Anda di halaman 1dari 7

“CRITICAL JOURNAL”

ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS


MASYARAKAT (STBM) SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PPHBS) MASYARAKAT
OLEH PETUGAS PUSKESMAS KABUPATEN GROBONGAN

Judul : analisis pelaksanaan program sanitasi total berbasis masyarakat (stbm)


sebagai strategi peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (pphbs)
masyarakat oleh petugas puskesmas kabupaten grobongan

Penulis : Sutiyono, Zahroh Shaluhiyah, Cahya Tri Purnama

Publikasi : Jurnal Manajemen Kesehatan 2014;4(2)26-35

Penelaah : Fajar Putri Primadini

Tanggal Telaah: 15 Oktober 2017

I. Deskripsi Jurnal

1. Tujuan Utama Penelitian


Untuk menganalisis pelaksanaan program sanitasi total berbasis masyarakat
(STBM) dalam upaya meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat
masyarakat oleh petugas puskesmas dan faktor- faktor yang mendukungnya.

2. Hasil Penelitian
Sebagian besar petugas melaksanakan program STBM dengan baik. Hal yang
masih kurang baik adalah monitoring. Sebagian besar pengetahuan petugas
tentang pelaksanaan program STBM sudah baik. Belum semua petugas
bersikap baik dalam melaksanakan program STBM. Sebagian besar petugas
belum mengetahui peraturan dalam melaksanakn program STBM tetapi kader
sudah mengetahui. Semua petugas telah mendapatkan pelatihan program
STBM. Semua kepala puskesmas telak melaksanakan pengawasan rutin.
Sarana dan Prasarana yang berupa alat pembuat jamban , sarana cuci tangan ,
alat pengolah sampah, lembar balik.
3. Kesimpulan Penelitian
Pelaksanakan program STBM sebagian besar sudah berjalan dengan baik.
Pengetahuan petugas tentang pelaksanaan program STBM sudah baik, hal ini
terlihat dari pemahaman petugas tentang pengertian program STBM, tujuan
program, prinsip program, pilar program, cara pelaksanaan, indicator, selain
itu kader dan masyarakat sudah mengetahui program STBM dan sudah
mengaplikasikannya. Belum semua petugas melaksanakan program STBM
dengan maksimal. Semua kepala puskesmas telah melaksanakan pengawasan
rutin. Sarana dan Prasarana yang digunakan dalam program STBM sudah
memadai, dan sudah dimanfaatkan dalam melaksanakan program STBM.
Petugas belum mengetahui peraturan dalam melaksanakan program STBM
sedangkan kader sudah mengetahui peraturan tersebut. Semua petugas sudah
mendapatkan pelatihan dalam melaksanakan program STBM.

