Anda di halaman 1dari 22

1.

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli


a. Dr.SP.Siagian
Di dalam sebuah buku berjudul “Filsafat Administrasi”, Dr.SP.Siagian
mendefinisikan jika manajemen adalah sebuah kemampuan maupun keterampilan
guna memperoleh suatu hasil dalam upaya untuk mencapai tujuan melalui
tindakan kerja orang lain.
Sehingga dengan demikian dapat pula dikatakan bahwa manajemen
merupakan sebuah administrasi, hal ini dikarenakan memang manajemen sendiri
merupakan alat pelaksana yang paling utama dari proses administrasi.
b. Federick Winslow Taylor
Manajemen adalah Suatu percobaan yang sungguh-sungguh untuk
menghadapi setiap persoalan yang timbul dalam pimpinan perusahaan (dan
organisasi lain)atau setiap system kerjasama manusia dengan sikap dan jiwa
seorang sarjana dan dengan menggunakan alat-alat perumusan.
c. Ricky W. Griffin
Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals)
secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai
dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan
secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
d. Prof.Dr.H.Arifin Abdulrachman
Melalui buku yang berjudul “Kerangka Pokok-Pokok Management”
Prof.Dr.H.Arifin Abdulrachman mengungkapkan bahwa manajemen dapat
diartikan dengan:
a. Kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas.
b. Proses yaitu kegiatan di dalam rentetan maupun urutan-urutan.
c. Institut atau orang-orang yang melaksanakan kegiatan atau suatu proses
kegiatan.
e. Davis (1951)
Davis berpendapat bahwa manajemen merupakan sebuah fungsi dari setiap
bentuk kepemimpinan eksekutif yang ada dimanapun.
f. Kimball and Kimball (1951)
Berdasarkan pendapat Kimball and Kimball manajemen terdiri dari
keseluruhan fungsi beserta tugas yang meliputi sebuah sistem penyusunan
perusahaan, pembiayaan, penyediaan seluruh peralatan di sebuah perusahaan,
penetapan garis-garis besar serta penyusunan kerangka organisasi hingga pada
pemilihan para pejabat teras di dalamnya.
g. Wilson Bangun

1
Manajemen adalah suatu rangkaian aktivitas yang dikerjakan oleh para
anggota organisasi agar tujuan dapat tercapai dengan rangkaian yang teratur dan
tersusun baik.

2. Fungsi - Fungsi Manajemen

Menurut JOHN F. MEE


Ada 4 fungsi manajemen yaitu :
1. Planning (perencanaan)
Menentukan tujuan untuk kinerja organisasi dimasa depan serta
memutuskan tugas dan penggunaan sumber daya yang diperlukan untuk
mencapai tujuan tersebut.
2. Organizing (pengorganisasian)
Mengalokasikan seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan antara
kelompok kerja, menetapkan wewenang relatif serta tanggung jawab
masing-masing individu atas komponen kerjadan menyediakan lingkungan
kerja yang tepat.
3. Controlling (pengawasan)
Mengawasi aktivitas karyawan, menentukan apakah organisasi dapat
memenuhi target tujuannya, dan melakukan koreksi bila diperlukan serta
menilai pelaksanaan kegiatan.
4. Motivating (motivasi)
Pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan agar
bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai apa yang diinginkan
oleh atasan.

Menurut KOOONTZ & O’ DONNEL


1. Planning (perencanaan)
Planning menentukan tujuan untuk kinerja organisasi dimasa depan serta
memutuskan tugas dan penggunaan sumber daya yang diperlukan untuk
mencapai tujuan tersebut.
2. Organizing (pengorganisasian)
Organizing mengalokasikan seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan antara
kelompok kerja, menetapkan wewenang relatif serta tanggung jawab masing-
masing individu atas komponen kerjadan menyediakan lingkungan kerja yang
tepat.
3. Staffing (penyusunan pegawai)

2
Staffing salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan
atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang berkaitan
dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi. 13. Evaluating
(penilaian), merupakan salah satu fungsi manajemen untuk memberikan penilaian
dalam berbagai kegiatan serta menilai sejauh mana usaha mencapai tujuan yang
telah ditetapkan
4. Directing / Commanding (pengarahan)
Directing merupakan fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha
memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau intruksi kepada bawahan dalam
melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik
dan benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.
5. Coordinating (pengkoordinasian)
Coordinating merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan
berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan
kegiatan, dengan jalan menghubungka, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan
bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarah dalam upaya mencapai tujuan
organisasi.

Dari berbagai fungsi manajemen tersebut, fungsi manajemen yang paling


mendasar yaitu sebagai berikut
1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan mencakup hal-hal pemilihan/penetaan tujuan organisasi dan
penetuan strategi, kebijakan, proyeksi, program, metode, sistem, anggaran, dan
standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
2. Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang
sesuai dengan tujuan, sumber daya organisasi, dan lingkungan tempat organisasi
berada. Pengorganisasian bertujuan membagi suatu kegiatan yang besar menjadi
kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Selain dari itu, mempermudah manajer dalam
melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk
melaksanakan tugas-tugasnya yang telah dibagi-bagi tersebut.
3. Penyusunan Personalia (Staffing)
Staffing merupakan penarikan, pelatihan, dan pengembangan serta
penempatan dan pemberian orientasi pada karyawan dalam lingkungan kerja yang
menguntungkan dan produktif. Fungsi staffing mencakup kegiatan berikut.
a. Perencanaan sumber daya manusia
b. Rekruitmen karyawa
c. Seleksi
d. Pengenalan dan orientasi

3
e. Penilaian dalam pelaksanaan kerja
f. Pemberian balas jasa dan penghargaan
g. Perencanaan dan pengembangan karier.
4. Pengarahan (Leading/Directing)
Fungsi pengarahan adalah membuat karyawan melakukan apa yang
diinginkan dan harus dilakukan. Fungsi yang melibatkan kualitas, gaya, dan
kekuasaan pemimpin. Kegiatan kepemimpinan misalnya komunikasi, motivasi,
dan disiplin perlu diintensifkan oleh atasan.

