Anda di halaman 1dari 22
TERMINOLOGI YANG BERHUBUNGAN KEFARMASIAN Dalam mempelajari iimu farmasi banyak aspek yang harus diketahui, beberapa aspek erat hubungannya dengan cabang ilmu farmasi, dalam bagian ini Anda terutama akan mempelajari istilah kefamasian yang berhubungen erat dengan istilah yang banyak dipakai pada bidang farmakologi yang bergune dalam pemberian informasi di bidang pelayanan kefarmasian, Istilah kefarmasian cukup banyak dan beragam, hal ini dikarenakan ilmu farmasi yang berkembang, di bawah ini tabel istilah yang banyak dipakai dalam bideng kefarmasian terutama bidang farmasi komunitas yang berhubungan langsung dengan pasien. Istilah lainnya yang tidak tercantum di bawah dapat Anda pelajari pada buku yang memuat peristilahan medis. Tabel 2.7. Istilah yang Berhubungan dengan Kefarmasian 7 Analgetia 7. Menguranairasa nye 2. Anteiminike 2. Membasmi cacing dari dalam tubuh manusia 3. Anoreksia 3. Tidak ada atau berkurang nafsu makan, 4. Ansietas 4. Rasa cemas yang berlebihan tidak sesuai dengan reaitas. 5. Atits 5. Radang sendi terutama pada theumatic 6 Anuria 6 Tidak tradi ekskres:urin 1. Ataksia 7. Gangguan koordinasi gerakan 8. Asites 8 Penimbanan cairan dalam rongga perut 9. Asidosis 9 Penurunan pH darah dbawah 7.37 40. antfungi 410. Membasmijamur ‘1. Anthipertensi ‘1. Menurunkan tekanan darch 12. Antpiretika 42. Menurunkan suhu baden 13 Antemetka 413. Menoegah atau menghiangkan mual atau muntah 14, Antiare 14. Menghentikan BAB yang bersifat diare 15. Antineuralgia 15. Menghilangka rasa Sakit myer 16. Antreumatka 16. Menghilangkan sakt pada encok J rematik 47. Antspasmodika 17. Pereda | pelawan keadzan keang 18. Antseptka 18. Membasmikuman di luartubuh 419, Antidotum 19. Penawar racun 20. anttusit 20. Pereda batuk tidak berdahak 21. Antidiabetic 21. Untuk mengobati kencing manis 22. Anthemoroida 22. Untuk mengobati wasit 23. antirtansia 23. Mencegah perengsangen pada kult dan selaputlendir 24. Aprodisiaka 24. cbat pengual syehwat 25. Astingensia 25, Menciutkan selaput lender atau por / pengelat 26, Kardiak 26, Jantung 21. kardiotonika 27. Untuk penguat kena jantung 28. Kholagoga 28. Membantu fungs' dan empedu 29. Dismenomrhoe 29. Rasa sakt pada saat menstruasi 30. Diaforetha 30. Memperbanyak keluaraya Keringat 31. Digestva 31. Merangsang pencerraan makanan 32. Duretica 32. Melancarkan keluamya ar seni 33. Dictator 33. Melebarkan pemuiuh darah 34. Ensefailis 34. Radang olak 35. Ekspektoransi 35. Mengurangibatuk berdahak 36, Emenagoga 36. Memperbanyak keluarnya haid / peluruh Waid 37. Emetika 37. Menyebablan muntah 38. Emolensia, 38. Menghalustan, melembutkan, dan melemaskan jeringan kul. 39. Flatulensi 39. Terbentuknya banyak gas dalam usus 40. Gonorthoe 40. Kencing nanah 41, Hemostatika 41, Menghentikan perdarahan 42. Hipotrodism 42. Kekurangan akttas kelenjer gondok 43. Inseltisida 43. Membasmiserangga 44. eus 44, Penyumbatan usus 45. Keraits 45. Radang komea mata 48. Korstipasi 46. Sembeli/ Susah BAB AT Kerminativa 447. Mengeluarkan angin dari dalam tuouh menusia 48. Laktasi 48, produksi susu pada kelenjar payudara wena sete'sh melahirkan Terminologi dan Singkatan dalam Bidang