Anda di halaman 1dari 13

MENGUBAH ANCAMAN MENJADI PELUANG, MENEMUKAN BERKAH DI BALIK

MUSIBAH

Wirausahawan harus memiliki "keberanian" yang menakjubkan untuk mengubah sesuatu


yang tidak berarti menjadi kesuksesan. Harus berani memanfaatkan setiap "ancaman" menjadi
"peluang" bukan sebaliknya justru berusaha menghindar dari "ancaman". Salah satu alat untuk
mengukur hal yang mungkin dan tidak mungkin dilakukan oleh usahawan yaitu menggunakan
menggunakan analisis terhadap kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman (strengths,
weaknesses, opportunities, and threats) atau yang lebih dikenal dengan sebutan analisis SWOT.
Berikut adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dalam menerapkan analisis SWOT :

a. Melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku yang mudah
didapat, mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan lainnya yang
dapat dimanfaatkan. Contoh: lokasi di dekat kampus atau mall dapat dikembangkan
menjadi kos-kosan, warnet, rental computer, dan masih banyak lagi.
b. Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri melakukan usaha yang
sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita memiliki kekurangan tertentu. Contoh:
sebaiknya jangan membuka usaha rental computer, tetapi tidak mengetahui sama sekali
keterampilan dalam mengoperasikan computer.
c. Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan. Contoh:
membuka usaha fotokopi dilingkungan dekat kampus, membuka usaha kantin
dilingkungan perkantoran,dan lain-lain.
d. Melihat ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko tinggi, memiliki siklus hidup yang
pendek, dan tidak terukur. Terlebih lagi jika pesaing-pesaing kita memiliki kemampuan
yang lebih baik dari kita. Contoh: investasi saham, di mana kita tidak memiliki cukup
ilmu tentangnya atau bermain dipasar yang pelakunya sudah sangat banyak.
Di bawah ini adalah daftar sumber ide yang dapat memberikan gagasan awal atau pemikiran
awal untuk menentukan usaha apa yang hendak dijalankan:
1. Lihat barang-barang disekeliling dan yang sedang kita gunakan
2. Rasakan apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh diri
3. Browsing Internet yang menyediakan informasi bisnis
4. Baca buku yang berkaitan dengan kewirausahaan
5. Baca Koran, majalah, atau tabloid yang berisikan peluang usaha
6. Baca buku kuning telepon (yellow pages)
7. Baca perpustakaan umum, perpustakaan sekolah atau kampus
8. Kunjungi teman, kenalan, atau sahabat
9. unjungi bursa efek, amati tren capital dan peluang lainnya
10. Ikuti kursus kewirausahaan
11. Temani pengacara atau konsultan ketika bertemu kliennya
12. Dapatkan informasi dan buku-buku dari kedutaan besar
13. Kunjungi pusat-pusat incubator bisnis
14. Kunjungi pusat-pusat perbelanjaan dan restoran waralaba
15. Kunjungi penemuan baru, pameran dagang, dan pameran-pameran lainnya
16. Kunjungi perusahaan pesaing
17. Kenali konsumen atau pelanggan potensial
18. Kenali agen, distributor, atau pedagang besar
19. Lakukan hobi dan wisata
20. Kenali broker paten dan jasa informasi produk lisensi
21. Kunjungi lembaga penelitian dsn universitas
22. Ikuti seminar, forum diskusi, lokakarya, atau symposium
23. Kunjungi asosiasi dagang dan bisnis
24. Masuk sebagai anggota partai tertentu
25. Ikuti pertemuan alumni
26. ikuti kebijakan dan keadaan ekonomi Negara
Dan masih banyak lagi Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama itu pula masih
terdapat peluang yang dapat kita manfaatkan, misanya:
1. Mengenali kebutuhan pasar
2. Mengembangkan produk yang telah ada dipasaran
3. Memadukan bisnis-bisnis yang ada
4. Mengenali kecenderungan (tren) yang terjadi
5. Mewaspadai segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepele, yang ternyata setelah
ditekuni
6. dapat menjadi bisnis yang luar biasa.
7. Menggunakan asumsi-asumsi yang baru (tidak baku)
Beberapa langkah untuk mengenali dan memilih peluang bisnis yang tepat antara lain:
1. Tentukan tujuan besar yang hendak dicapai
2. Buat daftar ide sebanyak-banyaknya yang menarik pikiran
3. Nilai kemampuan, kekuatan, karakteristik yang diperlukan untuk mencapai sukses
dalam
4. bisnis yang anda lakukan.
