Anda di halaman 1dari 5

23

ZIRAA’AH, Volume 38 Nomor 3, Oktober 2013 Halaman 23-27 ISSN 1412-1468

ANALISIS USAHA PEMBUATAN TAHU


(Studi Kasus pada Pabrik Tahu “Berkat Sekumpul” Martapura)

(Farm Analysis of Tofu Produce)


(Case Study in Berkat Sekumpul Tofu Produce Factory at Martapura District)

Fitriani, Ana Zuraida, Siti Erlina


Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Islam Kalimantan MAB

ABSTRACT

The study aims to determine the feasibility (RCR) and the break-even point (BEP) of tofu
making business. The method used is a case study on "Berkat Sekumpul" company in
Martapura. The study was conducted for 6 (six) months starting from October 2012 to March 2013.
The results showed the business is feasible, the RCR is 1.13 and break even on sales of 4,902 sheet
at a price on Rp 51,260 per sheet, - or return on Rp 25,275,000, -

Keywords : tofu , feasibility, break even

PENDAHULUAN METODE PENELITIAN


Industri kecil pembuatan tahu Tempat dan Waktu Penelitian
merupakan salah satu industri pangan yang Penelitian dilakukan di Pabrik
memiliki prospek pasar bagus terutama di Pembuatan Tahu “ Berkat Sekumpul”
Kalimantan Selatan. Hal ini ditunjukkan oleh beralamat di Jln. Irigasi RT. 7 RW. 3 di Desa
banyaknya restoran dan outlet yang Telok Sanggar Bincau Kecamatan. Martapura
menyediakan aneka makanan yang berbahan Kota. Penelitian berlangsung dari bulan
baku tahu, disamping yang menjual dalam Oktober 2012 sampai dengan Maret 2013.
bentuk eceran. Penelitian ini merupakan studi kasus
Pada umumnya usaha pembuatan tahu yaitu penelitian secara mendalam mengenai
merupakan industri rumah tangga dan sangat unit sosial tertentu yang hasilnya merupakan
diminati konsumen baik dari kelas atas gambaran yang lengkap dan terorganisasi
hingga kelas bawah. Jumlah pengusaha baik mengenai unit tersebut.
industri rumah tangga ini cukup banyak di
Kalimantan selatan, salah satu usaha Pengumpulan dan Analisis Data
pembuatan tahu yang cukup lama bertahan Jenis data yang dikumpulkan
adalah Tahu Berkat Sekumpul di Kabupaten merupakan data primer dan data sekunder.
Banjar yang telah berdiri selama 7 tahun. Data primer diperoleh dari wawancara
Perlu ada penelitian mengenai usaha langsung dengan pemilik usaha dengan
pembuatan tahu agar dapat diketahui apakah menggunakan kuisoner dan observasi secara
usaha ini layak diusahakan dan pada produksi langsung. Sedangkan data sekunder
berapa serta tingkat harga yang diperoleh dari instansi yang terkait dengan
menguntungkan pengusaha tahu. Penelitian topik penelitian.
merupakan studi kasus dengan tujuan untuk Data yang diperoleh diolah secara
menganalisa kelayakan usaha dan titik impas tabulasi dan selanjutnya dianalisis untuk
(BEP) usaha pembuatan tahu Berkat periode 6 bulan. Satuan perhitungan dan
Sekumpul analisis keuntungan adalah satuan periode
akuntansi terhitung pada bulan Oktober 2012
24
ZIRAA’AH, Volume 38 Nomor 3, Oktober 2013 Halaman 23-27 ISSN 1412-1468

