalah Direktur Rumah Sakit Sekarwangi Kabupaten Sukabumi.
b. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) adalah Pejabat yang bertanggung jawab terhadap
pelaksanaan pengadaan barang/jasa yaitu pekerjaan Pembangunan Gedung
Perawatan Paru Rumah Sakit Sekarwangi Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat.

c. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) adalah pejabat yang memiliki tugas
sebagai berikut :
➢ Mengendalikan pelaksanaan kegiatan.
➢ Melaporkan perkembangan pelaksanaan kegiatan.
➢ Menyiapkan dokumen anggaran atas beban pengeluaran pelaksanaan kegiatan.

d. Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia atau pejabat yang bertugas
memeriksa hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh Konsultan Perencana
dengan mengacu pada ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
➢ Jumlah barang/jasa yang diserahkan cukup.
➢ Spesifikasi teknis barang/jasa sesuai dengan yang disyaratkan.
➢ Waktu penyerahan tidak terlambat.
➢ Barang/jasa berfungsi dengan baik.

e. Konsultan Pengawas adalah badan usaha yang menyediakan jasa layanan profesional
yang membutuhkan keahlian tertentu diberbagai bidang keilmuan yang
mengutamakan adanya olah pikir (brainware).
Konsultan pengawas bertugas untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan
konstruksi bangunan.

Page 2
KAK Pengawasan Pembangunan Gedung Perawatan Paru (DBH PAJAK ROKOK TAHUN 2017)

1.3 MAKSUD DAN TUJUAN

a. Dalam rangka menunjang kegiatan pelayanan masyarakat dan seiring meningkatnya


kebutuhan bangunan, sarana dan prasarana yang lebih representatif, maka
Pemerintah Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat melaksanakan berbagai kegiatan
pembangunan. Secara umum, tujuan disusunnya Kerangka Acuan Kerja (KAK)
untuk kegiatan Pengawasan Pembangunan Pembangunan Gedung Perawatan Paru
Rumah Sakit Sekarwangi Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat. ini adalah
terlaksananya kegiatan tersebut di atas dengan baik.

b. Kegiatan pengawasan ini sangat diperlukan untuk mendukung kegiatan pelaksanaan


konstruksi bangunan, infrastruktur dan mengarahkan seluruh tahap dan proses
pekerjaan agar berjalan sesuai dengan pedoman umum perencanaan teknisnya dan
mengacu pada aturan-aturan pendukung lainnya.

1.4 LOKASI PEKERJAAN

Lokasi pekerjaan mengacu pada dokumen-dokumen pekerjaan yaitu kontrak dan gambar
perencanaan teknis. Lokasi pekerjaan yaitu :
a. Lokasi pekerjaan berada di Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi-Jawa Barat.
b. Pembangunan Gedung Perawatan Paru Rumah Sakit Sekarwangi Kabupaten
Sukabumi – Jawa Barat ini harus sesuai dengan gambar perencanaan.

1.5 REFERENSI DAN STANDAR

a. Perpres Nomor 54 tahun 2010 dan perubahannya yaitu Perpres Nomor 70 tahun
2012, tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
b. Permen PU Nomor 45 tahun 2007 tentang Persyaratan Teknis Bangunan Gedung.
c. Dokumen Standar; Gambar Teknis Rencana, Spesifikasi Teknis dan Kontrak.
d. SNI (Standar Nasional Indonesia), sesuai kebutuhan.

Page 3
KAK Pengawasan Pembangunan Gedung Perawatan Paru (DBH PAJAK ROKOK TAHUN 2017)

1.6 SUMBER DANA DAN PEMBAYARAN

a. Pekerjaan ini akan dibiayai dari Anggaran DBH PAJAK ROKOK TAHUN 2017.
b. Syarat pembayaran yang utama adalah terpenuhinya Berita Acara Pemeriksaan dan
Serah Terima Pekerjaan oleh Konsultan Pengawas kepada Panitia Penerima Hasil
Pekerjaan, setelah Konsultan Pengawas menyelesaikan pekerjaan dan memenuhi
segala kewajiban dan menyelesaikan tugasnya.
c. Syarat pembayaran lainnya yang harus dilampirkan adalah bukti-bukti pengeluaran
biaya baik Biaya Personil maupun Biaya Non Personil. Bukti-bukti tersebut harus
lengkap dan sesuai dengan penawaran dan dalam durasi sesuai dengan kontrak.

