Anda di halaman 1dari 25

Laporan Pendahuluan Dapartemen Maternitas

“Antenatal Care (ANC)”

Disusun untuk memenuhi tugas Profesi Keperawatan

di Puskesmas Gondanglegi

Disusun Oleh

Rezky Prayogiatmo

170070301111075

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2017
Antenatal Care (ANC)

A. Definisi Antenatal Care


Antenatal care (ANC) adalah perawatan selama kehamilan sebelum bayi lahir yang
lebih ditekankan pada kesehatan ibu. Proses pengawasan antenatal merupakan proses yang
memerlukan jadwal tertentu dan teratur sehingga kontak dengan seorang calon ibu dapat
berlangsung cukup lama (Manuaba, 2007)

B. Tujuan Antenatal Care


1. Mengawasi ibu hamil selama masa kehamilan sampai persalinan
2. Merawat dan memeriksa ibu hamil. Jika didapatkan kelainan sejak dini yang dapat
menganggu tumbuh-kembang janin, harus diikuti upaya untuk memberikan pengobatan
yang adekuat
3. Menemukan penyakit ibu sejak dini yang dapat dipengaruhi atau memengaruhi kesehatan
janin serta berusaha mengobatinya
4. Mempersiapkan ibu sehingga proses persalinan yang dialaminya dapat dijadikan
pengalaman yang menyenangkan dan diharapkan
5. Mempersiapkan ibu hamil agar dapat memelihara bayi dan menyusui secara optimal
(Manuaba, 2007).

C. Fisiologi Kehamilan (Fertilisasi)


Pada waktu koitus (persetubuhan) air mani terpancar kedalam ujung atas vagina
sebanyak +3cc.Dalam air mani terdapat spermatozoa (sel-sel mani) seperti kecebong kepala
yang lonjong dan ekor yang dibedakan menjadi tengah dan leher.Inti sel terdapat pada kepala
sedangkan ekor berguna untuk bergerak maju, karena pergerakan ini maka dalam satu jam
saja spermatozoa melalui canalis cervicalis dan cavum uteri kemudian berada dalam tuba.Disini
sel mani menunggu kedatangan sel telur.Jika pada saat ini terjadi ovulasi, maka mungkin
fertilisasi berlangsung.Jika tidak terjadi ovulasi maka penghamilan tidak mungkin.Maka jelaslah
bahwa hanya coitus sekilas saat ovulasi yang dapat menghasilkan kehamilan.Sel telur hanya
dapat dibuahi beberapa jam setelah ovulasi.Sedangkan sel mani dalam badan wanita masih
kuat membuahi selama 1-3 hari.

D. Tanda dan Gejala Kehamilan


 Tanda – tanda kehamilan
a. Adanya pigmentasi kulit atau garis-garis hipo
b. Adanya pembesaran payudara
c. Ada rasa mual dan munyah yang berlebihan atau hiperemesis
d. Amenore atau tidak datangnya haid
e. Frekuensi buang air kecil meningkat
1. Tanda kehamilan tidak pasti :
 Keputihan atau keluarnya cairan berlebihan dari vagina karena pengaruh hormonal.
 Gusi bengkak terutama pada bulan-bulan pertama kehamilan.
 Pembesaran perut terutama tampak jelas setelah kehamilan 14 minggu.
 Test kehamilan memberikan hasil positif.
2. Tanda-tanda pasti :
 Pada perubahan di bagian perut dirasakan adanya janin serta gerk janin.
 Bila didengarkan menggunakan alat Doppler maka akan terdengar detak jantung janin.
 Pada pemeriksaan USG dilihat gambar janin.
 Pada pemeriksaan roentgen terlihat gambaran kerangka janin.
 Gejala Kehamilan
Tidak haid adalah gejala pertama yang dirasakan oleh seorang wanita yang menyadari
kalau dirinya sedang hamil. Penting untuk dicatat tanggal hari pertama haid, terakhir guna
menentukan usia kehamilan dan memperkirakan tanggal kelahiran. Rumus sederhana
menentukan tanggal kelahiran yaitu tanggal ditambah 7 sedangkan bulan dikurangi 3,
dihitung dari tanggal pertama haid terakhir. Biasanya gejala yang timbul pada kehamilan
seperti, mual dengan di ikuti muntah atau pun tidak sering terjadi bulan pertama kehamilan,
mengidam atau menginginkan sesuatu baik itu makanan, minuman atau hal-hal yang lain,
gangguan buang air besar karena pengaruh hormonal dan sering kencing terutama bila
kehamilan sudah besar.

E. Perubahan Fisik pada Ibu Hamil


Menurut George Adrianz (2008), perubahan yang terjadi ketika hamil antara lain:
a. Perubahan Organ
1. Perubahan pada kulit :
 Adanya hiperpigmentasi karena meningkatnya MSH (Melanophore SH)
 Chloasma gravidarum
 Hiperpigmentasi papilla mammae
 Di perut : striae lividae, albican
2. Perubahan pada kelenjar : glandula thyroidea
3. Perubahan pada payudara : keluar colostrums (lebih dari 3 bulan atau 12 minggu)
4. Perubahan pada perut : perut makin membesar apabila lebih dari 5 bulan pusar menonjol
5. Perubahan pada tungkai : terjadi varises atau pelebaran pada vena di tungkai
6. Perubahan sikap badan : terjadi lordose atau badan degek
b. Perubahan pada alat kelamin
1. Tanda chadwick: vulva merah kebiruan karena peningkatan hormone estrogen dan
adanya hipervascularisasi
2. Adanya varices: pembesaran pada pembuluh darah
3. Tanda hegar: pada VT isthmus lebih lunak dan panjang akibat terjadinya hypertrophy dari
daerah isthmus tersebut
4. Tanda braxtonhicks: adanya kontraksi dan relaksasi otot uterus pada minggu pertama
dan tidak nyeri
5. Ovarium: corpus luteum tidak menjadi corpus albican, bahkan terus mengeluarkan
hormone estrogen dan progesterone yang berfungsi menjaga kehamilan. Lebih dari 16
minggu fungsi ini diambil alih oleh placenta. Corpus luteum selama kehamilan disebut
“Corpus luteum Graviditas”
6. Vagina dan vulva : lapisan otot vagina mengadakan hypertrophy sebagai persiapan untuk
persalinan agar vagina mudah diregang. Terjadinya hipervascularisasi menyebabkan
vagina dan vulva menjadi lebih merah dan lividae.Vagina lebih banyak mengeluarkan
fluor albus, yang disebabkan aktivitas dari kelenjar yang memberikan cairan pada vagina.
Reaksi asam pada vagina bertambah yang disebabkan bertambahnya glikogen dalam
sel-sel epithelium yang basil Doderlein dibentuk menjadi asam
c. Perubahan pada alat pencernaan
Hal lain yang terkait dengan perubahan hormonal dan dikaitkan dengan tanda kehamilan
adalah rasa mual dan muntah yang berlebihan atau hiperemesis. Walaupun demikian,
kondisi ini juga tidak dapat dikategorikan sebagai tanda pasti kehamilan karena berbagai
penyebab metabolik lain dapat pula menimbulkan gejala yang serupa. Hiperemesis pada
kehamilan digolongkan normal apabila terjadinya tidak lebih dari trimester pertama.Pada
hamil tua dapat terjadi oktivasi yaitu tidak dapat makan banyak karena alat pencernakan
terdorong ke atas.

