Anda di halaman 1dari 4

SEJARAH INTELEKTUAL MUSLIM

  • 1. Pengertian sejarah intelektual muslim

Sejarah intelektual ialah sejarah pemikiran bersifat tematik. Bidang sejarah intelektual ini telah lama ada pada zaman Greek yang bertumpu kepada aspekaspekagama seperti Kristian dan Islam sebelum abad ke-19 Masehi. Konsep sejarah pemikiran sama dengan sejarah filsafat yaitu kajian mengenai pemikiran manusia. Namun sejarah pemikiran masih mempunyai perbedaan dari sudut tumpuan kajian. Tumpuan kajian sejarah filsafat lebih bersifat khusus dan dikaitkan dengan pemikiran manusia di peringkat yang tinggi. Sedangkan tumpuan sejarah pemikiran pula lebih bersifat umum dan melibatkan tahap pemikiran manusia di peringkat biasa dan sederhana. Dengan kata lain, apa yang dikaji dalam sejarah pemikiran adalah merangkum gagasan-gagasan politik, sosial, ekonomi, pendidikan, kebudayaan dan lain-lain. Dan yang terpenting ialah adanya kesan dan pengaruh gagasan tersebut terhadap pemikiran, tindakan dan perkembangan masyarakat manusia.

Berpikir merupakan salah satu kegiatan manusia yang sudah dilakukan sejak manusia ada. Hasil- hasil pemikiran manusia pada masa lampau merupakan kajian dari sejarah intelektual. Pemikiranpemikiran yang lahir dari kegiatan manusia di masa lalu memiliki berbagai tema. Tema-tema tersebut menyangkut pemikiran filsafat, politik, ekonomi, agama dan yang lainnya. Pemikiran filsafat Yunani pertama kali berkembang di Yunani berabad-abad yang lalu. Hasilhasil pemikiran filsafat Yunani ini, kemudian dikembangkan oleh para filusuf Islam pada abad ke-7 dan ke-8, sehingga pada masa ini dunia Islam mengalami kejayaan. Terjadi kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan, seperti ilmu kedokteran, kimia, matematika, bahasa, dan yang lainnya. Kemajuan ilmu pengetahuan di dunia Islam pada saat itu dapat ditulis menjadi sebuah penulisan sejarah intelektual. Untuk melihat sejarah intelektual dunia Islam, maka harus melacaknya ke belakang pada perkembangan filsafat di Yunani.Begitu pula sejarah perkembangan ilmu pengetahuan di Barat. Ilmu pengetahuan di Barat berkembang terutama setelah abad pertengahan. Untuk melihat bagaimana perkembangan ilmu pengetahuan di Barat, maka harus dilacak ke belakang, yaitu perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Yunani. Orang-orang Barat pada masa itu banyak mempelajari pemikiran-pemikiran dari para cendeikiawan Muslim, seperti ilmu kedokteran dari Ibnu Sina, sehingga di Barat nama Ibnu Sina dikenal dengan sebutan Avicena. Kajian tentang perkembangan ilmu pengetahuan di Barat dapat merupakan tema dalam sejarah intelektual.

Tokoh terkenal dalam sejarah intelektual :

Ibn Sina adalah seorang muslim berkebangsaan persia, dalam dunia ilmu pengetahuan dikenal juga dengan namaAvicenna. Dalam

Ibn Sina adalah seorang muslim berkebangsaan persia, dalam dunia ilmu pengetahuan dikenal juga dengan namaAvicenna. Dalam karirnya sebagai ilmuwan ibn sina menghasilkan banyak karya yaitu sebanyak 450 penelitian dan 240 diantaranya masih dipakai hingga sekarang. Beberapa buku terkenalnya adalah The book of healing dan The cannon of medicine, dimana buku tersebut masih dipakai pada universitas-universitas kedokteran. Ibn Sina adalah seorang filosofi, astrononi, geologi, teologi islam, metematika dan fisikawan. Lahir tahun 980 di Uzbekistan Meninggal tahun 1037 di Iran

