Anda di halaman 1dari 16

DENSITY / SPECIFIC GRAVITY ASTM D 1298

I. TUJUAN
Setelah melaksanakan praktikum ini diharapkan :
1. Mahasiswa dapat menetukan density, specific gravity atau API-gravity
memakai alat hydrometer gelas dari contoh crude oil atau produk-
produknya.
2. Mahasiswa dapat megubah hasilnya ke standar temperatur 15⁰C atau
60/60 ⁰F, menggunakan tabel reduksi pada ASTM D 1250.

II. KESELAMATAN KERJA


1. Hati-hati bekerja menggunakan peralatan-peralatan yang mudah pecah
2. Menggunakan Alat Pelindung Diri yang sesuai

III. TEORI DASAR

1. Density ( Massa Jenis )

Massa jenis zat ( Density ) adalah pengukuran massa setiap satuan


volume. Semakin tinggi massa jenis suatu zat, maka semakin besar pula
massa setiap volumenya. Satuan SI massa jenis adalah kilogram per meter
kubik (kg·m-3). Satuan massa jenis dalam 'CGS [centi-gram-sekon]' adalah:
gram per sentimeter kubik (g/cm3). 1 g/cm3=1000 kg/m3
Massa jenis berfungsi untuk menentukan zat. Setiap zat memiliki
massa jenis yang berbeda. Dan satu zat berapapun massanya berapapun
volumenya akan memiliki massa jenis yang sama.
Rumus untuk menentukan massa jenis adalah

dengan
ρ adalah massa jenis,
m adalah massa,
V adalah volume.
Massa jenis air murni adalah 1 g/cm3 atau sama dengan 1000 kg/m3.
Selain karena angkanya yang mudah diingat dan mudah dipakai untuk
menghitung, maka massa jenis air dipakai perbandingan untuk rumus ke-2
menghitung massa jenis, atau yang dinamakan 'Massa Jenis Relatif'
Cara untuk menentukan massa jenis :
1. Menentukan massa jenis zat padat
a. Menentukan massa jenis zat padat yang bentuknya teratur.
Menetukan massa jenis zat yang bentuknya teratur dengan cara
menentukan massa benda tersebut dengan cara menimbang benda
menggunakan neraca. Kemudian menghitung volume benda tersebut
menggunakan rumus volume bangun ruang. Massa jenis benda dapat
diketahui dengan cara membagi massa benda dengan volume benda.
b. Menentukan massa jenis zat padat yang bentuknya tidak teratur.
Untuk menentukan massa jenis zat yang bentuknya tidak teratur , seperti
kerikil. Langkah pertama yang harus teman- teman lakukan adalah
menentukan massa benda dengan cara menimbang benda tersebut
menggunakan neraca. Langkah selanjutnya teman – teman menyediakan
gelas ukur, kemudian gelas tersebut di isi
dengan air. Teman-teman catat volume gelas ukur tersebut kemudian
masukkan kerikil ke dalam gelas ukur dan catat volume gelas ukur
setelah diberi kerikil. Hitung volume batu dengan cara mengurangi
volume air di dalam gelas ukur setelah diberi kerikil dan volume air
sebelum di beri kerikil. Kemudian hitung massa jenis keriki dengan cara
membegi massa kerikil dengan volume kerikil.

2. Menentukan massa jenis zat cair


Massa jenis zat cair diukur menggunakan hidrometer. Untuk
mengetahui massa jenis suatu zat cair dengan cara memasukkan hidrometer ke
dalam zat cair yang akan diukur. Hal yang harus diperhatikan saat
menggunakan hidrometer adalah semakin dalam hidrometer tercelup maka
massa jenis zat cair yang diukur semakin kecil.

2. Massa Jenis Relatif ( Spesific Gravity )

Specific Gravity (SG) merupakan perbandingan densitas suatu fluida


terhadap fluida standar (reference). Di dalam proses pengolahan migas, istilah
ini banyak dijumpai terutama berkaitan dengan analisis karakteristik atau
spesifikasi feed dan produk. SG suatu fluida dinyatakan dalam angka dengan
4 digit di belakang koma dan tidak bersatuan.