5. Buatlah table criteria bisnis yang diperlukan, nilai dan pilih menurut tingkat
kepentingannya
6. Bandingkan dan dapatkan saran dari pengusaha, konsultan, atau mentor.
7. Lakukan riset untuk menilai keadaan bisnis saat ini dan masa mendatang.
8. Pilih salah satu dari ide yang kemungkinan memiliki tingkat keberhasilan terbesar
dan resiko
9. terkecil.
MENEMUKAN BERKAH DI BALIK MUSIBAH
Perubahan situasi dan kondisi bisnis yang cepat melahirkan ketidak pastian dalam
berusaha, kondisi tersebut sangat menyulitkan dan dapat berdampak buruk bagi usaha, tetapi
bagi sebagian orang yang selalu berusaha menciptakan peluang usaha ditengah kesempatan dan
kebutuhan hidup kondisi ini adalah tantangan yang dapat melahirkan peluang terbaik untuk
memulai bisnis dan orang dengan kemampuan demikian disebut entrepreners. Pemanfaatan
situasi ketidak pastian menjadi peluang dan bisnis baru bukan semata menjadi keuntungan
pribadi pebisnis tetapi juga berpotensi untuk meningkatkan keseluruhan efisiensi pasar dan
berkembangnya inovasi di masyarakat.
Perlu di ungkapkan disini, ketika terpaan krisis yang melanda Indonesia ternyata tidak
selalu menimbulkan dampak negatif. Fenomena ketahanan Usaha Kecil Menengah (UKM)
terhadap krisis ekonomi membawa angin segar perubahan arah kebijakan pembangunan
Indonesia, yang dulu lebih memfokuskan diri pada pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh
industri-industri besar hasil konglomerasi dan ketidakberpihakan pada pengembangan UKM.
Kini, UKM lah yang menjadi fokus pengembangan ekonomi Indonesia sebagai penunjang pokok
pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Hasil survey lembaga penelitian SMERU “Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di
tingkat Pusat tahun 1997-2003” Desember 2003 telah membuktikan kekuatan UKM sebagai
katup pengaman (safety valve) kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja. Cerita di balik musibah
selalu ada hikmah yang dapat diambil, benar-benar dapat dibuktikan oleh bangsa Indonesia
dengan fenomena ketahanan UMKM tersebut.Keberadaan dan peran strategis UMKM dalam
perekonomian mendorong berbagai pihak untukbahu membahu melakukan pemberdayaan dan
dukungan, seluruh komponen di bangsa inibergerak dalam pembinaan UMKM termasuk BUMN
dalam bentuk Program Bina Lingkungan(PKBL), perusahaan-perusahaan dengan program
Community Social Responsibility(CSR),perbangkan dengan kredit usaha mikro, dan lainnya
tidak ketinggalam Perguruan Tinggiberperan memlalui program Pengabdian Pada Masyarakat
(PPM) dengan konsultansi bisnis danpeningkatan kemampuan manajerial usaha.Perlu menjadi
catatan bahwa, usaha yang datangnya dari luar dalam pemberdayaan UMKMhanya sebatas
stimulus atau rangsangan, maju mundur dan berkembangnya UMKM adalah mutlak karena
keinginan dan motivasi dari pelaku usaha itu sendiri dengan merubah pola berfikir usaha sekedar
menutupi kebutuhan berubah menjadi seorang entrepreneur.
Entrepreneurship
Sebelum pembahasan lebih lanjut, sebagai bahan pemikiran pengetahuan berikut
digambarkan secara sederhana dengan mengkompilasi beberapa pemikiran ahli tentang apa yang
dimaksud dengan entrepreuneurship dan entrepreneur, sebagai berikut:
Entrepreneurship atau kewirausahaan merupakan suatu sikap, semangat, seni dan kemampuan
untuk melihat dan memanpaatkan peluang dan menggunakan sumber daya untuk memperoleh
keuntungan (profit oriented), memperoleh keuntungan bagi organisasi berarti menuntut
pengelolanya mengerahkan segala kemampuannya untuk melihat peluang dan mengalokasikan
sumber daya yang dimilikinya untuk tujuan organisasi.
