Anda di halaman 1dari 7

1.

TIPE READY PREPARED FOOD SERVICE

a. Nama Restoran : Es Teler 77


b. Alamat : Medan Mall Lt. 3 No. 17, Jl. MT. Haryono
c. Tipe Food Service : Ready Prepared (cepat saji)
d. Tipe- Tipe konsumen : semua kalangan usia

Alasan memilih restoran Ready Prepare Food Service :

Model keputusan konsumen :


Model Ekonomi yang dikemukakan oleh ahli ekonomi klasik dimana keputusan orang itu
rasional, yaitu berusaha mendapatkan keuntungan marginal sama dengan biaya marginal atau
untuk memperoleh keuntungan maksimum.

Model Motivasi :
Proses motivasi perlu untuk menyatukan tujuan perusahaan dan tujuan kepentingan konsumen.
Tujuan perusahaan adalah untuk mencari laba serta perluasan pasar. Tujuan individu konasumen
adalah pemenuhan kebutuhan dan kepuasan.kedua kepentingan di atas harus disatukan dan untuk
itu penting adanya penyesuaian motivasi.

Teori Kebutuhan :
Teori-teori motivasi dapat dimanfaatkan dalam strategi pemasaran. Dua aplikasi penting dari
teori motivasi adalah segmentasi dan positioning. Teori Maslow atau hierarki kebutuhan dapat
dijadikan sebagai dasar dalam melakukan segementasi pasar. Produk atau jasa yang dipasarkan
bisa diarahkan untuk target pasar berdasarkan tingkat kebutuhan konsumen. Teori Maslow juga
dapat dimanfaatkan untuk melakukan positioning produk dan jasa. Positioning adalah citra
produk atau jasa yang ingin dilihat oleh konsumen. Kunci positioning adalah persepsi konsumen
terhadap produk atau jasa.

2. TIPE COMMISSARY FOOD SERVICE

a. Nama Restoran : Solaria


b. Alamat : Jl. Kh. Zainul Arifin No.7, Madras Hulu, Medan Polonia,
c. Tipe Food Service : Commisarry
d. Tipe- Tipe konsumen : semua kalangan usia

Alasan memilih restoran Comissary Food Service :

Model keputusan konsumen :


Model Ekonomi klasik dimana keputusan orang itu rasional, yaitu berusaha mendapatkan
keuntungan marginal sama dengan biaya marginal atau untuk memperoleh keuntungan
maksimum.

Model Motivasi :
1. Pendiri solaria konon tidak begitu paham mengenai teori-teori pemasaran seperti
segmentasi, targeting dab positioning
2. Solaria hadir hampir di seluruh pusat perbelanjaan, di kota-kota besar baik provinsi
maupun kabupaten di seluruh Indonesia
3. Solaria lebih menekankan komunikasi pemasaran mengenai restonya sendiri, ketimbang
memasarkan secara khusus masakan tertentu seperti yang dilakukan resto lain
4. Kekuatan #solaria salah satunya karena menawarkan sejumlah masakan yang disukai
lidah orang banyak dipadukan dengan masakan cina yang sangat dikenal dan pas di lidah
orang Indonesia
5. Harga yang terjangkau menjadi salah satu kekuatan juga, dimana pengunjung yang
datang mampu bayar

Teori Kebutuhan :
Kebutuhan muncul karena konsumen merasakan ketidaknyamanan (state of tension) antara
yang seharusmya dirasakan dan yang sesungguhnya dirasakan. Kebutuhan yang dirasakan
tersebut mendorong seseorang untuk melakukan tindakan memenuhi kebutuhan tersebut.
Motivasi mucul karena adanya stimulus atau rangsangan yang akan menyebabakan pengenalan
kebutuhan (need recognition). Rangsangan terjasi karena adanya gap antara apa yang dirasakan
dengan apa yang seharusnya dirasakan dan mengakibatkan adanya pengenalan kebutuhan.

