Anda di halaman 1dari 17

A.

KONSEP DASAR DAN TEKNIK PEMBERIAN OBAT


SECARA PARENTERAL
1. INTRAKUTAN (IC)
 KONSEP
Pemberian obat secara intrakutan adalah tindakan
memasukkan obat ke dalam tubuh melalui jaringan kulit(skin
test) dengan menggunakan spuit. Pemberian obat secara
intrakutan dapat dilakukan pada lengan bawah bagian dalam,
dada bagian atas, dan punggung di bawah skapula.
Bila injeksi intrakutan dilakukan untuk tes anti biotik,
lakukan penandaan pada area penyuntikan dengan melingkari
area penyuntikan dengan diameter kira-kira satu inchi atau
diameter 2,5 cm. penilaian reaksi dilakukan 15 menit setelah
penyuntikan, nilai positif jika terdapat tanda-tanda rubor, dolor,
kalor melebihi daerah yang ssudah ditandai, artinya pasien alergi
dengan antibiotic tersebut.
Bila injeksi ditunjukkan untuk mantoux tes tuber kulin tes,
daapat dinilai hasilnya dalam dua sampai 3 x 24 jam, positif bila
terdapat rubor, dolor, kalor, melebihi diameter 1 cm pada area
penyuntikan.
Beri penjelasan pada pasien atau keluarga tentang penilsisn
pada daerah penyuntikan dan anjurkan untuk tidak menggaruk,
memassage atau memberi apapun pada daerah penyuntikan.

 TEKNIK

PEMBERIAN OBAT MELALUI INTRACUTAN (IC)

Nama : ……………………………………

NIM : …………………………………
ASPEK YANG DINILAI NILAI
0 1 2
Definisi :

 Pemberian obat secara intracutan ialah pemberian


obat dengan caramemasukkan obat kedalam
permukaan kulit. lokasi utama yg banyak digunakan
utk melakukan suntikan intrakutan yaitu bagian atas
dari lengan bawah.

Tujuan :

1. Membantu menentukan diagnosa pada penyakit


tertentu (contohnya tuberculin tes).
2. Pasien mendapatkan pengobatan sesuai dengan
program pengobatan/prosedur.
3. Memperlancar proses pengobatan & menghindari
kesalahan dalam pemberian obat.
4. Menghindarkan pasien dari efek alergi obat ( dengan
skin test).

Indikasi :
 Bisa dilakukan pada pasien yang tidak sadar dan tidak
mau bekerja sama, Karena tidak memungkinkan
diberikan obat secara oral, tidak alergi

Kontra indikasi :
 Luka, berbulu, alergi, infeksi kulit
Pelaksanaan
1. Persiapan Pasien :
• Memperkenalkan diri
• Bina hubungan saling percaya
• Meminta pengunjung atau keluarga meninggalkan
ruangan
• Menjelaskan tujuan
• Menjelasakan langkah prosedur yang akan di lakukan
• Menyepakati waktu yang akan di gunakan

2. Persiapan alat dan bahan :

 sarung tangan sekali pakai


 buku catatan pemberian obat
 kapas alkohol
 obat yg sesuai
 spuit 1 ml dengan uk.25,26,atau 27, panjang jarum ¼
samapi 5/8 inci
 bak spuit
 baki obat
 pulpen atau spidol

3. Persiapan Lingkungan :
 Sampiran
Tahap pre interaksi
 Cuci tangan
 Siapkan alat-alat
Tahap orientasi
 Memberi salam , panggil klien dengan panggilan
yang disenangi
 Memperkenalkan nama perawat
 Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien atau
keluarga
Tahap Kerja

1. Cuci tangan.
2. Jelaskan prosedur yg akan dilakukan.
3. Bebaskan daerah yg akan disuntik, apabila memakai
baju lengan panjang buka & ke ataskan.
4. Pasang perlak atau pengalas tepat di bawah bagian yg
disuntik.
5. Ambil obat buat tes alergi selanjutnya
larutkan/encerkan dengan aquadcs (cairan pelarut)
selanjutnya ambil 0,5 cc & encerkan lagi sampai
kurang lebih 1 cc, & sletakan pada bak injeksi atau
tempat steril.
6. Desinfeksi dengan kapas alkohol pada daerah yg akan
dilakukan penyuntikan.
7. Tegangkan dengan tangan kiri atau daerah yg akan
disuntik.
8. Lakukan penusukan dengan lubang menghadap ke
atas dengan sudut 5º – 15º dengan permukaan kulit.
9. Suntikan obat kedalam kulit hingga terjadi
gelembung.
10. Tarik spuit & tidak boleh dilakukan masase.