Fluida standar untuk zat cair adalah air dengan densitas 1 g/cm3 atau
1000 kg/m3 (densitas terbesar pada suhu 3,98 degC). Sedangkan untuk gas,
fluida standarnya adalah udara dengan berat molekul 28,964 g/mol. SG zat
cair diukur dengan hydrometer. Pada pengukurannya, selain menggunakan
hydrometer, digunakan juga termometer untuk mengetahui temperatur fluida
saat diukur. Hal ini sangat penting karena SG berubah seiring perubahan
temperatur.
Sebagaimana yang tercantum dalam rumus SG di atas, bahwa SG
merupakan perbandingan densitas zat terhadap densitas zat standar. Densitas
merupakan perbandingan massa zat dengan volume zat. Volume zat sangat
dipengaruhi oleh suhu. Kenaikan suhu akan mengakibatkan pemuaian zat
sehingga volumenya bertambah. Dengan demikian densitas zat yang sama
pada temperatur yang lebih tinggi akan lebih rendah. Oleh karenanya besarnya
SG zat tersebut pun berubah.
Guna kepentingan transaksi jual beli, khususnya di bidang migas
supaya pembeli dan penjual tidak ada yang dirugikan maka ditetapkan standar
SG 60/60 sebagai dasar perhitungan transaksi jual beli. SG 60/60 berarti
perbandingan densitas zat pada suhu 60 OF dengan densitas zat standar pada
suhu yang sama. Namun kenyataannya, sangat sulit mengkondisikan suhu
pengukuran tepat pada 60 OF. Oleh karena itu pengukuran dilakukan pada
suhu ruangan (berapapun) yang nantinya hasil pengukuran tersebut dikonversi
ke SG 60/60 dengan suatu koreksi suhu.
Perhitungan SG terkoreksi juga dapat dilakukan dengan menggunakan
tabel sebagai berikut.

Tabel di atas merupakan tabel koreksi SG tiap derajat Fahrenheit.


Penggunaannya menggunakan rumus sebagai berikut. Untuk nilai koreksi
pada rentang di luar yang terdapat di tabel dapat dilakukan ekstrapolasi.

Sehingga nanti akan didapatkan nilai SG 60/60 yang dapat dipakai


dalam transaksi saat jual beli

3. API Gravity
Derajat API (API Gravity) merupakan satuan yang digunakan untuk
menyatakan berat jenis minyak dan digunakan sebagai dasar klasifikasi
minyak bumi yang paling sederhana. Hubungan berat jenis dengan derajat
API adalah saling berkebalikan. Makin kecil berat jenis minyak bumi atau
makin tinggi derajat APInya, makin berharga minyak bumi itu karena lebih
banyak mengandung bensin. Tinggi rendahnya berat jenis minyak bumi juga
berpengaruh pada viskositasnya. Pada umumnya semakin tinggi derajat API
atau makin ringan minyak bumi tersebut, makin kecil viskositasnya. Tinggi
rendahnya derajat API juga berpengaruh pada titik didih minyak bumi, kalau
API Gravity minyak bumi rendah, maka titik didihnya tinggi. Demikian
sebaliknya kalau derajat APInya tinggi, maka titik didihnya rendah, dan juga
lebih mudah terbakar atau mempunyai titik nyala yang lebih rendah daripada
yang derajat APInya rendah. Ternyata terdapat hubungan antara berat jenis
dengan nilai kalori minyak bumi, pada umumnya minyak bumi dengan API
tinggi menghasilkan kalori yang lebih kecil daripada minyak bumi dengan
API lebih rendah.

IV. BAHAN DAN PERALATAN


a. Bahan
1. Kerosine
2. Minyak Solar
b. Peralatan
1. Hydrometer standar : 3. Gelas Silinder
a. Skala Density 4. Constant-Temperatur
b. Skala SG Bath
c. Skala API-gravity
2. Thermometer ASTM 12
C atau F
V. LANGKAH KERJA
a. Langkah Kerja Pengukuran Density 15 ⁰C
1. Atur suhu contoh sesuai dengan jenis contoh yang akan diuji
2. Tuangkan contoh uji kedalam gelas silinder, hilangkan adanya
gelembung udara dengan diaduk menggunakan thermometer secara
perlahan.
3. Tempatkan gelas silinder yang telah berisi contoh uji pada tempat
yang datar, bebas pengaruh goncangan dan pengaruh udara luar.
4. Lakukan pengukuran temperatur menggunakan Thermometer Skala
⁰C, baca dan catat suhu contoh uji.
5. Masukkan dengan perlahan hidrometer DENSITY yang sesuai
kedalam contoh uji.
6. Apabila hidrometer sudah terapung dengan bebas baca skala
hidrometer, dicatat sebagai ‘Density Pengamatan’ (Observerd Density)
7. Keluarkan hydrometer, kemudian lakukan pengukuran temperatur,
baca dan catat suhu contoh uji. Apabila perbedaan suhu dari kedua
pengamatan tidak melampaui 0,5 ⁰C hasil rerata dicatat sebagai ‘Suhu
Pengamatan’ (Observed Temperature)
8. Untuk merubah Density Pengamatan ke DENSITY 15 ⁰C dikoreksi
menggunakan Tabel 53 A atau 53 B dari Petroleum Measurement
Tables ASTM D-1250—80

