Anda di halaman 1dari 7

METHODE PELAKSANAAN / RENCANA KERJA

Untuk Melaksanakan Pekerjaan mengacu dari syarat dan spesifikasi teknis yang
tertuang dalam dokumen lelang, adapun point utama pekerjaan yaitu sebagai
berikut :

PEKERJAAN PERSIAPAN

I. Pekerjaan Pembersihan lokasi


II. Pek. Pengukuran dan pemasangan bouwplank

PEKERJAAN PAGAR

I. Pekerjaan Galian Tanah


II. Pek. Urugan Pasir T=5cm
III. Pek. Beton 1:2:3
IV. Pek. Pagar BRC + Kawat duri T= 2,45 M

PEKERJAAN PERSIAPAN

I. Pekerjaan Pembersihan lokasi adalah :

– Membuat dan memasang Papan Nama Proyek yang syarat –syaratnya sesuai
dengan spesifikasi teknis pada dokumen lelang sebagai bahan Informasi buat
masyarakat umum tentang pekerjaan dimaksud.
– Kemudian mengadakan pembersihan lapangan dari segala yang dianggap dapat
mengganggu dan mengurangi mutu pekerjaanseperti tunggul-tunggul kayu,
semak-semak, alang-alang, tumbuhan lainnya) dan diratakan.
– Segala macam barang bekas bongkaran harus dikeluarkan dari lokasi proyek
selambat-lambatnya sebelum dimulainya pekerjaan galian atau pengurungan dan
tidak diperkenankan untuk menimbunnya diluar proyek, meskipun hanya untuk
sementara, Setelah semua pekerjaan Utama selesai dan rampung dilanjutkan
dengan pekerjaan akhir yang meliputi Pembersihan Areal lokasi pekerjaan dari
semua sisa-sisa pekerjaan
II. Pekerjaan Pengukuran dan pemasangan bouwplank

– Kemudian Melaksanakan Pengukuran Lapangan untuk menentukan titik peill


(±0.00) dan koordinat-koordinat lainnyadengan menggunakan teodholit,
waterpas atau meterrollserta pembuatan gambar kerja (shop drawing) Letak titik
duga (titik nol) sebagaimana dinyatakan dalam gambar atau sesuai
kesepakatan dalam peninjauan lokasi.

– Titik peil ini harus ditetapkan dengan membuat patok permanen yang selama
dalam pelaksanaan tidak boleh bergesar/berubah.Untuk selanjutnya patok
permanen tersebut harus menjadi dasar bagi setiap ukuran dan kedalaman.Atas
persetujuan Direksi, penentuan titik lainnya dilakukan oleh pemborong
dilapangan dengan alat ukur optic yang sudah diTera kebenarannya dan harus
selalu berpedoman pada titik duga patok (peil nol). dan selanjutnya dasar untuk
pembuatan gambar setelah selesai pekerjaan atau (As Build Drawing).

– Memasang Papan Bouwplank

 Pemasangan patok dan papan bouwplank boleh menggunakan


kayu/papan kls.III yang diketam rata pada sisi kerjanya.
 Tinggi bouwplank sama dengan titik nol atau apabila dikehendaki lain
harus dibicarakan dan mendapat persetujuan dengan Direksi.
 Setelah pemasangan bouwplank harus dilaporkan kepada Direksi untuk
mendapatkan persetujuan sebelum pekerjaan selanjutnya dilaksanakan.

– Pekerjaan Utama, Setelah pekerjaaan persiapan selesai kemudian dilanjutkan


dengan pekerjaan utama, pekerjaan ini dilaksanakan dengan penuh ketelitian
pada setiap item pekerjaan yang dikerjakan dengan langkah-langka harus selalu
mengacu pada syarat dan spesifikasi teknis yang tertuang dalam dokumen lelang
dan yang dituangkan dalam gambar kerja.

– Semua Bahan yang digunakan harus sesuai dengan standar /spesifikasi yang
disyaratkan dalam RKS dan harus mendapatkan persetujuan dari Direksi, Setelah
diadakanpenelitian &Pengujian terhadap Bahan–bahan Pokok Pekerjaan atas
konsultan pengawas, maka Pekerjaan telah Siap di mulai, Semua Pekerjaan–
pekerejaan yang tercantum dalam RKS dan Rencana Pekerjaan (time schedule)
kesemunya tetap Mengacu pada Syarat Teknis dari Dokumen lelang dan
berkonsultasi dengan Direksi di lapangan.