2. LINGKUP PEKERJAAN
2.1 URAIAN KEGIATAN

Secara umum, lingkup pekerjaan pada kegiatan pengawasan teknis Pembangunan


Gedung Perawatan Paru Rumah Sakit Sekarwangi Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat.
terdiri atas 8 (delapan) kegiatan yang akan diuraikan satu persatu sebagai berikut :

a. PEMERIKSAAN DOKUMEN PELAKSANAAN KONSTRUKSI


Pada lingkup kegiatan ini, penyedia jasa (Konsultan Pengawas) harus melakukan
pemeriksaan dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan
dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. Secara umum dokumen
yang dimaksud adalah Kontrak Pelaksanaan Pekerjaan oleh Kontraktor dan PPK,
gambar kerja dan seluruh detailnya, Spesifikasi Teknis Pekerjaan dan laporan-
laporan pekerjaan perencanaan apabila ada. Konsultan Pengawas memiliki tugas
untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya perbedaan-perbedaan dalam dokumen-
dokumen di lapangan sebelum dimulainya pekerjaan dan segera melaporkan kepada
PPK secara tertulis. Segera setelah pemeriksaan bersama, perbaikan terhadap
dokumen yang disepakati disusun dan dituangkan dalam Berita Acara Perubahan.

Page 4
KAK Pengawasan Pembangunan Gedung Perawatan Paru (DBH PAJAK ROKOK TAHUN 2017)

b. PENGAWASAN PEMAKAIAN BAHAN, PERALATAN DAN METODE


PELAKSANAAN
Pada lingkup kegiatan ini, penyedia jasa (Konsultan Pengawas) harus melakukan
pengawasan terhadap pemakaian bahan-bahan konstruksi dan meminta secara
tertulis kepada Kontraktor untuk membuat daftar bahan dan papan sampel. Pada
lingkup ini juga Konsultan Pengawas harus mengawasi pemakaian peralatan dan
metode pelaksanaan konstruksi, berkoordinasi dengan para pihak di lapangan yang
terdiri dari Pengawas, Kontraktor dan PPK, dalam melakukan kegiatan konstruksi
tahap demi tahap.
Konsultan Pengawas juga harus mengawasi secara ketat mengenai ketepatan waktu
pelaksanaan seperti termuat dalam jadwal pelaksanaan pekerjaan yang diajukan oleh
Kontraktor dan dimuat dalam kontraknya dan perkembangannya bersesuaian dengan
biaya pekerjaan konstruksi.

c. PENGAWASAN KUALITAS DAN KUANTITAS PELAKSANAAN


KONSTRUKSI
Pada lingkup kegiatan ini, penyedia jasa (Konsultan Pengawas) harus melakukan
pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas, kuantitas,
dan laju pencapaian volume/realisasi fisik.
Pencapaian laju volume disesuaikan dengan jadwal pekerjaan dan Konsultan
Pengawas harus secara terus menerus melakukan penelitian dan memberikan saran
kepada Kontraktor untuk mencapai penyesuaian apabila terjadi keterlambatan. Hal
tersebut juga harus dilaporkan secara rutin dan intensif kepada semua pihak di
lapangan, yaitu PPK dan para pengawas Dinas Terkait Kabupaten Sukabumi.
Dalam hal pengawasan kualitas penggunaan bahan oleh Kontraktor untuk
melaksanakan pengujian laboratorium dan penyelidikan di lokasi, Konsultan
Pengawas mengacu pada hal-hal berikut ini :
➢ Sebelum pekerjaan beton struktur dilaksanakan (sekurangnya 28 hari),
Konsultan Pengawas harus mengawasi Kontraktor dalam melakukan pengujian
terhadap campuran beton yang akan digunakan untuk mencapai mutu beton
seperti dipersyaratkan dalam kontrak dan dibuktikan oleh uji laboratorium
dengan siklus setiap set sampel adalah 7 hari, 21 hari dan 28 hari.