3. TIPE KONVENSIONAL / TRADISIONAL FOOD SERVICE

a. Nama Restoran : Ayam Goreng Kalasan


b. Alamat : Sun Plaza Lt. 4, Jalan K.H. Zainul Arifin No.7
c. Tipe Food Service : Ready Prepared (cepat saji)
d. Tipe- Tipe konsumen : semua kalangan usia

Alasan memilih restoran Konvensional / Tradisional Food Service :

Model keputusan konsumen :


Merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap
pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan
evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan
ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya
dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut di masa depan.
Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan
harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen di masa depan.

Model Motivasi :
Sains marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika.
Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika untuk
memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan perilaku konsumen.
Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan memberikan pemahaman atas perilaku
konsumen serta strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda.
Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung
permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut.

Teori Kebutuhan :
Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya.
Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk
yang akan dibeli.

4. TIPE ASSEMBLY FOOD SERVICE

a. Nama Restoran : Pizza Hut Restoran


b. Alamat : Lt. LG C 42-47, Jl. Zainul Arifin No. 7, Madras Hulu
c. Tipe Food Service : Assembly Food Service
d. Tipe- Tipe konsumen : semua kalangan usia
e.
Alasan memilih restoran Assembly Service :

Model keputusan konsumen :


Merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap
pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan
melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi
kepuasan dan ketidakpuasan konsumen.

Model Motivasi :
Proses motivasi perlu untuk menyatukan tujuan perusahaan dan tujuan kepentingan
konsumen. Tujuan perusahaan adalah untuk mencari laba serta perluasan pasar. Tujuan
individu konasumen adalah pemenuhan kebutuhan dan kepuasan.kedua kepentingan di atas
harus disatukan dan untuk itu penting adanya penyesuaian motivasi.

Teori Kebutuhan :
Teori-teori motivasi dapat dimanfaatkan dalam strategi pemasaran. Dua aplikasi penting dari
teori motivasi adalah segmentasi dan positioning. Teori Maslow atau hierarki kebutuhan dapat
dijadikan sebagai dasar dalam melakukan segementasi pasar. Produk atau jasa yang
dipasarkan bisa diarahkan untuk target pasar berdasarkan tingkat kebutuhan konsumen. Teori
Maslow juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan positioning produk dan
jasa. Positioning adalah citra produk atau jasa yang ingin dilihat oleh konsumen.
Kunci positioning adalah persepsi konsumen terhadap produk atau jasa

Teori Kebutuhan :
Kebutuhan muncul karena konsumen merasakan ketidaknyamanan (state of tension) antara
yang seharusmya dirasakan dan yang sesungguhnya dirasakan. Kebutuhan yang dirasakan
tersebut mendorong seseorang untuk melakukan tindakan memenuhi kebutuhan tersebut.
Motivasi mucul karena adanya stimulus atau rangsangan yang akan menyebabakan
pengenalan kebutuhan (need recognition). Rangsangan terjasi karena adanya gap antara apa
yang dirasakan dengan apa yang seharusnya dirasakan dan mengakibatkan adanya pengenalan
kebutuhan
REFRENSI
http://noormutia.blogspot.co.id/2013/07/model-pengambilan-keputusan_5195.html

https://bukunnq.wordpress.com/makalah-pengambilan-keputusan-secara-objektif-
dan-konstruktif/

http://www.slideshare.net/hasrilariel/model-pengambilan-keputusan
TUGAS STUDI KONSUMEN
TENTANG

MOTIVASI KONSUMEN DALAM MEMANFAATKAN FOOD SERVICE

( Dibuat dalam rangka memenuhi mata kuliah Studi Konsumen)

DIKERJAKAN OLEH :

MAHASISWI PRODI D-IV GIZI


SEMESTER VI

AYU YUNITA SIMANJUNTAK PO1031215006

POLTEKKES KEMENKES MEDAN


JURUSAN GIZI
T.A 2017/2018