Kedokteran ‘Terminologi kedokteran adalah bahasa yang mempelajari kosakata atau istilah yang digunakan dalam istilah kedokteran yang berhubungan dengan tubuh menusia meliputi komponen, proses, dan kondisi di dalamnya. Tabel di bawah ini memuat contoh root yang berkaitan dengan sistem organ skeletal, muskular, integumen, kardiovaskuler, sistem pencernaan dan sistem pernapasan. Tabel 3.1. Root yang Berkaitan dengan Sistem Organ Root Arti Contoh ‘Skeletal (Chondfo Tuangrawan ‘Chondroitis Myello ‘Sumsum tulang Myeloma Ostelo Tuang ‘Osieopoross ‘Spodyilo ‘Spinal ‘Spondylitis Vertebralo Tulang belakang Vettebal Fibro ‘Sel otot Fibroadenoma Ortho Lurus ‘Orthopedi Muskuler Artho Send Arthritis Fascio Janrgan fibrous Fascotomy Mylo. tot Myalgia Tendio Tendon Tendinosis Rhabdomylo | Ototskeletal Rhabdomyosarkoma Integumen (Cutanefo Kult Perculaneus Sudorlo Keringat ‘Sudororiferous glands Nelanio Hitam Melanocyte Onychlo Kueu ‘Onychomycosis PUO Rambut Pilotaksis Kardiovaskuler Angilo Pembuiuh darah ‘Angiodermal Arterilo Arti Arteriosklerosis Atherio Temak ‘Atherosklerosis Ventriculle Ventrikel Ventrikular ‘Sphyem/o Denyut ‘Sphygmomanometer Thromblo Pembeku Thrombositopenia Vaslo Pembuiuh darah Vasodilatasi (Coaguilo Pembekuan Koagulas! Tmmunlo Perlindungan Immunostimulansia Phaal Mekan, memakan Phaaositosis Root Arti Contoh ‘Oxlo ‘Oksigen Anoxa Pylo Nanah Pyothorax 6.__ Sistem pencernaan ‘Abdomin/o ‘Abdomen ‘Nodominal Anio Anus Anal ‘Appendiclo Usus burt Apendisiis Chole Empedu Choesterol Cheilo Bibir Cheiloplasty ‘Oro Mulut ‘Orogastrik Dentio Gigh Dentist Ginggivia Gusi Ginggivitis Pancre’o Pankreas Pankceatiis Rectlo Rektum Intrarektal Enter/o_ Usus halus Enteral Taparlo Dinding lambung Taparaskopi Lingufo Lidah Lingual Litho Batu Lithornpsy Siallo Saliva Sialorrhea Uria —Urinfo | Orin ‘Anuria Nephrlo Ginjal Nephriis Urethr/o Uretra Urethrolithiasis Ureter/o Ureter Uretocele Hemlo Darah Hemolsis &_ Sistem pernapasan Bronchio Bronkhus Bronchitis Layngio Lating Laryngiis Nesio Hidung ‘Nasopharing | Thoracio Dada “Thoracoumbar Pulmon/o Paru para Pulmonary Mucio Mukus Mucolitk Terminologi yang berhubungan dengan kedokteran dan keschatan memuat contoh meliputi terminologi penyakit dan terminologi anatomi. Untuk lebih lengkap, Anda bisa mempelajari terminologi ini peda kamus atau buku-buku kedokteran. Tabel 3.2. Terminologi yang Berhubungan dengan Kedokteran Terminologi Atti Dispepsia Keadaen yang tidak enak pada perut setelah makan Disphagia Keadaen sult menelan Endometriosis Pertumbuhan endometrium: Hydrocele | ‘Akumulasi cairan pada scrotum Infekst Masuknya mikroba patogen ke dalam tubuh manusia Konstpasi Kesulitan buang air besar Menorraghia | Perdarahan beriebin saai mensis Multigravida ‘Sudah hamil 2 kali atau lebih Multipara ‘Sudah melahirkan 2 kali atau lebih Neoplasia Pertumbuhan jarincan yang abnormal dan idak terkontrol ligomenorthea | Mensturasijarang Polips ‘Tumor jnak yang berasal dari mukosa ‘Spermatogenesis | Pembentukan sperma Posisi anatomi ‘Anterior ‘Sebelah muka (bagian ke areh depan dari.) Posterior Sebelah belakang (bagian ke arah belakang dari.) ‘Anteroposterior | Dari depan ke belakang