Anda di halaman 1dari 30

DAFTAR ISI

Kata Pengantar
…………………………………………………………………………………….i

Daftar Isi
……………………………………………………………………………………1

Daftar Lampiran
……………………………………………………………………………………2

Bab I. Pendahuluan
……………………………………………………………………………..……..3

Bab II. Profil Wilayah Kerja


……………………………………………………………………………………4

Bab III. Masalah kesehatan


……………………………………………………………………………………7

Bab IV. Kegiatan Dokter PTT


……………………………………………………………………………………8

Bab V. Keadaan wilayah kerja setelah kegiatan


……………………………………………………………………………………11

Bab VI. Penutup


……………………………………………………………………………………11

Lampiran …………………………………………………………………………...
……….12

1
DAFTAR LAMPIRAN
Form laporan bulanan dokter
keluarga…………………………………………………………..12

2
BAB I
PENDAHULUAN

Pentingnya kegiatan PTT provinsi Kepri yang dahulu dikenal senagai


DOKKEL ( Dokter Keluarga ) karena pada kenyataannya Organisasi kesehatan
sedunia (WHO) dan Organisasi Dokter Keluarga Se-dunia (WONCA) telah
menekankan pentingnya peranan dokter keluarga ini dalam mencapai pemerataan
pelayanan kesehatan. Sebagai salah satu anggota WHO, Departemen Kesehatan
dan institusi pendidikan serta masyarakat profesional perlu menata pelayanan
kedokteran keluarga dalam suatu struktur yang tersistem. Untuk mendukung
percepatan terselenggaranya pelayanan kedokteran keluarga dan pengadaan dokter
keluarga, kebijakan nasional di bidang pelayanan kesehatan merupakan acuan
mutlak agar perubahan ke arah sistem yang lebih baik berlangsung sinambung.

Saat ini upaya kesehatan, termasuk upaya kesehatan strata pertama belum
terselenggara secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan meskipun
sarana pelayanan kesehatan dasar milik pemerintah maupun pelayanan kesehatan
swasta berbasis masyarakat terdapat di semua Kecamatan. Begitu pula dengan
sistem rujukan upaya kesehatan perorangan juga belum dapat berjalan dengan
baik. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, perubahan yang fundamental harus
dilakukan dalam sistem pelayanan kesehatan, fakultas kedokteran, profesi medik,
dan institusi pendidikan kesehatan lainnya.

Sejauh ini, berbagai kebijakan dalam bidang kesehatan di Indonesia seperti


SKN telah menetapkan dokter keluarga sebagai pemberi pelayanan dokter strata
pertama karena pembangunan kesehatan dikaitkan dengan pembangunan
keluarga. Juga karena keluarga merupakan unit terkecil masyarakat yang sangat
penting fungsinya dan strategis sekali dalam pembangunan sosial

Paradigma baru pembangunan kesehatan yaitu paradigma sehat sangat


membutuhkan model pendekatan pelayanan dokter keluarga. Hal itu karena
paradigma sehat menekankan upaya pemeliharaan kesehatan yang mengutamakan

3
pelayanan kesehatan promotif dan preventif agar keluarga dan anggotanya dapat
terus terjaga kesehatannya serta mengurangi beban sosial-ekonomi yang
dikeluarkan untuk berobat, dan program Dokter Keluarga memiliki beberapa
keunggulan : 1. Pelayanan kesehatan lini pertama; 2. Pelayanan kesehatan/medis
yang bersifat umum; 3. Bersifat holistik dan komprehensif; 4. Pemeliharaan
kesehatan yang berkesinambungan; 5. Pendekatan Keluarga.

BAB II
PROFIL WILAYAH KERJA

2.1 GEOGRAFIS
Puskesmas Kampung Bugis memiliki wilayah kerja yang mencakup
satu kecamatan, yaitu Kecamatan Tanjungpinang Kota yang memilki luas
wilayah 52,5 Km2 yang letaknya sangat strategis, keadaan tanah yang subur,
produktifitas sedang, curah hujan yang cukup antara 2000-3000 mm/tahun
sehingga dapat dikembangkan menjadi daerah pertanian dan perkebunan
dengan ketinggian tanah dari permukaan laut ± 50 meter.

PETA KECAMATAN TANJUNGPINANG KOTA


Adapun batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:
 Sebelah Utara : berbatasan dengan Teluk Bintan
 Sebelah Selatan : berbatasan dengan Tanjungpinang Barat
 Sebelah Barat : berbatasan dengan Galang
 Sebelah Timur : berbatasan dengan Tanjungpinang Timur

4
Kecamatan Tanjungpinang Kota terdiri dari 4 kelurahan yaitu : 1).
Kelurahan Tanjungpinang Kota, dengan luas wilayah 1,5 km2, 2). Kelurahan
Kampung Bugis, dengan luas wilayah 24 km2 3). Kelurahan Senggarang,
dengan luas wilayah 23 km2 dan 4). Kelurahan Penyengat, dengan wilayah 4
km2.