II. Telaah Jurnal

A. Fokus Utama Penelitian


STBM merupakan suatu program dengan pendekatan kepada
masyarakat untuk mengubah perilaku higienis dan sanitasi melalui
pemberdayaan masyarakat. Tujuan dari program tersebut adalah untuk
menciptakan lingkungan hidup yang konduksif bagi upaya peningkatan derajat
kesehatan masyarakat. Kegiatan tersebut dapat dilakukan melalui upaya
penyehatan lingkungan seperti penyediaan air minum, fasilitas sanitasi dasar
dan peningkatan perilaku higienis masyarakat. Kegiatan dalam program
STBM mencakup 5 pilar, yaitu: stop BABs (Buang Air Besar sembarangan),
Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air dan Makanan yang aman
di Rumah Tangga (PAM RT), mengelola sampah dengan benar dan mengelola
limbah cair rumah tangga dengan aman. Menurut profil Dinas Kesehatan
Kabupaten Grobogan Tahun 2010 persentase rumah sehat di Kabupaten
Grobogan pada Tahun 2010 sebesar 65,01 %.6 Masyarakat yang
menggunakan air bersih sebesar 31,92%. Masyarakat yang memiliki jamban
sebesar 50,09%. Kasus kejadian luar biasa penyakit diare sebanyak 14.000
per 100.000 jumlah penduduk. Kejadian ini merupakan kajadian paling tinggi
dibanding kejadian lainnya yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan.
Hasil pelaksanaan program STBM di Kabupaten Grobogan di 153 Desa dari
10 wilayah kecamatan selama bulan Juni 2010 sampai Desember 2011 belum
mencapai target (100%) yang meliputi Desa yang sudah dinyatakan Stop
Buang Air Besar sembarangan (65,35 %). Masyarakat yang Cuci Tangan
Pakai Sabun (CTPS) sebanyak 74,02 %, pengelolaan Air dan Makanan yang
aman diRumah Tangga (PAM RT) sebanyak 80.06 %, mengelola sampah
dengan benar ( 68.08 %), dan
mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman ( 72,16 %).
Berdasarkan studi pendahuluan di 4 puskesmas diperoleh gambaran
dalam pelaksanaan program STBM masih ditemukan adanya ketidakjelasan
dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan/ masyarakat karena belum ada
peraturan tertulis yang dibuat DinasKesehatan sebagai pelaksana program.
Belum semua petugas mengerti tentang program STBM. Terlihat dari
kurangnya respon dan tanggung jawab petugas dalam kegiatan. Kondisi ini
juga didukung sarana dan prasarana dalam melaksanakan program STBM,
belum ada pelatihan petugas untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program,
petugas di tingkat Puskesmas belum melakukan supervisi pelaksanaan
program di masyarakat.
Berdasarkan bagian pendahuluan di atas diketahui Hasil pelaksanaan
program STBM di Kabupaten Grobogan di 153 Desa dari 10 wilayah
kecamatan selama bulan Juni 2010 sampai Desember 2011 belum mencapai
target (100%) yang meliputi Desa yang sudah dinyatakan Stop Buang Air
Besar sembarangan (65,35 %). Masyarakat yang Cuci Tangan Pakai Sabun
(CTPS) sebanyak 74,02 %, pengelolaan Air dan Makanan yang aman
diRumah Tangga (PAM RT) sebanyak 80.06 %, mengelola sampah dengan
benar ( 68.08 %), dan mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman (
72,16 %). Sehingga dalam penelitian ini untuk mencapai target (100%)
program STBM perlu peraturan tertulis yang dibuat DinasKesehatan sebagai
pelaksana program untuk kejelasan dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan/
masyarakat. Mengadakan pelatihan semua petugas agar mengerti tentang
program STBM sehingga respon dan tanggung jawab yang baik dari petugas
dalam kegiatan, dan penilaian keberhasilan program sebagai supervisi dari
kepala puskesmas . Sarana dan prasarana yang baik juga akan menunjang
keberhasilan program STBM.
B. Elemen yang Mempengaruhi Tingkat Kepercayaan Suatu Penelitian
1. Gaya penulisan:
a. Sistematika penulisan telah tersusun dengan baik dan jelas mulai dari
judul penelitian, nama penulis, abstrak (konteks, jenis penelitian, hasil
penelitian, kesimpulan, dan kata kunci), pendahuluan, metode
penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, kesimpulan. Meskipun
tujuan dimasukan ke dalam pendahuluan dalam artian tidak ada point
besar tersendiri tentang tujuan penelitian.
b. Tata bahasa yang dipergunakan dalam penulisan jurnal ini cukup
mudah dipahami sehingga memudahkan pembaca untuk mengerti
bagaimana penelitian tersebut dilaksanakan dan apa hasil yang
diperoleh.

2. Penulis:
a. Penulis dalam penelitian ini berasal dari Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Diponegoro yaitu: Sutiyono, Zahroh
Shaluhiyah, Cahya Tri Purnami.
b. Gelar akademik dari penulis sudah benar karena tidak dicantumkan.
c. Menurut penelaah, dengan melihat latar belakang departemen mereka
berasal, penulis tersebut mempunyai kualifikasi yang cukup di bidang
yang mereka teliti.

3. Judul:
“analisis pelaksanaan program sanitasi total berbasis masyarakat
(stbm) sebagai strategi peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat
(pphbs) masyarakat oleh petugas puskesmas kabupaten grobongan”

a. Judul penelitian cukup jelas, akurat, tidak ambigu, dan


menggambarkan apa yang akan diteliti.
b. Namun kekurangannya tidak mencatumkan tahun penelitian diadakan.
4. Abstrak:
Kelebihan:
a. Abstrak mampu menggambarkan secara jelas mengenai masalah
penelitian, tujuan penelitian, metodoli, hasil yang didapatkan.
b. Memenuhi IMRAD ( Introduction, metode, result, analize, discussion)
c. Mencantumkan kata kunci.