b. Langkah Kerja Pengukuran SG 60/60 ⁰F


1. Atur suhu contoh sesuai dengan jens contoh yang akan diuji.
2. Tuangkan contoh uji kedalam gelas silinder, hilangkan adanya
gelembung udara dengan diaduk menggunakan thermometer secara
perlahan.
3. Tempatkan gelas silinder yang telah berisi contoh uji pada tempat
yang datar, bebas pengaruh goncangan dan pengaruh udara luar.
4. Lakukan pengukuran temperature menggunakan Thermometer Skala
⁰F, baca dan catat suhu contoh uji.
5. Masukkan dengan pelan-pelan hidrometer SG yang sesuai kedalam
contoh uji.
6. Apabila hidrometer sudah terapung dengan bebas baca skala
hidrometer dan thermometer, lalu dicatat sebagai SG pengamatan.
7. Keluarkan hydrometer, kemudian lakukan pengukuran temperatur,
baca dan catat suhu contoh uji. Apabila perbedaan suhu dari kedua
pengamatan tidak melampaui suhu contoh uji. Apabila perbedaan suhu
dari kedua pengamatan tidak melampaui 0.5⁰C rerata dicatat sebagai
‘Suhu Pengamatan’ (Observed Temperature)
8. Untuk merubah SG pengamatan ke SG 60/60⁰F dikoreksi
menggunakan Tabel 23 A atau 23 B dari Petroleum Measurement
Tables ASTM D-1250-80
9. Untuk merubah SG 60/60⁰F ke Density 15⁰C atau ⁰API Gravity pada
60⁰F gunakan tabel 21.

c. Langkah Kerja Pengukuran API Gravity 60 ⁰F


1. Atur suhu contoh sesuai dengan jenis contoh yang akan diuji
2. Tuangkan contoh uji kedalam gelas silinder, hilangkan adanya
gelembung udara dengan diaduk menggunakan thermometer secara
perlahan.
3. Tempatkan gelas silinder yang telah berisi contoh uji pada tempat
yang datar, bebas pengaruh goncangan dan pengaruh udara luar.
4. Lakukan pengukuran temperatur menggunakan Thermometer Skala
⁰F, baca dan catat suhu contoh uji.
5. Masukkan dengan perlahan hidrometer API Gravity yang sesuai
kedalam contoh uji.
6. Apabila hidrometer sudah terapung dengan bebas baca skala
hidrometer, dicatat sebagai ‘Density Pengamatan’ (Observerd Density)
7. Keluarkan hydrometer, kemudian lakukan pengukuran temperatur,
baca dan catat suhu contoh uji. Apabila perbedaan suhu dari kedua
pengamatan tidak melampaui 0,5 ⁰C hasil rerata dicatat sebagai ‘Suhu
Pengamatan’ (Observed Temperature)
8. Untuk merubah API Gravity menjadi API Gravity 60 ⁰F dikoreksi
menggunakan Tabel 5 A

VI. KETELETIAN
VII. HASIL PENGAMATAN DAN ANALISIS

1. Hasil pengamatan
A. Density 150C dan SG 60/60 oF
Suhu
No Density Suhu akhir
Awal
1 28,00 C 0,8430 28,00 C
2 28,10 C 0,8435 28,10 C
Rata - rata 28,10 C 0,8433 28,10C
Tabel 1. Pengamatan pada sampel Minyak Solar

- Hasil Konversi Density berdasarkan Tabel 53 dan 53B

Density Suhu Density 150C ( konversi ) SG 60/60


normal
T 53 T 53B T 53 T 53B
0,8433 0,8520 0,8523 0,8524 0,8527
Tabel 2. Hasil Konversi Density sampel

A. Konversi tabel 53

Density
0,8430 0,8440
Suhu
28,0 0,8516 0,8526
28,5 0,8519 0,8529
Tabel 3. Nilai Konversi pada table 53