d. Perubahan sirkulasi darah


1. Sejak kehamilan 12 minggu, volume darah mengalami pengenceran karena cairan
bertambah di dalam darah yang disebut “Hydraemi” karena bertambahnya darah masa
hamil sehingga Hb menurun
2. (Hb 10-12 gr% dianggap normal)
Pekerjaan jantung bertambah  lebih dari 120 mmHg
Kepekatan darah berkurang : ada varices
e. Perubahan fungsi alat-alat kencing
1. Dilatasi renal
Selama kehamilan masing-masing ginjal memanjang sekitar 1-1,5 cm, dan secara
bersamaan bertambah beratnya. Ureter berdilatasi sampai tepi atas tulang pelvis.Ureter
juga memanjang, melebar dan lebih melengkung (kurve). Hal tersebut meningkatkan
kejadian stasis urin yang menyebabkan infeksi
2. Fungsi ginjal
Glomerular Filtration Rate (GFR) selama kehamilan mengalami peningkatan sampai
50%.Aliran plasma renal meningkat 25-50%.Glukosuria selama kehamilan tidak selalu
bersifat abnormal
3. Bladder
Uterus membesar menyebabkan kandung kemih terangkat.Penekanan uterus
menyebabkan peningkatan frekuensi BAK.Vaskularisasi bladder meningkat dan tonus otot
menurun.Kapasitas bladder meningkat sampai dengan 1500 ml.
f. Perubahan pada tulang
1. Lordosis terjadi karena menyesuaikan keseimbangan badan
2. Rasa nyeri pinggang
3. Butuh kalsium sehingga tidak caries, keropos
Sedangkan perubahan fisik pada ibu hamil menurut trimester adalah:
1. Perubahan Fisik pada Trimester I
a. Morning sickness, mual dan muntah.
Hampir 50% wanita hamil mengalami mual dan biasanya mual dimulai sejak awal
kehamilan.Mual muntah diusia muda disebut morning sickness tetapi kenyataannya mual
muntah ini dapat terjadi setiap saat. Mual ini biasanya akan berakhir pada 14 mingggu
kehamilan. Pada beberapa kasus dapat berlanjut sampai kehamilan trimester ke-2 dan
ke-3.
b. Pembesaran payudara
Payudara akan membesar dan mengencang, karena terjadi peningkatan hormon
kehamilan yang menimbulkan pelebaran pembuluh darah dan untuk mempersiapkan
pemberian nutrisi pada jaringan payudara sebagai persiapan menyusui.
c. Sering buang air kecil
Keinginan sering buang air kecil pada awal kehamilan ini dikarenakan rahim yang
membesar dan menekan kandung kencing. Keadaan ini akan menghilang pada trimester
II dan akan muncul kembali pada akhir kehamilan, karena kandung kemih ditekan oleh
kepala janin.
d. Konstipasi atau sembelit
Keluhan ini juga sering dialami selama awal kehamilan, karena peningkatan hormon
progesteron yang menyebabkan relaksasi otot sehingga usus bekerja kurang
efisien.Adapun keuntungan dari keadaan ini adalah memungkinkan penyerapan nutrisi
yang lebih baik saat hamil.
e. Sakit kepala/pusing
Sakit kepala atau pusing sering dialami oleh pada ibu hamil pada awal kehamilan karena
adanya peningkatan tuntutan darah ke tubuh sehingga ketika akan mengubah posisi dari
duduk/tidur ke posisi yang lain (berdiri) tiba-tiba, sistem sirkulasi darah merasa sulit
beradaptasi. Sakit kepala/pusing yang lebih sering daripada biasanya dapat disebabkan
oleh faktor fisik maupun emosional.Pola makan yang berubah, perasaan tegang dan
depresi juga dapat menyebabkan sakit kepala.
f. Kram perut
Kram perut saat trimester awal kehamilan seperti kram saat menstruasi di bagian perut
bawah atau rasa sakit seperti ditusuk yang timbul hanya beberapa menit dan tidak
menetap adalah normal.Hal ini sering terjadi karena adanya perubahan hormonal dan
juga karena adanya pertumbuhan dan pembesaran dari rahim dimana otot dan ligamen
merenggang untuk menyokong rahim.
g. Meludah
Keinginan meludah yang terjadi pada ibu hamil yang terus menerus dianggap normal
sebab hal ini termasuk gejala morning sickness.
h. Peningkatan berat badan
Pada akhir trimester pertama wanita hamil akan merasa kesulitan memasang kancing/rok
celana panjangnya, hal ini bukan berarti ada peningkatan berat badan yang banyak tapi
karena rahim telah berkembang dan memerlukan ruang juga, dan ini semua karena
pengaruh hormon estrogen yang menyebabkan pembesaran rahim dan hormon
progresteron yang menyebabkan tubuh menahan air
2. Perubahan Fisik pada Trimester II
a. Perut semakin membesar
Setelah usia kehamilan 12 minggu, rahim akan membesar dan melewati rongga panggul.
Pembesaran rahim akan tumbuh sekitar 1 cm setiap minggu. Pada kehamilan 20 minggu,
bagian teratas rahim sejajar dengan pusar (umbilicus). Setiap individu akan berbeda-beda
tapi pada kebanyakan wanita, perutnya akan mulai membesar pada kehamilan 16
minggu.
b. Sendawa dan buang angin
Sering terjadi pada ibu hamil dan hal ini sudah biasa dan normal karena akibat adanya
perenggangan usus selama kehamilan. Akibat dari hal tersebut perut ibu hamil akan
terasa kembung dan tidak nyaman.
c. Rasa panas di perut