Kekurangan: Jumlah kata dalam abstrak melebihi 250 kata

C. Elemen yang Mempengaruhi Kekuatan Suatu Penelitian


1. Tujuan/ Masalah Penelitian:
Untuk menganalisis pelaksanaan program sanitasi total berbasis
masyarakat (STBM) dalam upaya meningkatkan perilaku hidup bersih dan
sehat masyarakat oleh petugas puskesmas dan faktor- faktor yang
mendukungnya.

2. Konsistensi Logis:
Laporan penelitian telah mengikuti langkah- langkah yang seharusnya
yaitu dimulai dari judul penelitian, nama penulis, abstrak ( latar belakang,
tujuan, jenis penelitian, analisis data, hasil penelitian, saran, kata kunci),
pendahuluan, metode penelitian, hasil penelitian dan pembahasan,
kesimpulan, daftar pustaka.

3. Literatur Review:
a. Penyusunan literature menggunakan system Harvard.
b. Penulisan jurnal menggunakan pendekatan fenomena
c. Literature yang digunakan sekitar 50 % literature baru.

4. Kerangka Teori/ Konsep:


Kerangka konseptual maupun kerangka teori tidak digambarkan secara
jelas dalam jurnal penelitian tersebut.
5. Tujuan/ Sasaran/ Pertanyaan Penelitian/ Hipotesis:
Tujuan penelitian terdapat dalam pendahuluan jurnal tersebut, namun tidak
diberikan judul khusus sehingga penelaah mengambil sendiri tujuan
tersebut setelah membaca pendahuluan dalam jurnal tersebut.

6. Sampel
a. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Grobongan. Sampel dalam
penelitian ini petugas pusekesmas dan kader di Kabupaten Grobongan.
b. Kriteria pemilihan sampel berdasarkan pendidikan dan usia dan
dilakukan wawancara mendalam.
c. Penentuan besar sampel tidak dijelaskan dalam jurnal tersebut.

7. Pertimbangan etikal: tidak digambarkan secara jelas di jurnal tersebut.

8. Definisi Operasional: tidak disebutkan secara jelas di jurnal tersebut.

9. Metodologi:
a. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan
pendekatan fenomena.
b. Instrumen yang digunakan adalah wawancara mendalam.
c. Pengujian reliabilitas dan validitas tidak dijelaskan pada jurnal
tersebut.

10. Data analisis/ hasil:


a. Hasil berupa narasi karena penelitian kualitatif.
b. Penyajian narasi digambarkan secara jelas.

11. Pembahasan Temuan Hasil Penelitian


Kelebihan:
a. Dari studi pendahuluan terdapat hasil yang lebih baik pada penelitian
ini.
b. Jurnal memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.

Kekurangan:
a. Kekuatan dan keterbatasan penelitian tidak dijelaskan dalam jurnal
tersebut.
b. Jurnal tidak menampilkan tahun penelitian pada judul jurnal.

12. Referensi:
Literature yang digunakan sekitar 50 % literature baru.

13. Kesimpulan dan Saran


Kelebihan:
a. Isi kesimpulan penelitian merupakan jawaban dari tujuan penelitian.
b. Kesimpulan yang jelas.
c. Peneliti memberikan rekomendasi kepada instansi terkait yang
berhubungan dengan penelitian.

Kekurangan:

a. tujuan dimasukan ke dalam pendahuluan dalam artian tidak ada point


besar tersendiri tentang tujuan penelitian.
b. Jurnal tidak mencantumkan saran.
c. Jurnal tidak mencantumkan tahun penelitian.

III. Kontribusi Penelitian


Penelitian ini memberikan kontribusi untuk pencapaian target program STBM
untuk peningkatan kesehatan lingkungan guna pencapaian MDGs karena
memberikan gambaran pelaksanaan program STBM.