Poleroanterior __| Dari belakang ke depan Cranial (kranial) _| Ke arah kepala ‘Caudal (kaudal) | Ke arah ekor Ventral Lebih ke arah perut Terminologi Arti Dorsal Lebih ke arah punggung Median Bidang yang membagi tubuh merjadi 2 bagian kr Kanan yang _simetris Paramedan Bidang yang berada disamping dan sejajar dengan bid. medianus. Sagittal ‘Setiap bidang yang sejajar dengan bidang medanus Frontal Biang yang tegak lurus pada bidang sagitalis, sejajar dengan permukaan perut Transversal BBidang yang melintang tegak lurus pada arah memanjang tuouh Tongitudinalis | Ke arah ukuran panjang Proxmalis Lebih dekat ke pangkal Distais Lebih dekat ke ujung Plantaris ‘Searah telapak kaki Uinaris Ke arah ulna Radialis Ke arah radius Linea Garis Foramen Lubang Ductus Pembuluh Canalis Saluran Cavum, Rongga Flexio (Gerakan membengkokkan dan membentuk sudut Keci Extensio Gerakan meluruskan dan membentuk sudut letih besar Rotasio Gerakan memuiar Inversion Gerakan keki memular ke dalam ‘Supine Mengriadap ke atas Prone ‘Menghadap ke bawah ‘Superior ‘Mengarah ke bagian afas tubuh Inferior ‘Mengarah ke bagian bawah tubuh Singkatan medis di bawah ini merupakan contoh atau sebagian kecil saja dari banyaknya singkatan medis, sehingga ciharapkan Anda dapat mempelajari singkatan lainnya di buku atau kamus kedokteran. Tabel 3.3. Singkatan Medis ‘AIDS Acquired Immune Deficiency Syndrome CT Scan Computerzed Axial Tomography Scanning COPD Chronic Cbstructive Pulmonary Disease ECG Electro Cardiogram_ EEG Electro Encheshalogram ENG Electro Myogram GGA Gagal Girl Akut GGK Gagal Girjal Kronis TTP, Téiophatic Trombocytopenia Purpura uD Intra Uterne Device ISPA Infeksi Saran Pemapasan Akut 1M Intra Mustular Ww Intra Vena ISK Infeksi Saluran kemih_ Les) Liquor Cerebro Spinalis LE Lupus Erihromathosus LLA Limpositik Leukemia Akut MOF ‘Multi Organ Failure MRSA’ Methicillin Resistant Staph. Aureus IDDM. Insulin Dependen Diabetes Melitus NIDDM Non Insulin Dependen Diabetes Melitus Jodohkan tabel sebelah kanan dengan tabel sebelah kiri Ca PENgreene Chondr/o Melan/o Gagal ginjal kronis Pembuluh Myel/o Pembuluh darah Disphagia Melena 10. Disritmia Fr ra nrmM oO mp GGk Feses berdarah Sulit menelan Tulang rawan Angi/o Denyut tidak beraturan Duktus Karsinoma Hi m Sumsum tulang label 1.1. Pengamatan Ubat Antibakteri Nama zat aktit BSO” dan Kekuatan Nama produk (merk) Produsen Golongan Feni ‘Anpisiin Y25mg/EmL sirup ering, 260ma/kapsul Metaciin Meaapen Bamsipen Ini aya Nega Esa Fama Dana Varia “Amoksisin, Flukoksasin ‘Rloksasiln Fonoksimetiponsiin Sultamsiin “Ampisiin + Saibakiam ‘Amoksisiin + Asam Klavularat ‘Benzipenisiin + Prokain Golongan Sefalosforin ‘Sefadroksil ‘Sefaiir, ‘Sefaleksin ‘Sefamando) Sefazolin ‘Sefeim ‘Sefokstin ‘Sefoperazon ‘Sefotaksim, Sefotstam, Sefikeira 100 mgkap Nucep Guardian Nama zat aktif SO" dan Kekuatan Nama produk (merk) Produsen 100mg/5m! Nucep DS Phamatama ‘Sefpirom ‘Seftazidim, ‘Seftriakson ‘Sefuroksim Sefpitom ‘Golongan Aminoglikesida ‘Amikasin ‘Kanamisin ‘gram’ vial Kanoxin ‘Aipharma Gentamisin ‘Netiimisin ‘Spokinomisin Tobramisin ‘Golongan Tetrasikin Tetrasiklin Oksitetrasiklin Deksisiklin, ‘Golongan Makrolica ‘Azitromisin