Merujuk pada Jeffrey Timmons (1990), bahwa : ”Entrepreneurship is the ability to create
and build a vision from practically nothing”, berdasarkan definisi di atas maka jika ditinjau dari
sudut pandang pelaku kewirausahaan merupakan suatu konsep dimana seseorang yang memiliki
tujuan hidupnya untuk selalu menciptakan yang tidak ada menjadi ada dengan didasari oleh
keinginan untuk mengaplikasikan energi yang dimilkinya dalam sebuah usaha dan tidak sekedar
melihat dan menganalisis, wirausaha merupakan usaha untuk membangun perusahaan dengan
didasari oleh kemampuan dan keahliannya sendiri, hal ini di dasari oleh cara pandang yang
berbeda terhadap masalah, kontradiksi sebagai peluang, keinginan yang kuat diiringi kemampuan
untuk menemukan dan mengontrol sumber daya yang tidak dimiliki orang lain.
Keith S. Glancey and Ronald W. McQuaid (2002:5) mendefinisikan entrepreneurship
sebagai“seseorang yang selalu mengedepankan efisiensi ekonomi dalam proses penciptaan nilai
tambah yang dilakukannya dalam membuat sesuatu yang baru, entrepreneur akan
menginvestasikan sumber daya yang dimilikinya dan menyadari setiap resiko yang mungkin
timbul seperti kehilangan uang, barang dan resiko sosial lainnya. Harapan bagi entrepreneur
adalah independensi dirinya atau kenginan untuk mengatur orang lain, selain juga memperoleh
keuntungan secara fisik dan keuangan.
Independensi diri merupakan hal penting bagi wirausaha selain mengendalikan
keuntungan dan pertubuhan usaha, sebagaimana kutipan yang di buat oleh Buchari Alma
(2005:31) merujuk pada Raymond Kao and Rusell Knight (1987:13), “An entrepreneur is an
independent, growth oriented owner-operator” . Menjadi wirausaha bukan sekedar untuk
memperoleh kebutuhan fisik dan keamanan, wirausaha harus didasari oleh motivasi untuk
berprestasi dan mencapaiaktualisasi diri sebagai puncak kebutuhan individu.
Kewirausahaan dipandang sebagai suatu proses adalah dorong yang penuh antusiasme
untukterus berinovasi dan penuh semangat untuk melaksanakan ide-ide tujuan untuk keuntungan
luarbiasa, untuk mewujudkannya wirasusahawan tidak sekedar cukup memiliki keahlian dan
sumber daya fisik, ide-ide cemerlang mutlak di perlukan, pentingnya cemerlang dalam wirausaha
diungkapkan oleh Peter Druker (1993) dengan mendefinisikan wirausaha sebagai “kemampuan
dalam mengubah ide-ide cemerlang menjadi usaha yang menghasilkan keuntungan”.
Berdasarkan definisi-definisi di atas ada beberapa kata kunci tentang pengertian
entrepreneurship, yaitu :
1. Aktivitas manusia yang creative dan inovatif
2. Kemampuan untuk membuat dan membangun yang belum ada
3. Visi untuk bersedia mengambil resiko
4. Kewirausahaan adalah ciri orang yang memliki motivasi mencapai independensi dan
Jati diri
5. Proses antusiasme seseorang yang beranjak dari usaha untuk mengaflikasikan ide
6. Menjadi sesuatu yang bermanfaat dan menguntungkan.

Entrepreneur juga merupakan orang-orang yang memiliki paradigma hidupnya sebagai


inovator, creator dan oportunis, orang ini jugamenjadi kunci perubahan yang mampu
menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan dirinya dan masyarakat disekitanya.Senada
dengan pandangan di atas Zimemerer and Scarborough (2008:6) mendefinisikan :
“Wirausaha adalah seseorang yang menciptakan bisnis baru dengan mengambil resiko dan
ketidakpastian demi mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi
berbagai peluang penting dan menggabungkan sumber daya yang di perlukan untuk
mengkapitalisasikan sumber daya-sumber daya tersebut.”
Entrepreneur Pengertian entrepreneurship yang jika disematkan dalam diri seseorang
yang seringkali disebut sebagai disebut entrepreneur atau wirausaha, adalah orang yang memiliki
syaratentrepreneurship yaitu orang-orang yang inovatif, kreatif oportunistik, bersedia
menanggung resiko, selalu memiliki insiatif, selalu berkeinginan untuk mencoba merubah
sesuatu menjadi lebih bermanfaat, memiliki motivasi berprestasi yang tinggi dan percaya diri.