5. Pengawasan (Controlling)
Pengawasan merupakan tindakan seorang manajer untuk menilai dan
mengendalikan jalannya suatu kegiatan demi tercapainya tujuan yang telah
ditetapkan. Dengan demikian, tujuan pengawasan adalah memperbaiki kesalahan,
penyimpangan, penyelewengan dan kegiatan lainnya yang tidak sesuai dengan
rencana.

3. Peran Dari Manajemen

Peran Antarpersonal
Semua manajer diharuskan melakukan tugas – tugas terkait seremonial dan
bersifat simbolis. Sebagai contoh, ketika rektor perguruan tinggi memberikan
ijazah sarjana pada acara wisuda atau seorang pengawas pabrik menjadi pemandu
tur pabrik untuk sekelompok murid sekolah menengah, ia berperan sebagai tokoh
utama (figurehead). Semua manajer memiliki peran kepemimpinan. Peran ini
mencakup perekrutan, pelatihan, pemberian motivasi, dan pendisiplinan
karyawan. Peran ketiga dalam pengelompokan antarpersonal adalah peran
penghubung. Mintzberg mendeskripsikan aktivitas ini sebagai hubungan dengan
individu luar yang memberikan informasi kepada manajer tersebut. Individu luar
tersebut mungkin adalah individu atau kelompok di dalam atau di luar organisasi.
Manajer penjualan yang mendapatkan informasi dari manajer pengendalian
kualitas di perusahaannya sendiri mempunyai kerja sama hubungan internal.
Ketika manajer penjualan tersebut berhubungan dengan eksekutif penjualan lain
melalui sebuah perdagangan pemasaran, ia mempunyai suatu kerja sama
hubungan eksternal.
Peran Informasional
Semua manajer, sampai pada tingkat tertentu, mengumpulkan informasi dari
organisasi – organisasi dan institusi luar. Biasanya, mereka mendapatkan
informasi dengan membaca majalah dan berkomunikasi dengan individu lain
untuk mempelajari perubahan selera masyarakat, apa yang mungkin direncanakan
oleh para pesaing, dan semacamnya. Mintzberg menyebut hal ini sebagai peran

4
pemantau. Para manajer juga bertindak sebagai penyalur untuk meneruskan
informasi ini kepada anggota organisasional. Hal ini disebut sebagai peran
penyebar. Selain itu, manajer bertindak selaku juru bicara ketika mereka mewakili
organisasi di hadapan pihak luar.

Peran Pengambilan Keputusan


Akhirnya, Minzberg mengidentifikasikan empat peran terkati pengambilan
keputusan. Dalam peran kewirausahaan, para manajer memulai dan mengawasi
proyek – proyek baru yang akan meningkatkan kinerja organisasi mereka. Sebagai
penyelesaian masalah, manajer melakukan tindakan korektif untuk menyelesaikan
berbagai masalah yang tidak terduga. Sebagai pengalokasi sumber daya, manajer
bertanggung jawab menyediakan sumber daya manusia, fisik, dan moneter.
Terakhir, manajer memainkan peran negosiator, di mana mereka mendiskusikan
berbagai persoalan dan tawar – menawar dengan unit – unit lain demi keuntungan
unit mereka sendiri.

5
PERAN DESKRIPSI
Antarpersonal
Tokoh Utama Pemimpin simbolis, diwajibkan
melakukan sejumlah tugas rutin dari
sebuah lembaga hukum atau sosial.
Kepemimpinan Bertanggung jawab memotivasi dan
mengarahkan karyawan.
Penghubung Mempertahankan jaringan koneksi luar
yang memberikan pertolongan dan
informasi
Informasional
Pemantau Menerima berbagai informasi, bertindak
sebagai pusat saraf informasi internal dan
eksternal organisasi
Penyebar Meneruskan informasi yang diterima dari
orang luar atau karyawan lain kepada
anggota organisasi
Juru Bicara Meneruskan informasi kepada orang luar
mengenal rencana, kebijaksanaan,
tindakan, dan hasil organisasi, bertindak
selaku ahli dalam industri organisasi
Pengambilan Keputusan
Kewirausahaan Mencari peluang dalam organisasi dan
lingkungan serta memprakarsai proyek –
proyek untuk membuat perubahan.
Penyelesai Masalah Bertanggung jawab atas tindakan
korektif ketika organisasi menghadapi
gangguan penting yang tidak terduga.
Pengalokasi Sumber Daya Membuat atau menyetujui keputusan –
keputusan organisasi yang signifikan
Negosiator Bertanggun jawab mewakili organisasi
dalam negosiasi – negosiasi besar.

6
4. Tingkat Manajemen

Tingkatan Manajemen

a. Manajemen Puncak | Top Level of Management


Manajemen Puncak atau Top Level Management umumnya terdiri atas
direksi, CEO (Cheif Executive Officer), GM atau General Manager atau yang
sering pula disebut Presiden Direksi (presdir). Direksi merupakan perwakilan dar
pemilik perusahaan atau Pemegang Saham, mereka dipilih oleh pemegang saham
perusahaan, dan CEO dipilih oleh Dewan Direksi perusahaan.