Omg 500mg 200ma'5 ml Zithrax Dankos | Eritromisin, ‘laritomisin, Polimiksin B Rokstromisin. ‘Spiramisin ‘Gelongan Kleramfenikel Kloramfenikol Tiamfenikol 250mg 500mg Thiamika ka Pharmindo Golongan Kuinolon ‘Siprofloksasin (Ofloksasin Levofioksasin ‘Moksifioksasin Pefioksasin ‘Golongan Lain lain ‘Klindamisin, Linkomisin Paramomisin ‘Metronidazol, Tinidezol ‘Meropenem, Trimetropim- sulfametoksazol, “BSD: Bentuk sediaan obat Tabel 1.2 Pengamatan Obat Antituberkulosis Nama zat aktif, BSO? dan Kekuatan | Nama produk (merk) Produsen Rifempisin Isoniazid ToOmgiKapl INH MersiTrifa| ISONIAZID Indofarma Prrazinamid Etambutol ‘Steptomisin Fix dosvs fase 1 (Dws) Fi dose fase 2 (Dws) Fix dose fase 1 (Anak) Fix dose fase 2 (Anak) "BSO: Bentuk sediaan obat Tabel 1.3. Pengamatan Obat Antelmintik Nama zat aktif | BSO?danKekuatan | Nama produk(merk) | Produsen Antelmintik Intestinal ‘Albendazol, Klorokuin Tevanisol, Mebendazol Piperazin igSmi Upixon Bayer Pirantel pamoat Antifilaria Dietiikarbamazin "BSO: Bentuk sediaan obat Tabel 1.4, Pengamatan Obat Antifungi Nama zat aktif BSO? dan Kekuatan | Nama produk(merk) | Produsen Flukonazol Griseofulvin 725mg dan 500 mgtab | Grivin Phapros Fun Astra Zenica Tnidazol, Itrakonazol Kalum iodide Kandisidin Ketokonazol Nystatin Tolnaftat 7BSO: Bentuk sedizan obat Tabel 1.5, Pengamatan Obat Antimalaria Nama zat aktif BSO%danKekuatan | Nama produk(merk) | Produsen “Atenisinin ‘Kinin ‘Aremeier “Klorokuin, Meilokuin Pirimetain Primakuin; Pitimetamin [P) dan Sultadoksin (S) | P 25mq dan $ e00maRabiet_| Fansidar Roche TRS: Aentuk sediaan abat Tabel 1.6. Pengamatan Obat Anti Nama zat akif | BSO? dan Kekuatan Nama produk (merk) Produsen ‘Amantedin ‘Asiklovir ‘200mg/tabl 400mg/tabl ‘5% bib krim Danovir Kalbe Farma ‘Alazanavir Didanosin | Famsikiovir Lamivudin Nevirapin. Oseltamivir. Rimantadin, Ritonavir ‘Sidovopir Stavudin. Valasikiovir Zanamivir TSO: Bentuk sediaan obat Tabel 1.7. Pengamatan Obat Antineoplastik Nama zat a BSO% dan Kekuaten Nama produk (merk) Produsen 5-Fluorourasi ‘Anastrazol Bleomisin Daunorubisin Doksorubisin Epirubisin Etoposid (Gemsitabin Karboplastin Metroteksat Pakitaksel 30ma/émL 15mg25mL_ Anzatax Pasfic Pemetreksed Nama zat aktif | BSO"dan Kekuatan | Nama produk (merk) | Produsen ‘Siklofosfamid ‘Sisplatin Sitarabin Vinblastin Vinkristin 7BSO: Bentuk sediaan obat ‘Antimikroba adalah obat yang dapat memberantas dan menyembuhkan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, amoeba, fungi, protozoa, cacing dan sebagainya ‘tanpa merusak jaringan tubuh manusia, Indonesia merupakan negara tropis dimana infeksi masih merupakan penyakit utama dan penyebab kematian No.1. Antimikroba harus sifat toksisitas selektif yaitu menghambat atau membunuh mikroorganisme mempunys dengan tidak membahayakan manusia. Antibakteri yang dapat membunuh bakteri disebut bakterisida dan jika hanya menghambat pertumbuhan disebut bakteriostatik, sementara untuk membunuh bakteri pada bakteriostatik dilakukan oleh antibodi tubuh. Antibakteri yang bersifat bakteriostatik dapat berubah menjadi bakterisida jika dosis ditingkatkan. Berdasarkan struktur dan 