Anda di halaman 1dari 6

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN

DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI

Disusun oleh
Kelompok II :

1. Agus Arpianto
2. Misdariansyah
3. Nirmalasari
4. Tri Hernawati Gais

PROGAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
CAHAYA BANGSA
2013
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pemeliharaan hygiene perorangan diperlukan untuk kenyamanan


individu, keamanan, dan kesehatan. Seperti pada orang sehat dapat memenuhi
kebutuhan personal hygienenya sendiri.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum
2. Tujuan Khusus

BAB II
PEMBAHASAN

A. Masalah Utama

Defisit Perawatan Diri

B. Proses Terjadinya Masalah

1. Pengertian
Defisit perawatan diri adalah suatu kondisi pada seseorang yang mengalami
kelemahan kemampuan dalam melakukan atau melengkapi aktivitas perawatan
diri secara mandiri seperti mandi (hygiene), berpakaian/berhias, makan, dan
BAB/BAK (toileting).

2. Tanda dan Gejala


a. Mandi/hygiene
b. Berpakaian/berhias
c. Makan
d. BAB/BAK (toileting)

C. Pohon Masalah

Effect Risiko Tinggi Isolasi Soosial

Core Problem Defisit Perawatan Diri

Causa Harga Diri Rendah Kronis

Gambar 6.I. Pohon Masalah Defisit Perawatan Diri

D. Masalah Keperawatan yang Mungkin Muncul

1. Defisit perwatan diri

2. Harga diri

3. Risti isolasi sosial

E. Data yang Perlu Dikaji

Masalah Keperawatan Data yang PerluDikaji


Defisit Perawatan Diri Subjektif :
 Klien mengatakan dirinya malas mandi karena airnya dingin,
atau di RS tidak tersedia alat mandi
 Klien mengatakan dirinya malas berdandan
 Klien mengatakan ingin disuapi makan
 Klien mengatakan jarang membersihkan alat kelaminnya
setelah BAK maupun BAB

Objektif :
 Ketidakmampuan mandi/membersihkan diri ditandai dengan
rambut kotor, gigi kotor, kulit berdaki, dan berbau serta kuku
panjang dan kotor
 Ketidak mampuan berpakaian/berhias ditandai dengan rambut
acak-acakan, pakaian kotor dan tidak rapi, pakaian tidak
sesuai, tidak bercukur (laki-laki), atau tidak berdandan
(wanita)
 Ketidakmampuan makan secara mandiri ditandai dengan
ketidakmampuan mengambil makan sendiri, makan
berceceran, dan makan tidak pada tempat nya.
 Ketidakmampuan BAB/BAK secara mandiri ditandai
BAB/BAK tidak pada tempatnya, tidak membersihkan diri
dengan baik setelah BAB/BAK

F. Diagnosis Keperawatan

Defisit perawatan diri

G. Rencana Tindakan Keperawatan

1. Tujuan

Klien mampu melakukan aktivitas perawatan diri secara mandiri seperti


mandi/membersihkan diri, berpakaian/berhias, makan, dan BAB/BAK.

2. Tindakan Keperawatan Untuk Klien

- Mengkaji kemampuan untuk melakukan perawatan diri yang meliputi


mandi/membersihkan diri, berpakaian/berhias, makan, dan BAB/BAK
secara mandiri.
- Memberikan latihan cara melakukan mandi/membersihkan diri,
berpakaian/berhias, makan dan BAB/BAK secara mandiri.
- Keluarga mampu merawat anggota keluarga yang mengalami masalah
kurang perawatan diri

3. Tindakan keperawatan untuk keluarga klien

Keluarga dapat meneruskan melatih klien dan mendukung agar kemampuan klien
dalam perawatan dirinya meningkat. Serangkaian intervensi ini dapat saudara
lakukan dengan cara sebagai berikut :
- Diskusikan dengan keluarga tentang fasilitas kebersihan diri yang
dibutuhkan oleh klien agar dapat menjaga kebersihan diri.
- Anjurkan keluarga untuk terlibat dalam merawat dan membantu klien
dalam merawat diri (sesuai jadwal yang telah disepakati.
- Anjurkan keluarga untuk member pujian atas keberhasilan klien dalam
merawat diri.
DAFTAR PUSTAKA

Carpenito, Lynda Juall. 2001. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Edisi 8. Jakarta : EGC.
Depkes. 2000. Standar Pedoman Perawatan jiwa.
Kaplan Sadoch. 1998. Sinopsis Psikiatri. Edisi 7. Jakarta : EGC
Keliat. B.A. 2006. Modul MPKP Jiwa UI . Jakarta : EGC
Keliat. B.A. 2006. Proses Keperawatan Jiwa. Jakarta : EGC
Nurjanah, Intansari S.Kep. 2001. Pedoman Penanganan Pada Gangguan Jiwa. Yogyakarta :
Momedia
Perry, Potter. 2005 . Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta : EGC
Stuart, Sudden, 1998. Buku Saku Keperawatan Jiwa edisi 3. Jakarta : EGC
Santosa, Budi. 2005. Panduan Diagnosa Keperawatan Nanda, 2005 – 2006. Jakarta : Prima
Medika.
Stuart, GW. 2002. Buku Saku Keperawatan Jiwa. Edisi 5. Jakarta: EGC.
Tarwoto dan Wartonah. 2000. Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta. Townsend, Marry C. 1998.
Buku Saku Diagnosa Keperawatan pada Perawatan Psikiatri edisi 3. Jakarta. EGC
Nita Fitria. 2010. Buku Prinsip Dasar dan Aplikasi Penulisan Laporan Pendahuluan Dan
Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (LP dan SP).