Anda di halaman 1dari 3

Luka bakar ternal: Agen pencendera dapat berupa api, air panas, atau kontak dengan objek

panas. Luka bakar api berhubungan dengan asap/cedea inhalasi.

Luka bakar kimia: terjadi dari tipe/kandungan agen pencedera, serta konsentrasi dan suhu
agen.

Luka bakar listrik: terjadi dari tipe/voltase aliran yang menghasilkan proporsi panas untuk
tahanan dan mengirimkan jalan sedikit tahanan (contoh saraf memberikan tahanan kecil dan
tulang merupakan tahanan terbesar). Dasar cedera menjadi lebih berat dari cedera yang
terlihat.

Luka bakar suferfisial ketebalan parsial (derajat pertama):melibatkan hanya epidermis.


Luka tampak merah muda terang sampai merah dengan edema minimal dan tak ada lepuh.
Kulit sering kering/hangat.

Luka bakar dalam ketebalan parsial (derajat kedua): melibatkan epidermis dan dermis. Luka
tampak merah muda sampai pucat dengan edema sedang dan lepuh. Luka ini lebih kering dari
ketebalan luka bakar persial sedang.

Luka bakar ketebalan penuh (derajat tiga): melibatkan semua lapisan kulit, lemak subkutan,
dan dapat melibatkan otot, saraf, dan aliran darah. Luka tampak bervariasi dari putih, merah
buah ceri, sampai coklat atau hitam, dengan lebih tak umum. Luka ini kering seperti samak.

Luka bakar ketebalan penuh (derajat empat): melibatkan lapisan kulit dan otot, jaringan
organ, dan tulang.

MASALAH YANG BERHUBUNGAN

Sindrom distres pernafasan dewasa, hal.27

Ketidakseimbangan cairan elektrolit, hal.035

Aspek-aspek psikososial perawatan akut, hal. 883

Sepsis/septikemea, hal. 87

Dukungan nutrisi total, hal.02

Pendarahan gastrointeltinal atas/esofagel, hal.455

DASAR DATA PENGKAJIAN PASIEN

Data tergantung pada tipe, berat, dan permukaan tubuh tertena.

AKTIVITAS/ISTIRAHAT
Tanda: penurunan kekuatan, tahanan

Ketebalan rentang gerak pada area sakut

Gangguan masa otot, perubahan tonus

SIRKULASI

Tanda : Hipotensi (syok)


(dengan cedera
luka bakar lebih Penurunan nadi perifer distal pada ektermitas yang cedera:
dari 20% APTT) vasokonstriksi perifer umum dengan kehilangan nadi, kulit putih dan
dingin (syok listrik).
Takikardia (syok/ansietas/nyeri).
Distrimia (syok listrik)pembentukan edema jaringan (semua luka bakar)

INTEGRITAS EGO

Gejala: masalasah tentang keluarga, pekerjaan, keuangan, kecacatan

Tanda: ansietas, menangis, ketergantungan, menyangkal,menarik diri,marah.

ELIMINASI

Tanda: haluaran urine menurun/ tak ada selama fase darurat. Warna mungkin
hitam kemerahan bila terjadi mioglobin, mengindikasikan kerusakan otot
dalam.

Diuresis (setelah kebocoran kapiler dan mobilisasi cairan kedalam


sirkulasi).

Penurunan bising usus/tidak ada, khususnya pada luka bakar kutaneus


lebih besar dari 20% sebagai stress penurunan motilitas/peristaltik
gastrik.

MAKANAN/CAIRAN

Tanda: Edema jaringan umum

Anoreksia, mual/muntah.

NEUROSENSORI

Gejala : area kebas, kesemutan


Tanda : perubahan orientasi, afek, prilaku.

Penurunan refleks tendon dalam (RTD) pada cedera ektremitas.

Aktivitas kejang (syok listrik)

Laserasi korneal, kerusakan retinal, penurunan ketajaman pengelihatan


(syok listrik)

Ruptur membran timpanik ( syok listrik)

Paralisis (cedera lisrik pada aliran saraf)

NYERI/KENYAMANAN

Gejala: berbagai nyeri, contoh luka bakar derajat pertama secama ektrem
sensitive untuk disentuh, ditekan, gerakan udara, dan perubahan suhu; luka bakar ketebalan
sedang derajat kedua sangat nyeri, sementara respons pada luka bakar ketebalan drajat kedua
tergantung pada keutuhan ujung saraf; luka bakar derajat tiga tidak nyeri.

Pernafasan

Tanda : Tanda