Anda di halaman 1dari 2

FILAMENTOUS BACTERIAL DISEASE

Kelompok 1:
Shifa Aubriana Schram (15051102025)
Firamitha Suban (15051102012)
Febi Sinta Dewi Saragih (15051102003)
Selvyane Bukasiang (15051102017)

A. Agent Penyebab
Leucothrix sp., Thiothrix sp., Flexibacter sp., Cytophaga sp., Flavobacterium sp.

B. Species yang diinfeksi


Penaeus monodon (udang windu), P. merguiensis (udang jerbung), P. indicus (udang
india)

udang india udang jerbung udang windu

C. Gejala Klinis
Adanya, tubuh kehilangan warna,ada benang yang tumbuh dipermukaan tubuh dan
insang udang.
D. EFFECTS ON HOST:
Telur yang terinfeksi menunjukkan adanya filamen yang tebal di permukaan, yang
dapat mengganggu respirasi atau penetasan. Pada larva dan postlarvae, respirasi normal,
pemberian makan, penggerak, dan molting dapat mengalami gangguan serius, yang
mengakibatkan tingkat pertumbuhan yang lebih lambat, perkembangan terbelakang dan
akhirnya kematian. Namun, larva udang kurang rentan terhadap kehadiran bakteri karena
cepatnya penggantian moltil sepanjang tahapan larva yang berbeda. Sering molting tidak
memungkinkan waktu yang memadai untuk bakteri menumpuk pada exoskeleton. Pada udang
dewasa, bisa menyebabkan gangguan pernapasan. Kematian akibat hipoksia. Penyakit onset
dikaitkan dengan buangan organik yang tinggi dalam wadah kultur, kadar oksigen terlarut
rendah dan stress akibat molting. Jika tidak diobati secara intensif, angka kematian akumulatif
bisa mencapai 80% atau lebih dalam beberapa hari sampai beberapa minggu dari timbulnya
tanda penyakit.

E. DIAGNOSIS:
Pemeriksaan mikroskopis langsung terhadap larva atau postlarvae, pelengkap
(appendages) dan filamen insang yang dipotong dari juvenile atau udang dewasa, dan
orgmanisme berfilamen yang melekat pada permukaan kulit luar tubuh (kutikula).

F. PREVENTION AND CONTROL:


Menjaga kualitas air yang baik dengan oksigen terlarut yang optimal dan tingkat
bahan organik rendah.
 aplikasikan Culline Plus pada 0,15 ppm tembaga pada pengaliran perawatan 24 jam
 aplikasikan tembaga 0,5 ppm dalam perlakuan statis 4 sampai 6 jam untuk PL 2 dan
udang yang lebih tua