Anda di halaman 1dari 8

Tugas KMB I

Bagian-Bagian Pada Mata (Pupil)

Oleh kelompok 3:

Akhmad Syaukani
Aldi Surahman
Fakhrujianoor
Fitriadi Akbar
M. Zikri
Mahda Amalina
Norhayati
Nujiha Urina
Widianita Damayanti
Yuyun purnama sari

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH BANJARMASIN

PRODI D3 KEPERAWATAN REGULER

TAHUN AKADEMIK 2012/2013


1. Anatomi dan fisiologi pupil mata

Pupil adalah bintik tengah yang berwarna hitam,yang merupakan celah dalam iris,tempat
cahaya masuk guna mencapai retina.

Pupil terletak pada lubang anterior di bagian tengah iris.

Akomodasi juga mengubah ukuran pupil. Kontraksi iris akan membuat pupil mengecil dan
dilatasi iris akan membuat pupil melebar.pupil mempunyai dua fungsi yaitu:

 Jika sinar terlalu banyak maka pupil menyempit agar sinar tidak seluruhnya masuk
kedalam mata karena dapat menyilaukan mata.bila keadaan gelap pupil akan melebar
mengharapkan banyak sinar dapat ditangkap. Hal ini disebut refleks cahaya.

 Respons dalam melihat benda. Jika mata melihat jauh kemudian melihat dekat maka
pupil berkontraksi agar terjadi peningkatan ke dalam lapang penglihatan.

2. Gangguan pada pupil

Pada beberapa orang yang mengalami gangguan mata, ukuran kedua pupil bisa berbeda. Satu
mata berukuran pupil normal, dan mata yang lain pupil lebih besar atau kecil. Hal ini
biasanya sering terjadi pada anak-anak.
Gejala pupil yang tidak seimbang atau dalam kamus kedokteran disebut Anisocoria ini
bervariasi dari bentuk ringan hingga parah. Anisocoria ringan tidak mengancam dan dapat
disembuhkan dengab pengobatan yang benar.

Orang yang mengalami ketidakseimbangan pupil, tidak bisa menahan pandangan untuk
jangka waktu yang lama. Mereka juga memiliki rasa takut terhadap cahaya, atau yang disebut
dengan photophobia.

Jika pupil tidak seimbang biasanya tekanan dan rasa sakit juga dirasakan di sekitar mata,
disertai dengan ketegangan mata yang parah. Ketidaknyamanan juga dirasakan pada bagian
tubuh lain, seperti sakit kepala, migrain dan rasa terbakar di bagian belakang leher juga
telinga.

Pupil yang tidak seimbang bisa karena bawaan sejak lahir atau hereditary atau disebabkan
oleh faktor-faktor luar lain termasuk gangguan kesehatan.

Berikut adalah faktor yang menyebabkan ukuran pupil mata tidak seimbang, yaitu:

1. Tetes mata

Beberapa tetes mata, obat alergi dan obat tetes anti gatal dapat menyebabkan pupil
membesar. Ini adalah penyebab kecil dan efeknya hanya berlangsung selama beberapa jam,
dan tergolong Anisocoria ringan.

2. Tanaman

Beberapa varietas tanaman dapat menyebabkan pelebaran pupil jika mengalami kontak
langsung dengan mata. Tanaman seperti bunga terompet atau Angel Trumpet, Deadly
Nightshade, melati kuning atau Yellow Jessamine bila bersentuhan dengan mata akan
memperbesar pupil.

3. Cedera kepala

Cedera kepala yang merusak saraf yang menghubungkan otak dan mata, sering menyebabkan
ukuran pupil abnormal dan menyebabkan kedua pupil berukuran berbeda. Jika
ketidakseimbangan pupil disebabkan oleh cedera kepala, segera lakukan pemeriksaan medis
karena hal ini bukanlah hal yang enteng.

3. Sindrom Horner

Sindrom Horner adalah jenis kelainan dimana saraf kelopak mata tetap terbuka yang
disebabkan karena kerusakan saraf oculosympathetic yaitu serat saraf simpatetik yang
mengendalikan wajah, mata, kelopak mata . Pupil akan terlihat sangat kecil dan tidak tanggap
terhadap cahaya.

Hal ini juga dapat disebabkan oleh kerusakan saraf simpatetik yang berjalan menyusuri arteri
karotid dan menghubungkan bagian belakang otak. Gejala ini dapat menandakan hal serius
seperti tumor atau penyakit jantung.

4. Kerusakan saraf cranial

Saraf kranial ketiga atau saraf oculomotor mengontrol gerakan mata dan otot yang
menyebabkan pembukaan dan penutupan mata. Kerusakan saraf ini menyebabkan ukuran
pupil tidak sama, penglihatan ganda serta kelopak mata terkulai.

Diabetes dapat merusak saraf ini dan menyebabkan pupil tidak seimbang. Obat-obatan, virus,
kafein, dan zat kimia tertentu dapat pula menyebabkan kerusakan saraf kranila ketiga.