1, sefalosforin, aminoglikosida, tetrasiklin, makrolida, kloramfenikol, kuinolon dan gol. Lain-lain. Dalam Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis Kemenkes (2009) dinyatakan bahwa pengobatan T8 dilakukan selama minimal enam bulan, Obat Anti Tuberkulosis (GAT) yang diberikan adalah rifampisin, isoniazid, pirazinamid, etambutol dan streptomisin, negara berkembang, penggunaannya, antibakteri dapat digolongakan menjadi Golongan peni Infeksi karena cacing menjadi penyebab kekurangan giz termasuk Indonesia. Obat cacing meliputi antelmintik intestinal, anthelmintik jaringan, dan antifilaria, Antijamur untuk infeksi sistemik adalah amfoterisin 8, flusitosin, grup azol {ketokonazol, flukonazol, itrakonazol), dan kalium iodida. Antijamur untuk infeksi topikal adalah griseofulvin, imidazol, tolnaftat, nistatin, kan haloprogin, dan natamisin. Obat antimalaria untuk kondisi akut dan profilaksis digunakan klorokuin, hidroklorokuin, meflokuin dan primakuin; untuk profilaksis saja dapat digunakan doksisiklin dan pirimetamin; untuk akut digunakan kinin; dan untuk akut ~ resisten klorokuin yaitu sulfadoksin Terapi antivirus (HIV): lamivudin, ritonavir, atazanavir, didanosin, nevirapin, stavudin, Terapi Influenza: amantadin, rimantadin, zanamivir, oseltamivir. Terapi Herpes: asiklovir, famsiklovir, sidovopir, valasiklovir. Antineoplastik: Karboplastin, doksorubisin, paklitalsel, bleomisin, _sisplatin, siklofosfamid, sitarabin, gemsitabin, daunorubisin, etoposid, metroteksat, vinkristin, "n. Imunosupresan: azatioprin, mikofenolat, takrolimus, vinblastin,. Antihormon: tamol siklosporin. Spesialite Obat Gangguan Pencernaan Obat yang bekerja pada sistem pencernaan adalah obat yang bekerja pada sistem gastrointestinal dan hepatobiliar. Obat sistem pencemaan meliputi antitukak, antasida, antipasmadik, antiemetik, antikolinergik, laksatif, antidiare, hepatoprotektor, dan prokinetik. A. OBATUNTUK TERAPI ULCER Ulcer atau tukak pada lambung dan usus penyebabnya belum sepenuhnya diketahui. Beberapa faktor yang diduga sebagai pencetusnya adalah infeksi H. Pilory, peningkatan asam lambung, kerentanan mukosa, dan efek samping beberapa obat. Efektivitas antasida sangot dipengaruhi oleh waktu minum obat di mana antasida harus diminum pada saat ambung kosong (2 jam setelsh makan dan 1 jam sebelum makan), ‘agar obat bereaksi dengen asam yang ada di dalam lambung sehingga membuat kondi lambung menjadi netral. Kemampuan antasida menetralisir asam lambung disebut kapasitas penetralan. Hal yang same dilakukan untuk obat pelindung mukosa. Pemilihan obat untuk terapi tukak sangat tergantung pada penyebabnya. Pilihan obat sesuai peruntukannya yaitu: 1. Penghambat sekresi asam: ranitidin, simetidin, famotidin, nizatidin, omeprazol, lansoprazol, pantoprazol. 2. Anti hiperasiditas: entasida (kombinasi senyawa organik Al-hidroksida, Me-trisilikat, dan senyawa lainnye). 3, Pelindung mukos: 4, Analog prostaglan« oksitosik). ikralfat, bismut subsali misoprostol (tidak banyak dipakai karena efek samping lat. B. ANTIDIARE Diare adalah buang air besar encer atau lembek lebih dari 3 kali sehari, Secara klinis disebabkan oleh infeksi (bakteri, virus, parasit) dan noninfeksi (malabsorpsi, defisiensi, keracunan, dll). Obat untuk terapi diare antara lain: 1. Pengganti cairan elektrolit: oralit. 