Anda di halaman 1dari 9

9 Kajian Manajerial Oleh Kepala Sekolah

MATRIK HASIL KAJIAN


KEPALA SEKOLAH
KOTA TARAKAN
BAHAN KAJIAN : RKJM DAN RKS
TEMPAT : SD NEGERI 023 KOTA TARAKAN

ASPEK ALTERNATIF
NO KONDISI IDEAL KONDISI SAAT INI KESENJANGAN
/KOMPONEN SOLUSI
1 Penyusunan EDS 1. Adanya analisis kondisi Dalam penyusunan EDS Tidak ada kesenjangan Tidak ada
(apa, siapa,dan lingkungan dilakukan oleh kepala sekolah
bagaimana) 2. Adanya analisis perkembangan bersama tim kecil berdasarkan:
ekonomi 1. analisis kondisi lingkungan
3. Adanya analisis perkembangan 2. analisis perkembangan ekonomi,
sosial dan
3. analisis perkembangan sosial

2 Pemanfaatan EDS 1.Sebagai pedoman kerja bagi 1.Sebagai pedoman kerja bagi Pemanfaatan EDS tidak Tidak ada
sekolah untuk mencapai target- sekolah untuk mencapai target- terjadi kesenjangan
target peningkatan kualitas target peningkatan kualitas
pendidikan yang akan dicapai pendidikan yang akan dicapai
dalam jangka menengah maupun dalam jangka menengah maupun
jangka pendek. jangka pendek.

2.Dapat digunakan sebagai


panduan bagi sekolah dalam 2.Dapat digunakan sebagai panduan
memanfaatkan subsidi baik bagi sekolah dalam memanfaatkan
ASPEK ALTERNATIF
NO KONDISI IDEAL KONDISI SAAT INI KESENJANGAN
/KOMPONEN SOLUSI
subsidi pemerintah maupun dari subsidi baik subsidi pemerintah
non pemerintah. maupun dari non pemerintah.

3.Sebagai sumber inspirasi bagi 3.Sebagai sumber inspirasi bagi


seluruh warga sekolah dalam seluruh warga sekolah dalam
meningkatkan kualitas meningkatkan kualitas pendidikan
pendidikan dan pembelajaran. dan pembelajaran.

4.Sebagai tolok ukur bagi 4.Sebagai tolok ukur bagi


keberhasilan implementasi keberhasilan implementasi
berbagai peningkatan mutu berbagai peningkatan mutu
pendidikan disekolah. pendidikan disekolah.

3 Mekanisme 1.RKJM/RKS disusun oleh tim 1.RKJM/RKS disusun oleh tim


penyusunan EDS penyusun. penyusun. Tidak ada Tidak ada
2.RKJM/ RKS disetujui dalam 2.RKJM/RKS disetujui dalam rapat
rapat dewan guru setelah dewan guru setelah
memperhatikan pertimbangan memperhatikan pertimbangan dari
dari komite sekolah/ madrasah komite sekolah/ madrasah dan
dan disyahkan oleh dinas disyahkan oleh dinas pendidikan
pendidikan kabupaten / kota. kabupaten / kota.
3.Disosialisakikan kepada warga
sekolah, masyarakat dan 3.Disosialisakikan kepada warga
pemangku kepentingan. sekolah, masyarakat dan
pemangku kepentingan.
4.Penyusunan RKJM/RKS
berdasarkan rekomendasi EDS 4.Penyusunan RKJM/RKS
berdasarkan rekomendasi EDS
ASPEK ALTERNATIF
NO KONDISI IDEAL KONDISI SAAT INI KESENJANGAN
/KOMPONEN SOLUSI
5.RKS memuat kegiatan-kegiatan :
a.Kesiswaan
b.Kurikulum dan kegiatan 5.RKS sudah memuat kegiatan: Tidak ada
pembelajaran
c.PTK dan pengembangannya a.Kesiswaan
d.Sarana dan Prasarana b.Kurikulum dan pembelajaran
e.Keuangan dan Pembiayaan c.PTK serta pengembangannya
f.Budaya dan lingkungan sekolah d.Sarana dan prasarana
e.Keuangan dan pembiayaan
f.Budaya dan lingkungan sekolah
g.Peran serta masyarakat dan
kemitraan
h.Rencana kerja lain yang mengarah
kepada peningkatan
pengembangan mutu.

