Anda di halaman 1dari 7

TUGAS INDIVIDU

INOVASI PENDIDIKAN

OLEH :

NAMA : Mega Yunita Sari

NIM : S.D IV.15.425

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV BIDAN PENDIDIK


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SARI MULIA
BANJARMASIN
2016
KOSEP INOVASI PENDIDIKAN

1. Definisi inovasi pendidikan


Inovasi pendidikan adalah suatu perubahan yang baru dan kualitatif
berbeda dari hal yang ada sebelumnya serta sengaja diusahakan untuk
meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam
pendidikan. Ibrahim mendefinisikan inovasi pendidikan adalah inovasi
(pembaruan) dalam bidang pendidikan atau inovasi yang dilakukan untuk
memecahkan masalah-masalah pendidikan, inovasi pendidikan merupakan
suatu ide, barang, metode yang dirasakan atau diamati sebagai hal baru
bagi seseorang atau kelompok orang (masyarakat) baik berupa hasil
inversi atau diskoversi yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan
atau memecahkan masalah-masalah pendidikan. Dari kedua pendapat
pakar di atas mengenai inovasi pendidikan, dapat ditarik kesimpulan
bahwa inovasi pendidikan adalah ide, barang, metode yang dirasakan atau
diamati sebagai hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang
(masyarakat) yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu dalam
pendidikan atau memecahkan masalah-masalah pendidikan (Kusuma
2010).
Inovasi pendidikan adalah perubahan atau pembaharuan yang
terjadi baik dalam bentuk pemikiran/ide kegiatan, atau bentuk produk
dalam upaya memperbaiki pendidikan agar dapat meningkatkan
kemampuan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.

2. Tipe dan sumber inovasi


a. Tipe inovasi yaitu:
1) Inovasi produk yang melibatkan pengenalan barang baru,
pelayanan baru yang secara substansial meningkat. Melibatkan
peningkatan karakteristik fungsi juga, kemampuan teknisi, mudah
menggunakannya. Contohnya: telepon genggam, komputer,
kendaraan bermotor.
2) Inovasi proses; melibatkan implementasi peningkatan kualitas
produk yang baru atau pengiriman barangnya
3) Inovasi pemasaran; mengembangkan metoda mencari pangsa pasar
baru dengan meningkatkan kualitas desain, pengemasan, promosi
4) Inovasi organisasi; kreasi organisasi baru, praktek bisnis, cara
menjalankan organisasi atau perilaku berorganisasi
5) Inovasi model bisnis; mengubah cara berbisnis berdasarkan nilai
yang dianut.
b. Sumber Inovasi yaitu :
1) Secara tradisional, sumbernya adalah inovasi fabrikasi. Hal
tersebut karena agen (orang atau bisnis) berinovasi untuk menjual
hasil inovasinya.
2) Inovasi pengguna, hal tersebut dimana agen (orang atau bisnis)
mengembangkan inovasi sendiri (pribadi atau di rumahnya
sendiri), hal itu dilakukan karena produk yang dipakainya tidak
memenuhi apa yang dibutuhkannya.

3. Tujuan dan siklus inovasi pendidikan


a. Tujuan
Ada banyak tujuan inovasi tergantung permasalahan yang dihadapi
masing-masing inovator. Secara umum tujuan inovasi antara lain
adalah:
Meningkatkan kualitas
1) Menciptakan pasar baru
2) Memperluas jangkauan produk
3) Mengurangi biaya tenaga kerja
4) Meningkatkan proses produksi
5) Mengurangi bahan baku
6) Mengurangi kerusakan lingkungan
7) Mengganti produk atau pelayanan
8) Mengurangi konsumsi energi
9) Menyesuaikan diri dengan undang-undang.
b. Siklus Inovasi
Siklus inovasi berlangsung seperti kurva difusi dimana pada tahap
awal, tumbuh relatif lambat, ketika kemudian pelanggan merespon
produk tersebut sebagai sebuah kebutuhan maka pertumbuhan produk
meningkat secara eksponensial. Pertumbuhan produk akan terus
meningkat bila dilakukan inkrenetori inovasi atau mengubah produk. Di
akhir kurva pergerakannya melambat kembali dan cenderung menurun.
Perusahaan yang inovatif akan bekerja dengan cara inovasi baru, yang
menggantikan cara lama untuk mempertahankan tumbuhnya kurva
melalui pembaharuan teknologi, bila teknologi tidak dilakukan
pembaharuan pertumbuhan akan cenderung stagnan atau bahkan
menurun.