2. Penghambat motilitas: loperamid, defenoksilat. 3. Adsorben: kaolin, pektin, norit(arang ctf) 4. Antisekretori: bismut subsalislat. 5. Antibakteri: kotrimoksazol, eritromisin, sefalosporin, klindamisin. Cc. LAKSATIF Konstipasi ialah kesulitan defekasi karena feses yang mengeras, otot polos yang ialah kesulitan defekasi karena lumpuh, dan gangguan refleks defekasi; sedangkan obstip: obstruksi lumen (intra atau ekstra) usus. Konstipasi dan obstipasi menunjukkan bahwa perjalanan (passage) feses mengalami penghambatan dan biasanya disertai kesulitan defekasi. Pada keadaan normal dalam 24 jam kolon harus dikosongkan secara teratur, Beberapa orang sehat mengalami defekasi 2-3 kali dalam sehari. bat obat laksatif: Pencahar perangsang: minyak jarak, fenolftalein, bisakodil Pencahar osmotik: magnesium sulfat, natrium fosfat, laktulosa Pencahar pembentuk masa: metilselulosa, CMC-Na, agar-agar ew NE Pencahar emolien/pelunak: parafin cair, Na-dioktil sulfosuksinat D. ANTISPASMODIK Spasmus atau kejang pada otot polos saluran pencernaan menyebabkan nyeri karena kontraksi yang berlebihan. Antispasmodik digunakan untuk gangguan tersebut. (bat yang digunaken adalah ekstrak beladon, atropin sulfat, propantalin bromida, dan in butil romic Tabel 2.1. Pengamatan Obat Terapi Ulcer Nama zet aktif BSO? dan Kekuatan | Nama produk (merk) Produsen Penchambal Sekresi Asam. Ariagoris reseplor H2 Ranitidin, 150 mga. Rentin| Kabe Farma ‘300mgteb. 50 mal in ‘Simetigin, Famotidn, ‘Nizaicin, Penghambar Sekresi Asam Inhibitor Pompa Proton ‘Omeprazal, Pantoprazol. Lansoprazol, 30a Loprezol ‘Kimia Farm Anthiperasiditas “Antasida (min. 10 merk) | Mgtrisiikat 200mg + | Hufemag Gratia Husada Farma Athidroksida koloidal Nema zat aktif | BSO7dan Kekwatan | Nama produk (mer) Produsen 20mg /tab. “Antasida + Antifatuien ‘Aniimuskarinik selektit Firenzepin Bmatab Gastrozepin Boshiinger Ingelheim Gastrozepin Peindung Mukosa Analog PG ‘Sukraifat 500 mg/mL Inpepsa Fahrenheit ‘Misoprostal Eradikasi Heleobacter pylon ‘Amoksisiin Kiartomisin ‘Metronidazol Tetrasixiin Tabel 2.2. Pengamatan Obat Antiemetik Nama zat aktif | SO’ dan Kekuatan | Nama produk (merk) | Produsen ‘Golongan Fenofiazin Prometazin Piratiazin Golongan Antagonis Reseptor Histamin Hi Cisaprid Dimenhidrinat, | 50 mgfablet -Antino Phapros 12.5 mglsachet, Antimo Anak ‘Domperidon ‘Mokiizin Golongan Antagonis Serotonin Ganisetron, ‘Ondansetron, Palonoselron Ramosotion, ‘Golongan Antagonis Dopamin ‘MetoKlopramid "BSO: Bentuk sediaan obat label 2.3: Pengamatan Obat Antidiare Nama zat aktif | BSO"dan Kekuatan | Nama produk (merk) Produsen ‘Adsorben Kaolin Attapulgit ‘Norit ‘Aitapulgit * pektin Kaolin + pektin Keolin 70) mg dan | Neo Kaolana Sanbe Farma pektin 66 mg / 15 mL Penghambat Motta Loperamid 3ma/Tab ‘Amero, Tempo Scan Pacific Defenoksilat Nama zat aktif. | BSO?danKekuatan | Nama produk (merk) Produsen Lainnya Oralit ‘Nifuroksazid Zink ‘Bismut sub salsiat "BSO: Bentuk sediaan obat Tabel 2.4, Pengamatan Obat Laksatif Nama zat aktif BSO" dan Kekuatan | Nama produk (mork) | _Produscn Pencahar Perangsang Bisakodil Fenofalein ‘Minyak fara Pencahar Osmoik Taktulosa 3335 q/SmL sup [ Lectulax Tkepharmindo Natu Fostat ‘Magnesium sult, Pembentuk Massa ‘Agar-agar CMCNa ‘Metisetuiosa Pencahar Emolen Parafin car, glisern,feroffaisin | Parafin car 120mg, | Laxadine Golerium giserin 378mg Pharmasia lab. {enoifaiein 55mg ‘Na oF SUOSukSat "BSO: Bentuk sediaaa obat Ringkasan Efektivites antasida sangat dipengaruhi oleh waktu minum obat di mana antasida harus diminum pada saat lambung kosong (2 jam setelah makan dan 1 jam sebelum maken), agar obat bereaksi dengan asam yang ada di dalam lambung sehingga membuat kondi: lambung menjadi netral. Kemampuan antasida menetralisir asam lambung disebut kapasitas penetralan. Hal yang sama dilakukan untuk obat pelindung mukosa. Pilihan obat sesuai peruntukannya yaitu penghambat sekresi asam, antagonis reseptor H2, pelindung mukosa, dan analog prostaglandin. Obat anti muntah umumnya bekeria menghambat rangsangan CTZ. Antiemetik yang digunakan adalah golongan fenotiazin, antagonis reseptor H1 dan antagonis reseptor serotonin, Diare adalah buang air besar encer atau lembek lebih dari 3 kali sehari. Secara Klinis disebabkan oleh infeksi dan noninfeksi. Obat untuk terapi diare antara lain pengganti cairan elektralit, penghambat motilitas, adsorben, antisekretori, dan antibakteri. Konstipasi adalah kesulitan defekasi karena feses yang mengeras, otot polos yang lumpuh, dan gangguan refleks defekasi, Obat-obat laksatif adalah pencahar perangsang, pencahar garam, pencahar pembentuk masa:, dan peneahar emolien. Ringkasan Penggunaan obat harmon yaitu untuk menggentikan (substitusi) kekurangan hormon, ‘yang terjadi akibat hipofungsi ke enjar endokrin, (seperti kekurangan insulin pada hipofungsi pankreas dan kekurangan estrogen setelah masa menopause), atau sebagai anti-hormon jika kelebihan sekresinya. Kotikosteroid untuk mengatasi peradangan, dan hormon kelamin ‘wanita banyak digunakan untuk pil keluarge berencana. Hormon kortikosteroid ora’ (sintetik) penggunaannya cukup luas ysitu digunakan pada pengobatan nyeri sendi, artertis temporal, dermatitis, reaksi alergi, asma, hepatiti systemic lupus erythematosus, inflammatory bowel disease, serta sarcoidosis. Estrogen dan progestin merupakan hormon steroid kelamin dan derivat sintetiknya mempunyai peranan penting pada wanita dalam perkembangan tubuh, proses ovulasi, fertilisasi, implantasi, dan dapat mempengaruhi metabolism lipid, karbohidrat, protein dan mineral juga berperan penting dalam pertumbuhan tulang, spermatogenesis dan behavior Testosteron adalah androgen utama disekresi oleh sel leydig, penggunaan terapeutik: Hipogonadisme pria, proses penuaan pada ria, peningkatan performa _atlet (penyalahgunaan), dan kontrasepsi pria (penelitian). Kontrasepsi oral menjadi meningkat dikarenakan keamanan metode i, Walaupun kontrasepsi oral memiliki beberapa efek tambahan, metode ini juge memiliki manfaat dari cara kontrasepsi yang memiliki eiek samping ringan, Spesialite Obat Vitamin dan Mineral Vitamin adalah zat-zat kimia organik dengan komposi jeraneka ragam, yang dalam jumlah kecil dibutuhkan oleh tubuh manusis