  • 2. Sejarah Intelektual Islam

Dilihat dari segi perkembangannya sejarah intelektual Islam dapat dikelompokkan kedalam tiga masa, yaitu masa klasik, yaitu antara tahun 650-1250 M, masa pertengahan, yaitu tahun 1250- 1800 M, dan masa modern, yaitu sejak tahun 1800-sampai sekarang. Pada masa klasik lahir ulama mazhab seperti Imam Hanafi, Imam Hambali, Imam Syafii dan Imam Maliki. Sejalan dengan itu lahir pula para filosof muslim, seperti Al-Kindi tahun 801 M, seorang filosof pertama muslim. Diantara pemikirannya, ia berpendapat bahwa kaum muslimin hendaknya menerima filsafat sebagai bagian dari kebudayaan Islam. Selain Al-Kindi, pada abad itu lahir pula para filosof besar seperti Al-Razi lahir tahun 865 M, Al-Farabi lahir 870 M. Dia dikenal sebagai pembangun agung sistem filsafat. Pada abad berikutnya lahir pula filosof agung Ibnu Maskawaih

pada tahun 930 M. Pemikirannya yang terkenal tentang Pendidikan Akhlak. Kemudian Ibnu Sina

tahun 1037 M. Ibnu Bajjah tahun 1138 M. Ibnu Tufail tahun 1147 M. Ibnu Rusyd tahun 1126 M.

Pada masa pertengahan, yaitu tahun 1250-1800 M. dalam catatan sejarah pemikiran Islam masa

ini merupakan fase kemunduran, karena filsafat mulai dijauhkan dari umat Islam sehingga ada

kecenderungan akal dipertentangkan dengan wahyu, iman dengan ilmu, dunia dengan akhirat.

Pengaruhnya masih terasa sampai sekarang. Sebagian pemikir Islam kontemporer melontarkan

tuduhan kepada Al-Ghazali yang pertama menjauhkan filsafat dengan agama sebagaimana dalam

tulisannya "Tahafutul Falasifah" (kerancuan filsafat). Tulisan Al-Ghazali dijawab oleh Ibnu

Rusyd dengan tulisan "Tahafutu Tahafut" (kerancuan diatas kerancuan).

Pada saat ini ada pertanyaan mendasar yang sering dilontarkan oleh para intelektual muda

muslim. Mengapa umat Islam tidak bisa menguasai ilmu dan teknologi modern? Jawabannya

sangat sederhana, yaitu karena orang Islam tidak mau melanjutkan tradisi keilmuan yang

diwariskan oleh para ulama besar pada masa klasik. Pada masa kejayaannya banyak terbuai

dengan kemegahan yang bersifat material. Sebagai contoh kasus pada zaman modern ini tidak

lahir para ilmuan dan tokoh-tokoh ilmu kaliber dunia yang lahir dari negara-negara kaya di

Timur Tengah.

ْن م قِقاشَ ُي ْلَ وُسرَّ لا ْن مِ ْدِع َب ا م ْنَ َّيَبَت ُْه ل ْى دَ ه لا ْع ِ

َ َ

و ْ

ِ

َ

ُ

ب تَي و ْ

َ

َ

َّ

ري غَ ْ س ْنَ يِنمِ ؤ مُ لا َ لي ب ِ ِ َ
ري غَ ْ س ْنَ يِنمِ ؤ مُ لا
َ
لي ب
ِ
ِ َ

ْهِ ل ِ م ْ وَت ْهِ لِص ُن ه

وُن ا َ ى

َ

ل َ

َّ

و ْ مَّن ج ۖ ْت و ارً ي ص م

َ

َ

َ َ

ءا س

َ

َ

َ

َ

ِ

Q.S. An-Nisaْayatْ115ْjugaْdisebutkan,ْ“DanْbarangsiapaْmenentangْRasulْ

(Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan

orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang dilakukannya itu dan

akan Kami masukkan dia ke dalam neraka jahannam, dan itu seburuk-buruk tempat

kembali.”

