Anda di halaman 1dari 11

Anterior Nasal Packing In Nasal Surgeries And Epistaxis: Advantages

Of Nasal Tampon Over Conventional Framycetin Ribbon Packs.

Penggunaan Nasal Packing Anterior Pada Operasi Nasal Dan


Epistaksis: Keuntungan Penggunaan Nasal Tampon Daripada
Convensional Framycetin Ribbon Packs

Abstract:
Penggunaan tampon hidung untuk menangani epistaksis dan perdarahan
post operasi nasal sudah digunakan sejak lama. Tujuan dari dilakukannya penelitian
ini adalah untuk membandingkan keefektifan dua metode tampon antara tampon
hidung biasa dengan metode tampon ribbon pada kasus epistaksis dan post operasi
nasal. Penelitian ini dilakukan dari Januari 2008 sampai September 2011 terhadap
462 pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan kedua metode tampon sama-sama
efektif dalam menangani perdarahan post operasi dan epistaksis, masing-masing
metode memiliki kelebihan dan kekurangan dan khususnya pada kenyamanan
pasien yang terpasang tampon.
1. Latar Belakang Masalah
Tampon nasal rutin digunakan pada tindakan septoplasty (prosedur
rekonstriksi yang dirancang untuk meningkatkan fungsi hidung dari dalam),
operasi endoskopi sinus, operasi fraktur nasal dan epistaksis tak terkontrol.
Hasil dari pemasangan tampon hidung adalah untuk meminimalkan resiko
pendarahan, mengurangi septal hematoma dan perlengketan oleh darah beku
pada rongga hidung.
Tampon hidung merupakan sebuah prosedur yang kurang
menyenangkan bagi pasien, khususnya pada saat pelepasan tampon saat
pasien sadar. Meskipun memiliki fungsi penting untuk menghentikan
pendarahan, tapi akan memberikan rasa nyeri dan kurang nyaman bagi pasien
ketika di lepasnya tampon dari hidung, menurut pasien yang menjadi subyek
penelitian saat pelepasan tampon adalah saat-saat yang paling menyakitkan
dari keseluruhan rangkaian tindakan operasi hidung yang mereka lakukan
bahkan melebihi saat operasi itu sendiri.
Masalah tersebut memunculkan berbagai jenis tampon baru yang tidak
hanya memiliki fungsi untuk menghentikan pendarahan tapi juga memberikan
kenyamanan bagi pasien baik saat pemasangan maupun pelepasan. Tampon-
tampon baru yang di produksi saat ini memiliki keunggulan baru seperti memiliki
tambahan efek hemostatik, mempercepat proses penyembuhan dan mencegah
terjadinya perlengketan pada rongga hidung.
Pada penelitian ini akan membandingkan antara dua metode tampon
hidung, yang menggunakan metode framycetin ribbon pack dengan metode
tampon lainnya. Tampon hidung terdiri atas foam polymer dari hydroxylated
polyvinyl asetat yang mudah dimasukkan dan memberikan rasa nyeri yang
minimal saat pelepasannya. Penggunaan tampon hidung pada saat post
operasi nasal septum sangatlah penting karena membantu mencegah terjadinya
pendarahan post operasi dan juga membantu stabilisasi konka nasal dan
septum nasal. Salah satu hal yang mempengaruhi kecepatan penyembuhan
post operasi adalah pemilihan tampon hidung, tampon hidung yang dicari
adalah yang dapat seminimal mungkin tidak merusak mukosa hidung. Pada
penelitian ini membandingkan mana antara dua metode tampon hidung yang
dapat mengontrol perdarahan dan lebih memberikan rasa nyaman bagi pasien
juga efeknya terhadap proses penyembuhan pasien.

2. Tujuan Penelitian
Pada penelitian ini membandingkan mana antara dua metode tampon
nasal yang dapat mengontrol perdarahan dan lebih memberikan rasa nyaman
bagi pasien juga efeknya terhadap proses penyembuhan pasien.