untuk memelihara metabolisme, pertumbuhan dan pemeliharaan. Vitamin bukan sumber energi atau bahan untuk membangun tubuh, Istilah vitamin diberikan atas dasar perkiraan semula bahva semua zat ini memiliki struktur ‘amin, dan vita dalam bahasa latin berarti kehidupan. Fungsi vitamin bervariasi, seperti vitamin B bekerja sebagai ko-enzym bagi enzim yang aktif pada proses metabolisme dan pembentukan energi; vitamin A bekerja sebagai bahan pangkal untuk pigmen retina rodopsin yang esensial pada proses penglihatan dalam keadaan gelap dan kurang cahaya; vitamin C berfungsi pada sistem reduksi-oksidasi yang memegang peranan penting pada proses reduksi-oksidasi, sedangkan vitamin D penting bagi regulasi kadar kalsium dan pospor dalam jaringan tubuh Kebutuhan berbagai vitamin tergantung pada usia, jenis kelamin dan makanan sehari- hari, Dilihat dari kelarutannya vitamin dibedakan atas vitamin larut lemak (fot soluble vitamin): vitamin A, D, € dan K1. Vitamin larut air (water soluble vitamin): vitamin B1, 82, 186, nikotinamida (nicotinamide), asam pantotenat (panthotenic acid), biotin, asam folat (folic acid), B12, dan vitamin C. Wineral adalsh nutrisi penting untuk pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Mineral dan vitamin bertindak secara interaksi, Anda perlu vitamin agar mineral dapat bekerja dan sebaliknya. Tanpa beberapa mineral/vitamin, beberapa vitamin/mineral tidak berfungsi dengan baik, Perbedaan terbesar antara vitamin dan mineral adalah behwe mineral merupakan senyawa anorganik, sedangkan vitamin organik. Mineral dapat diklasifikasikan menurut jumlah yang dibutuhkan tubuh bukan berdasarkan kepentingan. Mineral utama (mayor) adalzh mineral yang kita perlukan lebih dari 100 mg sehari, sedangkan mineral minor (trace elements) adalah yang kita perluksn kurang dari 100 mg sehari. Kalsium (Ca), tembaga (Cu), fosfor (P), kalium (k), natrium (Na) dan Klorida (Cl) adalah contoh mineral utama, sedanekan kromium (Cr), magnesium (Me), yodium (0), besi (Fe), flor (F), mangan (Mn), selenium (Se) dan zink (Zn) adalah contoh mineral minor. pola makan Anda sehet dan bervariasi akan mendapatkan cukup mineral Namun, bila pola makan tidak seimbang atau memiliki gangguan penyerapan mineral yang dapat mengelami kekurangan mineral. Dalam kondisi tersebut, Anda mungkin perlu mengambil suplemen mineral dan vitamin. keti Tabel 4.1: Pengamatan Praktikum Vitamin Larut Lemak Zat aktit 8S07 dan Kekuatan Nama produk (merk) Produsen Vitamin A Vitamin D Vitamin E Vitamin K VitA + VE VitA + Vit + VEE Tabel 4.2: Pengamatan Praktikum Vitami 81 dan Neurotropik Zat aktif 880" dan Kekuatan Nama produk (merk) Frodusen Vitamin Bt Vitamin BZ Vitamin B6 Vitamin BIZ Folic acid VitB1 + VitB6+ VitB12 Vitamin B komploks Vitamin B komploks dan Vit C Tabel 4.3: Pengamatan Praktikum Vitamin C Zet ektit SO? dan Kekuatan | Name produk (merk) Produsen Viemin Vit C kadar finggi + Vit B Kompleks ‘Muttvtamin Tabel 4.4: Pengamatan Praktikum Obat Mineral Zat aktit BS0' den Kokuaten Nama produk (mork) Produson Kale alum Ferum (bes) Fluor Kalsium * Posporus ‘Kallum + Magnesium Zink-+ Cuprumn Kalsium + ferrum + zink

Anda mungkin juga menyukai