Selain itu diperlukan juga kunci sukses bagi entrepreneur adalah memiliki jiwa kepemimpinan,
kemampuan bersaing, sehat jasmani dan rohani, selalu memiliki energi yang tinggi, memiliki
kemampuan mengelola uang, menginginkan kekuasaan dan memiliki kemampuan dan keinginan
untuk berafiliasi.
Prespektif dasar untuk mengidentifikasi seseorang sebagai entrepreneur dalam diri
seseorang dapat dilihat dari dua kateogori, yakni faktor obyektif yang lebih bersifak kuantitatif
dari pelaku usaha seperti demografi dan pengalaman, juga faktor subyektif yang dinilai melalui
sikap, sifat dan nilai yang melekat pada entrepreneur itu sendiri. Konsepsi dasar kajian
entrepreneur dewasa ini cenderung untuk mengungkapkan secara mendalam faktor-faktor
subjektif sebagai dasar penilaian entrepreneur.
entrepreneur dalam presfektif Bill Bolton and John (2004:16) mengutip Bo Peabody
(entrepreneur, millionaire and founder of Internet business, Tripod) adalah: “A person who
habitually creates and innovates to build something of recognized value around perceived
opportunities” dalam pandangannya entrepreneur adalah perilaku individu yang menjadi
kebiasaan bukan suatu sistem yang diciptakan dan didorongkan pada seseorang, entrepreneurs
lebih cenderung pada kebiasaan yang dilakukan seseorang. Kebiasaan seorang entrepreneur atau
kelompok orang dalam perusahaan yang dimaksud adalah kebiasaan untuk selalu ingin merubah
sesuatu menjadi lebih berguna dan menguntungkan, kebiasaan itu ditunjukan melalui perilaku-
perilaku (behaviors) individu dan menjadi gaya hidup. Seseorang tidak dapat diorong dan/atau
dihentikan kebiasaan dan gaya hidupnya sebagai entrepreneur atau bukan, karena menjadi
entrepreneur menjadi dasarnya adalah karakter dirinya. Formulasi sederhana yang
menggambarkan seseorang dapat digategorikan sebagai entrepreneur atau bukan Keith S.
Glancey and Ronald W. McQuaid (2002:6-10), memberikan ciri utama entrepreneur yaitu orang-
orang yang dapat menggabungkan kemampuan fungsi dalam dirinya sebagai pengambil resiko,
mampu mengalokasikan sumber daya dan innovator.
Entrepreneur dalam presfektif Bill Bolton and John (2004:16) mengutip Bo Peabody
(entrepreneur, millionaire and founder of Internet business, Tripod) adalah: “A person who
habitually creates and innovates to build something of recognized value around perceived
opportunities” dalam pandangannya entrepreneur adalah perilaku individu yang menjadi
kebiasaan bukan suatu sistem yang diciptakan dan didorongkan pada seseorang, entrepreneurs
lebih cenderung pada kebiasaan yang dilakukan seseorang. Kebiasaan seorang entrepreneur atau
kelompok orang dalam perusahaan yang dimaksud adalah kebiasaan untuk selalu ingin merubah
sesuatu menjadi lebih berguna dan menguntungkan, kebiasaan itu ditunjukan melalui perilaku-
perilaku (behaviors) individu dan menjadi gaya hidup. Seseorang tidak dapat diorong dan/atau
dihentikan kebiasaan dan gaya hidupnya sebagai entrepreneur atau bukan, karena menjadi
entrepreneur menjadi dasarnya adalah karakter dirinya. Formulasi sederhana yang
menggambarkan seseorang dapat digategorikan sebagai entrepreneur atau bukan Keith S.