Tahap terminasi

 Melakukan evaluasi hasil tindakan


 Berikan reinforcement sesuai dengan kemampuan
klien
 Melakukan kontrak untuk kegiatan/tindakan
selanjutnya
 Berpamitan dengan klien
 Membereskan alat-alat yang telah digunakan
 Mencuci tangan
 Mencatat/mendokumentasikan kegiatan dalam
lembar catatan keperawatan

Tahap Evaluasi
Menanyakan pada pasien apa yang dirasakan setelah
dilakukan kegiatan
Tahap dokumentasi
C Catat tindakan yang telah dilakukan, tanggal dan jam
pelaksanaan
2. Catat hasil tindakan (respon subjektif dan objektif) di dalam
catatan
3. Dokumentasikan tindakan dalam bentuk SOAP

2. SUBKUTAN (SC)
 KONSEP
Pemberian obat secara subkutan adalah tindakan pemberian
obat ke dalam tubuh dengan cara memasukkan obat ke dalam
jaringan di baawah kulit. Dengan menggunakan spuit.
Metode penyuntikan melalui rute ini biasanya dilakukan
untuk memberi insulin dan imunisasi. Ada beberapa area tubuh
yang dapat digunakan untuk member obat dengan metode ini,
antara lain lengan atas bagian dalam, paha bagian depan, daerah
perut, dan daerah punggung atas.

 TEKNIK

PEMBERIAN OBAT MELALUI SUBCUTAN (SC)

Nama : ……………………………………

NIM : …………………………………

ASPEK YANG DINILAI NILAI


0 1 2
Definisi :

 Pemberian obat secara subcutan ialah memasukkan


obat kedalam bagianbawah kulit.
lokasi yg dianjurkan untuk suntikan ini merupakan
lengan bagian atas,kaki bagian atas,& daerah di
sekitar pusar.

Tujuan :

 Pemberian obat secara subcutan ialah memasukkan


obat kedalam bagianbawah kulit.
lokasi yg dianjurkan untuk suntikan ini merupakan
lengan bagian atas,kaki bagian atas,& daerah di
sekitar pusar.

Indikasi :
 Bisa dilakukan pada pasien yang tidak sadar dan tidak
mau bekerja sama, Karena tidak memungkinkan
diberikan obat secara oral, bebas dari infeksi, lesi
kulit, jaringan parut, dan tonjolan tulang

Kontra indikasi :
 Obat yang merangsang, obat dalam dosis besar dan
tidak larut dalam air atau minyak
Pelaksanaan
1. Persiapan Pasien :
• Memperkenalkan diri
• Bina hubungan saling percaya
• Meminta pengunjung atau keluarga meninggalkan
ruangan
• Menjelaskan tujuan
• Menjelasakan langkah prosedur yang akan di lakukan
• Menyepakati waktu yang akan di gunakan

2. Persiapan alat dan bahan :


 Buku catatan pemberian obat
 Kapas alkohol
 Sarung tangan sekali pakai
 Obat yg sesuai
 Spuit 2 ml dengan ukuran 25, panjang jarum 5/8
hingga ½ inci
 Bak spuit
 Plester
 Baki obat
 Bengkok
 Kasa steril

3. Persiapan Lingkungan :
 Sampiran
Tahap pre interaksi
1. Cuci tangan
2. Siapkan alat-alat
Tahap orientasi
1. Memberi salam , panggil klien dengan panggilan
yang disenangi
2. Memperkenalkan nama perawat
3. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien atau
keluarga
Tahap Kerja

