Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
Pada dasarnya makhluk hidup yang berada dialam ini telah menerima paparan radiasi
baik yang berasal dari sumber radiasi alamiah maupun radiasi akibat penggunaan zat
radioaktif. Zat radiaoaktif yang sering dikatakan sebagai nuklida tidak stabil yang secara
spontan memancarkan radiasi hingga dihasilkan nuklida yang stabil.Penggunaan radioaktif
sangt sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam dunia medis misalnya
untuk mendiagnosa ataupun untuk pengobatan dan masih banyak sekali manfaat yang bisa
kita temui dalam zat radioaktif.Namun,dibalik banyak kegunaan zat radioaktif ternyata
memiliki dampak yang begitu terhadap kesehatan dan juga terhadap lingkungan apalagi zat
radioaktif yang berada dalam keadaan tidak stabil. Hal ini akan memicu terjadinya dampak
yang begitu buruk. Sepertinya halnya yang terjadi di Rumah Sakit Kariadi yang di semarang
dimana zat radioaktif yang sering digunakan untuk mendiagnosa ternyata menyebar lewat
udara sehingga udara yang ada dalam ruangan tersebut sering menjadi masalah bagi Rumah
Sakit apalagi ruangan tempat diagnosa berdekatan dengan ruangan rawat inap sehingga udara
yang dari ruangan tersebut menyebar ke ruangan rawat inap meski dalam takaran yang cukup
kecil.Namun dari hasil riset menunjukkan bahwa zat yang radioaktif yang menyebar lewat
udara masih dalam keadaan stabil sehingga terjadinya penyakit yang diakibatkan oleh zat
radiaktif masih sangat minimum.
BAB II

RINGKASAN ARTIKEL ATAU HASIL PENELITIAN

Penggunaan radioisotop dalam bidang kedokteran yang dimana salah satunya rumah
sakit yang berada di Semarang yaitu Rumah Sakit Dokter Kariyadi, dimana menggunakan zat
radioaktif 53I131 dan 27Co60 yang digunakan sebagai sumber radiasi pada pesawat teleterapi
dan digunakan untuk mendiagnosa ataupun untuk pengobatan. Fasilitas kedokteran nuklir
pada rumah sakit ini terletak di ruangan instalasi radiodiagnostik dan berdekatan dengan
ruang merak. Setiap tahun jumlah pasien semakin meningkat dengan berbagi penyakit yang
perlu disembuhkan dengan radioterapi maka rumah sakit tersebut menambah fasilitas alat
kesehatan yang berupa pesawat teleterapi untuk pengobatan khususnya kanker. Terkait hal itu
kemungkinan adanya radioisotop yang terbebas disekitar lingkungan fasilitas kedokteran
nuklir dapat tejadi sehingga perlu adanya pengawasan dan pengukuran radioaktivitas
lngkungan. Pemancaran radiasi sepanjang waktu dengan terus-menerus dari inti radioaktif
akan mengakibatkan jumlah inti atom radioaktif berkurang. Peristiwi penyusutan jumlah inti
atom disebut peluruhan. Pengurangan jumlah zar radioaktif ini berlangsung secara
eksponensial sehingga jumlah zat radioaktif yang tertinggal setiap saat adalah :

Nt = N0 e-λt
Nt : jumlah zat radioaktif setiap saat
N0 : jumlah zat radioaktif mula-mula
𝜆 : konstanta peluruhan
𝑡: waktu peluruhan

Pada peristiwa radioaktif ini berkaitan dengan kestabilan inti atom. Inti atom yang
tidak stabil menunjukkan gejala radioaktivitas. Radioaktivitas adalah gejala perubahan inti
atom secara spontan yang disertai radiasi berubah gelombang elektromagnetik. Zar radioaktif
ini akan meluru sehingga terjadi perubahan jumlah inti atom yang menyebabkan perubahan
dari unsur satu ke unsur yang lain. Laju peluruhan radioaktif disebut aktivitas. Semakin besar
aktivitas maka semakin besar inti atom yang meluru per detiknya. Aktivitas ini bergantung
pada julah inti radioaktif N dalam sampel dan juga konstanta peluruhan sehingga :