Glancey and Ronald W. McQuaid (2002:6-10), memberikan ciri utama entrepreneur yaitu orang-
orang yang dapat menggabungkan kemampuan fungsi dalam dirinya sebagai pengambil resiko,
mampu mengalokasikan sumber daya dan innovator. Coskun Samli (2009;28) merujuk pada
Contillon (1755) menerangkan bahwa entreprenurmerupakan orang yang dipersepsikan selalu
“proaktif, berfikir, kreatif dan personal yang memiliki keahlian khusus”, lebih jauh Samli
(2009;28). Dengan kata lain tidak semua orang dapat menjadientrepreneur, dalam konteks ini
secara umum dapat disimpulkan bahwa entrepreneur adalah orang yang selalu yakin bahwa
mereka dapat menyelesaikan apapun, keyakinan ini didasari oleh kebiasaannya yang selalu
bekerja keras, tanpa mengenal lelah, cepat bertindak dan efisien, ketika menghadapi masalah
sepat mengambil tindakan dan memiliki alternatif beragam
Wirausaha juga dituntut untuk mengambil alternatif tindakan secara rasional dan realistis,
memiliki kecerdasan emosional yang tinggi sehingga mampu mengendalikan semua pekerjaan
yang telah di putuskannya. Ambisi untuk meraih kesuksesan harus menjadi dasar perilakunya
yang ditunjang dengan keahlian personalitas untuk menyelesaikan tantangan dan hambatan dari
luar, sebagai wirausaha, seseorang di tuntut untuk mendayagunakan sumberdaya organisasinya
secara efektif dan efisien. Kepribadian entrepreneur dituntut untuk komprehensif dari seseorang
yang berbeda dengan orang lain, kepribadian itu sendiri tidak akan berjalan sempurna dan harus
ditunjang dengan keahliannya dalam melihat peluang bisnis, kemampuan analisis yang cepat,
berfikir cepat dan fokus, siap memulai dengan hal-hal yang kecil dan usaha yang keras untuk
memimpin pasar. Berdasarkan pandangan-pandangan di atas, dapat disimpulkan bahwa
entrepreneur adalah orang yang memiliki kemampuan dominan dalam proses pengambilan
keputusan, memiliki keahlian dan kecerdasan emosional untuk mewujudkan kebebasan diri dan
memiliki independensi Wirausaha juga dituntut untuk mengambil alternatif tindakan secara
rasional dan realistis, memiliki kecerdasan emosional yang tinggi sehingga mampu
mengendalikan semua pekerjaan yang telah di putuskannya. Ambisi untuk meraih kesuksesan
harus menjadi dasar perilakunya yang ditunjang dengan keahlian personalitas untuk
menyelesaikan tantangan dan hambatan dari luar, sebagai wirausaha, seseorang di tuntut untuk
mendayagunakan sumberdaya organisasinya secara efektif dan efisien.
Kepribadian entrepreneur dituntut untuk komprehensif dari seseorang yang berbeda
dengan orang lain, kepribadian itu sendiri tidak akan berjalan sempurna dan harus ditunjang
dengan keahliannya dalam melihat peluang bisnis, kemampuan analisis yang cepat, berfikir cepat
dan fokus, siap memulai dengan hal-hal yang kecil dan usaha yang keras untuk memimpin pasar.
Berdasarkan pandangan-pandangan di atas, dapat disimpulkan bahwa entrepreneur adalah orang
yang memiliki kemampuan dominan dalam proses pengambilan keputusan, memiliki keahlian
dan kecerdasan emosional untuk mewujudkan kebebasan diri dan memiliki independensi.
CONTOH PERUSAHAAN YANG MENGUBAH ANCAMAN MENJADI
PELUANG & MENEMUKAN BERKAH DI BALIK MUSIBAH
SEJARAH PERUSAHAAN NOKIA
Nokia pada awalnya adalah sebuah perusahaan pembuat sepatu pancing yang kuno. Dua
decade silam, Nokia merupakan sebuah perusahaan tidak terkenal di sebuah negara kecil kecil di
ujung Pulau Artik. Pulau itu adalah sebuah negara bernama Finlandia. Suksesnya Nokia itu
adalah gabungan antara kepemimpinan, keputusan rekrutmen yang brilian, dan sebuah karakten
nasional yang dibawa.
Sejarah Nokia dimulai pada 1865 ketika insinyur pertambangan Fredrik Idestam
mendirikan pabrik pulp groundwood di kota Tampere, di barat daya Finlandia dan memulai
pembuatan kertas. Pada tahun 1868. Idestam membangun pabrik kedua dekat kota Nokia, lima
belas kilometer di barat kota Tampere. Perusahaan itu didirikan pada tahun 1865, ketika
menjalanI sebuah kilang kayu disebuah kota kecil bernama Tampere di selatan Finlandia.
Perusahaan tersebut kemudian pelan-pelan dari perusahaan kilang menjadi perusahaan yang
berbasis karet, pembuat sepatu, kabel dan kabel telepon.
