Anda di halaman 1dari 11

CONTOH PROYEK PERUBAHAN : DIKLAT PIM III

RANCANG PROYEK PERUBAHAN

I. Latar Belakang

Perkembangan kota yang sangat pesat dan pertambahan jumlah penduduk yang
sangat cepat berimas pada meningkatnya jumlah produk sampah baik yang berasal dari
rumah tangga, perkantoran dan kawasan industri lainnya. Setiap tahun volume sampah
terus meningkat secarakat secara signifikan yang tentu saja membutuhkan penangan
lebih serius untuk mengantisifasi dampak negatif yang ditimbulkan sampah tersebut.

Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Ketapang mendapat tugas dan


tanggungjawab untuk menangani persampahan di kabupaten Ketapang disamping
menciptakan kawasan kota yang indah, sejuk dan asri. Hal ini sesuai dengan tugas dan
fungsi Dinas Kebersihan dan Pertamanan yaitu :

1. Penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang kebersihan dan pertamanan

2. Penyusunan rencana dan pelaksanaan program di bidang kebersihan dan pertamanan

3. Melakssanakan, mengelola, dan pengawasan serta penyuluhan di bidang kebersihan


dan pertamanan
4. Pelaksanaan fasilitasi kebersihan kota dan keterlibatan masyarakat secara menyeluruh.

5. Menggali potensi masyarakat untuk terlibat aktif dalam penanganan dan pengelolaan
sampah

6. Mendukung tercapainya ruang terbuka hijau bagi publik

Visi dan misi Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Ketapang adalah :

Visi : Mewujudkan Kabupaten Ketapang yang Aman, Sehat, Ramah dan Indah (ASRI) menuju
masyarakat yang beriman – bertaqwa, berkualitas, mandiri dan sejahtera

Misi :

1. Meningkatkan kualitas pelayanan kebersihan di Kab. Ketapang

2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas Ruang terbuka hijau

3. Meningkatkan penyuluh dan pelatihan pengelolaan sampah

4. Meningkatkan nilai tambah/ekonomi sampah bagi kesejahteraan masyarakat

5. Meningkatkan kualiatas pengolahan air limbah di masyarakat

6. Menciptakan taman-taman kota yang sejuk, indah dan asri

II. Nama Gagasan

“ PENANGANAN DAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN KETAPANG “


III. TUJUAN

a. Jangka Pendek

1. Terlaksananya koordinasi di tingkat Dinas (Kadis, Sekdis, Kabid, Kasi dan Staf)

2. Terlaksananya koordinasi di tingkat Kecamatan, Kelurahan dan desa

3. Terlaksananya koordinasi di tingkat RT dan RW

4. Terlaksananya koordinasi dengan Badan PM, PP dan KB

5. Terbentuknya Tim Sosialisasi

b. Jangka Menengah

1. Terlaksananya sosialisasi dan Penyuluhan tentang penanganan dan pengelolaan


sampah di 8 Kelurahan dan desa di Kec. Delta Pawan Ketapang

2. Terbentuknya kelompok masyarakat pengolah sampah rumah tangga berbasis


partisifasi publik.

c. Jangka Panjang

1. Terlaksanya sosialisasi secara berkelanjutan

2. Terlaksananya Pelatihan Penanganan dan Pengelolaan Sampah di 8 Kelurahan dan Desa


di Ketapang.

