Anda di halaman 1dari 8

PROPOSAL

KEGIATAN KELAS IBU HAMIL PRENATAL

DI DESA KADILANGU PUSKESMAS KANGKUNG 2

Dosen Pembimbing : Fatikhah, M. Kep.

Disusun Oleh:

1. Ani Ristianah
2. Erma Fatikha
3. Saily Fawaidah
4. Wiwid Wahyu Fibrianto
5. Yusuf Saktian

AKADEMI KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH KENDAL


TAHUN 2016
HALAMAN PENGESAHAN

Proposal Rencana Kegiatan Kelas Ibu Hamil Prenatal di Desa Kadilangu Kecamatan
Kangkung

Proposal kegiatan kelas ibu hamil ini telah disahkan, pada :

Hari :

Tanggal :

Mengetahui :

Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan

Fatikhah M. Kep. Wahyudah S.Kep, Ns.


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menurut hasil berbagai survei, tinggi rendahnya Angka Kematian Ibu (AKI)
dan Angka Kematian Bayi (AKB) disuatu Negara dapat dilihat dari kemampuan
untuk memberikan pelayanan obstetric yang bermutu dan menyeluruh.Dari hasil
survei yang dilakukan AKI telah menunjukkan penurunan dari waktu ke waktu,
namun demikian upaya untuk mewujudkan target tujuan pembangunan millenium
masih membutuhkan komitmen dan usaha keras yang terus menerus.

Dewasa ini AKI dan AKB di Indonesia masih tinggi dibandingkan dengan
negara ASEAN lainnya.Menurut data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI)
2007, AKI di Indonesia adalah 228 per 100.000 kelahiran hidup, AKB 34 per
1.000.Menurut data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI), AKI di Indonesia
masih tinggi jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, yaitu sebesar 228 per
100.000 kelahiran hidup. Upaya penurunan AKI harus difokuskan pada Tujuan
Jaminan Persalinan ini adalah meningkatnya akses terhadap pelayanan persalinan
yang dilakukan oleh dokter atau bidan dalam rangka menurunkan AKI dan AKB
(Angka Kematian Bayi) melalui jaminan pembiayaan untuk pelayanan persalinan.
Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, Angka
Kematian Balita di Indonesia sebesar 44/10.000 Kelahiran Hidup .Dalam mencapai
upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi
(AKB) maka salah satu upaya promotif dan preventif yang mulai gencar dilakukan
adalah Kelas ibu hamil.

Pendidikan pada masa hamil (prenatal) sangat penting dalam rangka


mempersiapkan pasangan untuk menjadi orang tua. Kurangnya pengetahuan
merupakan salah satu bentuk ketidakberdayaan yang dapat mendukung tingginya
angka kematian ibu/ perinatal. Secara tradisional wanita belajar tentang perawatan
kehamilan, persalinan, nifas, dan pengasuhan bayi dari orang tua mereka, ataupun
saudara mereka. Tentu saja pengetahuan yang didapatkan melalui keluarga ini hanya
berupa pengalaman individual yang tidak dapat dipertanggung jawabkan secara
ilmiah.

Dalam menjalankan perannya, ibu hamil membutuhkan pengetahuan yang


baik tentang kesehatan ibu dan anak, salah satunya melalui pendidikan ibu hamil.
Kelas ibu hamil merupakan sarana bagi ibu hamil untuk belajar bersama dalam
kelompok yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu
mengenai kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan
bayi baru lahir, mitos, penyakit menular, dan akte kelahiran (Depkes, 2009).

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Secara umum kelas ibu hamil bertujuan meningkatkan pengetahuan,


merubah sikap dan perilaku ibu hamil

2. Tujuan Khusus
a. Terjadinya interaksi dan berbagai pengalaman antar peserta (ibu hamil dengan
ibu hamil) dan antara ibu hamil dengan petugas kesehatan/bidan.
b. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang kehamilan,
perubahan tubuh dan keluhan (apakah kehamilan tubuh, perubahan tubuh
selama kehamilan, keluhan umum saat hamil dan mengatasinya, apa saja yang
perlu dilakukan ibu hamil dan pengaturan gizi termasuk pemberian tablet
penambah darah untuk penanggulangan anemia).
c. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang perawatan
kehamilan (kesiapan psikologis menghadapi kehamilan, hubungan suami isteri
selama kehamilan, obat yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh ibu
hamil, tanda bahaya kehamilan, dan P4K (perencanaan persalinan dan
pencegahan komplikasi).
d. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang persalinan
(tanda-tanda persalinan, tanda bahaya persalinan dan proses persalinan).
e. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang perawatan
nifas (apa saja yang dilakukan ibu nifas agar dapat menyusui ekslusif,
bagaimana menjaga kesehatan ibu nifas, tanda-tanda bahaya dan penyakit ibu
nifas).
f. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang KB
pascapersalinan.
g. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang tanda bahaya
bayi baru lahir, pengamatan perkembangan bayi/anak dan pemberian
imuniasasi pada bayi baru lahir).
h. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang
mitos.kepercataan/adat istiadat setempat yang berkaitan dengan kesehatan ibu
dan anak.
i. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang penyakit
menular seksual (IMS, informasi dasar HIV-AIDS, pencegahan dan
penanganan malaria pada ibu hamil
j. Meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang akte
kelahiran
BAB II