Rasa panas diperut adalah keluhan yang paling sering terjadi selama kehamilan, karena
meningkatnya tekanan akibat rahim yang membesar dan juga pengaruh hormonal yang
menyebabkan rileksasi otot saluran cerna sehingga mendorong asam lambung kearah
atas.
d. Pertumbuhan rambut dan kuku
Perubahan hormonal juga menyebabkan kuku bertumbuh lebih cepat dan rambut tumbuh
lebih banyak dan kadang di tempat yang tidak diinginkan, seperti di wajah atau di perut.
Tapi, tidak perlu khawatir dengan rambut yang tumbuh tak semestinya ini, karena akan
hilang setelah bayi lahir.
e. Sakit perut bagian bawah
Pada kehamilan 18-24 minggu, ibu hamil akan merasa nyeri di perut bagian bawah
seperti ditusuk atau tertarik ke satu atau dua sisi. Hal ini karena perenggangan
ligamentum dan otot untuk menahan rahim yang semakin membesar. Nyeri ini hanya
akan terjadi beberapa menit dan bersifat tidak menetap.
f. Pusing
Sering terjadi selama kehamilan trimester kedua, karena ketika rahim membesar akan
menekan pembuluh darah besar sehingga menyebabkan tekanan darah menurun.
g. Hidung dan Gusi berdarah
Perubahan hormonal dan peningkatan aliran darah ke seluruh tubuh termasuk ke daerah
hidung dan gusi selama masa kehamilan akan menyebabkan jaringan disekitarnya
menjadi lebih lembut dan lunak. Akibatnya, hidung dan gusi akan bisa berdarah ketika
menyikat gigi. Keluhan ini akan hilang setelah melahirkan.
h. Perubahan kulit
Perubahan kulit timbul pada trimester ke-2 dan 3, karena melanosit yang menyebabkan
warna kulit lebih gelap.Timbul garis kecoklatan mulai dari pusar ke arah bawah yang
disebut linea nigra.Kecoklatan pada wajah disebut chloasma atau topeng
kehamilan.Tanda ini dapat menjadi petunjuk kurangnya vitamin folat. Strecth mark terjadi
karena peregangan kulit yang berlebihan, biasanya pada paha atas, dan payudara. Akibat
peregangan kulit ini dapat menimbulkan rasa gatal, sedapat mungkin jangan
menggaruknya. Strecth mark tidak dapat dicegah, tetapi dapat diobati setelah persalinan.
Kulit muka juga akan menjadi lebih berminyak sehingga dapat menimbulkan jerawat
i. Payudara
Payudara akan semakin membesar dan mengeluarkan cairan yang kekuningan yang
disebut kolostrum. Putting dan sekitarnya akan semakin berwarna gelap dan besar.
Bintik-bintik kecil akan timbul disekitar putting, dan itu adalah kelenjar kulit.
j. Sedikit Pembengkakan
Pembengkakan adalah kondisi normal pada kehamilan, dan hampir 40% wanita hamil
mengalaminya.Hal ini karena perubahan hormon yang menyebabkan tubuh menahan
cairan. Pada trimester kedua akan tampak sedikit pembengkakan pada wajah dan
terutama terlihat pada kaki bagian bawah dan pergelangan kaki. Pembengkakan akan
terlihat lebih jelas pada posisi duduk atau berdiri yang terlalu lama
3. Perubahan Fisik pada Trimester III
a. Sakit bagian tubuh belakang
Sakit pada bagian tubuh belakang (punggung-pinggang), karena meningkatnya beban
berat dari bayi dalam kandungan yang dapat memengaruhi postur tubuh sehingga
menyebabkan tekanan ke arah tulang belakang.
b. Konstipasi
Pada trimester ini sering terjadi konstipasi karena tekanan rahim yang membesar kearah
usus selain perubahan hormon progesteron.
c. Pernafasan
Karena adanya perubahan hormonal yang memengaruhi aliran darah ke paru-paru, pada
kehamilan 33-36 minggu, banyak ibu hamil akan merasa susah bernapas. Ini juga
didukung oleh adanya tekanan rahim yang membesar yang berada di bawah diafragma.
Setelah kepala bayi turun kerongga panggul ini biasanya 2-3 minggu sebelum persalinan
pada ibu yang baru pertama kali hamil akan merasakan lega dan bernapas lebih mudah,
dan rasa panas diperut biasanya juga ikut hilang, karena berkurangnya tekanan bagian
tubuh bayi dibawah diafragma/tulang iga ibu.
d. Sering buang air kecil
Pembesaran rahim ketika kepala bayi turun ke rongga panggul akan makin menekan
kandungan kencing ibu hamil.
e. Varises
Peningkatan volume darah dan alirannya selama kehamilan akan menekan daerah
panggul dan vena di kaki, yang mengakibatkan vena menonjol, dan dapat juga terjadi di
daerah vulva vagina. Pada akhir kehamilan, kepala bayi juga akan menekan vena daerah
panggul yang akan memperburuk varises. Varises juga dipengaruhi faktor keturunan.
f. Kontraksi perut
Braxton-Hicks atau kontraksi palsu ini berupa rasa sakit di bagian perut yang ringan, tidak
teratur, dan akan hilang bila ibu hamil duduk atau istirahat.
g. Bengkak
Perut dan bayi yang kian membesar selama kehamilan akan meningkatkan tekanan pada
daerah kaki dan pergelangan kaki ibu hamil, dan kadang membuat tangan membengkak.
Ini disebut edema, yang disebabkan oleh perubahan hormonal yang menyebabkan
retensi cairan.

