Anda di halaman 1dari 3

Nama : Yobelman Tarigan 15/378446/PT/06937

Verrina Annisa D 15/383819/PT/07092

PENDAHULUAN

Ilmu Lingkungan Ternak adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara


organisme hidup dengan lingkungannya. Ilmu Lingkungan Ternak tidak lepas dari sifat
genotip, karena:
P = G + E + GE
Ket:
P = Performance
G = Genotype
E = Environment
GE = interaksi antara genetik dan lingkungan
Peranan E lebih besar daripada G sehingga efek G tidak akan muncul tanpa
adanya E yang optimal. Ternak selalu dikelilingi oleh lingkungan (Environment)-nya.

FAKTOR LINGKUNGAN
Lingkungan Ternak (Animal Environment) terdiri dari :
Lingkungan internal (internal environment) = lingkungan di dalam tubuh.
Lingkungan eksternal (external environment) = lingkungan di luar tubuh
Lingkungan eksternal terdiri dari lingkungan makro dan mikro.
 Lingkungan makro
Terdiri dari lapisan paling atas atmosfir, contohnya stratosphere dan lonosphere
 Lingkungan mikro
Kondisi di sekeliling ternak yang berpengaruh secara langsung atau tidak
langsung terhadap tubuh ternak.
Lingkungan eksternal mikro terdiri dari komponen-komponen:
 Lingkungan Fisik (Physical Environment)
 Lingkungan Kimiawi (Chemical Environment)
 Lingkungan Hayati (Biological Environment)
 Lingkungan Sosial (Social Environment)
A. Lingkungan FIsik
o Suhu, diukur menggunakan thermometer.
o Kelembaban, diukur menggunakan hygrometer.
o Radiasi matahari, diukur dengan Joule atau Kalori per satuan luas per
satuan waktu
o Kecepatan angin, dihitung dengan Km per jam.
o Curah hujan, dihitung dengan satuan cm atau mm per satuan waktu.
o Pencahayaan, lama pencahayaan di muka bumi akan mempengaruhi
panjang siang hari.
o Tekanan udara, dipengaruhi oleh ketinggian lokasi
o Suara, dibedakan antara suara nyaman, bising, dan mengejutkan
o Lahan, seperti kesuburan lahan, pH lahan atau tanah, tingkat pengairan
dan juga kegemburan lahan
o Kandang, kenyamanan kandang dipengaruhi oleh tipe kandang, ukuran
kandang, jenis atap, jenis lantai, dan jenis dinding
o Peneduh, berpengaruh terhadap kenyamanan, seperti pohon besar
B. Lingkungan kimiawi
Masalah lingkungan kimiawi, antara lain:
o Komposisi dan susunan
o Ikatan-ikatan kimiawi, polutan dan toksikan
o Debu, arang, pasir, tanah, tanaman, asap
o Partikel, gelombang radio aktif
C. Lingkungan hayati
Lingkungan hayati terdiri atas:
o Mikroorganisme.
o Predator atau pemangsa.
o Manusia.
D. Lingkungan social
Yang termasuk lingkungan social adalah cara pemeliharaan, seperti
pemeliharaan intensif, semi intensif, dan ekstensif. Pemeliharaan intesif terdiri
dari:
o Pengandangan, kandang individu, kelompok, baterai, dan litter
o Pengelompokan, jenis kelamin, umur, dan berat badan
o Pemberian pakan, manual, semi otomatis, atau otomatis
o Pengangkutan, dilihat dari jaraknya atau jumlah yang diangkut

ADAPTASI
Adaptasi adalah kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan
untuk dapat tetap hidup dengan baik.
Adaptasi dibagi atas 3, yaitu:
o Adaptasi Morfologi
Penyesuaian organ tubuh yang disesuaikan dengan kebutuhan organisme
hidup. Contoh: gigi singa yang tajam untuk makan daging.
o Adaptasi fisiologi
Penyesuaian yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang
menyebabkan adanya penyesuaian pada alat-alat tubuh. Contoh: unta
yang punya kantong air di punuknya untuk menyimpan air agar bertahan
hidup.
o Adaptasi tingkah laku
Penyesuaian makhluk hidup pada tingkah laku atau perilaku terhadap
lingkungan. Contoh: bunglon yang mimikri.
Produksi panas adalah panas yang diproduksi di dalam tubuh untuk
menjaga suhu tubuh meski hewan tidak beraktifitas dan masih memerlukan
energi untuk bernafas, sirkulasi darah, eksresi, pencernaan, tekanan dan gerak
otot. Produksi panas dipengaruhi oleh pakan, persedian cadangan makanan,
dan kebutuhan menurut kondisi dalam tubuh. Pembebasan panas yang berlebih
dapat diatasi dengan memasukkan ternak ke dalam kadang yang serasi.