1. cuci tangan
2. siapkan obat sesuai dengan prinsip 5 benar
3. identifikasi identitas klien
4. beri tahu klien prosedur tindakan yang akan segera
dilakukan
5. atur klien pada posisi yg nyaman
6. memilih lokasi penusukan
7. gunakan sarung tangan
8. bersihkan lokasi penusukan dengan kapas alkohol
9. pegang kapas alkohol dengan jari tengah pada tangan
yang non dominan
10. buka tutup jarum menggunakan tehnik one hand
11. tarik kulit & jaringan lemak dengan ibu jari & jari
tangan non dominan dengan ujung jarum menghadap
ke atas & menggunakan tangan dominan,masukkan
jarum dengan sudut 45º atau 90º .
12. lepaskan tarikan tangan non dominan
13. tarik plunger & observasi adanya darah pada spuit.
14. seandainya tidak ada darah,masukan obat perlahan-
lahan.apabila ada darah tarik kembali jarum dari kulit
tekan lokasi penusukan selama 2menit,& observasi
adanya memar, apabila butuh berikan plester,siapkan
obat yangbaru.
15. cabut jarum dengan sudut yg sama disaat jarum di
masukan,sambil melakukan penekanan dengan
menggunakan kapas alkohol yang telah di desikfetan
pada lokasi penusukan.
16. bila ada perdarahan,tekan lokasi itu bersama
memanfaatkan kasa steril hingga perdarahan mogok.
17. kembalikan posisi klien
18. buang alat yg telah tidak dipakai
19. buka sarung tangan

Tahap terminasi

1. Melakukan evaluasi hasil tindakan


2. Berikan reinforcement sesuai dengan kemampuan
klien
3. Melakukan kontrak untuk kegiatan/tindakan
selanjutnya
4. Berpamitan dengan klien
5. Membereskan alat-alat yang telah digunakan
6. Mencuci tangan
7. Mencatat/mendokumentasikan kegiatan dalam
lembar catatan keperawatan

Tahap Evaluasi
Menanyakan pada pasien apa yang dirasakan setelah
dilakukan kegiatan
Tahap dokumentasi
C Catat tindakan yang telah dilakukan, tanggal dan jam
pelaksanaan
2. Catat hasil tindakan (respon subjektif dan objektif) di dalam
catatan
3. Dokumentasikan tindakan dalam bentuk SOAP

3. INTRAVENA (IV)
 KONSEP
Tindakan pemberian obat ke dalam tubuh dengan cara
memasukkan obat ke dalam pembuluh darah vena dengan
menggunakan spuit. Ada beberapa area tubuh yang biasanya
menjadi tempat pemberian obat secara intravena, antara lain
lengan ( vena basilica dan vena savilika), tungkai (vena
savena), leher (vena jugularis), dan kepala (vena frontalis dan
vena temporalis)

 TEKNIK

PEMBERIAN OBAT MELALUI INTRA MUSKULAR


(IM)

Nama : ……………………………………

NIM : …………………………………

ASPEK YANG DINILAI NILAI


0 1 2
Definisi :

 Memasukkan cairan obat langsung kedalam


pembuluh darah vena sehingga obat langsung masuk
ke dalam sistem sirkulasi darah.

Tujuan :
 Memasukkan obat secara cepat
 Mempercepat penyerapan obat
Indikasi :

 Pemberian obat yang langsung


 IV pada waktu di infus tidak ada unsure menyakiti.
 Pada klien dengan kulit abrasi ini sering
menimbulkan reaksi yang cepat.

Kontra indikasi :

 IV sangat berbahaya karena reaksinya terlalu cepat.


 Menimbulkan kecemasan.
 Resikonya masuknya obat secara langsung ke
pembuluh darah.
 Pasien dengan liver desease
 Non-intact duktus biliaris
 Pasien dengan peningkatan bilirubin ( lebih dari 2
mg/dl)
 Untuk pasien dengan obstructive jaundice dan post
cholecystectomy, maka USG dpt digunakan.