4 Kelengkapan 1.Petunjuk teknis penggunaan dana1.Petunjuk teknis penggunaan dana Tidak Ada
Dokumen EDS ( Bos Bos
RKJM dan RKT / 2.Pentunjuk teknis penggunaan 2.Pentunjuk teknis penggunaan dana
RKAS ) dana BOP BOP
3.Buku RKJM/RKS/RKAS 3. Adanyan Buku
RKJM/RKS/RKAS

5 Implementasi Didalam RKJM/RKS terdapat 8 Didalam RKJM/RKS terdapat 8 Tidak ada


RKJM/RKS Standar Nasional Pendidikan Standar Nasional Pendidikan
antara lain: antara lain:
1.Standar Isi 1.Standar Isi
2.Standar Proses 2.Standar Proses
3.Standar kompetensi lulusan 3.Standar kompetensi lulusan
4.Standar Penilaian 4.Standar Penilaian
ASPEK ALTERNATIF
NO KONDISI IDEAL KONDISI SAAT INI KESENJANGAN
/KOMPONEN SOLUSI
5.Standar Pengelolaan 5.Standar Pengelolaan
6.Standar tenaga pendidik dan 6.Standar tenaga pendidik dan tenga
tenga kependidikan. kependidikan.
7.Standar sarana dan prasarana. 7.Standar sarana dan prasarana.
8.Standar pembiayaan. 8.Standar pembiayaan.
6 Evaluasi dan Evaluasi dilakukan oleh Dinas Pelaporan dilaksanakan
Pelaporan pendidikan melaui tim monev setiap triwulan
Provinsi Samarinda untuk dana
BOS, tim monev dari inspektorat
kota Tarakan untuk dana BOP
Pelaporan dilakukan oleh kepala
sekolah

Tarakan, 9 Februari 2014

Mengetahui Kepala Sekolah

Pengawas Pembina

Sulaiman, S.Pd.,M.Pd Syn Susilawati,S.Pd,M.Pd


NIP.
19641210198703101 NIP.195809111983022001
Rekomendasi :

1. Mengkaji RKJM/RKAS di SDN 023 Kota Tarakan


TAHAPAN KEGIATAN RINCIAN KEGIATAN
1. Penyusunan RKS 1. Pembentukan tim penyusunan RKS
2. Penyusunan RKS berdasarkan EDS
3. Penyusunan RKJM berdasarkan RKS
4. Penyusunan RKAS berdasarkan RKS
2. Penyusunan RKJM/RKT 5.Memetakan kondisi dan harapan sekolah
6. Mencari kesenjangan dan alternatif pemecahan
7. Mencari skala perioritas program sekolah
3. Sosialisasi RKS,RKJM dan RKAS 8. Membuat jadwal kegiatan sekolah
9. Sosialisasi pada warga sekolah
10.Sosialisasi pada masyarakat( komite sekolah,
Orang tua siswa
HASIL KEGIATAN

- Penyusunan RKS berdasarkan EDS dan RKS berisikan RKJM yang kemudian dituangkan dalam penyusunan RKAS
- Penggunaan dana berdasarkan RKAS sudah sesuai rencana rencana anggaran
- Laporan dilaksanakan per triwulan ke dinas pendidikan dan sekolah
- Laporan triwulan 4 dalam tahap penyelesaian