3. Terlaksanya Pameran produk hasil pengelolaan sampah


IV. MANFAAT

a. Bagi Instansi

1. Dapat meningkatkan kinerja khususnya dalam pengelolaan persampahan

2. Mendorong keterlibatan masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengelolaan sampah

3. Mengurangi biaya operasional dalam pengangkut sampah ke TPA sampah

b. Bagi Peserta

1. Meningkatkan kemampuan manajerial dalam penanganan sampah

2. Sebagai wadah meningkatkan kemampuan koordinasi dengan semua pihak

3. Dapat menentukan program secara cepat dalam memberikan inovasi dalam pengelolaan
sampah.
c. Bagi Masyarakat

1. Lingkungan sekitar masyarakat menjadi bersih, indah dan sehat

2. Meningkatnya pengelolaan dan pemanfaatan barang bekas menjadi barang dengan nilai
ekonomi

3. Adanya nilai tambah dalam penghasilan masyarakat

V. RUANG LINGKUP PERUBAHAN

Ruang lingkup area perubahan adalah pada Optimalisasi Penanganan dan


Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. Penanganan dan pengelolaan sampah di
Kabupaten Ketapang dirasakan belum maksimal karena luasnya areal kerja dan
banyaknya sampah rumah tangga yang dipruduksi masyarakat. Akibatnya banyak
sampah rumah tangga yang tidak terangkut dan tentu saja hal ini menyebabkan
berkurangnya nilai estetika kota, penurunan kualitas lingkungan dan besarnya biaya
operasional pengakutan sampah yang dikeluarkan oleh Dinas Kebersihan dan
Pertamanan Ketapang.

VI. PERSETUJUAN MENTOR

VII. J U D U L
“ OPTIMALISASI PENANGANAN DAN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI
KABUPATEN KETAPANG BERBASIS PARTISIFASI MASYARAKAT “

VIII. DESKRIPSI

Proyek Perubahan yang akan dilakukan adalah Optimalisasi Penanganan dan


Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Partisifasi Publik. Maksud dari
Optimalisasi adalah adanya peningkatan yang signifikan dari upaya penanganan dan
pengelolaan sampah rumah tangga berbasis partisifasi publik yang selama ini dilakukan
oleh petugas lapangan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Ketapang.

Selama ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan Ketapang cukup kewalahan dalam
menangani sampah rumah tangga khususnya wilayah perkotaan. Dengan adanya
partisifasi publik dalam pengelolaan sampah maka volume sampah yang diangkut
tenaga operasional lapangan Dinas menuju Tempat Pemerosesan Akhir (TPA) Sampah,
menjadi berkurang karena sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah
(TPS) adalah hanya sampah yang betul-betul tidak dapat dimanfaatkan lagi.

Inovasi yang lainnya adalah adanya rencana untuk memberikan pelatihan


kecakapan dan keterampilan kepada masyarakat dalam penangangan dan pengelolaan
sampah seperti pembuatan pupuk organik, kerajinan tangan atau pengolahan sampah
dengan nilai ekonomi lainnya.

IX. M E N T O R

Nama : Drs. H. M. Thorhan T


Jabatan : Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Ketapang

NIP : 19580607 198103 1 016

Pangkat/Gol : Pembina Utama Muda / IV c

No. HP : 081257288**

X. PROJECT LEADER

Nama : Pitriyadi, S.Hut M.Si

Jabatan : Kabid. TPA Dinas Kebersihan dan Pertamanan Ketapang

NIP : 19740713 200312 1 003

Pangkat/Gol : Pembina / IV a

No. HP : 0852 4561 02**

XI. MILESTONE (PENTAHAPAN)

a. Jangka Pendek

1. Rapat / koordinasi dengan Kasi kasi


2. Rapat / koordinasi dengan Sekretaris Dinas

3. Rapat / koordinasi dengan Kepala Dinas

4. Rapat / koordinasi dengan Kadis, Sekdis, Kabid, Kasi dan staf

5. Koordinasi dengan Camat

6. Koordinasi dengan Kepala Kelurahan dan Kepala desa

7. Koordinasi dengan RT dan RW

8. Rapat koordinasi dengan Camat, Lurah, Kades, RT RW, PKK, Ibu RT

9. Koordinasi dengan Kaban PD, Pemberdayaan Perempuan dan KB

10. Pembentukan Tim Sosialisasi

11. Rapat Tim Sosialisasi

12. Mempersiapkan bahan-bahan sosialisasi

b. Jangka Menengah (6 bulan)

1. Sosialisasi dan Penyuluhan tentang penanganan dan pengelolaan sampah di Kelurahan


Sampit Kec. Delta Pawan Ketapang

2. Sosialisasi dan Penyuluhan tentang penanganan dan pengelolaan sampah di Kelurahan


Tengan Kec. Delta Pawan Ketapang

3. Sosialisasi dan Penyuluhan tentang penanganan dan pengelolaan sampah di Kelurahan


Mulia Baru Kec. Delta Pawan Ketapang

4. Sosialisasi dan Penyuluhan tentang penanganan dan pengelolaan sampah di Kelurahan


Sukaharja Kec. Delta Pawan Ketapang
5. Sosialisasi dan Penyuluhan tentang penanganan dan pengelolaan sampah di Kelurahan
Kantor Kec. Delta Pawan Ketapang