Ciri ciri dan Peran yang paling utama dari manajemen puncak adalah
sebagai berikut:
 Menentukan rencana, tujuan, serta kebijakan perusahaan atau organisasi.
 Bertanggungjawab atas keseluruhan manajemen dibawahnya yang ada
pada organisasi
 Memobilisasi sumber daya yang dimiliki perusahaan yang tersedia
7
 Manajemen puncak umumnya bekerja dari pemikiran, perencanaan lalu
memutuskan, maka dari itu manajemen puncak juga sering disebut Otak
organisasi atau Administrator
 Mempersiapkan rencana jangka panjang perusahaan
 Manajemen puncak mempunyai wewenang serta tanggung jawab yang
maksimal. Manajemen puncak merupakan otoritas tertinggi pada sebuah
organisasi, bertanggungjawab secara langsung kepada pemilik perusahaan
(Pemegang Saham), Pemerintah maupun ke Masyarakat umum.
 Manajemen puncak memerlukan keterampilan konseptual yang lebih
dibandingkan keterampilan secara teknis

b. Manajemen Tingkat Menengah | Middle Level of Management

Manajemen tingkat menengah berada pada tengah tengah dari hierarki pada
sebuah perusahaan atau organisasi. Manajemen Tingkat Menengah
bertanggungjawab atas pelaksanaan rencana yang sudah ditentukan oleh
manajemen puncak.
Manajemen tingkat menengah bisa meliputi beberapa tingkatan,
membawahi dan mengarahkan aktivitas aktivitas manajer dibawahnya.
Manajemen pada tingkat ini memiliki tanggung jawab terhadap segala aktivitas
yang dilakukan oleh tingkatan manajemen yang lebih rendah dan bahkan
terkadang terhadap beberapa karyawan operasionalnya.
Manajemen pada tingkat menengah ini umumnya terdiri atas Kepala
Departemen atau HOD, Manajer Cabang, Junior Executive. Kepala Departemen
semisal Manajer Keuangan, Purchasing Manager dan yang lain lain. Manajer
Cabang contohnya kepala cabang perusahaan atau unit lokal. Junior Eksekutif
contohnya adalah Asisten Manajer Pembelian, Asisten Manajer Keuangan dan
yang lainnya. Manajemen Tingkat Menengah ini dipilih oleh Manajemen Puncak
Tugas dan peran manajemen tingkat menengah beberapa diantaranya seperti
berikut ini:
 Menjalankan perintah, kebijakan, rencana yang telah disusun oleh
manajemen puncak
 Memberi saran atau rekomendasi kepada manajemen puncak
 Mengkoordinasikan seluruh aktivitas dari semua departemen yang ada
 Berkomunikasi dengan manajemen puncak dan manajemen tingkat yang
lebih rendah posisinya
 Mempersiapkan rencana jangka pendek, umumnya disusun hanya untuk 1
hingga 5 tahun

8
 Mempunyai keterbatasan tanggung jawab dan wewenang karena
manajemen tingkat menengah ini merupakan perantara manajemen puncak
dengan manajemen yang lebih rendah.
 Bertanggung jawab secara langsung kepada Dewan Direksi dan CEO
perusahaan
 Membutuhkan keterampilan yang lebih manajerial serta teknis dan kurang
membutuhkan keterampilan yang sifatnya konseptual

c. Manajemen Lini Pertama (First Line Management)


Manajemen Lini Pertama atau Low Level Management adalah tingkatan
manajemen yang paling rendah dalam sebuah organisasi yang memimpin serta
melakukan pengawasan terhadap tenaga tenaga operasional pada sebuah
perusahaan atau organisasi serta tidak membawahi manajer yang lain.
Manajeemn Lini Pertama ini umumnya terdiri atas mandor dan pengawas
yang dipilih oleh manajemen level menengah. Mereka biasanya juga disebut
dengan tingkat Supervisor atau pengawas. bahkan mereka pula dikenal sebagai
manajemen operasional yang terlibat secara langsung dalam proses produksi dan
bertanggung jawab untuk menyelesaikan rencana rencana yang sudah ditentukan
oleh manajemen yang lebih tinggi.
Manajemen tingkat yang paling bawah ini melaksanakan beberapa aktivitas
seperti berikut ini:
 Mengarahkan karyawan atau pekerja
 Mengembangkan moral kepada para karyawan
 Menjaga hubungan yang baik antara manajemen tingkat menengah dan
para pekerja
 Menginformasikan keputusan yang diambil oleh manajemen kepada para
karyawan atau pekerja, selain itu manajemen tingkat pertama ini memberi
informasi mengenai kinerja, hambatan atau kesulitan, perasaan, tuntutan
ataupun hal lainnya dari para karyawan atau pekerja
 Manajemen tingkat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk
mengendalikan dan mengarahkan pekerja
 Menyusun rencana harian, mingguan serta bulanan. tidak menyusun
rencana jangka panjang
 Mempunyai kewenangan yang terbatasi namun tanggung jawab yang
penting untuk mendapatkan pekerjaan yang dijalankan dari pekerja.
Manajemen lini pertama ini dengan teratur harus memberi laporan dan
bertanggung jawab secara langsung kepada manajemen level menengah
 Manajemen lini pertama ini juga membutuhkan keterampilan yang bersifat
lebih teknikal dan kemampuan dalam berkomunikasi.