3. Metodologi Penelitian
a. Waktu dan tempat penelitian
Dari bulan januari 2008 – September 2011
b. Metode penelitian
Penelitian ini berjenis eksperimental
c. Populasi dan sampel
Sample penelitian ini berjumlah 462 pasien. Pasien pemasangan
tampon hidung atas tindakan septoplasties, operasi endoskopi hidung,
epistaksis dan fraktur tulang hidung dimasukkan kedalam sample penelitian
ini. Pembagian sampel penelitian ini 271 orang pria dan 191 wanita. Pasien
epistaksis kebanyakan berada pada kepala 4, 5 dan 6. Pasien dibawah 18
tahun dengan perdarahan, dan penyakit sistemik lain tidak dimasukkan
dalam penelitian ini. 318 pasien dengan ribbon pack, 228 diantaranya adalah
kasus operasi hidung, 90 kasus lainnya dengan epistaksis. Diantara 144
pasien yang menggunakan nasal tampon. 98 diantaranya adalan post
operasi nasal dan 46 diantaranya kasus epistaksis.
d. Analisis data
Analisis data pada penelitian ini dengan cara menilai parameter VAS
(visual analogue scale, VAS 10 CM), kontrol perdarahan, penurunan krusta
(pengerasan), dan perlengketan post operasi.

4. Hasil Penelitian dan Pembahasan


Pada tabel 1 menjelaskan pasien berjumlah 318 orang yang menggunakan
ribbon pack atas tindakan post operasi nasal ada 228 orang dan yang
epistaksis 90 orang. Dari 144 orang yang menggunakan nasal tampon biasa
98 orang atas tindakan post operasi ansal dan yang epistaksis 46 orang.

Tabel 2 menjelaskan bahwa pasien dengan tindakan septoplasty yang


menggunakan ribbon pack ada 75 orang dan yang nasal tampon ada 33 orang.
Tindakan bedah sinus yang menggunakan ribbon pack ada 64 orang dan nasal
tampon ada 27 orang. Tindakan endoskopi ethmoidal polypectomy yang
menggunakan ribbon pacj ada 27 orang dan yang menggunakan nasal tampon
ada 10 orang. Tindakan antrochoanal polypectomy yang menggunakan ribbon
pack ada 19 orang dan yang menggunakan nasal tampon ada 8 orang.
Tindakan endoskopi dacryocysto-rhinostomy yang menggunakan ribbon pack
ada 33 dan yang nasal tampon ada 15 orang. Tindakan operasi endonasal
lainnya yang menggunakan ribbon pack ada 9 orang dan nasal tampon ada 6
orang.

Dari tabel 3 menjelaskan pasien yang sedang menjalani terapi hipertensi yang
menggunakan ribbon pack ada 25 orang dan tampon nasal ada 12 orang.
Pasien yang memiliki hipertensi tapi tidak sedang dalam terapi yang
menggunakan ribbon pack ada 29 orang dan yang menggunakan nasal tampon
ada 17 orang. Pasien dengan fraktur tulang nasal yang menggunakan ribbon
pack ada 19 orang dan yang menggunakan nasal tampon ada 8 orang. Pasien
dengan trauma tanpa fraktur nasal yang menggunakan ribbon pack ada 18
orang dan yang menggunakan nasal tampon ada 8 orang.
5. Analisa Pembahasan
Sample pada penelitian ini berjumlah 462 pasien yang terdiri atas 271
orang pria dan 191 wanita. Lebih cenderung banyaknya pasien laki-laki
ketimbang wanita yang menjadi salah satu faktor utamanya ada faktor
demografi dimana dai 1,2 milyar penduduk india lebih banyak yang berjenis
kelamin pria dari pada wanita. Pada penelitian ini sendiri yang menjadi sampel
penelitian cebih cenderung pasien dengan operasi nasal daripada epistaksis
karena di India sendiri angka kecelakaan sangatlah tinggi sehingga banyak
pasien yang melakukan operasi.
Nasal pack setelah septoplasty dan operasi endoskopi sinus sangat baik
untuk meminimalkan ketidaknyaman pasien dan untuk mendapatkan hasil yang
terbaik. Serta nasal pack juga digunakan untuk mengontrol epistaksis ketika
tindakan local tidak berhasil.
Dalam penelitian ini membandingkan secara keseluruhan antara
framycetin ribbon pack dan nasal tampon sama-sama efektif dalam
menghentikan pendarahan tapi pada nasal tampon memberikan rasa nyeri yang
minimal ketika pemasangan dan pelepasannya dibandingkan dengan ribbon
pack. Hal itu dikarenakan ribbon pack bahan dasarnya adalah kassa sedangkan
pada nasal tampon pack berbahan dasar foam sehingga tidak memberikan rasa
sakit dan tidak merusak membrane mukosa. Dari sisi pengeringan, kedua
metode sama-sama memiliki.
Ribbon pack sendiri adalah jenis tampon yang paling murah dan paling
popular dikalangan spesialis THT di India, sedangkan nasal tampon pack
meskipun lebih baik dari ribbon pack penggunaan tetap sedikit karena harganya
yang relative mahal sehingga hanya diberikan pada pasien-pasien tertentu.
Penggunaan tampon setelah operasi septum nasal penting bagi
keduanya untuk mencegah perdarahan post operasi dan stabilisasi penutupan
lubang bagian hidung dan septum. Salah satu faktor yang paling penting dalam
mempercepat pemulihan post operasi adalah pilihan yang tepat pada bahan
tampon nasal diantara beberapa banyak pilihan, untuk meminimalisir kerusakan
mukosa hidung. Penelitian ini menunjukkan bahwa nasal tampon dengan airway
memiliki tingkat kepatuhan pasien yang lebih baik karena kurang menyakitkan.
Nasal tampon dengan jalan nafas partial memberikan kenyamanan yang lebih
baik untuk pasien.