– Maret 2013. Untuk mengetahui nilai kelayakan


Total pembiayaan pada usaha usaha digunakan analisa Revenue Cost Ratio
pembuatan tahu digunakan rumus sebagai (RCR) dengan rumus sebagai berikut :
berikut : TR
TC = FC + VC RCR =
Keterangan : TC
TC=Biaya Total / Total Cost (Rp) Keterangan :
FC=Biaya Tetap / Fixed Cost (Rp) RCR = Kelayakan Usaha/ Revenue Cost Ratio
VC=Biaya Variabel / Variable Cost (Rp) TR= Penerimaan Total / Total Revenue (Rp)
Untuk input-input yang berbentuk TC= Biaya Total / Total Cost (Rp)
barang modal yang tidak habis dalam satu dengan kriteria pengambilan keputusan
kali proses produksi, maka perlu dihitung sebagai berikut :
besarnya penyusutan. Besarnya penyusutan a. RCR > 1, usaha tersebut layak.
untuk setiap proses produksi ini hanya b. RCR = 1, usaha tersebut tidak
taksiran, karena tidak mungkin menetapkan menguntungkan tapi tidak mengalami
secara tepat. Maka untuk menghitung biaya kerugian.
penyusutan digunakan metode garis lurus c. RCR < 1, usaha tersebut tidak layak.
(straight line method) dalam penentuan Untuk mengetahui titik impas digunakan
besarnya penyusutan, dinyatakan dengan analisa Break Even Point (BEP) dengan
rumus : menggunakan rumus sebagai berikut :
Na – Ns
D = Up BEP (Q) = FC
Keterangan : P - AVC
D = Besarnya nilai penyusutan barang modal Keterangan :
tetap (Rp/bln) BEP (Q)= BEP Jumlah (papan tahu)
Na = Nilai awal barang modal tetap (Rp) AVC = Biaya variabel rara-rata (Rp/
Ns = Nilai sisa dari barang modal tetap (Rp) papan tahu)
Up = Nilai ekonomis dari barang modal tetap P = Harga Jual (Rp/papan tahu)
(thn) FC = Biaya tetap
Untuk mengetahui besarnya penerimaan, Titik impas dalam satuan rupiah :
digunakan rumus sebagai berikut :
FC
TR = Y . Py
AVC
keterangan : BEP (R) =
1-
TR=Penerimaan Total / Total Revenue (Rp)
P
Y=Jumlah tahu (papan tahu)
Py=Harga rata-rata tahu (Rp) Keterangan :
Untuk mengetahui besarnya BEP (R) = BEP dalam Rupiah
keuntungan usaha pembuatan tahu dapat FC = Total Biaya
dihitung dengan menggunakan rumus sebagai P = Harga jual tahu (Rp/
berikut : papan tahu)
π= TR – TC AVC = Biaya variabel (Rp/
papan tahu)
Keterangan :
π=Keuntungan / laba (Rp) HASIL DAN PEMBAHASAN
TR=Penerimaan Total / Total Revenue (Rp) Jumlah biaya tetap perusahaan dapat dilihat
TC=Biaya Total / Total Cost (Rp) pada Tabel 1, sedangkan Jumlah biaya
variabel disajikan pada Tabel 2.
25
ZIRAA’AH, Volume 38 Nomor 3, Oktober 2013 Halaman 23-27 ISSN 1412-1468

Tabel 1. Biaya Tetap Pada Usaha Pembuatan Tahu “Berkat Sekumpul” Selama 6 bulan (Oktober
2012- Maret 2013)

No Komponen Biaya Total Biaya (Rp)


1. Penyusutan aktiva tetap 6.236.000
2. Upah Tenaga kerja tetap 41.870.000
3. Konsumsi tenaga kerja 11.850.000
4. Pembelian Asam jawa 350.000
Total Biaya Tetap 60.306.000

Tabel 2. Jumlah Biaya Variabel pada Usaha Pembuatan Tahu Pada Pabrik ”Berkat Sekumpul”
Bulan Oktober 2012 sampai Maret 2013.

No Komponen Biaya Volume Total Biaya (Rp)


1. Bahan baku (kg) 47.400 365.550.000
2. Bahan penolong - 19.792.000
- Kayu bakar (ret) 32 16.000.000
- Solar (Ltr) 474 3.792.000
3. Listrik 469.600
Total 385.811.600

Biaya total merupakan penjumlahan tahu. Tahu dijual dalam bentuk papan yang
dari total biaya tetap dengan total biaya berisi sebanyak 143 potong dengan harga
variabel. sehingga biaya total yang dapat Rp.53.000 per papan. Disamping itu
dihitung sebagai berikut : penerimaan lainnya berupa ampas tahu yang
TC= FC + VC dijual setiap bulannya seharga Rp.400.000
= Rp.60.306.000+ Rp.385.811.600 sehingga total berjumlah Rp.504.840.000,-
= Rp.446.117.600 Perhitungan keuntungan disajikan pada
Penerimaan merupakan perkalian Tabel 3.
antara produksi tahu yang dijual dengan harga

Tabel 3. Keuntungan Usaha Pembuatan Tahu “Berkat Sekumpul” Selama 6 bulan (Oktober 2012
Sampai Maret 2013).