F. Perubahan Psikologis pada Ibu Hamil


Menurut Sulistyawati (2009) perubahan psikologis pada ibu hamil menurut trimester adalah:
1. Perubahan Psikologis pada Trimester I (Periode Penyesuaian)
a. Pada awal kehamilan dapat timbul reaksi emosional ambivalen, yaitu ketidakpastian atau
keragu-raguan akan kehamilan, ini terjadi karena kurangnya persiapan baik secara materi
maupun psikologi. Selain itu reaksi emosional yang dapat muncul adalah ketakutan dan
khayalan. Ibu merasa cemas dengan keadaan dirinya serta janin pada waktu persalinan
dan mulai membayangkan perannya setelah bayi lahir.
b. Setiap perubahan yang terjadi dalam dirinya akan selalu mendapat perhatian dengan
seksama
c. Oleh karena perutnya masih kecil, kehamilan merupakan rahasia seseorang yang
mungkin akan diberitahukannya kepada orang lain atau bahkan merahasiakannya
2. Perubahan Psikologis pada Trimester II (Periode Kesehatan Yang Baik)
 Trimester kedua biasanya lebih menyenangkan. Ibu telah menerima kehamilannya dan
mulai memperhatikan kebutuhan dirinya dan janin serta mempersiapkan dirinya dalam
menghadapi persalinan. Di samping itu, dapat juga terjadi mood swing dimana ibu cepat
marah dan membutuhkan pengertian dan perhatian yang lebih besar.
 Merasakan gerakan anak
 Libido meningkat
 Merasa bahwa bayi sebagai individu yang merupakan bagian dari dirinya
 Hubungan sosial meningkat dengan wanita hamil lainnya atau pada orang lain yang baru
menjadi ibu
3. Perubahan Psikologis pada Trimester IIII
a. Trimester ketiga ditandai dengan adanya rasa tidak nyaman, perubahan bentuk tubuh dan
kecemasan akan proses persalinan dan peran ibu yang akan dijalani. Sekitar dua minggu
sebelum melahirkan, sebagian besar ibu mulai mengalami perasaan senang.
b. Merasa sedih karena akan terpisah dari bayinya
c. Merasa kehilangan perhatian
d. Perasaan mudah terluka (sensitif)
e. Libido menurun

G. Jadwal Pemeriksaan Antenatal


Sesuai dengan kebijakan Departemen Kesehatan, kunjungan pelayanan antenatal
sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan, ketentuan waktu sebagai berikut:
1. Minimal 1 kali pada trimester pertama = K1
2. Minimal 1 kali pada trimester kedua = K2
3. Minimal 2 kali pada trimester ketiga = K3& K4
Apabila terdapat kelainan atau penyulit kehamilan, seperti mual, muntah, keracunan
kehamilan, perdarahan, kelainan letak dan lain-lain frekuensi pemeriksaan disesuaikan dengan
kebutuhan.Frekuensi ANC diharapkanpaling kurang 8 kali (7–9 kali) sehingga pengawasan ibu
dan janin dapat dilaksanakan dengan optimal.

Dalam sumber lain juga disebutkan interval kunjungan pada pemeriksaan prenatal yaitu
setiap 4 minggu sekali sampai minggu ke-28, kemudian setiap 2-3 minggu sekali sampai
minggu ke-36, dan sesudahnya setiap minggu.

H. Standar Minimal Pelayanan Antenatal


Pelayanan atau asuhan standar minimal 10 T adalah sebagai berikut (Depkes RI, 2009) :
1. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan
2. Pemeriksaan tekanan darah
3. Nilai status gizi (ukur lingkar lengan atas)
4. Pemeriksaan puncak rahim (tinggi fundus uteri)
5. Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ)
6. Skrining status imunisasi Tetanus dan berikan imunisasi Tetanus Toksoid (TT) bila
diperlukan.
7. Pemberian Tablet zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan
8. Test laboratorium (rutin dan khusus)
9. Tatalaksana kasus
10. Temu wicara (konseling), termasuk Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi
(P4K) serta KB paska persalinan
I. Tanda Bahaya Kehamilan
a. Muntah terus menerus
b. Urin mengandung darah atau keruh
b. Nyeri dada atau abdomen
c. Bengkak pada wajah, tangan dan kaki
d. Demam dan menggigil
e. Gangguan penglihatan
f. Sakit kepala berat atau terus menerus
g. Perdarahan per vaginam atau keluar cairan per vaginam