6. Kelebihan dan Kekurangan Jurnal


Kelebihan:
 Pada jurnal ini ditampilkan dengan sangat jelas perbandingan
keefektifan dari masing-masing metode tampon terhadap kasus.
 Pada tampon nasal harganya lebih murah dan terjangkau bisa dibuat
sendiri danbisa dikolaborasikan dengan penggunaan antibiotik supaya
mengurangi risiko infeksi pada bagian nasal.
Kekurangan:
 Tidak dijelaskan alasan kenapa adanya perbedaan jumlah antara grup
konrol yang menggunakan metode ribbon pack dan nasal tampon biasa.
 Tidak dijelaskan secara jelas metodologi penelitian pada jurnal ini.
 Tidak dijelaskan berapa lama tampon terpasang

7. Implikasi Keperawatan
Memberikan pengetahuan baru kepada perawat tentang metode tampon
apa yang bisa menjadi alternatif lain untuk mempercepat proses penyembuhan
pasien.

8. Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan:
Tampon nasal sangat penting bagi pasien post operasi nasal dan juga
kasus epistaksis. Pemilihan tampon yang tepat dapat mambantu mempercepat
proses penyembuhan dan tidak merusak membrane mukosa sehingga fungsi
hidung dapat dipertahankan semaksimal mungkin setelah proses
penyembuhan. Tidak ada perbedaan dalam pengerasan dan perlengketan
diantara keduanya.
Nasal tampon pack penyebab signifikan mengurangi rasa sakit didalam
hidung dibandingkan dengan ribbon pack nasal. Keduanya direkomendasikan
untuk digunakan setelah operasi nasal dan perdarahan. Tampon pack
menyebabkan trauma yang lebih sedikit pada mukosa hidung, mengurangi
sumbatan hidung, dan nyeri pada hidung.
Saran:
Pada saat proses pemasangan tampon pada pasien sadar misalnya
pada kasus epistaksis dan pada pelepasan tampon dapat dikombinasikan
dengan teknik relaksasi dan distraksi sehingga diharapkan dapat mengurangi
rasa nyeri yang dirasakan oleh pasien.

REVIEW JURNAL

Anterior Nasal Packing In Nasal Surgeries And Epistaxis: Advantages


Of Nasal Tampon Over Conventional Framycetin Ribbon Packs

Disusun Oleh

Kelompok 4

Lucyana, S. Kep.

Muhammad Arief Wijaksono, S. Kep.

Noor Izati Khairina, S. Kep.

Pipit Pramesty, S. Kep.

Rabiatul Adawiyah, S. Kep.

Rusidaliyani, S. Kep.
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SARI MULIA BANJARMASIN
PROGRAM PROFESI NERS
TAHUN 2014

LEMBAR PENGESAHAN
REVIEW JURNAL
Anterior Nasal Packing In Nasal Surgeries And Epistaxis: Advantages Of Nasal
Tampon Over Conventional Framycetin Ribbon Packs

Disusun Oleh:
Kelompok 4

Lucyana, S. Kep. Pipit Pramesty, S.Kep


Muhammad Arief W., S.Kep Rabiatul Adawiyah, S.Kep
Noor Izati Khairina, S.Kep Rusidaliyani, S.Kep

Banjarmasin, September 2014

Mengetahui,
Preseptor Akademik, Preseptor Klinik,

(……………………………..) (……………………………..)
NIK. NIP.