Anda di halaman 1dari 3

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengumpulan data yang telah dilakukan di Desa Jawa
Laut, Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar dapat ditarik kesimpulan
:
1. Status gizi menurut BB/U dengan kategori baik sebanyak 71,7 %,
dengan kategori gizi kurang sebanyak 18,3 %. Status gizi menurut
TB/U dengan kategori normal sebanyak 81,7 %, dengan kategori
pendek 18,3 %. Status Gizi menurut BB/TB dengan kategori gemuk
sebanyak 11,7 % normal sebanyak 71,7 % kurus dan sangat kurus
sebanyak 13,3% dan 3,3%.
2. Karakteristik keluarga berdasarkan umur ayah kurang dari 20 tahun dan
lebih dari 35 tahun sebanyak 16,7 % usia ayah dari 20-35 tahun
sebanyak 83,3%. Sedangkan umur ibu kurang dari 20 dan lebih dari 35
tahun sebanyak 10%, umur ibu antara 20-35 tahun sebanyak 90 %.
3. Tingkat konsumsi energi pada balita dengan kategori baik 38,3 %,
sedang 20% , kurang 20 % dan defisit 21,7 %. Tingkat konsumsi
protein pada balita dengan kategori baik 82,7%, sedang 10%, kurang
3,3% dan defisit 5%. Tingkat konsumsi vitamin A dengan kategori baik
sebanyak 91,1%, sedang 3,3% dan defisit 5%. Tingkat konsumsi Fe
dengan kategori baik sebanyak 40%, sedang 6,7%, kurang 1,7% dan
defisit 51,7%.
4. Tingkat pendapatan rendah sebanyak 13,3 %, tingkat pendapatan yang
tergolong sedang sebanyak 41,7%, tinggi 16,7% dan sangat tinggi
28,3%.
5. Tingkat ketersediaan energi dengan kategori defisit yaitu 58,3 %,
kategori kurang 5%, kategori sedang 3,3 % dan ketgeori baik 33,3%,

131
Tingkat ketersediaan protein dengan kategori defisit 48,3 %, kategori
kurang 1,7 %, kategori sedang 13,3 % dan kategori baik 36,7 %.
6. Tingkat pengetahuan ibu dengan kategori kurang yaitu 58,3 %,
Pendidikan ayah yang tergolong rendah sebnayak 65 %, menengah 30
%, dan tinggi 3,3%. Sedangkan pendidikan ibu yang tergolong rendah
sebanyak 66,7 %, menengah 31,7 % dan tinggi 1,7%. Jumlah anggota
keluarga yang tergolong kecil sebanyak 76,7 %, sedang 20 % dan
besar 3,3%.
7. Penyakit infeksi ini ada 80% balita yang terkena penyakit infeksi pada
kurun waktu 3 bulan terakhir dan 20% balita yang tidak terkena
penyakit infeksi.
8. Pelayanan kesehatan/posyandu setiap bulannya ada 51,7% , sedangkan
yang kadang-kadang ,tidak menimbang ada 21,7%, 26,7%.
9. kesehatan lingkungan keluarga didesa jawa laut yaitu sumber air untuk
keperluan rumah tangga yang paling banyak digunakan adalah sumber
air dari sumur atau pompa air dengan persentase 88,3%, dengan kedaan
air yang 95% bersih dan bening, sedangkan untuk air minum atau
memasak keluarga banyak menggunakan sumber air dari sumur
dengan persentase 38,3% dan air galon isi ulang sebanyak 61,7%.
Sebelum digunakan air tersebut diberi perlakuan seperti
diendapkan,direbus dan langsung diminum dengan persentase
11,7%,40% dan 48,3%.
10. Tidak ada hubungan antara karakteristik keluarga (umur ibu, pendidikan
ibu, pekerjaan ibu, dan jumlah anggota keluarga) dengan status gizi
balita.
11. Tidak ada hubungan antara kebiasaan makan sumber karbohidrat
dengan status gizi balita menurut berat badan per umur (BB/U) di Desa
Jawa Laut Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar
12. Tidak ada hubungan antara sosial ekonomi (pendapatan dan

132
pengeluaran keluarga) dengan status gizi balita.
13. Ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi balita.
14. Tidak ada hubungan antara ketersediaan (energi dan protein) dengan
status gizi balita.
15. Tidak ada hubungan antara kebiasaan makan sumber ptotein dengan
status gizi balita menurut berat badan per umur (BB/U) di Desa Jawa
Laut Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar.
16. Tidak ada hubungan antara penyakit infeksi dengan status gizi balita.

133