PEKERJAAN PAGAR

I. Pekerjaan Galian Tanah

a. Peralatan yang diperlukan


- Linggis
- Skop
- Tali tukang
- Gerobak dorong
- Papandankayuuntukbouwplank.
- Alat pertukangan

b. Urutan Pelaksanaan dan Methode


- Penggalian tanah dilakukan hingga mencapai kedalaman yangtercantum dalam
gambar kerja kecuali hal lain seperti tidak tercantum dalam gambar, maka
kedalamangalian harus mencapai tanah keras yang disetujui oleh konsultan
pengawas.
- Tinggi dasar galian 65 cm Tebing galian harus cukup landai, sehingga tidak
mudah longsor (miring)berbanding (1:5).harus memperhatikan pengamanan
terhadap dinding tepi galian agar tidak longsor dengan memberikan suatu dinding
penahan atau penunjang-penunjang sementaratsb sehingga dapat dijamin
bangunan tsb tidak akan mengalami kerusakan.
- Semua tanah yang berasal dari pekerjaan galian, setelah mencapai jumlah
tertentu harus segera disingkirkan dari halaman pekerjaan pada tiap saat yang
dipandang perlu oleh Pengguna Jasa dan Konsultan Pengawas
- Seluruhbarang-barang berharga yang mungkin ditemui di lapangan harus
dilindungi dari kerusakan.

II. Pekerjaan Urugan Pasir T= 5cm

a. Material yang diperlukan


- Pasir pasangan seperti tercantum didalam PBI71, dan PU8BI'82
- Air, air yang digunakan harus air tawar yang bersih, dan tidak mengandung
minyak, asam alkali dan bahan-bahan organis/ bahan lain yang dapat merusak
beton.

b. Peralatan yang diperlukan


- Skop
- Stemper
- Linggis
- Gerobak dorong
- Alat pertukangan

c. Urutan Pelaksanaan dan Methode


- Setelah pekerjaan galian tanah dilaksanakan sesuai dengan gambar kerja maka
urugan pasir harus diatur berlapis sedemikian, sehingga dicapai suatu lapisan
setebal 5 cm dalam keadaan padat. Tiap lapisan harus dipadatkan sebelum
lapisan berikutnya diurug.
- Setelah disiram, diratakan dan dipadatkan) di bagian atas dari urugan di bawah
pelat-pelat beton, beton rabat harus terdiri dari urugan pasir padat.

- Apabila material urugan mengandung batu-batu, tidak dibenarkan batu-batu


yang besar bersarang menjadi satu, dan semua pori-pori harus diisi dengan
batu-batu kecil dan tanah yang dipadatkan. Daerah urugan atau daerah yang
terganggu harus dipadatkan dengan alat dan jika material urugan tidak cukup,
material tambahan harus didatangkan dari tempat lain, tanpa tambahan biaya.
III. Pekerjaan Beton

Setelah galian tanah selesai dan urugan pasir maka pembuatan pondasi
setempat dengan cor beton menggunakan campuran 1 PC : 2 Ps : 3 Kr.

Ukuran pondasi beton cor adalah 50 cm x 50 cm dan 85 cm x 50 cm dengan


tinggi msing-masing pondasi 65 cm

Pondasi dengan ukuran 50 cm x 50 cm digunakan pada kondisi tanpa tiang


penyangga (skur), sedangkan pondasi dengan ukuran 85 cm x 50 cm digunakan
pada kondisi dengan tiang penyangga (skur) pondasi tersebut diletakkan diatas
urugan pasir setebal 5 cm sebagai alas pondasi.

Material yang diperlukan


- Semen Portland (PC) seperti ditetapkan didalam PBI’71 -PUBBI'82
- Koral Beton / Split
- Pasir Beton tercantum didalam PBI71, dan PU8BI'82
- Air, air yang digunakan harus air tawar yang bersih, dan tidak mengandung
minyak, asam alkali dan bahan-bahan organis/ bahan lain yang dapat merusak
beton.

a. Peralatan yang diperlukan


- Admixture/ Mesin pengaduk
- Alat Penakar
- Alat Pertukangan

b. Urutan Pelaksanaan dan Methode

- Pasir Beton harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan-
bahanorganis, campuran lumpur, tanah liat dan sebagainya dan harus
memenuhipersyaratan komposisi butir pasir serta kekerasan yang sesuai dengan
yangdisyaratkan Bahan pasir yang akan dipakai harus disaring/diayak terlebih
dahulu dengan ayakan bukaan 5 mm atau 1 mm sesuai ketentuan jenis adukan
yang diperlukan.
- Semen dan pasir dicampur dalam keadaan kering dengan menggunakan penakar
volume hingga bahan-bahannya tercampur merata. Selanjutnya, ditambahkan air
kedalam campuran semen dan pasir tersebut di atas serta diaduk kembali hingga
merata dan dicapai konsistensi adukan dalam bentuk adukan lembab atau plastis
sesuai dengan kebutuhan pemakaian. Lama pengadukan setelah dicampur air,
minimum 1.5 menit.