> 28,1 – 28,0 = x – 8516 > 28,1 – 28,0 = x – 0,8526


28,5 – 28,0 0,8519 – 0,8516 28,5 – 18,0 0,8529 – 0,8526
0,1 = x – 8516 0,2 = x – 0,8526
0,5 0,0003 0,0003
0,2 . 0,0003 = x – 8516 x = 0,8526 + 0,0006
x = 0,85166 x = 0,85266
= 0,8517 = 0,8527
- Density pada suhu 28,10C
Range density pada suhu 28,10C adalah 0,8517 – 0,8527

- Density pada suhu 150C

> 0,8433 – 0,8430 = x – 0,8517


0,8440 – 0,8430 0,8527 – 0,8517
0,0003 = x – 0,8517
0,001 0,001
x = 0,8520

B. Konversi Density 150C pada Tabel 53 B


Density
0,8430 0,8450
Suhu
28,0 0,8520 0,8539
28,25 0,8521 0,8541
Tabel 4. Nilai Konversi pada table 53 B

- Hasil density sudah dibagi 100


> 28,1 – 28,0 = x – 0,8520 > 28,1 – 28,0 = x – 0,8539
28,25 – 28,0 0,8521 – 0,8520 28,25 – 28,0 0,8541 – 0,8539
0,1 = x– 0,8520 0,1 = x – 0,8539
0,25 0,0001 0,25 0,0002
0,4 x 0,0001 = x – 0,8520 0,4 x 0,0002 = x – 0,8539
x = 0,85204 x = 0,8539
= 0,8520 x = 0,8540

- Range density pada suhu 28,10C adalah 0,8520 – 0,8540


- Density pada suhu 150C
> x – 0,8520 = 0,8433 – 0,8430
0,8540 – 0,8510 0,8450 – 0,8430
x – 0,8520 = 0,0003
0,002 0,002
x = 0,8523
C. SG 60/60
Density 150 C SG 60/60
0,852 0,8524
0,853 0,8534
Tabel 5. Nilai Konversi pada table 51

- Berdasarkan tabel 53
0,8520 = 0,8524

- Berdasarkan tabel 53B


x – 0,8524 = 0,8523 – 0,8520
0,8534 – 0,8524 0,8530 – 0,8520
x – 0,8524 = 0,0003
0,001 0,001
x = 0,8527

b. API Gravity 60 oF
- Tabel Hasil Pengukuran API Density
Pengujian Suhu Pengukuran
Suhu Awal ( 0F ) API Density
Ke
1 84 35,7 84

2 84 35,8 84

Rata-Rata 84 35,75 84

Tabel 6. Hasil Pengukuran API Gravity Crude Oil Ledok

- Tabel API 60/60 pada tabel 5A


API 35,5 36,0
Suhu
33,57 34,2
84,0
Tabel 7. Nilai Konversi pada table 5 A
- Perhitungan
𝑥−33,75 35,75−35,5
---> =
34,2−33,75 36,0−35,5
𝑥−33,75 0,25
=
0,5 0,5
𝑥 = 33,95
2. Analisis

Kerapatan Atau Densitas dipengaruhi oleh suhu. Densitas adalah


massa per satuan volume suatu zat pada suhu tertentu. Densitas berbanding
terbalik dengan suhu. Jika suhu dinaikkan maka densitasnya akan turun
karena terjadi penguapan. Jika suhu diturunkan maka densitasnya akan naik
karena terjadi penyusutan. kecil berat jenis minyak bumi atau makin tinggi
derajat APInya
Jika diperoleh hasil uji untuk SG 60/60 oF minyak solar adalah 0,820 –
0,870, atau Density 15 oC adalah 0,815 – 0,870, maka minyak solar itu tidak
terkontaminasi. Perbedaan nilai Density pada minyak solar dapat disebabkan
karna komposisi hidrokarbon penyusun minyak tersebut.
Jika hasil uji yang rendah daripada standard, maka minyak solar
tersebut :
– terkontaminasi oleh fraksi ringan
– mengandung banyak senyawaan parafin
Dan jika hasil uji yang rendah daripada standard, maka minyak solar
tersebut
– terkontaminasi oleh fraksi berat
– mengandung banyak senyawaan naften dan aromat

Dari hasil yang diperoleh, maka dapat dikatakan bahwa Sampel


Minyak Solar yang kita uji memenuhi standard, karena nilai dari SG 60/60 oF
dan Density 15 oC masih memasuki range yang telah ditentukan.