RENCANA KEGIATAN

A. Sasaran Kegiatan

Peserta yang mengikuti adalah ibu hamil disekitar desa kadilangu pada kondisi ini ibu
sudah kuat dan efektif untuk melakukan senam hamil. Dalam kelas ibu hamil prenatal ini
melibatkan suami atau orang terdekat.

B. Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan kelas ibu hamil ini dilalaksanakan di:
1. Tempat
Balai Desa Kadilangu
2. Waktu
14 Juli 2016 pukul 09.00 WIB

C. Metode Kerja
Dalam memberikan pendidikan pada ibu hamil tersebut dilakukan langkah-langkah
dari mulai persiapan sampai pelaksanaan pembelajaran kelas ibu hamil antara lain
sebagai berikut:
1. Melakukan identifikasi terhadap ibu hamil yang ada di wilayah kecamatan kangkung
terutama di desa kadilangu. Ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa jumlah ibu
hamil dan umur kehamilannya sehingga dapat menentukan jumlah peserta setiap kelas
ibu hamil
2. Mempersiapkan tempat dan sarana pelaksanaan kelas ibu hamil, misalnya tempat di
puskesmas atau polindes, kantor desa/balai pertemuan, posyandu atau di rumah salah
seorang warga masyarakat. Sarana belajar menggunakan, tikar, karpet, LCD, laptop,
buku KIA, lembar balik kelas ibu hamil, buku pedoman pelaksanaan kelas ibu hamil,
dan leaflet.
3. Mempersiapkan materi, alat bantu penyuluhan dan jadwal pelaksanaan kelas ibu
hamil serta mempelajari materi yang akan disampaiakan.
4. Mempersiapkan peserta ibu hamil dengan menyebarkan undangan acara kepada ibu
hamil.
5. Mempersiapkan tim pelaksana (fasilitator) kelas ibu hamil yaitu mahasiswa Akper
Muhammadiyah Kendal.
6. Membuat rencana pelaksanan kegiatan.

D. Rencana Pelaksanaan Kegiatan dan Materi


No. Materi Metode Waktu Alat Bantu
1. Sambutan acara oleh Ceramah 5 menit Microphone
Pembimbing Lahan Ibu
Wahyudah
2. Sambutan acara oleh Ceramah 5 menit Microphone
Pembimbing Akademik Ibu
Wahyudah
3. Materi Kelas Ibu Hamil Ceramah, 60 menit LCD,
A. Nutrisi Bagi Ibu Hamil Demonstrasi Microphone,
B. Perawatan Payudara Alat Breastcare
C. Tanda Bahaya Kehamilan
D. Tanda-tanda Persalinan
4. Penutup 5 menit Microphone

E. Anggaran

No. Alat Jumlah atau Ukuran Harga


1 MMT 1 x 2 m (1) Rp. 150.000
2 Snack 25 snack Rp. 125.000
3 Amplop untuk ibu 10 amplop Rp. 150.000
hamil
4 Cetak Leaflet 30 lembar bolak balik Rp. 61.000
5 Cetak Proposal, Rp. 10.000
Absensi
BAB III

PENUTUP

Pelaksanaan kelas ibu hamil di Desa Kadilang,u Kecamatan Kangkung diharapkan


mampu meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu hamil melalui berbagai
materi yang disampaikan, baik tentang kehamilan, persalinan, nifas, Bayi Baru lahir, dll.

Oleh karena itu besar harapan kami untuk terlaksananya kegiatan ini.

Demikian Proposal Rencana Kegiatan Kelas Ibu Hamil Di Desa Kadilangu,


Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal Tahun 2016 yang diajukan oleh pelaksana,
diharapkan proposal kegiatan ini dapat memberikan informasi dan gambaran yang jelas
mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan.

Atas perhatian dan kerjasamanya kami mengucapkan terima kasih

Anda mungkin juga menyukai