 Koral Beton / Split


- Digunakan koral yang bersih, bermutu baik tidak berpori serta mempunyaiukuran
bongkaran dan gradasi.
- Koral beton sebelum bahandicampurkan harus dipisahkan satu sama lainnya,
sehingga dapat dijamin dandiketahui kedua bahan tersebut tidak tercampur
untuk mendapatkanperbandingan adukan beton yang tepat.
- Air yang akan digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak
mengandungminyak, asam alkali dan bahan-bahan organis lainnya yang dapat
merusakbeton dan harus memenuhi NI-3 pasal 10.
 Besi Beton
Digunakan besi beton mutu U24, SNI. Besiharus bersih dari lapisan
minyak/lemak,bebas dari cacat seperti serpih-serpih dan kotoran
lainnya.Penampang besiadalah bulat dan memenuhi persyaratan baik ukuran
maupun mutunya.

 Cara Pengadukan
- Cara pengadukan beton harus dengan menggunakan peralatan pencampurbeton
atau beton molen.
- Takaran/perbandingan untuk bahan semen Portland, pasir dank oral harusdisetujui
terlebih dahulu oleh Direksi/Konsultan Pengawas dan tercapai mutupekerjaan
seperti yang ditentukan dalam uraian dan syarat-syarat.
- Selama pengadukan bahan, kekentalan adukan beton harus diawasi denganjalan
memeriksa slump pada setiap campuran baru. Pengujian slump minimal5 m dan
maksimal 10 cm.

 Pengecoran Beton
- Pemborong diwajibkan untuk melaksanakan pekerjaan persiapan dengan
membersihkan dan menyiram cetakan sampai jenuh, pemeriksaan
ukuran,ketinggian, pemeriksaan penulangan dan penempatan penahan jarak.
- Pengecoran beton hanya dapat dilaksanakan atas persetujuanDireksi/Konsultan
Pengawas.
- Pengecoran beton harus dikerjakan sebaik mungkin dengan menggunakanalat
penggetar untuk menjamin beton cukup padat, harus dihindarkan terjadinya
koral/split yang dapat memperlemah konstruksi.
- Ukuran Pondasi beton cor adalah 50 cm x 50 cm dan 85 cm x 50 cm dengan
tinggi masing-masing pondasi

-Apabila dalam pelaksanaan pengecoran beton akan dihentikan dan akanditeruskan


pada hari berikutnya maka tempat perhentian pengecoran tersebutharus
diketahui dan disetujui oleh Direksi/Konsultan Pengawas.
 Pekerjaan Acuan / Bekisting
- Acuan harus dipasang sesuai dengan bentuk ukuran-ukuran
yangditetapkan/diperlukan sesuai Gambar Kerja. Bahan dari jenis papan
kayusetara Meranti yang memenuhi persyaratan NI-2 pasal 51.
- Acuan harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan
sehinggacukup kuat kedudukannya selama pengecoran.
- Acuan harus rapat tidak terdapat celah, tidak bocor, permukaannya licin
bebasdari kotoran, seperti tahi gergaji, potongan-potongan kayu, tanah
dansebagainya sebelum pengecoran dilakukan dan harus mudah dibongkar
tanpamerusak hasil pengecoran.
-Tiang-tiang acuan harus diletakkan/didasari di atas papan atau baja
untukmemudahkan pemindahan perletakan. Tiang-tiang tidak boleh
disambunglebih dari satu.Tiang-tiang dibuat dari kayu semutu kayu dolken
diameter 8 &10 cm atau kaso 5/7 cm.
- Tiang-tiang acuan satu dengan yang lain harus diikat dengan palangpapan/balok
secara cross/menyilang.
-Permukaan acuan baru dilakukan setelah memenuhi syarat-syarat
yangdicantumkan dalam PBI 1971.
- Kayu yang dipakai adalah papan/multiplex dengan ukuran tebal 2,5 cm.
- Penggunaan Bekisting Formwork/Scafolding harus sesuai
denganpetunjuk/spesifikasi pabrik.
 Kawat Pengikat
- Kawat pengikat besi beton/rangka dibuat dari baja lunak dan tidak disepuhseng,
dengan diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0,40 mm. kawatpengikat
besi beton/ rangka harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukandalam NI-2
(PBI tahun 1971).
- Pekerjaan pembongkaran acuan/bekisting hanya boleh dilaksanakan denganijin
tertulis dari Direksi/Konsultan Pengawas, setelah acuan dibuka tidakdiijinkan
mengadakan perubahan apapun pada permukaan beton tanpapersetujuan
tertulis dari Direksi/Konsultan Pengawas.
- Sebelum pelaksanaan pekerjaan, pemborong harus memberikan contohhmaterial :
besi, koral, pasir, PC untuk memperoleh persetujuan dariDireksi/Konsultan
Pengawas.
- Bila terjadi kerusakan Pemborong diwajibkan untuk memperbaikinya dengantidak
mengurangi mutu pekerjaan, seluruh biaya perbaikan menjadi tanggungjawab
Pemborong.
- Bagian beton setelah dicor selama dalam masa pengerasan harus selaludibasahi
dengan air terus menerus selama 1 (satu) minggu atau lebih (sesuaiketentuan
dalam PBI-1971).