9
5. Keterampilan Manajemen
Didalam melaksanakan tugas, setiap tingkatan manajer mempunyai ungsi
utama atau keahlian yang berbeda yaitu:
1. Keahlian Teknik (Technical Skill) yaitu keahlian tentang bagaimana cara
mengaerjakan dan menghasilkan sesuatu yang teriri atas pengarahan
dengan motivasi, supervisi, dan kemunikasi .
2. Keahlian Manajerial (Managerial Skill) yaitu keahlian yang terkait dengan
hal penetapan tujuan perencanaan, pengorganisasian, penyusunan
personalia, dan pengawasan.
3. Keterampilan Manajer.

Secara umum, terdapat emat keterampilan manajer pada masing-masing


tingkat manajer:
1. Keterampilan konseptual
Keterampilan atau kemampuan mental untuk mengkordinasikan dan
mengintegrasikan seluruh kepentingan dan kegiatan organisasi.
2. Keterampilan Kemanusiaan
Kemampuan untuk saling bekerja sama dengan memahami dan memotivasi
orang lain.
3. Keterampilan Administrasi
Kemampuan yang ada hubungannya dengan fungsi manajemen yang
dilakukan.
4. Keterampilan Teknik
Kemampuan untuk menggunakan peralatan-peralatan, prosedur, dan metode
dari suatu bidang tertentu.

Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap


manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga
keterampilan tersebut adalah:
1. Keterampilan konseptual (conceptional skill)
Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk
membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide
serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana
kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide
menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses
perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga
meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.
2. Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan
keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain,

10
yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus
selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan
komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan
merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan.
Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas,
menengah, maupun bawah.
3. Keterampilan teknis (technical skill)
Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada
tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk
menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer,
memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.

6. Kegiatan Manajerial
 Manajemen Tradisional
Pengambilan keputusan, perencanaan dan pengendalian
 Komunikasi
Pertukaran informasi rutin dan pemrosesan dokumen
 Manajemen Sumber Daya Manusia
Memotivasi, mendisplinkan, mengelola konflik, staf dan pelatihan
 Networking
Bersosialisasi berpolitik dan berinteraksi dengan pihak luar.

7. Manajer Sukses dan Manajer Efektif


Manajer sukses adalah manajer yang mempunyai indeks sukses diatas rata-
rata manajer lainnya, dimana indeks sukses merupakan rasio antara tingkat
manajerial yang berhasil dicapai dan masa kerja.
Manajer efektif adalah manajer yang berhasil mencapai prestasi kerja tinggi
dibanding dengan standar yang telah ditentukan, serta mampu melakukan
pekerjaan melalui orang lain dengan tingkat kepuasan dan komitmen yang tinggi.
Dalam kenyataan memang tidak tertutup kemungkinan bahwa seseorang manajer
sukses sekaligus juga menjadi manajer efektif.

11
CONTOH PERUSAHAAN
Pt. ASTRA INTERNATIONAL, Tbk
Astra International
PT Astra International Tbk

Jenis Publik

Simbol saham IDX: ASII

Industri/jasa Otomotif, jasa keuangan, alat


berat, agribisnis, teknologi informasi, infrastruktur

Didirikan Jakarta, Indonesia (1957)

Pendiri Tjia Kian Tie dan William Soerjadjaja

Kantor pusat Jakarta, Indonesia

Tokoh penting Prijono Sugiarto (Presiden Direktur)

Produk Otomotif, jasa keuangan, alat


berat, agribisnis, teknologi informasi, infrastruktur

Pendapatan 162,6 triliun IDR (2011)

Karyawan 168.703 (2011)

