Anda di halaman 1dari 3

MAKALAH KIMA KATALIS

“KATALIS HOMOGEN”

Disusun Oleh : KELOMPOK 10

1. Marti Hitsmi (A1F015004)


2. Putri Kartini (A1F015014)
3. Bagus Ariyadi (A1F015029)

Dosen Pengampu : Dr. Rina Elvia, M.Si

PENDIDKAN KIMIA

FAKULKTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BENGKULU

2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Kimia Katalis yang
berjudul “Katalis Homogen”.

Penulis sangat bersyukur karena telah menyelesaikan makalah Kimia Katalis dengan
maksimal. Adapun makalah ini penulis buat dengan maksud untuk memenuhi tugas yang diberikan serta
untuk menambah pengetahuan pembaca tentang Katalis Homogen pada matakuliah Kimia Katalis.

Penulis menyadari bahwa makalah ini memiliki banyak kekurangan dan jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk
perbaikan di masa yang akan datang, dan penulis juga berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi pembaca.
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Katalis adalah suatu zat yang ditambahkan pada sistem reaksi untuk meningkatkan
laju reaksi tanpa ikut berubah secara kimia pada akhir reaksi. Dan menurut Oswald (1902)
mendefinisikan katalis sebagai suatu substansi yang mengubah laju suatu reaksi kimia tanpa
terdapat sebagai produk akhir reaksi. Walaupun menurut definisi jumlah katalisator tidak
berubah pada akhir reaksi selama reaksi berlangsung. Katalis akan mengawali penggabungan
senyawa kimia yang akan terbentuk suatu kompleks antara substansi tersebut dengan
katalisator. Kompleksnya yang terbentuk hanya merupakan bentuk hasil antara yang akan
terurai kembali menjadi produk reaksi dan molekul katalisat
Dalam suatu reaksi kimia, katalis homogen berfungsi sebagai zat perantara. Serta dalam
katalis homogen, reaktan dan katalis terdispersi dalam satu fasa, biasanya cair. Sehingga sulit
memisahkan katalis dari sistem reaksinya karena katalis larut dalam campuran. Pemisahan
tidak cukup dilakukan dengan penyaringan atau dekantasi. Teknik yang umum digunakan
adalah destilasi atau ekstraksi produk dari campuran, misalnya katalis asam basa pada reaksi
esterifikasi biodisel dipisahkan dengan ekstraksi untuk kemudian campuran sisa reaktan-
katalis yang tertinggal dialirkan lagi menuju bejana reaksi, sehingga bisa terpisah atau
mengendap setelah reaksi selesai.
Ester adalah salah satu dari kelas senyawa organik yang sangat berguna yang sering
dijumpai di alam. Senyawa Ester umumnya memiliki bau dan rasa enak. Ester dibuat dengan
mereaksikan alkohol atau fenol dengan asam karboksilat. Fenol yaitu senyawa organik
dimana gugus -OH langsung terikat pada cincin benzena. Reaksi pembuatan ester
disebut esterifikasi danreaksi yang terjadi disebutreaksi esterifikasi Fischer. Reaksi
esterifikasi merupakan reaksi reversibel yang sangat lambat, tetapi bila menggunakan katalis
asam mineral seperti asam sulfat (H2SO4) dan asam klorida (HCl) kesetimbangan akan
tercapai dalam waktu yang cepat.