Pelaksanaan
4. Persiapan Pasien :
• Memperkenalkan diri
• Bina hubungan saling percaya
• Meminta pengunjung atau keluarga meninggalkan
ruangan
• Menjelaskan tujuan
• Menjelasakan langkah prosedur yang akan di lakukan
• Menyepakati waktu yang akan di gunakan

5. Persiapan alat dan bahan :


 pasang Handscoen
 Spuit steril 3 ml atau 5 ml atau sesuai kebutuhan
 Bak instrument
 Kom berisi kapas alcohol
 Perlak dan pengalas
 Bengkok
 Obat injeksi dalam vial atau ampul
 Daftar pemberian obat
 Torniquet
 Kikir ampul bila diperlukan

6. Persiapan Lingkungan :
 Sampiran
Tahap pre interaksi
3. Cuci tangan
4. Siapkan alat-alat
Tahap orientasi
4. Memberi salam , panggil klien dengan panggilan
yang disenangi
5. Memperkenalkan nama perawat
6. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien atau
keluarga
Tahap Kerja

1. Siapkan peralatan ke dekat pasien


2. Mengidentifikasi pasien dengan prinsip enam B
(Benar obat, dosis, pasien, cara pemberian, waktu dan
dokumentasi)
3. Pasang sampiran atau tutup tirai untuk menjaga
privasi pasien
4. Mencuci tangan dengan baik dan benar
5. Memakai handscoon dengan baik
6. Posisikan pasien dan bebaskan daerah yang akan
disuntik dari pakaian pasien
7. Mematahkan ampul ( bila perlu menggunakan kikir )
8. Memasukkan obat kedalam spuit sesuai dengan
advice dokter dengan teknik septik dan aseptic
9. Menentukan daerah yang akan disuntik
10. Memasang pengalas dibawah daerah yang akan
disuntik
11. Memasang tourniquet 10-12 cm diatas vena yang
akan disuntik sampai vena terlihat jelas
12. Melakukan desinfeksi menggunakan kapas alkohol
pada daerah yang akan disuntik dan biarkan kering
sendiri
13. Memasukkan jarum dengan posisi tepat yaitu lubang
jarum menghadap keatas, jarum dan kulit membentuk
sudut 20 ̊
14. Lakukan aspirasi yaitu tarik penghisap sedikit untuk
memeriksa apakah jarum sudah masuk kedalam vena
yang ditandai dengan darah masuk kedalam tabung
spuit ( saat aspirasi jika ada darah berarti jarum telah
masuk kedalam vena, jika tidak ada darah masukkan
sedikit lagi jarum sampai terasa masuk di vena )
15. Buka tourniquet dan anjurkan pasien membuka
kepalan tangannya, masukkan obat secara perlahan
jangan terlalu cepat
16. Tarik jarum keluar setelah obat masuk ( pada saat
menarik jarum keluar tekan lokasi suntikan dengan
kapas alkohol agar darah tidak keluar )
17. Rapikan pasien dan bereskan alat
18. Lepaskan sarung tangan
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir,
keringkan dengan handuk atau tissu

Tahap terminasi

8. Melakukan evaluasi hasil tindakan


9. Berikan reinforcement sesuai dengan kemampuan
klien
10. Melakukan kontrak untuk kegiatan/tindakan
selanjutnya
11. Berpamitan dengan klien
12. Membereskan alat-alat yang telah digunakan
13. Mencuci tangan
14. Mencatat/mendokumentasikan kegiatan dalam
lembar catatan keperawatan

Tahap Evaluasi
 Menanyakan pada pasien apa yang dirasakan setelah
dilakukan kegiatan
Tahap dokumentasi
 Catat tindakan yang telah dilakukan, tanggal dan jam
pelaksanaan
 Catat hasil tindakan (respon subjektif dan objektif) di
dalam catatan
 Dokumentasikan tindakan dalam bentuk SOAP

4. INTRAMUSKULAR (IM)
 KONSEP
Pemberian obat secara intramuscular adalah tindakan
memasukkan obat dalam tubuh melalui jaringan otot dengan
menggunakan spuit. Ada beberapa lokasi yang dapat
digunakan untuk memberikan obat secara intramuscular,
antara lain daerah paha (femur), bokong (dorsogluteal), dan
lengan atas (deltoid).
 TEKNIK