Slogan To Continually Strive For Excellence

Situs web www.astra.co.id

12
A. SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN
Astra International merupakan perusahaan multinasional yang memproduksi
otomotif yang bermarkas di Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada
tahun 1957 dengan nama PT Astra International Incorporated. Pada tahun 1990,
perseroan mengubah namanya menjadi PT Astra International Tbk. Perusahaan ini
telah tercatat di Bursa Efek Jakarta sejak tanggal 4 April 1990. Saat ini mayoritas
kepemilikan sahamnya dimiliki oleh Jardine Cycle & Carriage's sebesar 50,1%.
Perseroan berdomisili di Jakarta, Indonesia, dengan kantor pusat di JI. Gaya
Motor Raya No. 8, Sunter II, Jakarta.PT.Astra International resmi berdiri secara
hukum dan disahkan di hadapan Notaris Sie kwan Djioe dengan akte notaris
No.67 tanggal 20 februari1957 di Jakarta, dan dalam keputusan menteri kesehatan
RI No.J.A/53/5 tanggal 1 juli 1957 dan terdaftar di paniteran pengadilan negeri di
Jakarta serta di umumkan dalam tambahan no.01117 berita Negara RI No.85
tanggal 22 oktober 1957. Ruang lingkup kegiatan Perseroan seperti yang tertuang
dalam anggaran dasarnya adalah perdagangan umum, perindustrian, jasa
pertambangan, pengangkutan, pertanian, pembangunan dan jasa konsultasi. Ruang
lingkup kegiatan utama entitas anak meliputi perakitan dan penyaluran mobil,
sepeda motor dengan suku cadangnya, penjualan dan penyewaan alat berat,
pertambangan dan jasa terkait, pengembangan perkebunan, jasa keuangan,
infrastruktur dan teknologi informasi. PT Astra International Tbk (Astra)
merupakan salah satu konglomerat terdiversifikasi terbesar di Indonesia.
Perusahaan induk investasi ini sering dianggap sebagai barometer perekonomian
Indonesia karena kehadirannya di berbagai sektor (otomotif, agribisnis, alat berat,
pertambangan, energi, jasa keuangan, teknologi informasi, dan infrastruktur &
Logistik).Kini Astra telah menjadi salah satu perusahaan besar di Indonesia yang
mempekerjakan 185.580 orang karyawan di 170 perusahaan termasuk anak
perusahaan, perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities.
13
Pergerakan Saham Astra International - ASII:
Grafik saham Astra International menunjukkan penurunan tajam di awal Juni
2012 karena perusahaan melakukan pemecahan saham (stock split) 1:10, sehingga
membuat saham perusahaan lebih terjangkau dan meningkatkan likuiditasnya
Ringkasan Bisnis
Astra, perusahaan publik terbesar di Indonesia, saat ini bergerak dalam enam lini
bisnis:
• Otomotif
• Agribisnis
• Alat berat, pertambangan dan energi
• Jasa keuangan
• Teknologi informasi
• Infrastruktur dan Logistik
Astra menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan setelah
Indonesia dilanda krisis keuangan Asia di akhir 1990-an. Krisis yang parah ini
memaksa Astra untuk merestrukturisasi dan mereorganisasi model bisnisnya
(termasuk pengambil-alihan oleh Jardine Matheson Group yang berbasis di Hong
Kong pada tahun 1999 melalui anak perusahaan Jardine Cycle & Carriage Ltd).
Astra memenangkan berbagai penghargaan perusahaan - baik nasional
maupun internasional - dalam beberapa tahun terakhir dan menetapkan tujuan
ambisiusnya, yaitu membangun nama merek global sebagai kebanggaan Indonesia
pada tahun 2020.
Pada 2015, Astra International mempekerjakan lebih dari 225.580 orang di
183 perusahaan (termasuk anak perusahaan, perusahaan asosiasi dan badan
hukum yang dikendalikan bersama/jointly controlled entities).
Berawal dari sebuah usaha perdagangan kecil yang didirikan oleh dua
saudara William Soerjadjaya dan Tjia Kian Tie, PT Astra International Tbk telah
berkembang menjadi konglomerat mengesankan yang beroperasi terutama di
Indonesia dan membentuk perusahaan tercatat terbesar di Bursa Efek Indonesia
(BEI) dengan total kapitalisasi pasar lebih dari tujuh persen. Perusahaan ini
merupakan grup otomotif terbesar di Asia Tenggara dan menyediakan berbagai
produk mobil dan sepeda motor, meskipun dalam beberapa tahun terakhir ini telah
mengurangi ketergantungan tradisionalnya pada industri otomotif dengan
melakukan ekspansi ke sektor lain untuk menumbuhkan aliran pendapatan
lainnya.
Dalam industri otomotif, bisnis inti Astra International, perusahaan ini
menguasai pangsa pasar domestik antara 50 dan 60 persen. Melalui badan hukum
yang dikendalikan bersama (jointly-controlled entity) dengan Toyota Motor

14
Corporation, Astra memegang hak eksklusif untuk menjual kendaraan Toyota di
pasar Indonesia. Merek Toyota ini menjadi pemimpin dominan di pasar mobil
grosir di Indonesia. Astra juga bekerjasama dengan Daihatsu, Isuzu, Nissan
Diesel, Peugeot, mobil BMW, dan sepeda motor Honda.
Selain produksi dan distribusi lini mobil, Astra menawarkan layanan
konsultasi untuk pembelian mobil baru, serta asuransi dan layanan pembiayaan
untuk mendukung penjualan otomotif, sepeda motor dan alat berat. Untuk
pertambangan, perkebunan, konstruksi dan kehutanan, Astra menjual alat berat,
suku cadang terkait dan memberikan layanan purna jual.
Sektor lain yang mulai digeluti Astra (melalui anak perusahaannya) adalah
pertambangan batu bara, agribisnis (minyak sawit), teknologi informasi,
infrastruktur (jalan tol, penyediaan air di Jakarta dan terminal penimbunan minyak
di Gresik), serta layanan solusi TI.

Astra International memiliki Catur Dharma sebagai filosofi perusahaan yaitu


menjadi milik yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa, memberikan pelayanan
terbaik kepada pelanggan, menghargai individu dan membina kerja sama, dan
menjadi perusahaan yang senantiasa berusaha mencapai yang terbaik.
Catur Dharma ini mengantarkan Astra pada visi dan misinya untuk
mensejahterakan bangsa dengan memberikan nilai terbaik kepada stakeholder
perusahaan ini.
Visi
 Menjadi salah satu perusahaan dengan pengelolaan terbaik di Asia Pasifik
dengan penekanan pada pertumbuhan yang berkelanjutan dengan
pembangunan kompetensi melalui pengembangan sumber daya manusia,
struktur keuangan yang solid, kepuasan pelanggan dan efisiensi.
 Menjadi perusahaan yang mempunyai tanggung jawab sosial serta ramah
lingkungan.
Misi
Sejahtera bersama bangsa dengan memberikan nilai terbaik kepada stakeholder
kami.
Perusahaan ini awalnya bergerak dibidang usaha permobilan, yaitu Toyota,
Daihatsu, Isuzu, Nissan Truck, dan pada bidang lainnya seperti :
 PT.Federal , bergerak di bidang pemasaran sepeda motor Honda dan sepeda
Federal .
 United Traktor, bergerak di bidang usaha mesin berat pertanian seperti ;
Traktor, Messey Ferguson, Sumitomo, Link Belt dan lain-lain.