Page 5
KAK Pengawasan Pembangunan Gedung Perawatan Paru (DBH PAJAK ROKOK TAHUN 2017)

➢ Konsultan Pengawas harus mengawasi apabila hasil pengujian pada siklus awal
menunjukkan hasil yang tidak sesuai dan di bawah mutu yang diharapkan,
pelaksanaan pengujian set sampel berikutnya untuk dilakukan pengujian yang
lain oleh Kontraktor, dan seterusnya sampai didapatkan mutu beton yang
dipersyaratkan.
➢ Beton yang diperbolehkan dalam pekerjaan pengecoran adalah yang telah lulus
uji dalam laboratorium.
➢ PPK, Pengawas dan Konsultan Pengawas memiliki kewenangan untuk menolak
penggunaan beton di luar hasil tersebut di atas.
➢ Konsultan Pengawas harus mengawasi penyelidikan slump beton yang harus
dilakukan langsung di lapangan sebelum beton dituangkan ke dalam
cetakan/bekisting.
➢ Penyelidikan slump beton dilakukan untuk setiap volume kapasitas molen/mesin
pengaduk beton.
➢ Konsultan Pengawas dan Pengawas berkewajiban untuk menolak beton dengan
hasil slump dibawah syarat.
➢ Pengawas dan Konsultan Pengawas harus mengawasi dan mendokumentasikan
hasil pengujian laboratorium campuran beton dan penyelidikan slump beton di
lapangan.
➢ Sebelum digunakan di lapangan, besi tulangan harus diperiksa oleh Pengawas
dan Konsultan Pengawas dan Kontraktor harus melampirkan sertifikat atau
dilakukan pengujian laboratorium apabila tidak memiliki sertifikat.
➢ Pengawas dan Konsultan Pengawas bersama-sama menyatakan mutu besi
tulangan bisa diterima atau tidak dan menuangkannya dalam Berita Acara
Pemeriksaan Bahan dan diketahui oleh PPK.
➢ Konsultan Pengawas bertugas untuk menetapkan kriteria, persyaratan dan
keperluan pengujian bahan bangunan yang akan digunakan oleh Kontraktor
selain yang telah tersebut di atas.

d. PENGUMPULAN DATA DI LAPANGAN


Pada lingkup kegiatan ini, penyedia jasa (Konsultan Pengawas) harus melakukan
pengumpulan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang
terjadi selama pelaksanaan konstruksi.

Page 6
KAK Pengawasan Pembangunan Gedung Perawatan Paru (DBH PAJAK ROKOK TAHUN 2017)

e. PERTEMUAN BERKALA
Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala, membuat laporan mingguan
dan bulanan pekerjaan pengawasan, dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan,
laporan harian, mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh
Kontraktor.

f. PEMERIKSAAN GAMBAR PELAKSANAAN (SHOP DRAWING) YANG


DIBUAT OLEH KONTRAKTOR
Meneliti gambar-gambar untuk pelaksanaan (shop drawing) yang diajukan oleh
pelaksana konstruksi.

g. PENELITIAN AS BUILT DRAWING


Konsultan Pengawas meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di
lapangan (As Built Drawing yang dibuat oleh kontraktor) sebelum serah terima I.

h. PENYUSUNAN BERITA ACARA PEKERJAAN


Menyusun berita acara persetujuan kemajuan pekerjaan, berita acara pemeliharaan
pekerjaan, dan serah terima pertama dan kedua pelaksanaan konstruksi sebagai
kelengkapan untuk pembayaran angsuran pekerjaan konstruksi.

2.2 WAKTU PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan pengawasan secara keseluruhan dilaksanakan dalam periode waktu sepanjang


180 (seratus delapan puluh) hari kalender atau sampai dengan diselesaikannya pekerjaan
fisik.

2.3 SPESIFIKASI TEKNIS KEGIATAN

Spesifikasi teknis dalam kegiatan pengawasan pembangunan gedung ini meliputi


kualifikasi tenaga ahli dan produk akhir yang harus disampaikan seperti diuraikan berikut
ini.

Page 7
KAK Pengawasan Pembangunan Gedung Perawatan Paru (DBH PAJAK ROKOK TAHUN 2017)

a. KUALIFIKASI TENAGA AHLI


Untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan, Konsultan Pengawas menyediakan
tenaga ahli dengan kualifikasi sebagai berikut, disesuaikan dengan HPS (Harga
Perkiraan Sendiri) yang disusun oleh PPK.