PEMBERIAN OBAT MELALUI INTRA MUSKULAR (IM)

Nama : ……………………………………

NIM : …………………………………

ASPEK YANG DINILAI NILAI


0 1 2
Definisi :
 Pemberian obat / cairan dengan cara dimasukkan
langsung ke dalam otot (muskulus)
Tujuan :
 Melaksanakan fungsi kolaborasi dengan dokter pada
klien yang yg diberikan obat dengan cara
intramuscular
Indikasi :
 bisa dilakukan pada pasien yang tidak sadar dan tidak
mau bekerja sama karena tidak memungkinkan untuk
diberikan obat secara oral, bebas dari infeksi, lesi
kulit, jaringan parut, tonjolan tulang, otot atau saras
besar di bawahnya.

Kontra indikasi :
 Infeksi, lesi kulit, jaringan parut, tonjolan tulang, otot
atau saraf besar di bawahnya.

Pelaksanaan
7. Persiapan Pasien :
• Memperkenalkan diri
• Bina hubungan saling percaya
• Meminta pengunjung atau keluarga meninggalkan
ruangan
• Menjelaskan tujuan
• Menjelasakan langkah prosedur yang akan di lakukan
• Menyepakati waktu yang akan di gunakan

8. Persiapan alat dan bahan :

 Sarung tangan 1 pasang

 Spuit dengan ukuran sesuai kebutuhan


 Jarum steril 1 (21-23G & panjang 1 – 1,5 inci untuk
dewasa; 25-27 G & panjang 1 inci buat anak-anak)
 Bak spuit 1
 Kapas alkohol dalam kom (secukupnya)
 Perlak & pengalas
 Obat sesuai program terapi
 Bengkok 1
 Buku injeksi/daftar obat

9. Persiapan Lingkungan :
 Sampiran
Tahap pre interaksi
5. Cuci tangan
6. Siapkan alat-alat
Tahap orientasi
7. Memberi salam , panggil klien dengan panggilan
yang disenangi
8. Memperkenalkan nama perawat
9. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien atau
keluarga
Tahap Kerja

1. Mengatur posisi pada klien, sesuai tempat


penyuntikan
2. Memasang perlak & alasnya
3. Membebaskan daerah yg akan di injeksi
4. Memakai sarung tangan
5. Menentukan lokasi penyuntikan dengan benar (
palpasi lokasi injeksi terhadap adanya edema, massa,
nyeri tekan. Hindari lokasi jaringan parut, memar,
abrasi atau infeksi.
6. Membersihkan kulit dengan menggunakan kapas
alkohol (melingkar dari arah dalam keluar diameter
±5cm)
7. Menggunakan ibu jari & telunjuk untuk
mereganggkan kulit
8. Memasukkan spuit dengan sudut 90º, jarum masuk
2/3
9. Melakukan aspirasi & pastikan darah tidak masuk
spuit
10. Memasukkan obat dengan cara perlahan (kecepatan
0,1 cc/detik)
11. Mencabut jarum dari lokasi penusukan
12. Menekan daerah tusukan dengan kapas yang telah
desinfektan
13. Membuang spuit ke dalam bengkok
Tahap terminasi

15. Melakukan evaluasi hasil tindakan


16. Berikan reinforcement sesuai dengan kemampuan
klien
17. Melakukan kontrak untuk kegiatan/tindakan
selanjutnya
18. Berpamitan dengan klien
19. Membereskan alat-alat yang telah digunakan
20. Mencuci tangan
21. Mencatat/mendokumentasikan kegiatan dalam
lembar catatan keperawatan

Tahap Evaluasi
1. Menanyakan pada pasien apa yang dirasakan setelah
dilakukan kegiatan
Tahap dokumentasi
C Catat tindakan yang telah dilakukan, tanggal dan jam
pelaksanaan
2. Catat hasil tindakan (respon subjektif dan objektif) di dalam
catatan
3. Dokumentasikan tindakan dalam bentuk SOAP