J. Pemeriksaan Antenatal
a. Anamnesa pada kunjungan pelayanan antenatal pertama dari ibu hamil meliputi:
1. Identifikasi ibu (nama, nama suami, usia, pekerjaan, agama & alamat ibu)
2. Keluhan utama atau apa yang diderita, apakah ibu datang untuk memeriksakan
kehamilan atau ada masalah lain
3. Riwayat haid, untuk mengetahui faal alat kandungan
4. Riwayat perkawinan
5. Riwayat kehamilan sekarang, meliputi:
 HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir)
 Gerak janin (kapan mulai dirasakan apakah ada perubahan)
 Masalah atau tanda-tanda bahaya (termasuk pengelihatan kabur)
 Keluhan-keluhan yang lazim pada kehamilan
 Penggunaan obat-obatan (termasuk jamu-jamuan)
 Kekhawatiran-kekhawatiran lain yang dirasakan
6. Riwayat kebidanan yang lalu, meliputi:
 Berapa kali hamil, anak yang lahir hidup, persalinan tepat waktu, persalinan
premature, keguguran atau kegagalan kehamilan, persalinan dengan tindakan
(dengan forcep, vakum, ekstraksi atau operasi caesar)
 Adakah riwayat kehamilan / persalinan / abortus sebelumnya (dinyatakan dengan
kode GxPxAx, gravida / para / abortus), berapa jumlah anak hidup.
 Perdarahan pada kehamilan, persalinan, kelahiran atau paska persalinan
 Persalinan yang lalu: spontan atau buatan, aterm atau premature, perdarahan, siapa
yg menolong
 Riwayat hipertensi
 Melahirkan janin dengan BB <2,5 kg atau >4 kg
 Nifas dan laktasi
 Bayi yg dilahirkan: jenis kelamin, BB & panjang badan, hidup atau mati, bila mati
umur berapa & penyebabnya
 Masalah-masalah lain yg dialami
7. Riwayat kesehatan dahulu (penyakit yg pernah diderita), meliputi: penyakit
kardiovaskuler, TB paru, hepatitis B, diabetes, hipertensi, PMS atau HIV/AIDS, malaria,
status imunisasi TT, dll.
8. Riwayat keluarga meliputi penyakit keturunan, anak kembar, penyakit menular, dll
9. Riwayat sosial ekonomi & budaya meliputi:
 Status perkawinan
 Riwayat KB
 Reaksi orangtua dan keluarga terhadap kehamilan ini
 Dukungan keluarga
 Pengambil keputusan dalam keluarga
 Kebiasaan makan dan gizi yang dikonsumsi (gizi seimbang), dengan perhatian pada
vitamin A dan zat besi
 Kebiasaan hidup sehat meliputi kebiasaan merokok, minum obat/alcohol/obat
tradisional, & olahraga
 Beban kerja & kegiatan sehari-hari
 Tempat melahirkan & penolong yg diinginkan
a. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik pada kunjungan antenatal pertama meliputi komponen:
1. Pemeriksaan Luar
a. Pemeriksaan umum
 Keadaaan umum ibu, keadaan gizi, kelainan bentuk badan, kesadaran
 Adakah anemia, cyanose, icterus atau dyspnoe
 Keadaan jantung dan paru, periksa suhu badan, TD, denyut nadi, dan pernapasan
Tensi pada orang hamil tidak boleh mencapai 140 sistole atau 90 diastole. Bila lebih
dari 140/90 mmHg maka harus dicurigai preeklamsi. Juga perubahan 30 systole
dan 15 dyastole diatas tensi sebelum hamil menandakan toxaemia gravidarum
 Oedema
Oedema dalam kehamilan dapat disebabkan oleh toxaemia gravudarum atau oleh
tekanan rahim yang membesar pada vena-vena dalam panggul mengalirkan darah
dari kaki, tetapi juga oleh hypovitaminose B1, hypoproteinemia dan penyakit jantung
 Berat badan dan tinggi badan
Berat badan pada pasien normal akan naik lebih dari 15 kg pada saat hamil.
Namun, bila sebelum hamil BB klien < 45 kg atau > 75 kg maka kemungkinan
memiliki masalah atau penyulit kehamilan juga akan semakin besar. Untuk tinggi
badan, klien dengan TB < 145 cm dapat mengalami distosia karena PAP yang
sempit.
 Ada/tidaknya nyeri kepala
 Mata konjungtiva pucat / tidak, sklera ikterik / tidak.
 Mulut / THT ada tanda radang / tidak, lendir, perdarahan gusi, gigi-geligi.
 Paru / jantung / abdomen inspeksi palpasi perkusi auskultasi umum.
 Ekstremitas diperiksa terhadap edema, pucat, sianosis, varises, simetri (kecurigaan
polio, mungkin terdapat kelainan bentuk panggul).
 Jika ada luka terbuka atau fokus infeksi lain harus dimasukkan menjadi masalah
dan direncanakan penatalaksanaannya.
Inspeksi
 Muka : adakah chloasma gravidarum, keadaan selaput mata pucat atau merah,
adakah oedema pada muka, bagaimana keadaan lidah, gigi
 Leher : apakah vena terbendung di leher (misalnya pada penyakit jantung), apakah
ada pembesaran kelenjar gondok atau kelenjar limfa membengkak
 Dada: bentuk payudara, pigmentasi putting susu, keadaan putting susu (simetris
atau tidak),keluarnya kolostrum(dilakukan pemeriksaan setelah usia kehamilan >28
minggu)
 Perut: membesar kedepan atau kesamping (acites), keadaan perut, linea alba, ada
gerakan anak atau tidak, kontraksi rahim, striae gravidarum, & bekas luka operasi
 Vulva: keadaan perineum, varices, tanda Chadwick, fluor dan condyloma
 Anggota bawah : cari varices, oedema, luka, cicatrix pada lipat paha
 Genitalia eksterna
a. Inspeksi luar: keadaan vulva/uretra, ada tidaknya tanda radang, luka/
perdarahan, discharge, kelainan lainnya. Labia dipisahkan dengan dua jari
pemeriksa untuk inspeksi lebih jelas.
b. Inspeksi dalammenggunakan spekulum (in speculo) : Labia dipisahkan dengan
dua jari pemeriksa, alat spekulum Cusco (cocorbebek) dimasukkan ke vagina
dengan bilah vertikal kemudian di dalam liang vagina diputar 90o sehingga
horisontal, lalu dibuka. Deskripsi keadaan porsio serviks (permukaan, warna),
keadaan ostium, ada/tidaknya darah/cairan/ discharge di forniks, dilihat keadaan
dinding dalam vagina, ada/tidak tumor, tanda radang atau kelainan lainnya.
Spekulum ditutup horisontal, diputar vertikal dan dikeluarkan dari vagina.
Palpasi
Palpasi dalam pemeriksaan fisik pada ibu hamil bertujuan untuk :
b. Menentukan besarnya rahim untuk menentukan usia kehamilan
c. Menentukan letaknya anak dalam rahim
d. Mengetahui adanya tumor dalam rongga perut, cysta, myoma, limpa yang
membesar
e. Cara melakukan palpasi menurut Leopold terdiri atas 4 bagian, yaitu:
a) Leopold I
Leopold I digunakan untuk menentukan usia kehamilan. Pemeriksaan Leopold
Idilakukan dengan cara :
- Kaki penderita dibengkokkan pada lutut dan lipat paha
- Pemeriksa berdiri di sebelah kanan penderita dan melihat ke arah muka
penderita
- Rahim dibawa ke tengah
- Tingginya fundus uteri ditentukan
- Tentukan bagian apa dari anak yang terdapat pada fundus
a. Sifat kepala keras, bundar, dan melenting
b. Sifat bokong lunak, kurang bundar, dan kurang melenting
c. Pada letak lintang fundus uteri kosong
- Pemeriksaan tuanya kehamilan dari tingginya fundus uteri
a. Sebelum bulan ke III fundus uteri belum dapat diraba dari luar
b. Akhir bulan III (12 minggu) fundus uteri 1-2 jari atas symphisis
c. Akhir bulan IV (16 minggu) pertengahan antara symphisis dengan pusat
d. Akhir bulan V (20 minggu) fundus uteri 3 jari bawah pusat
e. Akhir bulan VI (24 minggu) setinggi pusat
f. Akhir bulan VII (28 minggu) fundus uteri 3 jari atas pusat
g. Akhir bulan VIII (32 minggu) pertengahan processus xyphoideus – pusat
h. Akhir bulan IX (36 minggu) sampai arcus costarum atau 3 jari di bawah
processus xyphoideus
i. Akhir bulan X (40 minggu) pertengahan processus xyphoideus – pusat
Jadi fundus uteri paling tinggi pada akhir bulan ke IX. Setelah bulan ke IX
fundus uteri pada primigravida turun lagi karena kepala mulai turun ke dalam rongga
panggul. Pada orang multigravida yang berbaring fundus uteri tetap setinggi arcus
costarum dan menonjol ke depan.Untuk mengikuti pertumbuhan anak dengan cara
mengikuti pertumbuhan rahim, maka ukuran rahim ditentukan dalam cm. Yang
diukur adalah tinggi fundus uteri dan perimeter umbilical (lingkar perut setinggi
pusat).