15
 Bidang usaha perkantoran dan perdagangan mesin Foto Copy Xerox, minyak
pelumnas dan specialis Caltex.
 Astra Argo bergerak dibidang usaha pertanian, perkebunan dan perkayuan.
Pada tahun 1969 mulai mengalihkan usaha impor alat-alat berat dan barang-
barang teknik. Makin luasnya usaha tersebut dikarenakan PT.astra makin
memperoleh kepercayaan dari para investor luar negeri untuk memasarkan
produk-prodyk otomotif. Pada tahun 1990, Perusahaan mengubah namanya
menjadi PT. Astra International Tbk. Sesuai dengan pasal 3 Anggaran dasar
perseroan, Ruang lingkup perseroan adalah Perdagangan umum, perindustrian,
jasa pertambangan, pengangkutan, pertanian, pembangunan dan jasa konsultasi.
Ruang lingkup kegiatan utama anak perusahaan meliputi perakitan dan
penyaluran mobil , sepeda motor berikut suku cadangnya, penjualan dan
penyewaan alat-alat berat , pertambangan dan jasa terkait, pengebangan dan jasa
terkait pengembangan perkebunan. PT. Astra Intenational Tbk atau lebih dikenal
dengan Astra Group ini telah tercatat di Bursa Efek Jakarta sejak tanggal 4 April
1990. Saat ini mayoritas Kepemilikan sahamnya dimiliki oleh Jardine Cycle dan
Carriage, Singapura.
PT.Astra International Tbk merupakan suatu badan usaha swasta yang juga
merupakan perusahaan public,yang kini memiliki enam divisi,yaitu:
 1.Vehicle Division
 2.Heavy Equipment Division
 3.Property Division
 4.Resources Division
 6.Finance division dan System Division.
Divisi-divisi yang memasarkan produk astra kemudian satu persatu
memisahkan diri dan berkembang dan juga memiliki cabang di daerah.

B. JENIS USAHA
Jenis usaha yang bekerja sama di PT. Astra International Tbk.TSO antara
lain Leasing dan Asuransi jiwa.
Leasing terbagi 2 yaitu :
1. Astra Credit Company atau di singkat ACC
ACC terdiri dari 5 perusahaan multifinance yang paling besar adalah
PT.General Astra Sedaya Finance . ACC menyediakan pembiayaan untuk
pembelian kendaraan baru dan bekas Dibentuk melalui hubungan dengan
otomatis jaringan distribusi utama di seluruh Indonesia.
2. Federal International Finance atau disingkat FIF
FIF sebagai perusahaan pembiayaan sepeda motor terdepan, menanggapi
kebutuhan tersebut dengan memperkenalkan skema pembiayaan dan mudah

16
terjangkau tapi mampu memberikan keuntungan yang maksimal dan nyaman bagi
jutaan pemilik sepeda motor di seluruh negeri.
Asuransi Jiwa terbagi dua yaitu :
1. Garda Oto
Garda Oto menyediakan dua macam kondisi perlindungan atas kendaraan
bermotor atau roda empat.
2. Commonwealt life
Dulunya adalah Astra CMG/Astra CMG life. Perusahaan asuransi jiwa
dengan nama Astra Jardine . Astra CMG merupakan joint venture antara Astra
Internasional dan Bank Commonwealt Australia. Astra CGM juga bekerja sama
dengan Citibank, Permata Bank, Bank NISP, Bank Commonwealt, Bank Ekonomi
dan Bank Danamon dalam program Bancasurrance Astra CMG lift.

C. STRUKTUR ORGANISASI
Struktur Organisasi Perusahaan, yang merupakan salah satu unsur yang
menentukan sukses tidaknya perusahaan mencapai tujuan yang diharapkan.
Struktur organisasi yang baik harus mampu berfungsi sebagai alat pengatur
maupun pengawas usaha pelaksanaan pencapaian tujuan perusahaan, sehingga
usaha-usaha yang dilakukan dapat berjalan secara efisien dan efektif. Struktur
organisasi peerusahaan yang disusun dengan baik dan jelas akan mencerminkan
sumber-sumber yang dimiliki oleh perusahaan digerakan untuk mencapai tujuan
dari suatu perusahaan yang telah ditetapkan sebelumnya.

17
 KINERJA KEUANGAN PT.ASTRA INTERNATIONAL.Tbk
 KINERJA KEUANGAN TAHUN 2007:
PT.Astra International mencatatkan rekor keuangan yang gemilang
sepanjang sejarah perseroan. Pada 2007 mereka mencetak laba bersih Rp.6,519
triliun,naik meningkat 76 persen dibandingkan tahun 2006 sebesar RP.3,712
triliun. Pertumbuhan tesebut terutang disokong oleh pendapatan usaha dari sektor
otomotif.
Presiden direktur Astra Michael D.Ruslim memaparkan bahwa pendapatan
bersih perseroan 2007 mencapai Rp.70,183 triliun,meningkat 26 persen
dibandingkan dengan Rp.55,709 triliun pada tahun sebelumnya. Sehingga laba
usaha terdongkrak hingga 100 persen,dari Rp.4,243 triliun menjadi Rp.8,501
triliun.Menurutnya,kondisi ekonomi Indonesia sepanjang 2007 relatif lebih baik
disbanding dengan tahun sebelumnya. Dengan tingkat pertumbuhan GDP sebesar
6,3 persen dan stabilnya nilai tukar dan tingkat inflasi yang terjaga sebesar 6,6
persen.
Sekitar 80 persen pendapatan Astra International ditopang oleh sektor non
otomotif perseroan yang terdiri dari divisi jasa keuangan, Agribisnis dan alat
berat. Yang mengalami pertumbuhan hingga 100 persen menjadi Rp.6,8 triliun.
Divisi keuangan

