Anda di halaman 1dari 2

Penatalaksanaan Stroke

Dalam tatalaksana stroke waktu merupakan hal yang sangat penting mengingat jendela
terapinya hanya berkisar antara 3 sampai 6 jam. Tindakan di gawat darurat untuk stroke akut
sebaiknya ditekankan pada hal-hal berikut:

1. Stabilisasi pasien
2. Pemeriksaan darah, EKG dan rontgen toraks
3. Penegakan diagnosis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik
4. Pemeriksaan CT Scan kepala atau MRI sesegera mungkin

a) MRI :
1. Menggunakan gelombang elektromagnetik untuk mengevaluasi otak, juga untuk mendeteksi
kondisi iskemik di otak kurang dari 6 jam setelah terjadinya serangan stroke. Mri
jugapemeriksaan radiologi yang menggunakan prinsip magnetisasi. Medan magnet digunakan
untuk proses magnetisasi komponen ion hidrogen dari kandungan air di tubuh

b) CT scan :
1. mendeteksi struktur otak
2. perdarahan
3. space ocupation lesi
4. bagian otak seperti bagian basilar dan posterior

Aspek Nutrisi pada Stroke

Kepaniteraan Ilmu GiziFakultas Kedokteran Universitas TarumanagaraPeriode 03



14 September 2012 12

Perawatan Nutrisi pada Pasien Stroke


Perawatan nutrisi pada pasien stroke berbeda-beda, tergantung pada tingkatkeparahan stroke
tersebut. Misalnya, perawatan nutrisi pada pasien yang menjalani perawatan di ICU berbeda
dengan pasien yang hanya mengalami disartria ringan.Berdasarkan penelitian yang dilakukan
oleh Finestone dkk, dengan menggunakankalorimetri indirek menunjukan REE pada pasien
pasca stroke 10 % lebih tinggi dari perhitungan energy melalui rumus Harris Benedict.
Asupan gizi yang diperlukan untuk pasien stroke dalam keadaan stabil danmemiliki
fungsi ginjal yang normal:
1. asupan protein harian sebesar > 1 g/ kg BB untuk mencapai rasiokarbohidrat/ protein < 2.5
2. dibutuhkan asupan energi sebesar ≥ 25 kkal/ kgBB untuk pasien nonobesitas untuk menjaga
berat badannya.
3. Pada pasien obesitas, kebutuhan energinya < 25 kkal / kg dan rasiokarbohidrat / protein < 2.5