A=λxN
Aktivitas merupakan perubahan jumlah inti radioaktif tiap satuan waktu (t).
𝑑𝑁
A = - 𝑑𝑡
𝑑𝑁
= -λn
𝑑𝑡
𝑑𝑁
= -𝜆𝑑𝑡
𝑁

N(t) = N0 e-λt
Dengan mengalikan kedua λ belah ruas maka,

At = A0 e-λt

Ket: A0 = aktivitas awal (pada saat t = 0)

At = aktivitas pada saat (t)

Satuan SI dari aktivitas nama Hendri Becquerel pada tahun 1896.


1 becquerel = 1 Bq = 1 kejadian/second
Satuan lain yaitu Curie. 1 Curie = kejadian/second = 37GBq.

Radioaktivitas lingkungan merupakan gejala perubahan inti atom yang secara spontan
disertai radiasi berupa gelombang electromagnet. Pada daerah yang dekat dengan fasilitas
nuklir yang berhubungan dengan kehidupan manusia setiap hari seperti udara (atmosfer),
tanah, sawah, ladang, rumput, air, hewan, tanaman. Sumber radiasi dapat dikelompokkan
dalam 2 golongan yaitu sumber radiasi alam dan sumber radiasi buatan. Radioisotop yang
menyebabkan timbulnya radioaktivitas lingkungan berasal dari radioaktivitas alam dan
buatan disertai dengan bentuk peluruhan : Radiasi Alfa, Radiasi Beta Min -, Radiasi Beta
Plus, Tangkapan Elektron Orbital, Radiasi Gamma, Transisi Isometrik, Konversi Internal,
dan Radiasi Neutron. Berbagai bentuk peluruhan radioisotop, dapat menyebabkan
pencemaran radiaktivitas lingkungan.

Spektometri – 𝛾 diartikan sebagai suatu metode pengukuran dan untuk


mengidentifikasi unsur-unsur radioaktif dalam suatu sampel dengan cara mengamati
karakteristik spectrum yang muncul akibat interaksi sinar –𝛾 yang dipancarkan radioaktif
detector. Sebelum spektrometri –𝛾 digunakan perlu terlebih dahulu dikalibrasi. Ada dua
macam kalibrasi yaitu kalibrasi energy gan kalibrasi efesiensi.

Teknik fluoresensi sinar –x merupakan teknik analisis yang dapat menganalisis unsur
didalam suatu sampel. Prinsip kerjanya yaitu dengan menggunakan tabel pembangkit sinar –x
yang digunakan untuk mengeluarkan elektron dari kulit bagian dalam yang dimiliki atom
sehingga akan menghasilkan sinar x baru dari sampel yang dianalisis. Instrument pada
analisis XRF yaitu detector, optic dan sumber cahaya yang berupa radioisotop. Analisis XRF
ini dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif memberikan
informasi kandungan unsur yang terdapat dalam cuplikan semakin besar intensitas yang
muncul maka semakin banyak kandungan unsur tersebut dalam cuplikan. Analisis kuantitatif
dilakukan dengan cara mengkonversi hasil yang diperoleh dari analisis kualitatif berupa
instensitas dalam satuan cps. Metode yang digunakan dalam penelitian meliputi tiga tahap
yaitu tahap pengambilan cuplikan, preprarasi cuplikan, dan analisis cuplikan. Tahap pertama,
pengambilan cuplikan dilakukan dengan mengambil cuplikan tanah, tanaman, air, dan debu
pada lokasi yang berbeda. Tahap kedua yaitu preparasi cuplikan. Masing-masing cuplikan
yaitu tanah, tanaman di preparasi dengan cara dikeringkan kemudian dihaluskan dan diayak.
Tahap ketiga yaitu analisis cuplikan menggunakan spektrometri gamma dan XRF. Cuplikan
tanah, tanaman, dan debu dianalisis menggunakan spektrometri gamma.
Hasil pengukuran radioaktivitas lingkungan menunjukkan laju cacah radiasi pada
cuplikan debu yang diambil diruang radiodiagnostik. Mempunyai nilai terbesar. Hasil laju
cacah cuplikan tanaman yang diambil dibelakang instalasi radiodiagnostik mempunyai nilai
paling sedikit. Hasil laju cacah cuplikan tanah yang diambil dibagian belakang
radiodiagnostik mempunyai nilai kecil.
BAB III