Pada tahun 1871 Idestam, dengan bantuan dari teman dekat Leo Mechelin, mengganti
dan mengubah perusahaannya menjadi perusahaan yang berbasis saham, bernama Nokia, yang
sampai sekarang masih digunakan namanya. Benih-benih inkarnasi Nokia telah ada dengan
berdirinya bagian elektronik dari divisi kabel pada tahun 1960 dan Nokia memproduksi
perangkat elektronik pertama pada tahun 1962 Seorang CEO kunci dan Ketua Dewan berikutnya
adalah vuorineuvos Bjorn “Nalle” Westerlund (1912-2009), yang mendirikan departemen
elektronik dengan usaha yang merugikan perusahaan Nokia selama 15 tahun.
Pada awal 1960-an, berkat koneksi dibidang telekomunikasi dan berkat produksi kabel
telepon yang dibuat perusahaan tersebut, perusahaan kecil tersebut mulai mencari pasar baru
dengan memulai bisnis dibidang telepon radio. Pasar tersebut sangant menguntungkan karena
pasar negara Finlandia dan Skandinavia pada umumnya merupakan tempat yang penduduknya
jarang dan adanya jaringan radio komunikasi memudahkan komunikasi antar penduduk yang
terpatu jarak lokasi yang jauh.
Pada 1970-an, Nokia menjadi lebih terlibat dalam industri telekomunikasi dengan
mengembangkan Nokia DX 200, saklar digital untuk pertukaran telepon. Pada 1970-an dan
1980-an, Nokia mengembangkan Sanomalaitejärjestelmä (“Pesan system perangkat”), berbasis
teks digital, Unit utama ini digunakan oleh Angkatan Pertahanan Finlandia. Pada tahun 1981,
Nokia mendirikan jaringan seluler dasar. Nokia mendirikan sebuah pabrik kecil untuk memasok
pesawat-pesawat telepon masa awal, seperti sebuah telepon mobil seberat 10 kilogram. Pada
tahun itu dan tahun tahun sesudahnya, selama hampir 10 tahun nokia juga mendiversikasikan
produknya mulai dari jaringan televisi hingga pemasok kertas toilet ke pasar Irlandia. Selain
ketiga hal tersebut Nokia juga menjadi perusahaan satu-satunya di dunia yang memproduksi ban
sepeda khusus untuk musim dingin. Pada tahun 1987, bisnis Nokia mulai merintis secara serius
bisnis telepon seluler. Dibawah pimpinan CEO Kari Kairamo, orang kelahiran Finlandia, Nokia
mulai mencari mitra Jepang untuk membantu membangun sebuah merek elektronik. Namun
ketika megosiasis sedang berjalan, pada tahun 1988, Kairomo melakukan bunuh diri setelah
mengalami depresi. Pada tahun 1991, Uni Soviet yang merupakan mitra dagang utama Finlandia
mengalami keruntuhan, dan bisnis Nokia pun jugamengalami dampaknya. Karena hampir
mengalami kebangkrutan, mereka membuat langkah untuk memanggil seorang eksekutif muda
bernama Jorma Ollila. Ollila bergabung dengan perusahaan pada tahun 1985. Ollila adalah
seorang yang pernah mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Ataltic College, sebuah sekolah
asrama idelais di Wles. Lulus dari Atlantic College, dirinya mengambil gelar MBA di London
School of Economics dan bekerja di kantor perwakilan Citibank di London, di mana dia
bertanggung jawab atas akun Nokia. Pada tahun 1990, setelah 1 tahun bergabung dengan Nokia,
dia ditunjuk menjadi kepala keungan. Dalam keadaan krisis, dia berusaha mempertahankan
perusahaan Nokia. Dibawah sarandan komandonya, Nokia mulai bekerjasama dengan
perusahaan yang bergerak dalam menyiapkan standar komunikasi seluler digital baru untuk
Eropa. Standar baru tersebut adalah GSM (Global System for Mobile Communication).