PEKERJAAN PAGAR BRC

Setelah Pondasi beton cor dan Tiang memenuhi syarat baru di pasang Pagar
kecuali ditentukan lain oleh Direksi Pekerjaan bahwa harus bersamaan dengan
rakitan pagar dan Kawat duri dengan tiang setiap segmen ganjil atau genap.,
kontraktor berkewajiban menyetel dengan benar dan kokoh , sampai dapat
berfungsi dengan baik.

Bahan Pagar terbuat dari tiang besi dan WIREMESH yang dilapisi galbani dengan
hot dip (celup panas 465 derajad selsius) dengan ukuran sesuai gambar atau
spesifkasi teknis dan Besi kawat wiremesh yang standar SNI

Pagar BRC Galvanis kualitas I (Finishing Flating Galvanized) dengan Spesifikasi :

Diameter wiremesh kawat mnimal :


Horizontal : 60 mm
Vertical : 40 mm
Jarak kawat vertical wiremesh : 50 mm
Tinggi minimum wiremesh : 2150 mm
Panjang wiremesh : 2500 mm
Tipical coat galvanized minimal 60 micron, life time 10 th (minimum)
Tiang pagar panjang 2950 mm dia 2” hot dipped galavanized.

Wiremesh jenis hot dip galvanized ( bristish standar 443 1982) dan produksi
pabrik (mesin).
Setiap hubungan antara besi disekrup dengan baut. Sedangkan hubungan tiang
besi dan wiremesh dapat disekrup / diklem dengan plat baja / sekrup.

Tiang yang tertanam kedalam pondasi beton cor masing-masing harus dipasang
anker 2 buah dengan diameter 12 mm dan panjang 15 cm. masing2 ujung anker
ditekuk.

Skur/ penyangga pagar dipasang seiap 5,4 meter jarak horizontal atau dipasang
selang seling pada setiap tiang pagar dan disetiap tiang pada belokan pagar.

Diatas kawat wiremesh dipasang kawat duri setinggi 20 cm.

Mutuh baja yang digunakan harus dibuktikan dengan tes laboratorium atau
persetujuan direksi. Bahan harus dalam keadan baru

pekerjaan setelah rangakaian pekerjaan persiapan dan pekerjaan pagar selesai


maka dilakukan pembersihan terhadap semua sisa material, sisa-sisabongkaran
ataupun bahan bangunan wajib menyelesaikan sesuai petunjuk direksi.

Dari uraian pokok pekerjaan tersebut diatas waktu pelaksanaan dapat


dilaksanakan secara bersamaan atau berurutan sesuai dan tidak saling
mendahului, dengan keadaan dan tersedianya bahan–bahan, alat kerja dan
tenaga kerja. Sehingga pekerjaan tersebut bisa dipacu dan diselesaikan sesuai
dengan waktu yang telah ditentukan.

Lebih penting adalah tetap memperhatikan Kesehatan dan keselamatan kerja di


lingkungan pekerjaan yaitu mempersiapkan alat-alat keamanan kerja, obat-
obatan untuk tenaga kerja dan sekaligus petugas k3 memberikan pengarahan
tentang K3 hingga pekerjaan selesai sehingga tenaga kerja tetap aman dan
keselamatan terjaga.

Demikan metode pekerjaan ini kami buat hanya sebagai petunjuk dalam
pelaksanaan pekerjaan kelak jika kami dipercaya sebagai pelaksana. Dari
keseluruhan pekerjaan-pekerjaan tersebut di atas di rencanakan selesai dalam
waktu 150 ( Seratus Lima Puluh) Hari Kalender berdasarkan rencana kerja Time
Schedule yang ada.