2.2 KEPENDUDUKAN
Jumlah penduduk Kecamatan Tanjungpinang Kota pada tahun 2012
adalah 23.490 jiwa, yang terdiri dari 12.199 jiwa penduduk laki-laki dan
11.291 jiwa penduduk perempuan. Sedangkan jumlah kepala keluarga
sebanyak 6.744 rumah tangga.. Kepadatan penduduk Kecamatan
Tanjungpinang Kota ialah 447 jiwa/km2. Tentunya kepadatan penduduk ini
juga dipengaruhi oleh migrasi dan mobilitas penduduk yang tinggi.
Sebaran penduduk di Kecamatan Tanjungpinang Kota adalah sebagai
berikut :
1. Kelurahan Tanjungpinang Kota : 7.568 jiwa penduduk, yang terdiri
dari 3.772 jiwa laki-laki dan 3.796 jiwa perempuan.
2. Kelurahan Kampung Bugis : 9.003 jiwa penduduk, yang terdiri dari
4.856 jiwa laki-laki dan 4.147 jiwa perempuan.
3. Kelurahan Senggarang : 4.296 jiwa penduduk, yang terdiri dari
2.248 jiwa laki-laki dan 2.048 jiwa perempuan.
4. Kelurahan Penyengat : 2.623 jiwa penduduk, yang terdiri dari 1.323
jiwa laki-laki dan 1.300 jiwa perempuan.

2.3 PENDIDIKAN
Tingkat pendidikan penduduk Kecamatan Tanjungpinang Kota yang
berusia diatas 10 tahun keatas adalah ; 16,21% tidak/belum pernah sekolah,
13,92% belum/tidak tamat SD, 35,72% berpendidikan SD, 12,50%
berpendidikan SLTP, 18,92% berpendidikan SLTA, 0,93% berpendidikan
Akademi/Diploma, 1,94% berpendidikan Strata. Prasarana pendidikan di
Kecamatan Tanjungpinang Kota terdiri dari; 7 buah TK, 14 buah SD/MI, 7
buah SLTP/MTS dan 1 buah SMA/SMK/MA.

2.4 SOSIAL-EKONOMI
Mayoritas mata pencaharian penduduk adalah perdagangan. Namun
mengingat wilayah Kecamatan Tanjungpinang Kota yang sebagian terdiri

5
dari lautan maka sektor perikanan juga menjadi tumpuan masyarakat karena
memberi kontribusi besar bagi peningkatan ekonomi dan potensial untuk
dikembangkan.
Cakupan pelayanan jaminan kesehatan baik yang dari pusat maupun
daerah di Kecamatan Tanjungpinang Kota adalah 29,14%.

2.5 LINGKUNGAN
Kecamatan Tanjungpinang Kota memiliki wilayah yang terdiri dari ±
70% lautan dan 30% daratan, hutan serta semak belukar yang berada
disekitar wilayah tersebut. Daerahnya merupakan dataran rendah dan
perbukitan dengan ketinggian ± 50 meter diatas permukaan laut, dengan
curah hujan ± 100 mm. Adapun iklim yang mempengaruhi adalah musim
kemarau yang dimulai dari Bulan Februari sampai Bulan Agustus dan
musim penghujan yang dimulai dari Bulan September sampai Bulan Janua

6
BAB III
MASALAH KESEHATAN
A. 10 Penyakit Tertinggi Puskesmas Kota Tanjungpinang 2016

NO NAMA PENYAKIT JUMLAH


1 HIPERTENSI 3232
2 ISPA LAINNYA 2978
3 ISPA 2902
4 PENYAKIT PADA GASTER 1671
5 KELAINAN PADA JARINGAN OTOT 1604
6 PENYAKIT LAINNYA 1207
7 DIABETES 941
8 INFEKSI PADA KULIT 931
9 INFEKSI PADAJARINGAN PULPA 703
10 DIARE 486

B. Pola hidup berPHBS

o Kurangnya Alkes selama bekerja sebagai Dokter Keluarga saat Home Visit
maupun saat bekerja di Poli/UGD
o Perilaku masyarakat yang kurang berperilaku hidup bersih dan sehat PHBS
( jamban, rokok, asi)
o Faktor geografis, pendidikan dan budaya yang membuat sulitnya menerima
perubahan

7|Page
BAB IV
KEGIATAN DOKTER DAN BIDAN
A. ABSENSI

8|Page
9|Page
10 | P a g e
11 | P a g e
12 | P a g e
13 | P a g e
B. KEGIATAN HARIAN

1. Pelayanan Rawat jalan


2. Pelayanan rawat inap
3. Home visit
4. Jaga igd 24 jam
5. Prolanis, posyandu, screening hiv dan ISK
6. Kunjungan ke sekolah

14 | P a g e
BAB V
KEADAAN WILAYAH KERJA SETELAH
KEGIATAN
1. 24 jam diwilayah kerja KP Bugis, pelayanan rawat inap, dan persalinan
2. Teredukasinya masyarakat mengenai PHBS
3. Tersedianya pelayanan medis dan paramedic yarakat tentang kesehatan dengan
kunjungan homecare
4. Bertambahnya pemahaman masyarakat akan PHBS

BAB VI
PENUTUP
Dari hasil kegiatan di bulan maret masih banyak masyarakat yang belum memahami
PHBS, dengan ini diperlukan kegiatan berkelanjutan mengenai edukasi PHBS.
Saya menyadari masih terdapat banyak kekurangan dan keterbatasan dalam pembuatan
laporan bulanan saya ini, untuk itu kritik dan saran dari berbagai pihak sangat saya harapkan.
Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam pembuatan
laporan bulanan ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

15 | P a g e
LAMPIRAN
.

16 | P a g e
17 | P a g e
18 | P a g e
19 | P a g e
20 | P a g e
21 | P a g e
22 | P a g e
23 | P a g e
24 | P a g e
25 | P a g e
26 | P a g e
27 | P a g e
28 | P a g e
29 | P a g e
30 | P a g e