No. Uraian Total (Rp)


1. Penerimaan 504.840.000
2. Biaya tetap 60.306.000
3. Biaya Variabel 385.811.600
Keuntungan 58.722.400

Untuk menentukan apakah usaha tahu Penerimaan Total


“Berkat Sekumpul” layak diusahakan maka RCR =
dilakukan perhitungan sebagai berikut: Biaya Total
26
ZIRAA’AH, Volume 38 Nomor 3, Oktober 2013 Halaman 23-27 ISSN 1412-1468

Rp.504.840.000 ini lebih rendah bila dibandingkan dengan


= RCR 3,10 pada Analisis Kelayakan Dan
Rp.446.117.600 Strategi Pengembangan Usaha Industri Kecil
Tahu Di Kabupaten Kuningan-Jawa Barat
= 1,13 (Mutia dan Susanto,2007). Walaupun
Hal ini menunjukkan bahwa setiap demikian usaha ini masih layak diteruskan
Rp.1,00 biaya yang dikeluarkan akan karena masih menguntungkan.
memberikan penerimaan sebesar Rp. 1,13. Tingkat titik impas yang terjadi pada
Karena RCR > 1 maka dapat ditarik usaha pembuatan tahu, berdasarkan jumlah
kesimpulan bahwa usaha tahu ini layak untuk produksi minimal (papan tahu) yang
diteruskan, hal tersebut sesuai dengan dihasilkan dan berdasarkan harga penjualan
pendapat Rahim dan Hastuti (2007), Angka minimal (rupiah) dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Tingkat Titik Impas pada Usaha Pembuatan Tahu “Berkat Sekumpul” selama 6 bulan
(Oktober 2012 sampai Maret 2013)
.
No Break Even Point (BEP) Nilai
1. Berdasarkan jumlah produksi minimal (papan) 4.902.
2. Berdasarkan jumlah penjualan minimal (Rp) 251.275.000
3 Berdasarkan harga minimal (Rp) 51.260

Pengusaha harus menjual tahu DAFTAR PUSTAKA


sebanyak 4.902 papan atau menjual sebesar Febrianti, Santi. 2007. Analisis Biaya dan
Rp.251.275.000 atau harga Rp.51.260 per Keuntungan Usaha Pengolahan Tahu
papan agar bisa mencapai titik impas. Pada Perusahan Adi Karya
Kelurahan Keraton Kabupaten
KESIMPULAN DAN SARAN Banjar. Skripsi Fakultas Pertanian
Kesimpulan Universitas Lambung Mangkurat.
Berdasarkan hasil penelitian dapat
disimpulkan bahwa usaha pembuatan tahu Kartasapoetra AG. 1998. Pengantar Ekonomi
“Berkat Sekumpul” Martapura memiliki Produksi Pertanian. Penerbit Bina
prospek yang baik ditunjukkan dengan nilai Aksara. Jakarta.
RCR sebesar 1,13 dan mencapai titik impas
pada penjualan sebesar 4.902 papan dengan Kasim, 1995. Pengantar Ekonomi Produksi .
harga per papan sebesar Rp 51.260,- atau Lambung Mangkurat University Press.
penerimaan sebesar Rp 25.275.000,- Fakultas Pertanian UNLAM.
Banjarbaru.
Saran
Usaha pembuatan tahu memiliki Padangaran, A.M., 2013. Analisis Kuantitatif.
prospek cerah untuk dikembangkan di Pembiayaan Perusahaan Pertanian.
Kalimantan Selatan dengan Penerbit IPB Press
mempertimbangkan ketersediaan kedelai
sebagai bahan baku utama. Rahim, A dan Hastuti, D.R.D. 2007.
Pengantar teori dan kasus Ekonomi
Pertanian. Penerbit Penebar Swadaya
Jakarta
27
ZIRAA’AH, Volume 38 Nomor 3, Oktober 2013 Halaman 23-27 ISSN 1412-1468

Ruri Mutia, Herry Susanto. 2004. Sarwono, B & Saragih, YP. 2001. Membuat
Perencanaan Laba Dengan Aneka Tahu. Penerbit Penebar
Menggunakan Analisis Titik Impas Swadaya. Jakarta.
Pada Usaha Pabrik Tahu Sumedang,
Penulisan Ilmiah, Fakultas Ekonomi.
Universitas Gunadarma