Anda di halaman 1dari 6

Percobaan II

Rangkaian Arus Searah dan Nilai Statistik


Resistansi
Andreas Juan Daniel Simorangkir (14S16060)
Tanggal Percobaan : 20/10/2017
[Kode MK] [Rangkaian Elektrik]
[Nama Lab] – Teknik Elektro
Institut Teknologi Del

Abstrak—On this practice will discuss the Theorems of II. LANDASAN TEORETIS
Thevenin and Norton’s Theorems in the series. The first thing to
do is to assambke the Thevenin and Norton’s kit, then take Terdapat beberapa Teorema Teorema yang menjadi landasan
measurement to get the value of the circuit. And will also learn materi pada praktikum ini :
about the superposition and Reciprocity Theorems of a series.
Tools and materials used are, the Thevenin and Norton kit, i. Teorema Thevenin
multimeter kit, oscilloscope & signal generator kit, power supply, Suatu rangkaian dengan sumber tegangan ataupun sumber
and another device. From this practice it is desirable to arus yang bersifat linier dengan 2 kutub a dan b, dapat di ganti
understand the Theorems of Thevenin and Norton’s in direct
current circuits, understand the superposition and reciprocity
dengan suatu tegangan Vth seri dengan resistor Rth.
theorems, and to understand the design of the circuit and Dengan teorema ini kita dapat menghitung arus beban
understand its value. cepat bila beban diubah-ubah.

Kata Kunci—Theorems, Measurement, Series, Circuit.

I. PENDAHULUAN

P raktikum ini akan membahas mengenai teorema teorema


yang ada pada sebuah rangkaian, dimulai dari Teorema dari
Thevenin, teorema ini dapat mehitung arus beban dengan cepat
bila beban diubah-ubah. Lalu Teorema Norton yang merupakan
lanjutan dari teorema Thevenin. Selanjutnya Teorema
Superposisi, teorema yang memiliki prinsip yang menyebabkan
satu rangkaian rumit yang memiliki sumber tegangan/arus lebih
VT : Tegangan pada a-b dalam keadaan open circuit = Voc
dari satu dapat dianalisis menjadi rangkaian dengan satu
RT : Resistansi pada a-b “dilihat” kearah rangkaian dengan
sumber. Yang terakhir adalah Teorema Resiprositas, yang
semua sumber independen diganti dengan resistansi dalamnya.
memiliki teori jika dalam rangkaian pasif yang bersifat linier,
ada sumber tegangan yang dipasang pada cabang, lalu
ii. Teorema Norton
dipindahkan, maka nilainya akan sama.
Suatu rangkaian dengan sumber tegangan ataupun sumber
arus yang bersifat linier dengan 2 kutub a dan b, dapat diganti
Praktikum ini memiliki tujuan, yaitu:
dengan satu sumber arus Ix pararel dengan satu resistor
1. Memahami penggunaan teorema Thevenin dan
dengan resistansi Rn
teorema pada rangkaian arus searah
2. Memahami Teorema Superposisi
3. Memahami Teorema Resiprositas
4. Dapat merancang Rangkaian pembagi Tegangan
5. Memahami rangkaian resistor seri dan pararel
6. Memahami nilai statistic resistansi
In : arus melalui a-b dalam keadaan short circuit = Isc
Rn : resistansi pada a-b “dilihat” kea rah rangkaian dengan
semua sumber independen deganti dengan resistansi dalamnya.
Pada gambar, sumber tegangan v dipasang pada cabang k, dan
iii. Teorema Superposisi arus pada cabang m adalah I1 = I
Prinsip superposisi menyebabkan suatu rangkaian rumit
yang memiliki sumber tegangan/arus lebih dari satu dapat
dianalisis menjadi rangkaian dengan satu sumber. Teorema
ini akan menyatakan bahwa respon yang terjadi pada suatu
cabang, berupa arus, atau tegangan , yang disebabkan oleh
beberapa sumber yang bekerja bersama-sama, sama dengan
jumlah masing-masing respon bila sumber tersebut bekerja
sendiri dengan sumber lainnya diganti oleh resistansi
dalamnya.
Jadi apabila pada suatu rangkaian terdapat n buah sumber,
maka akibat total, berupa arus atau tegangan, pada suatu cabang
dapat dirumuskan sebagai berikut:

At= a1 + a2 + … + an Pada gambar, sumber tegangan v dipindahkan ke cabang m,


maka arus pada cabang k ialah I2 = I

Dimana : Adapun pada praktikum ini, dibutuhkan beberapa alat dan


 at = arus atau tegangan pada suatu cabang bila n buah komponen yang digunakan. Yaitu,
sumber tegangan\arus bekerja bersama sama.  Kit teorema Thevenin dan Norton (1 buah)
 a1 = arus atau tegangan pada suatu cabang tersebut  Kit Multimeter (1 buah)
bila hanya sumber S1 yang bekerja, sedangan sumber  Kit Osiloskop dan Generator Sinyal (1 buah)
S2, S3, … Sn diganti oleh resistansi dalamnya.  Resistor 1 KΩ (100 buah)
 an = arus atau tegangan pada suatu cabang tersebut  Resistor Dekade (1 set)
bila hanya sumber Sn yang bekerja, sedangkan sumber  Power Supply DC (2 buah)
S1, S2, …. Sn-1 diganti oleh resistansi dalamnya.  Multimeter (2 buah)
 Kabel 4mm – 4mm (min 10 buah)
iv. Teorema resiprositas
Dalam setiap rangkaian pasif yang bersifat linier, bila suatu III. HASIL DAN ANALISIS
sumber tegangan V yang dipasang pada cabang k A. Tugas I : Percobaan Teorema Thevenin (Rangkaian 1)
menghasilkan arus I1 = I pada cabang m, maka bila sumber
Pada percobaan ini, Teorema Thevenin dipergunakan untuk
tegangan V tersebut dipindahkan ke cabang m, arus yang mencari arus beban secara tidak langsung dan langsung.
mengalir pada cabang k adalah I2 = I.
Diberikan :
Vsumber = 20 V
VTH = 6,74 V
RTH = 1.305 KΩ