1. Team Leader
Yaitu seorang Sarjana Strata Ssastu (S1) Teknik Sipil (Ahli Teknik Bangunan
Gedung Bersertifikat) yang menguasai manajemen proyek dengan pengalaman
sekurang-kurangnya 4 tahun di bidang pembangunan gedung bertingkat.
Team Leader bertugas untuk merumuskan dan memecahkan masalah di
lapangan yang berkaitan dengan konstruksi yang sedang dibangun, memeriksa
dan menganalisa kekuatan konstruksi berdasarkan kualitas dan bersama-sama
Inspector mengawasi pelaksanaan pekerjaan yang sedang dibangun.
Selain itu, tugas dari Team Leader adalah memberikan pengarahan kepada
Inspector atas hal-hal yang perlu dicermati para pengawas di lapangan agar
pelaksanaan sesuai dengan spesifikasi teknis.
Secara umum Team Leader harus mampu bekerjasama dengan seluruh pihak di
lapangan dan melakukan koordinasi secara kontinyu dengan PPK.

2. Ahli Arsitektur
Adalah tenaga lapangan dengan kualifikasi minimal lulusan S1 Teknik
Arsitektur, menguasai pekerjaan yang dilaksanakan dan minimal bersertifikat
Ahli Muda dengan pengalaman minimal 4 (empat) tahun dalam bidangnya
dengan tugas dan tanggung jawab mencakup antara lain hal- hal sebagai berikut
: Mengikuti petunjuk Team Leader dalam melaksanakan tugasnya.

3. Ahli/Pengawas Elektrikal
Adalah tenaga pengawas lapangan dengan kualifikasi minimal lulusan S1
Teknik Elektro yang menguasai pekerjaan MEP dan minimal bersertifikat Ahli
Muda dengan pengalaman minimal 4 (empat) tahun dalam bidangnya. Tugas
dan tanggung jawab pengawas mencakup antara lain hal- hal sebagai berikut :
Mengikuti petunjuk Team Leader dalam melaksanakan tugasnya.

Page 8
KAK Pengawasan Pembangunan Gedung Perawatan Paru (DBH PAJAK ROKOK TAHUN 2017)

DAFTAR TENAGA AHLI YANG DIBUTUHKAN DALAM PEKERJAAN INI :


No. Keahlian/Jabatan Pendidikan Sertifikat Pengalaman Jumlah
Keahlian (tahun) Tenaga
1 2 3 4 5 6
I TENAGA AHLI

a. Team Leader S1 Ahli 4 1


Harus menguasai Teknik Sipil Madya
Manajemen Proyek
b. Ahli Arsitektur S1 Ahli Muda 4 1
Harus menguasai teknik Teknik Arsitektur
bangunan gedung.
c. Ahli Elektrikal S1/Teknik Elektro Ahli Muda 4 1
Harus menguasai pekerjaan

II TENAGA PENDUKUNG

a. Pengawas Lapangan SMK Jurusan - 3 1


Harus menguasai pekerjaan Bangunan

b. Pengawas Elektrikal SMK Jurusan - 3 1


Listrik

c. Operator Komputer SMK - 3 1

c. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB


1. Mengadakan pengawasan yang terus-menerus di lokasi pekerjaan yang sedang
dikerjakan dan memberikan laporan kepada Team Leader dan/atau Chief
Inspector terhadap pekerjaan yang tidak sesuai dengan dokumen kontrak.
2. Secara rutin mengawasi dan mencatat serta melakukan pengecekan terhadap
hasil pengukuran.
3. Melakukan kegiatan pencatatan terhadap kegiatan konstruksi, mencatat cuaca,
material yang dikirim ke lapangan, perubahan dan kebutuhan tenaga kerja
peralatan di lapangan, hal-hal khusus dan sebagainya dengan format laporan
yang mudah dipahami untuk disampaikan kepada Team Leader dan/atau Chief
Inspector.

Page 9
KAK Pengawasan Pembangunan Gedung Perawatan Paru (DBH PAJAK ROKOK TAHUN 2017)

4. Melakukan perhitungan dan pencatatan perkembangan/kemajuan volume


pekerjaan dan menyampaikannya secara rutin kepada Team Leader dan/atau
Chief Inspector.
5. Tenaga Administrasi adalah tenaga pendukung dalam kegiatan administratif
dengan kualifikasi minimal lulusan SMU atau STM/SMK dengan pengalaman
minimal 4 (empat) tahun.