Hubungan antara tinggi fundus uteri dan tuanya kehamilan adalah sebagai berikut :

tinggi fundus uteri (cm) = usia kehamilan dalam bulan


 Rumus McDonal’s3,5
: cm
Tinggi fundus (cm) x 2/7 = usia kehamilan dlm bulan
Tinggi fundus (cm) x 8/7 = usia kehamilan dlm minggu

Tingginya fundus uteri(cm) Usia kehamilan (bulan)


3-4 jari atas simfisis pubis 16 minggu
20/ 2-3 jari bawah umbilikus 5
23/ sejajar umbilikus 6
26/ 3 jari atas umbilikus 7
30/ 3 jari bawah xiphoid 8
33/ 2 jari bawah xiphoid 9
2 jari bawah xiphoid 10

b) Leopold II
Leopold II untuk menentukan letak punggung anak dan bagian-bagian kecil
- Kedua tangan di pindah ke samping
- Tentukan letak punggung anak
- Punggung anak terdapat di bagian yang memberikan rintangan yang terbesar,
bagian-bagian kecil biasanya terletak di bagian yang berlawanan dengan bagian
yang memberikan rintangan terbesar
- Pada letak lintang terdapat kepala atau bokong
c) Leopold III
Leopold III untuk menentukan apa yang terdapat di bagian bawah dan apakah
bagian bawah anak sudah atau belum terpegang oleh rongga atas panggul
- Pergunakan satu tangan
- Tentukan bagian bawah dengan menggunakan ibu jari dan jari lainnya
- Pastikan apakah bagian bawah masih dapat digoyangkan
d) Leopold IV
- Pemeriksa merubah sikap dengan menghadap ke arah kaki ibu
- Menentukan bagian bawah dengan menggunakan kedua tangan
- Pastikan apakah bagian bawah sudah masuk ke dalam PAP, dan ukur berapa
masuknya bagian bawah ke dalam panggul
- Jika kita rapatkan kedua tangan pada permukaan bagian terbawah dari kepala
yang masih teraba dari luar dan :
a. Kedua tangan konvergen, hanya bagian kecil dari kepala turun ke dalam
rongga
b. Jika kedua tangan sejajar, separuh dari kepala masuk ke dalam rongga
panggul
c. Jika kedua tangan divergen, maka bagian terbesar dari kepala masuk ke
dalam rongga panggul dan ukuran terbesar dari kepla sudah melewati PAP
Jika pada kepala yang telah masuk dalam PAP, masukkan tangan ke dalam
rongga panggul, maka satu tangan akan lebih jauh masuk, sedangkan tangan
satunya tertahan oleh tonjolan kepalaTonjolan kepala pada fleksi disebabkan oleh
daerah dahi, sedangkan pada letak defleksi oeh belakang kepala. Jika tonjolan
kepala berlawanan dengan bagian kecil, maka anak dalam letak defleksi.
Palpasi secara Leopold yang lengkap baru dapat dilakukan jika janin sudah cukup
besar, kira-kira dari bulan VI ke atas.