18
Dari divisi keuangan,laba bersih PT.Bank Permata.Tbk(anak perusahaan)
yang 44,5 persen sahamnya dimiliki Astra dan meningkat 60 persen menjadi
Rp.499 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Demikian juga
dengan total nilai pembiayaan PT Federal international finance dan Astra Credit
Companies meningkat 11 persen menjadi Rp.20,7 triliun.
Sektor Agribisnis
Sektor agribisnis pun menyumbang pendapatan yang cukup besar bagi
induknya. Laba bersih PT Astra Agro Lstari Tbk. Anak perusahaan 79,7 persen
sahamnya dimiliki perseroan meningkat 151 persen menjadi Rp.1,973 triliun.
Akibat dari kenaikan harga crude palm oil (CPO) sebesar 69 persen.

 KINERJA KEUANGAN TAHUN 2008 ;


Perusahaan multi sector,PT Astra International Tbk membukaka laba bersih
konsolidasi di tahun 2008 sebesar Rp.9,191 triliun yang melonjak 41% disbanding
tahun 2007 yang sebesar Rp.6,519 triliun.pendapatan persaham juga naik 41%
menjadi Rp.2,270.Pendapatan bersih astra tahun 2008 mencapai Rp.97,064
triliun,meningkat 38% dibandingkan dengan Rp.70,183 triliun pada tahun 2007.
Laba usaha naik 40% yaitu dari Rp.8,501 triliun menjadi Rp.11,876 triliun.
Otomotif dan jasa keuangan
Laba usaha dari bidang otomotif dan jasa keuangan, pada tahun 2008
meningkat 33% menjadi Rp.4,1 triliun,di banding tahun sebelumnya.
Sedangkan hasil dari perusahaan asosiasi dan patungan pada bidang ini
mencapai Rp.32% disbanding periode yang sama tahun sebelunnya.Total
penjualan mobil nasional sepanjang tahun 2008 lebih dari 608.000 unit,naik 40%
dibandingkan periode yang sama tahun 2007. Porsi penjualan mobil grup
Astra,yang terdiri dari enam merek Toyota,Daihatsu,isuzu, Nissan Diesel, BMW
dan Peugeot,meningkat 43% menjadi sekitar 318.000 unit,dengan pangsa pasar
sebesar 52% penjualan.
Sementara itu,penjualan sepeda motor nasional sepanjang tahun 2008
menibgkat 33% menjadi sekitar 6,2 juta unit disbanding periode yang sama tahun
2007 akibat kuatnya permintaan,terutama di luar jawa,yang banyak dipengaruhi
peningkatan kesejahteraan masyarakat sehubungan dengan naiknya harga CPO
dan harga batubara. PT Astra Honda Motor membukukan penjualan sepeda motor
Honda sebanyak sekitar 2,9 juta unit, atau naik 34% sehingga pasar pangsa Honda
mencapai 46%.
Laba bersih PT Astra Otoparts Tbk. Yang bergerak di bidang komponen
kendaraan roda dua dan roda empat yang kini 93,9% sahamnya dimiliki astra,naik
245 menjadi Rp.566 miliar dengan peningkatan penjualan sebesar 275 baik di
pasar domestik maupun ekspor.
19
Aktivitas grup jasa juga diuntungkan dari pertumbuhan pasar otomotif,total
nilai pembiayaan PT Ferderal International Finance dan Astra credit companies
meningkat 29% menjadi Rp.26,8 triliun, per desember 2008,pembukuan atas
consumer finance loan tercatat Rp.14,7 triliun,sama seperti tahun sebelumnya.Hal
ini disebabkan perubahan aktiva pajak tanggungan karena memperhitungkan
penurunan tarif pajak di masa yang akan datang mengakibatkan profitabilitas
operasional perbankan menurun.
Sumber daya :
 Laba usaha dari bidang sumber daya dan lain-lain,yang terdiri dari
agrobisnis,alat berat/penambangan,teknologi informasi dan
infrastruktur,meningkat 42% menjadi Rp.7,6 triliun.
 Laba bersih PT Astra Argo Lestari Tbk,anak perusahaan yang bergerak
dibidang agrobisnis dengan kepemilikan saham 79,7%,meningkat 33%
menjadi Rp.2,6 triliun.
 PT United Tractors Tbk,anak perusahaan yang bergerak di bidang alat
berat dengan kepemilikan saham 59,5%,menghasilkan laba bersih sebesar
Rp.2,7 triliun,meningkat 785 dibandingkan periode yang sama tahun 2007.
 Penjualan alat berat komatsu naik 26% menjadi lebih dari 4.300
unit,bersamaan dengan meningkatnya permintaan terhadap alat berat.
 Nilai aktiva bersih perseroan meningkat 23% dari Rp.27 triliun di akhir
tahun 2007 menjadi Rp.33,1 triliun pada 31 desember 2008,menghasilkan
nilai aktiva bersih per lembar saham desbesar Rp.8,171.
 KINERJA KEUANGAN TAHUN 2009:
 Kinerja PT Astra International Tbk dan anak anak perusahaan pada kuartal
pertama tahun 2009 merosot di bandingkan periode yang sama
sebelumnya.Penurunan itu terutama di pengarui anjloknya penjualan
otomotif (kendaraan bermotor) dan minyak sawit mentah (CPO) akibat
melemahnya perekonomian global.
 Pada kuartal pertama tahun 2009,pendapatan bersih Pt astra international
dan anak perusahaannya tercatat hanya Rp.21,54 triliun.Selama januari-
maret 2009,penjualan mobil nasional tercatat hanya 100.000 unit atau 26%
disbanding periode yang sama tahun sebelumnya.
 Dari angka itu,porsi penjualan mobil group astra turun 13% menjadi
sekitar 58.000 unit,sedangkan penjualan sepeda motor nasional pada
kuartal pertama tahun 2009 turun15% menjadi sekitar 1,2 juta unit.dari
jumlah itu,penjualan PT Honda Motor hanya 585.000 unit atau turun 9%.
 Anak perusahaan PT Astra international seperti PT Astra Otoparts Tbk,
PT Bank PermataTbk, PT Astra Agro lestari Tbk dan PT Astra Graphia
Tbk, juga mengalami penuruna yang signifikan.
20
 Laba bersih Bank Permata yang 44,5 % sahamnya dimiliki PT Astra
International hanya tercatat sebesar Rp.165 miliar atau turun 5% di
bandingkan periode yang tahun 2008.
 Pada tahun 2009,penurunan kinerja pada PT Astra Argo lestari Tbk yang
79,9 % sahamnya dimiliki PT Astra international.sepanjang kuartal
pertama 2009, Astra argo lestari hanya berhasil membukukan laba bersih
Rp.218 miliar atau anjlok 74%.
 Hal ini di picu anjloknya harga CPO sebesar 32% selama kuartal pertama
tahun 2009 dan turunnya produksi Astra Argo Lestari sebesar 9% menjadi
226.000 ton. Adapun United Tractor yang 59,5 % sahamnya dimiliki PT
Astra International berhasil mencatat laba bersih Rp.812 miliar atau naik
57 %. Pencapaian ini merupakan hasil dari peningkatan aktivitas
pertambangan dan penjualan alat berat.
 Laba Bersih Astra International per Segmen Bisnis:
Segmen Bisnis 2012 2013 2014
Otomotif 9,472 9,829 8,480
Jasa Keuangan 3,714 4,273 4,748
Alat berat, pertambangan &energi 3,500 2,971 3,268
Agribisnis 1,920 1,435 1,995
Infrastruktur, Logistik &Other 683 748 490
Teknologi informasi 132 161 200
Total 19,421 19,417 19,181
 dalam rupiah milyar

