Anda di halaman 1dari 6

MODUL 4: Perilaku Nyanyian Hewan Gryllus sp.

Alat dan bahan :


- Gryllus sp. (jangkrik) jantan dan betina
- Akuarium berisi tanah
- Shelter
- Makanan jangkrik
- Stop watch
- Earphone dan recorder
- Styrofoam
- Tip-ex kuas
Pengamatan (kondisi gelap)
1. Pengamatan Morfologi
a) Amati dan gambar bagian dorsal serta ventral individu jantan dan betina!

b) Amati dan gambar tegmina pada sayap serta membrane tympaniform di bagian kaki
depan!

2. Persiapan (3 individu jantan dan 1 individu betina)


Akuarium yang telah diisi dengan tanah secara merata dan dilengkapi dengan makanan
dibagi menjadi dua bagian (kompartemen A dan B) oleh dinding pemisah (styrofoam).
Individu jangkrik diidentifikasi jenis kelaminnya. Individu jantan diberi penanda pada
bagian thoraxnya. Kompartemen A diisi satu individu jantan dan kompartemen B diisi
satu individu betina.
Ukur masing-masing luas kedua kompartemen!
_________________________________________________________________
_______________________________________________________________
3. Pengamatan I : Perilaku Jangkrik (1 individu jantan, 1 individu betina)
Pelajari perilaku Gryllus sp. jantan dan betina di masing-masing kompartemen, A dan B.
Catat semua perilaku yang tampak (grooming, eating, singing (chirping), chasing,
fighting, biting, mating, freezing, digging, exploring, fleeing, approaching food), dan
catat frekuensi serta durasi waktunya. Lakukan pengamatan ini selama masing-masing
10 menit.
_______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
Tambahkan sebuah shelter pada setiap kompartemen lalu amati kembali perilakunya
(grooming, eating, singing (chirping), chasing, fighting, biting, mating, freezing,
digging, exploring, fleeing, approaching food, approaching shelter, sheltering) selama
10 menit.
______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________

4. Pengamatan II : Respon Fonotaksis (1 individu jantan, 1 individu betina)


Angkat shelter dari kompartemen lalu siapkan earphone dan recorder yang akan
digunakan.
a) Perdengarkan courtship call dan mating call pada kompartemen
berisi jangkrik betina. Amati perilaku kawin yang muncul (grooming, eating,
singing (chirping), chasing, fighting, biting, freezing, digging, exploring, fleeing,
approaching earphone) pada Gryllus sp. betina selama 10 menit. Adakah suara yang
muncul dari jangkrik betina ini? Jangan lupa rekam suara-suara yang muncul
selama pengamatan!
b) Perdengarkan distance call dan chirping pada kompartemen berisi
jangkrik jantan. Amati perilaku agresif yang muncul (grooming, eating, singing
(chirping), chasing, fighting, biting, freezing, digging, exploring, fleeing,
approaching earphone), pada Gryllus sp. jantan selama 10 menit. Adakah suara
yang muncul dari jangkrik jantan ini? Jangan lupa rekam suara-suara yang muncul
selama pengamatan!
_______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
5. Pengamatan III : Hierarki dan Preferensi (3 individu jantan, 1 individu betina)
Angkat styrofoam yang membatasi kedua kompartemen sehingga menjadi satu
kompartemen. Masukkan 3 ekor jangkrik jantan yang sebelumnya telah ditandai dan 1
ekor jangkrik betina. Amati perilaku jangkrik selama 10 menit. Amati frekuensi perilaku
agresif yang muncul. Jangan lupa rekam suara-suara yang muncul selama pengamatan!

Catat:
(a) Beri urutan hierarki dari individu yang paling dominan hingga subordinat
(b) Penggunaan waktu (durasi) masing-masing individu di sekitar betina
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
Setelah itu, masukkan sebuah shelter tepat di tengah kompartemen. Kemudian amati
preferensi masing-masing jangkrik jantan terhadap jangkrik betina dan shelter selama 10
menit. Amati jangkrik mana yang lebih sering mendekati betina dan mana yang lebih
sering masuk ke dalam shelter. Hitung frekuensi perilaku sheltering dan mating.

(c) Penggunaan waktu (durasi) masing-masing individu di sekitar shelter dan betina
(d) Manakah yang lebih banyak diperebutkan, Gryllus sp. betina atau shelter?
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

Frekuensi Perilaku
Chirpin Approaching Fleeing Aproachin Shelterin Approachin Mating
g g Shelter g g Female
♂●

♂ ●●

♂ ●●●
Ringkasan Materi
 (English) Crickets = (Brazil) paquinha = (Greek) gryllus = jangkrik, merupakan ordo
Orthoptera dengan ciri khas memiliki bentuk tubuh yang pipih dan antena yang panjang.

 Suara yang ditimbulkan disebut sebagai "stridulation" atau nyanyian spesifik intra-spesies.
Ada 2 tipe nyanyian jangkrik, yakni nyanyian panggilan (mating call) serta nyanyian
peringatan koloni.

 Gryllus ♂; mempunyai chirp pada membrane tympaniform di bagian kaki depan yang
berfungsi sebagai “instrumen musik”, yang dinyanyikan lebih nyaring ketika individu betina
berada pada jarak yang relatif dekat. Nyanyian itu akan menarik betina dan mengusir jantan
lainnya.

 Gryllus ♀; memiliki ovipositor.

Female (left) and male wings of ♂ ♀


Gryllus field crickets

 Jangkrik merupakan hewan nokturnal, yang terkadang nyanyiannya diidentifikasikan


sebagai tanda kemunculan musim hujan. Mekanisme produksi suara dapat dijelaskan
sebagai berikut:
Sound apparatus on male wing of Gryllus field cricket
(separated from rest of wing by flexible cuticle).
Harp and mirror are resonators.