No. Resistansi Arus (mA)


(Ω) Hitungan Percobaan
1. 3,3 k 1,463 0,67
2. 10 5,125 0,67
3. 2,2 k 1,922 0,67
Bandingkan hasil dari pengukuran yang dari multimeter
dengan hasil yang dilakukan dengan perhitungan.
Pada percobaan ini, rumus yang digunakan untuk
Rumus yang digunakan adalah : mendapatkan nilai arus adalah:

𝑽𝒕𝒉 𝑽𝑻
𝑰= 𝑰=
𝑹𝒕𝒉 + 𝑹𝒊 𝑹𝑻 + 𝑹𝒍
Maka :
Untuk nilai Vt :
6,74 𝑉
 I (3.3 KΩ) = = 1.463 A
1.305 KΩ + 3.3 KΩ

6,74 𝑉
Vt = IN x RTH
 I (10 Ω) = = 5.125 A
1.305 KΩ+10 Ω

6,74 𝑉 Maka :
 I (2.2 KΩ) = = 1.922 A
1.305 KΩ+2.2 KΩ
1,2528
 𝐼1 = = 0,274 𝑚𝐴
Dari data tersebut dapat kita lihat bahwa hasil pengukuran 3300+1305
secara langsung ber ubah ubah, senilai dengan besarnya
1,2528
resistor. Sedangkan untuk pengukuran langsung dengan  𝐼2 = = 0,95 𝑚𝐴
10+1305
multimeter, nilai dari arusnya tidak berubah ubah.
1,2528
B. Tugas 2 : Percobaan Teorema Thevenin (Rangkaian 2)  𝐼3 = = 0,357 𝑚𝐴
2200+1305
Pada percobaan ini, diukur nilai arus yang melalui R dengan
Multimeter. Jika dibandingkan kedua hasil dari pengukuran langsung
dan peritungan, hasilnya jauh berbeda. Hal ini mungkin
Diberikan : dikarenakan dari kesalahan praktikan ataupun pada alat.
Vsumber = 20 V
VTH = 6,74 V
RTH = 1.305 KΩ D. Tugas 4 : Percobaan Teorema Superposisi

No Resistansi (Ω) Arus (mA) No. V1 V2 I4 (mA) VR1


Hitungan Percobaan (Volt) (Volt) (Volt)
1. 3.3 k 1,463 0,25 1 12 0 0.81 11.01
2. 10 5.125 0,25 2 0 6 0.08 -3.062
3. 2,2 k 1.922 0,25 3 12 6 0.88 8.82

Pada tabel berikut dapat terlihat bahwa hasil pengukuran Pada percobaan ini dapat kita lihat bahwa hasil dari
menunjukkan nulai yang konstan tidak berubah walaupun nilai praktikum ini memenuhi teorema, walaupun terdapat
resistor diganti. kesalahan yang kecil.
Kesalahan ini mungkin dikarenakan kesalahan dari
praktikan ataupun dari segi alat.
C. Tugas 3 : Percobaan Teorema Norton
Pada percobaan ini sumber arus yang digunakan adalah IN Teorema superposisi
pararel dengan RN = RTH.
Ʃ V = V1 + V2
Diberikan :
Vsumber = 20V
IN = 0,96mA
RN = RTH = 1,305 kΩ E. Percobaan untuk Teorema resiprositas (percobaan 5) dan
percobaan Transfer daya maksimum (percobaan 6) tidak
No. Resistansi (Ω) Arus (mA) terlaksanakan, dikarenakan kurangnya waktu, dan beberapa
Hitungan Percobaan alat praktikum yang bekerja kurang maksimal.
1. 3,3 k 0,274 0,55
2. 2k 0,95 0,22
3. 10 0.357 0.12
cabang lain, maka nilai nya akan sama.

IV. SIMPULAN
 Teorema Thevenin dan Teorema Norton adalah teorema REFERENSI
yang berguna untuk analisis rangkaian listrik. Teorema ini
menunjukkan bahwa keseluruhan rangkaian listrik tertentu,
dapat diganti dengan rangkaian ekuivalen. Sehingga [1] Siagian, Pandapotan. “Petunjuk Praktikum Rangkaian Elektrik,”
Laboratorium Dasar Teknik Elektro. Sitoluama, 2015.
perhitungan menjadi lebih mudah. [2] Witte, Robert A. “Electronic Test Instrument: Analog and Digital
 Teorema superposisi ini hanya dapat digunakan pada Measurements” Ed-2. Prentice Hill. 2002
rangkaian yang linier. Teorema ini membuat suatu [3] Johnson, David E. Hillburn, John L., Johnson, Scot, Peter D. “Basic
Circuit Analysis”. John Wiley & Son (Asia) Pte.Ltd.2002.
rangkaian kompleks menjadi lebih sederhana. Caranya [4] C. K. Alexander, “Circuit Theorems,” in Fundamentals of Electric
adalah menyisakan satu sumber pada rangkaian dengan Circuits, 4th ed. New York, USA.
mengeliminasi sumber sumber pada rangkaian.
 Teorema resiprositas mengatakan pada rangkaian yang
bersifat linier, bila suatu sumber tegangan V yang dipasang
pada salah satu cabang ber-arus I, lalu V dipindahkan ke
Lampiran