d. PRODUK YANG DIHASILKAN


Produk atau keluaran yang harus dihasilkan, sebagai tujuan dalam kegiatan
pengawasan pembangunan ini adalah :
1. Pengawasan kelancaran pekerjaan pembangunan yang dilaksanakan oleh
kontraktor pelaksana/pemborong, yang meliputi kuantitas, kualitas, biaya dan
ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan, sehingga wujud akhir pembangunan
dan kelengkapannya yang sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan, dan dapat
diterima dengan baik oleh para pihak dalam kegiatan dan kelancaran
penyelesaian administrasi yang berhubungan dengan pekerjaan di lapangan serta
penyelesaiaan kelengkapan Dokumen Pelaksanaan.
2. Catatan-catatan penting, yang dapat dilakukan selama proses pengawasan yang
meliputi :
➢ Program dan alokasi tenaga kerja dan konsepsi pekerjaan pengawasan.
➢ Catatan harian yang memuat semua kejadian, perintah atau petunjuk yang
penting dari Konsultan Pengawas/Direksi yang dapat mempengaruhi
pelaksanaan pekerjaan, menimbulkan konsekuensi keuangan, kelambatan
penyelesaian dan tidak terpenuhinya syarat teknis.
➢ Laporan Harian, yang berisikan keterangan tentang :
• Tenaga kerja yang dialokasikan oleh pihak kontraktor pelaksana.
• Bahan-bahan yang datang, diterima atau ditolak.
• Peralatan kerja yang disediakan oleh kontraktor pelaksana.
• Pekerjaan yang diselenggarakan, berkaitan dengan pelaksanaan
konstruksi di lapangan.
• Waktu pelaksanaan pekerjaan.

P a g e 10
KAK Pengawasan Pembangunan Gedung Perawatan Paru (DBH PAJAK ROKOK TAHUN 2017)

➢ Laporan Mingguan, sebagai rangkuman dari laporan harian


(Prestasi/kemajuan pekerjaan berdasarkan persentase/bobot pekerjaan
dibandingkan dengan waktu pelaksanaan pekerjaan)
➢ Bersama Pengawas melakukan pemeriksaan terhadap Laporan pencapaian
pekerjaan oleh Kontraktor dan menyusun Berita Acara kemajuan pekerjaan
untuk pembayaran angsuran.
➢ Perhitungan Perubahan Pekerjaan, Gambar-gambar pendukungnya dan
Berita Acara Pemeriksaaan pekerjaan tambah/kurang jika terjadi hal-hal
mendesak yang mengakibatkan perubahan terhadap Kontrak Pekerjaan,
dengan tetap mengacu kepada Perpres No 54 Tahun 2010 dan perubahannya
yaitu Perpres Nomor 70 tahun 2012, tentang Pedoman Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah.
➢ Dokumentasi pelaksanaan pekerjaan dari awal (0%) sampai dengan akhir
(100%), jika kontraktor pelaksana dapat menyelesaikan pekerjaan.
➢ Laporan terinci dan rekomendasi kepada PPK dan para pihak di lapangan
apabila terjadi hal-hal khusus yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan
seperti ; laporan tentang keterlambatan pekerjaan dan penilaian umum
terhadap Kontrak serta rekomendasi atas hal-hal tersebut.
➢ Melakukan perhitungan secara teliti dan detail terhadap prestasi dan
pencapaian volume pekerjaan terakhir oleh Kontraktor, apabila terjadi
kemungkinan Pemutusan Kontrak kepada Kontraktor.
➢ Dokumentasi dan hasil pekerjaan yang diserahkan oleh konsultan pengawas
pada kegiatan ini adalah :
• Laporan Bulanan, dibuat dalam 4 (empat) rangkap.
• Laporan Akhir, dibuat dalam 4 (empat) rangkap.

P a g e 11
KAK Pengawasan Pembangunan Gedung Perawatan Paru (DBH PAJAK ROKOK TAHUN 2017)

e. PERALATAN, SUMBER DANA DAN BIAYA PELAKSANAAN KEGIATAN


Yang dimaksud Peralatan dan material adalah semua bahan dan alat yang digunakan
atau diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini, yang meliputi :