KEUNGGULAN PENELITIAN
3.1 Kegayutan Antar Elemen

Dalam jurnal ini dari mulai abstrak,pendahuluan ,metode yang digunakan beserta
hasil yang didapat sangat memiliki hubunga satu sama lain dimana dalam abstrak
digambarkan tujuan dari penelitian yang dilakukan tentang zat radioaktif dan juga dalam
pendahuluan dijelaskan tentang apa itu yang menjadi kegunaan zat radioaktif dan akibat apa
yang ditimbulkan dari penggunaan yat radioaktif tersebut.Metode yang digunakan juga
sangat berhubungan dengan pendahuluan yang dibuat sehingga kesimpulan yang dibuat
berkaitan erat dengan apa zang sudah dikukan diawal.

3.2 Originalitas Temuan

Penelitian yang bertujuan untuk mengukur radioktif disekitar lingkungan disekitar


instalasi yang di rumah sakit Kariadi yang berada di semarang .Peneliti ingin membuktikan
pengaruh zat radioaktif tersebut terhadap lingkungan.Dengan menggunakan sampel yaitu
tanah ,air dan debu yang diambil dari depan dan belakang ruangan instalasi diagnostik

3.3 Kohesi dan Koherensi

Pada jurnal ini memiliki kepaduan antara tujuan dari penelitian tersebut dengan
didukung dengan metode yang mampu membuktikkan bagaimana sebenarnya zat radioaktif
tersebut sangat berpengaruh terhadap lingkungan dan hal itu itu pun mampu dibuktikan lewat
metode yang digunakan dengan hasil dari penelitian yang didapatkan
BAB IV

KELEMAHAN HASIL PENELITIAN

4.1 Kemuktahiran Masalah

Pada penelitian yang dilakukan di rumah sakit dokter Kariadi yang berada di
semarang tidak ditemukan konsep yang baru karena penggunaan zat radioaktif sudah sering
digunakan pada bidang medis dan juga untuk mendiagnosa .Penelitian ini juga sudah cukup
lama dilakukan yaitu pada tahun 2012 pengembangan zat radioaktif sekarang sudah lebih
berkembang dibandingkan pada jurnal ini namun tidak menghilangkan fungsi yang ada pada
jurnal tetapi sudah lebih banyak pemanfaatanya.Teori yang digunakan pada jurnal ini sudah
banyak diketahui orang sebelumnya karena teori yang dimuat pada jurnal masih
menggunakan teori yang masih umum.Dampak yang disebabkan juga pada jurnal ini sudah
sering ditemukan dan penjabaran tentang penyakit yang disebabkan tentang zat radioaktif
tersebut cakupan masih kecil sehingga para pembaca masih sangat sulit untuk memahaminya
BAB V

IMPLIKASI TERHADAP TEORI

5.1 Implikasi Terhadap Teori

Dalam jurnal ini penelitian ini diawali dengan teori tentang radioaktif yang
berhubungan dengan penelitian yaitu tentang zat radioaktif dimana dalam jurnal ini dimuat
beberapa teori yang mendukung jurnal ini seperti teori tentang peluruhan.Peristiwa
radioaktivitas berkaitan erat dengan kestabilan inti suatu atom diman ketidakstabilan inti
atom akan menunjukkan adanya gejala radioaktivitas .Radioaktivitas adalah gejala perubahan
inti atom secara spontan yang disertai radiasi berupa zarah atau gelombang elektromagnetik
.Zat radiaoktif akan mengalami perubahan inti atom yang menyebabkan perubahan dari unsur
satu ke unsur yang lain.