PEMBAHASAN
HASIL KAJIAN RKJM DAN RKS
Berdasarkan hasil pengisian instrument kajian RKJM/RKS, kordinasi dengan pengawas pembina sekolah, dan wawancara rekan
sesama kepala sekolah dan matrik kajian RKJM/RKS, berikut kami sajikan deskripsi hasil kajian RKJM/RKS di sekolah sendiri.
1. SD Negeri 023 Kota Tarakan
Seorang kepala sekolah sekaligus sebagai manajer, kepala sekolah diharapkan mau dan mampu memperdayagunakan sumber
daya sekolah dalam rangka mewujudkan visi , misi , dan tujuan yang ditetapkan, Kepala sekolah tentu tidak mungkin sanggup menyusun
rencana program kegiatan sekolah yang baik hanya seorang diri. Untuk itu dalam penyusunan rencana kerja sekolah, kepala sekolah
melibatkan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah, baik secara langsung ataupun tidak langsung sebagai tim penyusun
rencana kerja sekolah.
Kepala SD Negeri 0 Kota Tarakan, sudah membentuk sebuah tim yang beranggotakan beberapa guru yang tergabung dalam
tim pengembang sekolah. Didalam penyusunan RKJM/RKS Tim bekerja membuat suatu program sekolah dimana hasil dari kerja tim
tadi diajukan dalam rapat dewan guru atau musyawarah dengan komponen sekolah, dengan demikian, RKJM/RKS sekolah tersusun
dengan baik karena dikerjakan dalam satu tim yang terorganisir.
Dalam penyusunan RKJM/RKS yang baik tentunya harus diakui dan disetujui oleh seluruh komponen sekolah termasuk pihak
komite sekolah. RKJM/RKS bukan hanya buah pikiran tim penyusun RKJM/RK tetapi tetap harus meminta masukan dan pertimbangan
dari seluruh komponen sekolah. Setelah RKJM/RKS telah disusun oleh tim penyusun RKJM/RKS maka diajukan dalam rapat dewan
guru untuk dirapatkan dalam rapat penyusunan anggaran sekolah, setelah disetujui dengan memperhatikan pertimbangan komite sekolah
dan seterusnya disyahkan oleh pihak dinas pendidikan kota Tarakan dalam bentuk RKAS.
RKJM/RKS yang telah disusun oleh beberapa tenaga guru dan pegawai yang ditunjuk dalam tim pengembang sekolah, dalam
rapat dewan guru ditunjukkan program-program yang sudah disusun oleh tim penyusun untuk diketahui semua komponen disekolah
dan untuk dilaksanakan, untuk itu mengusulkan kepada kepala sekolah agar dalam menyusun RKJM/RK yang disusun nantinya
diajukan dalam rapat dewan guru atau dewan pendidik untuk menyempurnakan hasil kerja tim penyusun RKJM/RKS, biasanya ini
dilakukan beberapa kali karena adanya revisi anggaran yang belum sesuai dengan kebutuhan yang telah direncanakan.
Menindaklanjuti amanat peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan pasal
51 yang menyatakan bahwa satuan pendidikan harus membuat kebijakan tentang perencanaan program dan pelaksanaannya secara
transparan dan akuntabel, maka RKJM/RKS yang telah disetujui dan disyahkan pemberlakuannya oleh dinas pendidikan kota idealnya
juga diketahui oleh masyarakat atau orang tua siswa serta pemangku kepentingan lainnya. Dengan demikian, sosialisasi RKJM/RKS
perlu dilakukan oleh pihak sekolah, adalah sebagai bentuk sosialisasi RKJM/RKS dapat dilaksanakan pada rapat komite sekolah,
dipajang disekolah pada satu tempat yang dapat dengan mudah dilihat oleh semua warga sekolah.
Selama ini RKJM/RKS SD Negeri 023 Kota Tarakan sudah disosialisasikan kepada seluruh komponen sekolah atau masyarakat
dan orang tua siswa. Kepala sekolah mempunyai pertimbangan tersendiri sehingga RKJM/RKS sudah disosialisasikan kepada pihak-
pihak yang berwenang, karena RKJM/RKS sudah disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah dan warga masyarakat maka
pelaksanaan program sekolah yang sudah tertuang dalam RKJM/RKS mudah dipantau.
RKJM/RKS di SD Negeri 023 Kota Tarakan sudah dikembangkan berdasarkan rekomendasi dari EDS, dengan