VIII. KESIMPULAN

Setelah dilakukan Praktikum, maka didapat hasil dari Density 150C


dan SG 60/60 oF Minyak Solar sesuai dengan table berikut ( Tabel 2. )
Density Suhu Density 150C ( konversi ) SG 60/60
normal
T 53 T 53B T 53 T 53B
0,8433 0,8520 0,8526 0,8524 0,8530
Tabel 2. Hasil Konversi Density sampel Minyak Solar

Serta hasil dari API 60 / 60 oF yang didapat dari praktikum adalah

API Suhu Normal ( 84 oF ) API 60 / 60 oF

35,75 33,95
Tabel 8. Hasil Konversi API sampel Crude Oil Ledok

IX. SARAN

Adapun saran yang praktikan berikan pada praktikum pengujian Density dan
API Gravity yaitu :

1. Gunakan alat pelindung diri yang sesuai dengan pengujian


2. Bekerjalah dengan keadaan alat yang bersih dan kering karena kontaminasi air
dapt menyebabkan terganggunya pengukuran dan pengujian terhadap minyak
dan crude oil
3. Bekerjalah sesuai dengan SOP atau prosedur kerja yang telah diberikan secara
hati hati dan teliti
4. Saat pengukuran Density dan API, pastikan bahwa hydrometer dalam keadaan
yang stabil dan tepat berada pada bagian tengah

X. DAFTAR PUSTAKA

 STEM Akamigas, 2015. Modul Praktikum Minyak Bumi. STEM Akamigas;


Cepu
 Haryono (ed), 2013. Kumpulan Spesifikasi BBG & BBM. STEM Akamigas;
Cepu
 Ayub Pagirik. Signifikasi Pengujian Minyak Solar
<http://ukmsttmigas.blogspot.com/2013/05/signifikasi-pengujian-minyak-
solar.html>. ( Accessed On April 2015).
LAMPIRAN

1. Gambar Proses

Gambar 1. Proses Pengukuran sampel

Gambar 2. Hidrometer yang digunakan

2. Flow Chart Prosedur Kerja

a) Langkah kerja pengukuran density 150C

Siapkan bahan dan Masukkan Larutan uji kedalam gelas ukur


peralatan yang akan dan ukur temperature menggunakan
digunakan thermometer ASTM 12 C
Setelah diukur Setelah hydrometer density
temperature, masukkan terapung catat hasil density
hydrometer density ke (observed density) kemudian ukur
dalam gelas silinder dan kembali temperature dan density
usahakan hodrometer larutan sesuai langkah
density berada di tengah sebelumnya
dan tidak menyentuh
dinding gelas silinder

Setelah di dapat density pengamatan dan


suhu pengamatan maka konversi ke density
150C menggunakan table ASTM D-1250-80

b) Langkah Kerja Pengukuran SG 60/600F

Siapkan bahan dan Masukkan Larutan uji kedalam gelas


peralatan yang akan ukur dan ukur temperature
digunakan menggunakan thermometer ASTM 12
O
F

Setelah temperature terukur maka masukkan hydrometer SG ke


dalam gelas silinder dan usahakan hodrometer density berada di
tengah dan tidak menyentuh dinding gelas ukur

Setelah hydrometer SG Setelah di dapat SG pengamatan


yang catat hasil SG dan suhu pengamatan maka SG
(observed SG) kemudian pengamatan dikonversi ke SG
ukur kembali 60/60⁰F dan dikoreksi
temperature dan SG menggunakan Tabel 23 A atau 23
larutan uji B dari Petroleum Measurement
Tables ASTM D-1250-80

Untuk merubah SG 60/60⁰F ke


Density 15⁰C atau ⁰API Gravity
pada 60⁰F gunakan tabel 21
c) Langkah Kerja Pengukuran API Gravity

Siapkan bahan dan Masukkan Larutan uji kedalam gelas


peralatan yang akan ukur dan ukur temperature
digunakan menggunakan thermometer ASTM 12
O
F

Setelah temperature terukur maka masukkan hydrometer API ke


dalam gelas silinder dan usahakan hodrometer density berada di
tengah dan tidak menyentuh dinding gelas ukur

Setelah hydrometer Setelah di dapat API pengamatan


APIyang catat hasil API dan suhu pengamatan maka API
(observed API) pengamatan dikonversi ke API
kemudian ukur kembali 60⁰F dan dikoreksi menggunakan
temperature dan API Tabel 5 A dari Petroleum
larutan uji Measurement Tables ASTM D-
1250