5.2 Pembahasan dan Analisis

Dalam penelitian yang dilakukan di rumah sakit dokter Kariadi sangat jelas ini bahwa
penggunaan radioaktif yang digunakan di rumah sakit tersebut memiliki pengaruh terhadap
lingkungan sekitarnya meskipun tingkat bahaya yang mungkin terjadi masih sangat minim
.Penelitian yang dilkukan dalam pembuktian penggunaan radioaktif terhadap lingkungan
dilakukan berdasarkan beberapa metode dan juga mereka melakukan beberapa analisis lewat
beberapa sampel yang dibuat seperti tanah ,debu,tanaman dan air yang dekat dengan ruangan
diagnosa.Dalam menganalisis semua sampel mereka melakukan analisisnya dengan
menggunakan beberapa alat .Pada jurnal penelitian ini juga dibahas bagaimana proses analisis
yang mereka lakukan dan alat dan bahan apa saja yang mereka buat untuk membuktikan hal
tersebut.
BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan
Zat radioaktif memliki manfaat yang begitu besar dalam kehidupan terutama dalam
bidang medis ataupun pengobatan namun zat radioaktif ini tidak bisa sembarangan dibuang
ke alam karena dibalik kegunaan yang begitu banyak zat radioaktif apabila dibuang ke alam
secara sembarangan akan membawa pengaruh buruk terhadap lingkungan.Zat radioaktif yang
belum stabil perlu distabilkan agar tingkat bahaya nya berkurang.Tingkat bahaya dari suatu
zat radioaktif tergantung kepada intensitas dari unsur tersebut .

6.2 Saran

Penggunaan zat radioaktif yang semakin meningkat membuat kita harus lebih
memahami apa zat radioaktif agar ketika kita diperhadapkan dengan zat tersebut kita
mengetahui tingkat bahaya yang mungkin terjadi dari zat tersebut.Zat radioaktif yang sudah
digunakan sebaiknya jangan dibuang bebas ke lingkungan karena tingkat radiasi dari zat
radioaktif ini sangat tinggi.Penggunaannya juga jangan berlebihan hanya untuk seperlunya
saja dan orang yang ingin menggunakan sebaiknya mengetahui sifat-sifat dari zat radioaktif
tersebut.
CRITICAL JOURNAL REVIEW

PENGUKURAN RADIOAKTIVITAS LINGKUNGAN DI SEKITAR INSTALASI


RADIODIAGNOSTIK RUMAH SAKIT DI SEMARANG

DISUSUN OLEH

NAMA : - HERMAN TONI LIMBONG(4163311022)

KELAS : EKSTENSI B PENDIDIKAN MATEMATIKA 2016

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


(FMIPA) UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
(UNIMED)
KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa Kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena atas
segala rahmat, petunjuk, dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
Critical Journal Review ini untuk memenuhi tugas Pengantar KIMIA UMUM II
.MakalahCritical Journal Review ini dapat digunakan sebagai wahana untuk menambah
pengetahuan, sebagai teman belajar, dan sebagai referensi tambahan dalam belajar RADIO
KIMIA.

Medan, Maret 2017

Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar …………………………………………………………..

BAB I (PENDAHULUAN)……………………………………………...

BAB II(RINGKASAN ARTIKEL ATAU HASIL PENELITIAN)…….

BAB III(KEUNGGULAN PENELITIAN)……………………………..

3.1 Kegayutan Antar Elemen……………………………………………

3.2 Originalitas Temuan………………………………………………...

3.3 Kohesi dan Koherensi………………………………………………

BAB IV(KELEMAHAN HASIL PENELITIAN)……………………...

IV.1 Kemuktakhiran Masalah………………………………………….

BAB V (IMPIKASI TERHADAP TEORI)………………………….

V.1 Implikasi Terhadap Teori…………………………………………..

V.2 Pembahasan dan Analisis………………………………………….

BAB VI (Kesimpulan dan Saran)………………………………………

VI.1 Kesimpulan……………………………………………………….

V1.2 Saran……………………………………………………………..