mengelompokkan kegiatan-kegiatan sekolah kedalam delapan standar : 1). Standar Isi, 2).Standar Proses, 3).Standar Kompetensi
Lulusan, 4).Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, 5).Standar Sarana dan Prasarana, 6).Standar pengelolaan, 7).Standar Penilaian
pendidikan, 8).Standar Pembiayaan.
Bedasarkan ketentuan permendiknas nomor 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan pendidikan yang mengamanatkan
penyusunan RKJM/RKS harus memuat kejelasan mengenai: 1).Kesiswaan, 2).Kurikulum dan kegiatan pembelajaran,
3).PTK serta pengembangannya, 4).Sarana dan Prasarana, 5).Keuangan dan pembiayaan, 6).Budaya dan lingkungan sekolah, 7).Peran
serta masyarakat dan kemitraan,dan 8). Rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu, maka masih
terlihat adanya relevansi dengan model RKJM/RKS yang dikembangkan DBE-1. Hal yang sama juga terlihat adanya
kesesuaian dengan RKJM/RKS yang disusun berdasarkan hasil rekomendasi EDS.
Mengingat model RKJM/RKS yang disusun berdasarkan rekomendasi dari EDS adalah buah pemikiran yang paling baru, maka
kepala SD Negeri 017 Tarakan telah melakukan pengisian instrument EDS bersama-sama dengan segenap komponen di sekolah yang
kemudian ditindaklanjuti dengan menyusun RKJM/RKS. EDS dulunya hanya disarankan bagi sekolah yang mendapat tugas atau
ditunjuk sekolah yang berwawasan lingkungan namun karena EDS merupakan kebutuhan untuk melihat kondisi sebenarnya yang ada
di sekolah maka bersama-sama dengan tim pengembang kurikulum mencoba mengisi instrument EDS, setelah ada lagi model terbaru
dengan hasil akhir seperti jaring laba-laba sekaligus untuk memenuhi keinginan para peserta diklat calon kepala sekolah sebanyak 4
orang yang magang di sekolah lain, dan sekaligus magang di sekolah sendiri meminta data ini akhirnya sekolah juga dapat memenuhi
keinginan ini. Kemudian sebagai masukan kepada pihak sekolah untuk menyusun RKJM/RKS berdasarkan rekomendasi EDS. Kini
kepala SD Negeri 023 Kota Tarakan mempersiapkan pembentukan tim penyusun rencana kerja sekolah untuk empat tahun berikutnya.
Rencana Program kegiatan sekolah yang telah ditetapkan sekolah tentunya tak selamanya dapat terlaksana, jika dengan terpaksa
ada pelaksanaan kegiatan sekolah yang tidak sesuai dengan RKJM/RKS, maka hal tersebut tidak perlu dipermasalahkan. Hal ini dapat
dilakukan dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan melalui rapat dewan guru dan komite sekolah. Demikian halnya dengan SD
Negeri 023 Kota Tarakan, kadang-kadang ada kegiatan sekolah yang tidak sesuai dengan RKAS yang telah ditetapkan sebelumnya.
Pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dengan RKS/RKAS tersebut perlu dibicarakan kepada segenap wargan disekolah.
Adanya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan tidak berdasarkan RKJM/RKS disebabkan karena kegiatan tersebut
adalah kegiatan yang tiba-tiba atau atau karena penyusunan program sekolah belum melakukan analisis kebutuhan dalam skala prioritas.
Dengan pemilihan program-program sekolah berdasarkan skala prioritas maka akan meminimalisir terjadinya pelaksanaan kegiatan-
kegiatan sekolah yang tidak sesuai dengan rencana kerja sekolah.
Dengan demikian kepala sekolah dan para wakil urusan di sekolah memberikan saran-saran agar jika terjadi kemungkinan
adanya kegiatan sekolah yang tidak sesuai dengan rencana kerja sekolah, maka semuanya dibicarakan terlebih dahulu dengan warga
sekolah dalam rapat dewan guru dan jika memungkinkan dapat pula dihadiri oleh pihak komite sekolah, agar pemilihan program-
program sekolah didasarkan pada analisis kebutuhan skala prioritas.

Selesai