Setiap bangsa berbeda satu sama lainnya. Islam memiliki sejarah sendiri yang berbeda dari

sejarah peradaban lainnya. Sejarah intelektual Islam bermula dari turunnya wahyu pertama

kepada Rasulullah Saw. Wahyu itu,

ْ

ْ أ ر مسْ ا ب

َ

ْ

قا ْ

ِ

ِ

ِ َ

َّ

ب ْكَ ر يذِ

لا ْقَ

َ

لخَ

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan

ْقَ لخَ ْنَ ا سنْلإا ْنْ مِ ْ ق لعَ

َ

َ

َ

,Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

ْ ْ أ ر قا ْكَ ُّب و ْ م كلأا

َ

ْ

َ

ر

َ

َ

ْ

ر

dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

َّ

لا ْ

يذِ

م ل لَق

َ

َ

ع ْ

م لا

ِ

ب

ِ

َّ

َ

ْ

Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.

م ْ ل ع ْنَ ا سنْلإا ا ل م ْ

َ

َ

َ

َ

ْ

ْ

َّ

َ

َ

م ْ م لعْ َي

Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (Al-Alaq: 1:5).

sejarah intelektual Islam lahir berbarengan dengan diutusnya Muhammad Saw.sebagai Rasulullah.

Kata-kata bacaan, pengajaran, dan pena merupakan aktivitas keintelektualan. Dalam Sejarah

intelektual Islam, betapa ilmu pengetahuan sangat diagungkan. Kita dapat melihat bagaimana

Rasulullah Saw. membuat suatu keputusan luar biasa pada saat perang badar, yaitu tawan kaum

musyrikin dapat membebaskan diri dengan cara mengajar anak-anak kaum muslimin dengan

baca tulis. Bahkan Al-Quran dan sunnah -sebagai pedoman kaum muslimin banyak memuat

kata-kata tuntutan, observasi, maupun kedudukan ( fadhilah) orang yang menuntut ilmu. Kata

ilmu beserta kata-kata jadiannya digunakan dalam al Quran sebanyak 780 kali. Ini menandakan

bahwa persoalan keilmuan dalam sejarah Islam, mendapat tempat yang sangat istimewa dalam

kitab suci dan sabda Nabi. Bahkan konsep long life education (belajar sepanjang hayat) sudah

dikenal pada masa kelahiran Islam, implikasinya mendorong terciptanya masyarat ilmu

(knowledge society) dan budaya ilmu (knowledge culture). Paska wafatnya Rasulullah saw, para

khalifah Islam juga menunjukkan kecintaannya pada ilmu. Ilmu harus disebar luaskan kepada

masyarakat. Maka ketika khalifah Umar bin Khattab berhasil menaklukkan Irak (Qodisiya) dari

kerajaan Persia. Beliau mengirim sepuluh orang utusan yang ditugaskan untuk mengajarkan

penduduk Basrah. Delegasi tersebut diantaranya: Abdullah bin Mughfal al Mazniy, Imran bin

Hushain al Aslamiy, dan Abu Musa al Asy'ariy. Lalu di mesjid kota Bashrah ini Abu Musa Al

Asy'ariy membuka majelis (halaqoh) ilmu untuk mengajar masyarakat.

Sejarah intelektual Islam makin hari makin terukir. Dari majelis tersebut lahirlah para ulama-

ulama kaliber yang namanya terkenal diberbagai kota Islam. Sebut saja Sa'id bin Musayyab (w

92 atau 94 H), Zainal Abidin bin Husin bin Ali bin Abi Thalib di Madinah (w 94 H), Ato' bin

Abi Rabah di Mekkah, Thawus di Yaman, Yahya bin Katsir di Yamamah, Hasan Bashri di

Bashrah, dan sederetan nama besar lainnya yang tertulis dalam sejarah intelektual Islam.