1. Bahan habis pakai, seperti kertas, media penyimpanan data (flash disk), tinta
printer, alat gambar, map, dan lain-lain.
2. Alat transportasi supervisi yang meliputi kendaraan, roda empat maupun dua.
3. Peralatan kerja seperti meja gambar/mesin gambar serta alat hitung termasuk
kalkulator, komputer dan printer. Sedangkan biaya pelaksanaan kegiatan adalah
biaya yang akan diperoleh Konsultan Pengawas yang telah diberikan Surat
Perjanjian Kerja (Kontrak) sebagaimana yang telah diperhitungkan, yang
meliputi :
➢ Biaya Uang Saku/Harian Supervisi, dengan jumlah anggota tim
pengawasan yang diberangkatkan.
➢ Biaya Uang Saku/Harian Konsultasi, dengan jumlah anggota tim konsultasi
teknis yang diberangkatkan.
➢ Biaya Kantor dan Peralatan dapat dimasukkan dengan memperhitungkan
nilai yang wajar dan sesuai dengan lamanya pekerjaan.

Pembiayaan terhadap pekerjaan Pengawasan Pembangunan Gedung Perawatan Paru


Rumah Sakit Sekarwangi Kabupaten Sukabumi ini bersumber dari Anggaran DBH
PAJAK ROKOK TAHUN 2017, dengan total perkiraan biaya yang diperlukan dalam
kegiatan tersebut adalah Rp.123.000.000 ( Seratus Dua Puluh Tiga Juta Rupiah).

3. JAMINAN KUALITAS
3.1 KOORDINASI PEKERJAAN

Untuk menjamin kelancaran dan tercapainya kualitas pekerjaan yang baik, diperlukan
hal-hal tersebut di bawah ini :
a. Sebelum pekerjaan dimulai, PPK, Pengawas, Konsultan Pengawas dan Kontraktor
melaksanakan Pre Construction Meeting (PCM).
b. Pertemuan rutin lainnya dilaksanakan minimal dua kali dalam sebulan atau sesuai
kebutuhan.

P a g e 12
KAK Pengawasan Pembangunan Gedung Perawatan Paru (DBH PAJAK ROKOK TAHUN 2017)

c. Konsultan Pengawas menjamin tersedianya tenaga ahli tetap untuk pekerjaan


pembangunan ini, sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilaksanakan.
d. Tenaga ahli tetap yang ditugaskan Konsultan Pengawas harus memahami semua
persyaratan dan standar pekerjaan dan bahan bangunan, Gambar rencana dan
Spesifikasi teknis.
e. Bersama PPK dan Pengawas, Konsultan Pengawas memiliki kewenangan untuk
meminta tambahan tenaga kerja dan tenaga ahli kepada Kontraktor.
f. Bersama PPK dan Pengawas, Konsultan Pengawas memiliki kewenangan untuk
meminta penggantian tenaga kerja dan tenaga ahli kepada Kontraktor.

3.2 TANGGUNG JAWAB PROFESI

Untuk menjamin terlaksananya pekerjaan dengan baik, Konsultan Pengawas memiliki


tanggung jawab sebagai berikut :
a. Melaksanakan kewajiban profesi secara menyeluruh dalam melakukan pengawasan
terhadap pelaksanaan pekerjaan pembangunan dari awal sampai dengan selesai.
b. Melakukan penilaian pencapaian pekerjaan yang dilaksanakan oleh Kontraktor
hanya pada volume pekerjaan terpasang.
c. Bertanggung jawab penuh terhadap pengawasan mutu pekerjaan di lapangan. d)
Memberikan saran dan pertimbangan terbaik kepada PPK dan para pihak pada dinas
terkait Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat, dalam pengambilan keputusan-keputusan
penting.
d. Bersikap tegas dan tidak bertoleransi terhadap kesalahan yang dilakukan oleh
Kontraktor.
e. Melakukan analisa konstruktif (struktural dan arsitektural) apabila terjadi perbedaan
mutu pekerjaan di lapangan.
f. Menyusun skema perbaikan atas tejadinya penurunan mutu tersebut di atas dan
mengawasi pelaksanaannya.
g. Menjunjung tinggi etika profesi dan bersedia melaksanakan kewajiban moral
pengawasan sampai dengan berakhirnya masa pemeliharaan bangunan.

P a g e 13
KAK Pengawasan Pembangunan Gedung Perawatan Paru (DBH PAJAK ROKOK TAHUN 2017)

3.3 P E N U T U P

Hal-hal yang belum jelas dan belum tercantum dalam KAK ini dan dianggap perlu, akan
ditentukan kemudian dalam Berita Acara Penjelasan.

Sukabumi, April 2017


Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK)

.............................................
NIP......................

P a g e 14