Pada tahun 1991, hubungan telepon GSM pertama dilakukan. Langkah bersejarah itu
dilakukan dengan menghubungi Perdana Menteri Finlandia dengan menggunakan telepon seluler
Nokia. Atas keberhasilan itu Ollila diangkat sebagai CEO. Nokia menjadi perusahaan yang dapat
melihat dan memprediksi pasar masa depan. Nokia dengan pemimpin barunya, Ollila, percaya
bahwa telepon seluler akan mewabah. Nokia bertaruh pada teknologi digital. Nokia
memproduksi telepon digital pertama dan GSM, yang pada kelak/saat ini telah menjadi standar
yang mendominasi dunia Nokia menyewa seorang perancang dari Los Angeles bernama Frank
Nuovo untuk mengerjakan desain pertama telepon seluler Nokia. Nouvo menjadi kepala desain
pada tahun1995. untuk Nokia Disan Nokia yang dirancang oleh Nouvo berbentuk ramping dan
bersudut melengkuk mulus, dengan papan layar yang lebar. Model tersebut dikenal dengan
model 2100 sebanyak 400 ribu buah. Model tersebut terjuak 20 juta buah dan memberikan
keuntungan sebesar 1 milyar dolar AS. Frank Nuovo mulai membuat telepon seluler dengan
inovasi menarik pada masanya, Nokia mulai membuat telepon seluler dengan warna yang
berbeda-beda. Kemudian dengan inovasi berupa casing yang dapat ditukar dan diganti. Tidak
hanya sampai disitu, Nokia juga menyediakan inovasi nada dering yang dapat diganti-ganti.
Dengan desain ini, pada tahun 1998, Nokia menyalip para pesaingnya, Ericsson dan Motorola
dan menjadi perusahaan telepon seluler paling terkenal di dunia.
Pada tahun 2006, firma yang berpusat di Finlandia ini membuat empat dari setiap 10
telepon seluler yang terjual si seluruh dunia, begitu menyakinkan mengalahkan para raksasa
telepon seluer lain. Merek ini dipandang sebagai merek paling bernilai nomor 6 oleh Interbrand
dibelakang Microsoft dan Coca Cola. Nokia merupakan pengekspor terbesar di Finlandia.
Kekuatan:
Nokia memiliki jaringan terbesar distribusi dan penjualan dibandingkan denganlain perusahaan
ponsel di dunia. Hal ini didukung dengan tinggi kualitas dan profesional tim di Dept DM Aspek
keuangan sangat kuat dalam kasus dari Nokia seperti yang telah banyak bisnis yang lebih
menguntungkan. Pengguna produk yang ramah dan memiliki semua aksesoris yang inginkan
itulah sebabnya sangat diminati sehingga No ponsel-1 jual didunia. Wide berbagai produk untuk
kelas semua. Nilai kembali menjual Ponsel Nokia yang tinggi dibandingkan dengan produk
perusahaan lain.
Kelemahan:
Nokia memiliki banyak kekuatan dan kelemahan beberapa. Beberapa kelemahan meliputi harga
produk yang ditawarkan oleh perusahaan. Beberapa produk yang tidak user friendly. Tidak
adanya kekhawatiran tentang kelas yang lebih rendah orang-orang masyarakat. Tidak
menargetkan promosi ke arah mereka. Harga produk adalah masalah utama. Layanan pusat di
India sangat sedikit dan menakut-nakuti. Jadi layanan purna jual yang tidak baik.
Peluang:
Nokia telah banyak peluang untuk memperluas bisnisnya. Dengan cakupan luas dalam produk,
fitur dan rentang harga yang berbeda untuk berbagai orang, ia memiliki keuntungan atas pesaing
sekitar. Dengan kesempatan seperti ‘Telecom penetrasi di India’ yang pada saat puncak, Nokia
memiliki peluang untuk meningkatkan penjualan serta pasar saham. Sebagai standar hidup di
India telah meningkat membeli kekuatan rakyat yang meningkat juga, sehingga Nokia harus
tepat sasaran pelanggan pada waktu yang tepat untuk mendapatkan hasil maksimal dari situasi.
Ancaman:
Nokia telah banyak untuk mengatasi ancaman untuk mempertahankan posisinya sebagai pasar
pemimpin. Ancaman seperti muncul dari perusahaan ponsel lainnya dalam pasar. Perusahaan-
perusahaan seperti Motorola, Sony Eriksson, Cingular (US)dll perusahaan-perusahaan ini telah
sampai pada berdiri persaingan ketat denganNokia di bidang Mobile Phones. Ancaman bisa
seperti menyediakan ponsel murah, fitur baru, gaya baru dan jenis, baik layanan purna jual
maupun yang lain Jadi, Nokia harus diingat kompetisi tumbuh di sekitar. Nokia telah membuat
strategi untuk mengatasi masalah di masa sekarang dan waktu dekat. Meningkatnya permintaan
jaringan WLL dapat menyebabkan penurunan penjualan untuk Nokia, karena Nokiakurang
menyediakan banyak ponsel CDMA kepelanggan