6. Sosialisasi dan Penyuluhan tentang penanganan dan pengelolaan sampah di Desa Payak
Kumang Kec. Delta Pawan Ketapang

7. Sosialisasi dan Penyuluhan tentang penanganan dan pengelolaan sampah di Desa


Kalinilam Kec. Delta Pawan Ketapang

8. Sosialisasi dan Penyuluhan tentang penanganan dan pengelolaan sampah di Desa


Sukabangun Kec. Delta Pawan Ketapang

9. Pembentukan Kelompok Masyarakat Pengolah Sampah rumah tangga berbasis


partisifasi publik

c. Jangka Panjang (1 tahun ke atas)

1. Sosialisasi berkelanjutan di 8 Kelurahan/desa di Ketapang

2. Pelatihan Penanganan dan Pengelolaan Sampah di 8 Kelurahan dan Desa di Ketapang.

3. Pameran produk hasil pengelolaan sampah

XII. TATA KELOLA PROYEK

Pembuatan bagan kerja yang disesuaikan dengan analisa proyek perubahan yang akan
dilaksanakan
XIII. IDENTIFIKASI STAKEHOLDERS

Pengaruh
No. Stakeholders Peran
Tugas Kekuatan Kepentingan
A. Internal Stakeholders
1. Kepala Dinas Sponsor Menentukan + +
Kebersihan dan kebijakan dan
Pertamanan keberhasilan PP
2. Sekretaris Dinas Penasehat Membantu Kadis + -
dan memberikan
masukan dalam
keberasilan PP
3. Kabid TPA Pimpinan PP Bertanggungjawab + +
terhadap
pelaksanaan PP
4. Kabid Operasional Anggota Tim Membantu Tim - -
Sosialisasi Sosialisasi
5. Kasi Penyuluhan Ketua Tim Sos I Bertanggungjawab - +
dalam sosialisasi
ke maasyarakat
6. Kasi Pemanfaatan Ketua Tim Sos II Bertanggungjawab - +
dalam sosialisasi
ke masyarakat
7. Staf Bidang TPA Anggota Tim Membantu Ketua - -
Sosialisasi Tim Sos I dan
Ketua Tim Sos II
B. Eksternal Stakeholders
1. Kaban PMD, PP dan Mensinkronkrankan Koordinasi + -
KB PP kegiatan di tingkat
kab.
2. Camat Mensinkronkan Mengkoordinasikan + -
dan memantau keg di tk kec
pelaksanaan PP di
masyarakat
3. Kepala Anggota Tim Membantu ketua + -
Kelurahan/Desa Sosialisasi Tim Sos I dan II
4. Ketua RT / RW Mengawasi Membantu Kepala - -
pelaksanaan Desa/kel dalam
sosialisasi di keg PP
lingkungannga
5. Masyarakat Mitra kerja PP Membantu dan - -
mensukseskan
kegiatan PP
6 LSM Membantu Membantu - -
mensosialisasikan penyebaran
PP informasi keg PP
ke masy
XIV. ANGGARAN

1. Rapat koordinasi di tingkat Dinas : Rp. 500.000,-

2. Rapat koordinasi Tk kecamatan : Rp. 500.000,-

3. Penyiapan bahan keg. Sosialisasi : Rp. 1.000.000,-

4. Kegiatan sosialisasi di 8 kel/des : Rp. 8.000.000,-

5. Kegiatan evaluasi sosialisasi : Rp. 2.000.000,-

6. Penyiapan bahan2 pelatihan sampah 8 kel/des : Rp. 8 .000.000,-

7. Kegiatan pelatihan pengolahan sampah : Rp. 8.000.000,-

8. Kegiatan pameran : Rp. 10.000.000

Jumlah Biaya = Rp. 30.800.000,-