Auskultasi
Tujuan:
1. menentukan hamil atau tidak
2. Anak hidup atau mati
3. Membantu menentukan habitus, kedudukan punggunh anak, presentasi anak tunggal/
kembar yaitu terdengar pada dua tempat dengan perbedaan 10 detik.
2. Dada : Adanya ronkhi atau wheezing perlu dicurigai adanya asma atau TBC
yang dapat memperberat kehamilan.
3. Abdomen : DJJ (+) normal 120-160 x/menit, teratur dan reguler.
Perkusi
Reflek patella :Reflek patella negatif menandakan ibu vit B1 (Marjati dkk, 2010; 12-13)

Pemeriksaan Antenatal Ulangan


Dilakukan setiap kunjungan pemeriksaan antenatal dilakukan setelah kunjungan
pemeriksaan antenatal pertama.Kunjungan ulang lebih diarahkan untuk mendeteksi
komplikasi-komplikasi, mempersiapkan kelahiran, dan mendeteksi kegawatdaruratan,
pemeriksaan fisik yang terarah serta penyuluhan bagi ibu hamil.
Pemeriksaan antenatal ulangan meliputi:
 Riwayat kehamilan sekarang: gerak janin, setiap masalah atau tanda bahaya, keluhan-
keluhan lazim dalam kehamilan, kekhawatiran-kekhawatiran lain
 Pemeriksaan fisik: BB, TD, pengukuran TFU, palpasi abdomen untuk mendeteksi
kehamilan ganda, maneuver Leopold, bunyi jantung janin, menghitung taksiran BB janin
 Pemeriksaan laboratorium:khususnya terhadap protein dalam urin, pemeriksaan
laboratorium lainnya dilakukan apabila ada indikasi

Laboratorium
Jika terdapat kelainan, ditatalaksana dan diperiksa ulang terus sampai mencapai
normal.Jika sejak awal laboratorium rutin dalam batas normal, diulang kembali pada
kehamilan 32-34 minggu.Periksa juga infeksi TORCH (Toxoplasma, Rubella,
Cytomegalovirus, Hepatitis/HIV). Periksa gula darah pada kunjungan pertama, bila normal,
periksa ulang pada kunjungan minggu ke 26-28, untuk deteksi dini diabetes mellitus
gestasional.
K. PATHWAY ANC
TRIMESTER I
TRIMESTER II
TRIMESTER III
L. Asuhan Keperawatan Antenatal
1. Pengkajian
a. Data umum klien dan pasangan
b. Riwayat kehamilan & persalinan yang lalu
c. Riwayat ginekologi
d. Riwayat KB
e. Riwayat kehamilan saat ini
f. Pemeriksaan fisik
g. Persiapan persalinan
h. Obat-obatan yg dipakai saat ini
i. Hasil pemeriksaan penunjang
2. Diagnosa Keperawatan
Menurut Mitayani (2009), diagnose keperawatan ibu hamil berupa:
 Trimester I kemungkinan diagnose yang ditemukan
a. Kecemasan
b. Nyeri
c. Gangguan nutrisi
d. Perubahan pola seksual
 Trimester II kemungkinan diagnosis yang ditemukan
a. Gangguan rasa nyaman: nyeri
b. Gangguan gambaran diri
c. Perubahan proses keluarga
d. Kecemasan
e. Perubahan pola seksual
 Trimester III kemungkinan diagnosis yang ditemukan
a. Nyeri
b. Perubahan pola napas tidak efektif
c. Perubahan pola tidur
d. Intoleransi aktivitas
e. Perubahan pola seksual
3. Intervensi Keperawatan
Menurut Mitayani (2009), intervensi yang dilakukan:
 Trimester I : bergantung pada pengkajian biopsikososial
Tujuan perawatan secara fisiologis pada trimester I adalah sebagai berikut:
a. Kehamilan didiagnosis dan taksiran persalinan dapat ditentukan
b. Ibu mendapatkan informasi tentang adaptasi tubuh akibat perkembangan janin
c. Faktor resiko dapat diindentifikasi
Tujuan perawatan secara psikologis pada trimester I adalah
a. Ibu aktif merawat diri
b. Ibu mempersiapkan rencana persalinan
c. Terbina rasa saling percaya
 Trimester II : bergantung masalah yang ada pada ibu
Tujuan perawatan fisiologis pada trimester II kehamilan diantaranya :
a. Memastikan taksiran persalinan
b. Ibu dan keluarga mendapatkan informasi tentang adaptasinya dan
perkembangan janin selama trimester II
c. Ibu dapat merawat dirinya sendiri
d. Faktor resiko dapat diidentifikasi
e. Ibu waspada dengan bahaya kehamilan
Tujuan perawatan secara psikologis pada trimester II adalah sebagai berikut
a. Informasi kebutuhan persiapan persalinan
b. Kooperatif dan aktif selama trimester II
c. Mempersiapkan rencana persalinan
d. Hubungan saling percaya terbina
 Trimester III
Tujuan perawatan fisiologis pada trimester III kehamilan diantaranya :
a. Ibu dan keluarga mendapatkan informasi tentang adaptasi dan perkembangan
janin
b. Ibu mendapatkan informasi perawatan mandiri secara adekuat
Tujuan perawatan psikologis pada kehamilan trimester III diantaranya
a. Kebutuhan dan kesiapan ibu dengan keluarga teridentifikasi
b. Ibu dan keluarga aktif dalam perawatan trimester III
c. Hubungan saling percaya semakin baik
Intervensi yang dapat diberikan berdasarkan diagnosa keperawatan yang dialami ibu
hamil, diantaranya :
1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penurunan
keinginan untuk makan akibat mual dan muntah.
Kriteria hasil
 Meningkatkan masukan oral
 Menjelaskan factor-faktor penyebab bila diketahui
Intervensi
 Tentukan kebutuhan kalori harian yang realistis dan adekuat
 Timbang BB setiap hari
 Jelaskan pentingnya nutrisi yang adekuat
 Beri dorongan individu makan makanan yang kering
2. Konstipasi berhubungan dengan penurunan peristaltic sekunder akibat kehamilan
Kriteria hasil
 Menggambarkan program defekasi terapeutik
 Melaporkan eliminasi yang baik
Intervensi
 Jelaskan risiko konstipasi pada kehamilan
 Jelaskan factor pemberat untuk terjadinya hemoroid
 Pertimbangkan kebutuhan untuk laksatif
3. Ansietas berhubungan dengan konsep diri sekunder akibat kehamilan.
Kriteria hasil
 Menggambarkan ansietas dan pola kopingnya
 Menghubungkan peningkatan kenyamanan psikologis
 Menggambarkan mekanisme kopinh yang efektif
Intervensi
 Gali ketakutan dan kekhawatiran selama hamil
 Bantu pasangannya mengenali harapan yang tidak realistis
 Terima ansietasnya dan kenormalan dari proses tersebut
 Diskusikan kekhawatiran inin dengan klien dan pasangannya
4. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan keletihan, dispnea sekunder akibat
penekanan pembesaran uterus pada diafragama dan peningkatan volume darah
Kriteria hasil
 Mengidentifikasi factor-faktor yang menurunkan toleransi aktivitas
 Menurunkan penurunan gejala-gejala intoleransi aktivitas
Intervensi
 Jelaskan penyebab keletihan dan dispnea pada pertnegahan kehamilan dan masa
akhir kehamilan
 Perubahan pada pusat gravitasi
 Peningkatan berat badan
 Tekanan pembesaran uterus pada diafragma
 Ajarkan metode penghematan energy
5. Risiko terhadap perubahan membrane mukosa oral berhubungan membrane
mukosa oral berhubungan dengan gusi hiperemik sekunder akibat kadar estrogen
dan progesterone.
Kriteria hasil
 Memperlihatkan integritas rongga mulut
 Bebeas dan rasa tidak nyaman saat makan dan minum
Intervensi
 Diskusikan pentingnya hygiene oral setiap hari dan pemeriksaan gigi secara
periodic
 Ingatkan untuk memberi tahu dokter gigi tentang kehamilan
 Jelaskan bahwa hipertropi dan nyeri tekan guzi adalah normal pada kehamilan.
4. Implementasi Keperawatan
 Trimester I
Informasi tentang perawatan mandiri yang diberikan kepada ibu di trimester I adalah
sebagai berikut
1. Pencegahan infeksi neonates
2. Penyuluhan tentang nutrisi, aktivitas, kebiasaan tidur, hubungan seksual dan
pemakaian obat
3. Jadwal kunjungan, sejak konsepsi sampai dengan 28 minggu kehamilan setiap 4
minggu, 29-36 minggu kehamilan setiap 2-3 minggu, 37 minggu kehamilan
sampai lahir setiap 1 minggu
4. Informasi tanda bahaya kehamilan seperti perdarahan per vaginam dengan
tanpat atau dengan nyeri, pecah ketuban (keluar air dari vagina), sakit kepala
yang berlebihan, gangguan penglihatan, nyeri abdomen, serta demam
5. Kelas prenatal
6. Rencana melahirkan
 Trimester II
1. Pakaian direkomendasikan yang nyaman, longgar, dan praktis
2. Postur dan mekanik tubuh
3. Kebersihan diri: mandi, gosok gigi
4. Aktivitas fisik/latihan yang teratur bisa memperkuat otot, mengurangi nyeri
punggung, dan meningkatkan kesejahteraan ibu
5. Istirahat dan tidur, temukan posisi yang nyaman untuk istirahat dan tidur
6. Imunisasi, ibu harus mendapatkan imunisasi Tetanus Toksoid (TT) dua kali
selama kehamilan
 Trimester III
1. Dukungan emosional dan sosial
2. Mengajarkan perawatan diri
3. Persiapan menyusui
4. Kaji ulang tanda bahaya kehamilan
5. Kenali kelahiran premature
6. Persiapan sebelum melahirkan(Mitayani, 2009).
5. Evaluasi Keperawatan
Kelanjutan dan evaluasi terhadap efektivitas intervensi keperawatan. Evaluasi
keperawatan merupakan kegiatan akhir proses keperawatan, di mana perawat menilai
hasil yang diharapkan terhadap perubaha diri ibu dan menilai sejauh mana masalah ibu
dapat diatasi. Di samping itu, perawat juga mengesampingkan umpan balik atau
pengkajian ulang jika tujuan yang ditetapkan belum tercapai sehingga proses
keperawatan dapat dimodifikasi (Mitayani, 2009).
Daftar Pustaka