4. Faktor- faktor yang perlu diperhatikan dalam inovasi pendidikan


a. Dosen
Dosen sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pendidikan
merupakan pihak yang sangat berpengaruh dalam proses belajar
mengajar.
b. Mahasiswa
Sebagai obyek utama dalam pendidikan terutama dalam proses belajar
mengajar, mahasiswa memegang peran yang sangat dominan
c. Kurikulum
Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan
yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang
berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta
pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan
d. Fasilitas
Fasilitas, termasuk sarana dan prasarana pendidikan, tidak bisa
diabaikan dalam dalam proses pendidikan khususnya dalam proses
belajar mengajar.
e. Lingkup sosial masyarakat
Dalam menerapakan inovasi pendidikan, ada hal yang tidak secara
langsung terlibat dalam perubahan tersebut tapi bisa membawa
dampak,
baik positif maupun negatif, dalam pelaklsanaan pembahruan
pendidikan.

5. Kendala dalam inovasi pendidikan


Kendala-kendala yang mempengaruhi keberhasilan usaha inovasi
pendidikan seperti inovasi kurikulum antara lain adalah:
a. Perkiraan yang tidak tepat terhadap inovasi.
b. Konflik dan motivasi yang kurang sehat.
c. Lemahnya berbagai faktor penunjang sehingga mengakibatkan tidak
berkembangnya inovasi yang dihasilkan.
d. Keuangan (finacial) yang tidak terpenuhi penolakan dari sekelompok
tertentu atas hasil inovasi
e. Kurang adanya hubungan sosial dan publikasi

6. Strategi inovasi pendidikan


a. Strategi Fasilitatif
Pelaksanaan program perubahan sosial dengan menggunakqan strategi
fasilitatif artinya untuk mencapai tujuan perubahan perubahan sosial
yang telah ditentukan, diutamakan penyediaan fasilitas dengan maksud
agar program sosial akan berjalan dengan mudah dan lancar. Strategi
fasilitatif akan dapat digunakan dengan tepat jika :
1) mengenal masalah yang dihadapi serta menyadari perlunya
mencari target perubahan,
2) merasa perlu adanya perubahan,
3) bersedia menerima bantuan dari luar dirinya,
4) memiliki kemauan untuk berpartisipasi dalam usaha merubah atau
memperbaiki dirinya.
b. Strategi Pendidikan.
Dengan strategi ini orang harus belajar lagi tentang sesuatu yang
dilupakan yang sebenarnya telah dipelajarinya sebelum mempelajari
tingkah laku atau sikap baru. Strategi pendidikan dapat berlangsung
efektif, perlu mempertimbangkan hal-hal berikut ini :
1) digunakan untuk menanamkan prinsip-prinsip yang perlu dikuasai
2) disertai dengan keterlibatan berbagai pihak, misalnya dengan
adanya: sumbangan dana, donator, serta penunjang yang lain.
3) digunakan untuk menjaga agar klien tidak menolak perubahan atau
kembali ke keadaan sebelumnya.
Strategi pendidikan akan kurang eefektif jika :
1) tidak tersedia sumber yang cukup untuk menunjang kegiatan
pendidikan.
2) digunakan dengan tanpa dilengkapi strategi yang lain.
c. Strategi bujukan.
Strategi bujukan tepat digunakan bila klien tidak berpartisipasi dalam
perubahan sosial. Berada pada tahap evaluasi atau legitimasi dalam
proses pengambil keputusan untuk menerima atau menolak perubahan
sosial. Strategi bujukan tepat jika masalah dianggap kurang penting
atau jika cara pemecahan masaalah kurang efektif serta pelaksana
program perubahan tidak memiliki alat control secara langsung
terhadap klien..
d. Strategi Paksaan.
Strategi dengan cara memaksa klien untuk mencapai tujuan perubahan.
Apa yang dipaksa merupakan bentuk dari hasil target yang diharapkan.
Penggunaan strategi paksan perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai
berikut :
1) Partisipasi klien terhadap proses perubahan rendah
2) Klien tidak merasa perlu untuk berubah