Sumber: Astra International, Laporan Tahunan 2014

 Highlight Keuangan Astra International:


2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
Penjualan Bersih 70,183 97,064 98,526 129,038 162,564 188,053 193,880 201,701
Laba Kotor 16,489 21,730 22,771 25,921 32,034 36,200 35,311 38,809
Laba Bersih 6,519 9,191 10,040 14,366 17,785 19,421 19,417 19,181
Total Aset 63,520 80,740 88,938 113,362 154,319 182,274 213,994 236,029
Total Kewajiban 31,512 40,163 40,006 54,559 78,481 92,460 107,806 115,705
Laba Bersih
161 227 248 355 439 480 480 474
per Saham¹
Dividend
64 87 112 160 198 216 216 216
per Share¹ ²
 dalam rupiah milyar, kecuali dinyatakan lain

¹ dalam rupiah penuh


² semua angka telah disesuaikan dengan pemecahan saham

Sumber: Astra International, Laporan Tahunan 2014

21
 Prospek Masa Depan Astra International
 Astra International kemungkinan akan mempertahankan posisinya sebagai
perusahaan papan atas Indonesia di masa mendatang. Dengan memperluas usaha
terversifikasinya, perusahaan ini hadir di hampir setiap sektor utama
perekonomian Indonesia sehingga tidak banyak bergantung pada volatilitas salah
satu sektor tertentu seperti kebanyakan perusahaan Indonesia lainnya. Bisnis
otomotif masih menjadi bisnis inti Astra meskipun sudah banyak mengurangi
ketergantungan tradisionalnya pada penjualan mobil. Pada awal 2000-an, sekitar
80 persen dari pendapatan Astra berasal dari bisnis otomotif namun saat ini angka
ini menurun menjadi 50 persen. Perubahan haluan ini dilakukan secara sengaja
karena prospek industri mobil semakin terpukul oleh kebijakan pemerintah.
Pemerintah berusaha memangkas subsidi bahan bakar yang cukup besar,
menaikkan pajak untuk pemilikan lebih dari satu mobil dan membatasi pinjaman
yang berlebihan untuk pembelian kendaraan (dengan menetapkan pembayaran
uang muka lebih tinggi untuk pembelian mobil). Hal ini dapat menyebabkan
keuntungan dari industri otomotif menjadi berkurang di masa depan. Di sisi lain,
rendahnya rasio mobil per kapita saat ini di Indonesia ditambah dengan
meningkatnya daya beli membuat penjualan mobil masih menjanjikan. Pada 2013,
penjualan mobil mencapai rekor tinggi lebih dari 1,2 juta kendaraan yang terjual.
 Grup Astra secara finansial cukup sehat dan memiliki eksistensi yang kuat di
banyak pasar. Dengan demikian, perusahaan punya posisi yang tepat untuk
memperoleh manfaat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia, sumber daya alam
dan pembangunan infrastruktur. Prospek untuk 2014 tetap positif, meskipun
persaingan meningkat di pasar mobil dan harga batubara melemah, sementara itu
ada kekhawatiran tentang kemungkinan kenaikan suku bunga dan volatilitas
rupiah.

22