Anggraeni, Yetti, 2010. Asuhan Kebidanan Masa Nifas.Yogyakarta:Pustaka Rihanna.


Bobak. 2005. Buku Ajar Keperawatan Maternitas Edisi 4. Jakarta: EGC.
George Andriaanz. 2008. Asuhan Antenatal. http://www.pkmi-
online.com/download/ASUHAN%20-ANTENATAL.pdf. Diakses tanggal 17 November
2010.Pukul 18.14 WIB.
Joseph, H. K dan Nugroho. 2010. Catatan Kuliah Ginekologi dan Obstetri
(Obsgyn).Yogayakarta: Nuha Medika

Krisnadi, Sofie. 2005. Obstetri Patologi ilmu kesehatan Reproduksi Edisi 2 FK Universitas
Padjadjaran. Jakarta: EGC.

Manuaba, Ida Bagus Gde. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan & KB untuk
Pendidikan Bidan. http://books.google.co.id. Diakses tanggal 18 Juni 2012.Pukul 18.31
WIB.
Manuaba, Ida Bagus Gede. 2007. Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta: EGC

Manuaba IBG. 2008. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan Dan Kelurga Berencana Untuk
Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC.

Mochtar, Rustam. 2008. Sinopsis Obstetri Jilid 1 Obstetri fisiologi, Obstetri Patologi. Jakarta:
EGC.

Prawirohardjo, Sarwono. 2006. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal


danNeonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka sarwono Prawirohardjo.

Saifuddin AB, rachimhadhi T, Wiknjosastro GH. 2009. Ilmu Kebidanan Sarwono


Prawirohardjo. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiro Hardjo.

Sastrawinata, Sulaiman, et. al. 2004. Ilmu Kesehatan Reproduksi : Obstetri Patologi Edisi 2.
Jakarta : EGC.

Smeltzer, Suzanne C. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah dari Brunner & Suddarth,
Edisi 8.EGC : Jakarta.

Tessy Agus, Ardaya, Suwanto. 2001. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam: Infeksi Saluran Kemih.
Edisi: 3. Jakarta: FKUI

Wilkinson, Judith M. 2006. Buku Saku Diagnosis Keperawatan dengan Intervensi NIC dan
Kriteria Hasil NOC.Diterjemahkan oleh: Widyawati, dkk. Jakarta. EGC.