5. Pupil Adie

Alasan tertentu di balik pupil Adie tidak diketahui. Kadang-kadang pupil yang tidak
seimbang dan dapat kembali ke bentuk normal tanpa pengobatan. Hal ini dapat disebabkan
oleh beberapa infeksi virus yang merusak serat saraf yang mengendalikan otot-otot mata yang
menyebabkan kesulitan dalam memfokuskan benda.

6. Penyebab lain

Pupil yang tidak seimbang dapat disebabkan oleh bakteri meningitis , ensefalitis yaitu
peradangan akut otak yang disebabkan oleh infeksi virus, tumor otak atau tumor dada. Dapat
juga karena efek obat-obat terlarang tertentu seperti kokain dan mariyuana.

Pupil mata tidak seimbang dapat didiagnosis dengan Neuro Imaging atau Magnetic
Resonance Imaging atau MRI. Penggunaan kacamata matahari juga bisa melindungi mata.
Antibiotik dapat diberikan jika penyebabnya bakteri meningitis. Sedangkan kortison dan
penghilang rasa sakit digunakan untuk mengobati pembengkakan dan mengurangi rasa sakit.

3. Fakta dibalik Pupil

Pupil mata, bagian dari mata kita yang berwarna hitam yang berperan dalam menerima
cahaya yang masuk ke dalam mata, tidak hanya membantu kita dalam melihat, tetapi juga
menunjukkan apa yang ada di dalam pikiran kita.

Berikut adalah 5 hasil percobaan psikologi yang menunjukkan bagaimana perubahan ukuran
dan bentuk dari pupil mata menunjukkan banyak aspek pikiran manusia.

1. Saya sedang berpikir keras


Perhatikan pupil mata saya dan tanyakan kepada saya siapakah Bapak Psikoanalisis, dan
kamu tidak akan melihat adanya perubahan ukuran yang terjadi pada pupil mata saya. Nama
Sigmund Freud akan dengan mudah saya sebutkan sebagai jawabannya.

Namun, tanyakan kepada saya mengenai hukum Weber atau hukum-hukum rumit di
pelajaran Fisika dahulu dan perhatikan pupil mata saya akan melebar.

Hal ini terjadi karena penelitian menunjukkan bahwa, semakin keras otak kita bekerja,
semakin melebar pula pupil mata kita. Ketika Hess and Polt (1964) memberikan tugas-tugas
sulit yang memeras otak kepada para partisipan penelitian mereka, pupil mata mereka
semakin melebar.

2. Otak saya kepenuhan.


Tetap perhatikan mata saya dan kamu akan mendapatkan bahwa pupil mata saya akan
semakin mengecil ketika saya berusaha menjelaskan tentang hukum Weber.

Penelitian yang dilakukan Poock (1973) menunjukkan bahwa pupil mata partisipan
penelitiannya akan mengecil ketika pikiran mereka dimasukkan berbagai informasi yang
membuat otak mereka kepenuhan hingga 125%

3. Otak saya rusak


Para dokter sering menyalakan senter dan mengarahkannya ke pupil mata pasien untuk
mengecek apakah otak pasien bekerja dengan baik atau tidak. Hal ini dilakukan dengan
memperhatikan pupil mata mereka. Pupil mata dengan otak yang sehat akan berbentuk bulat,
seimbang, dan reaktif terhadap cahaya.

4. Sesuatu menarik perhatian saya


Perubahan bentuk pupil mata juga dapat menunjukkan apakah seseorang tertarik terhadap hal
yang kamu katakan atau tidak.

White dan Maltzman (1977) melakukan penelitian ini dengan memperdengarkan tiga buah
rekaman yang bersifat erotis, horor, dan netral kepada para partisipan percobaan.

Pupil mata mereka melebar ketika mendengar ketiga rekaman itu. Akan tetapi, pupil mereka
tetap melebar dan semakin melebar ketika mereka mendengar rekaman yang bersifat erotis
atau horor.

5. Sesuatu membuat saya merasa jijik


Ketika, sesuatu hal menarik perhatian saya dan pupil mata saya melebar, maka ketika sesuatu
menjijikan bagi saya, pupil mata saya akan menyempit.

Hess (1972) menunjukkan sejumlah foto mayat kepada para partisipan penelitiannya. Mula-
mula, pupil mata mereka melebar karena syok melihat foto-foto tersebut. Akan tetapi, hal itu
tidak berlangsung lama karena beberapa detik kemudian pupil mata mereka menyempit dan
mereka enggan melihat foto-foto tersebut lagi.

Terlalu kecil hingga sulit diperhatikan?


Seperti yang kamu sadari setelah membaca beberapa reaksi pupil mata yang sama untuk
meresponi keadaan-keadaan yang berbeda, walaupun umumnya pupil mata kita akan melebar
ketika memberi respon positif dan menyempit ketika memberi respon negatif. Tetapi
sebenarnya hal ini sangat bergantung pada keadaan. (salah satunya kuat tidaknya intensitas
cahaya)

Beberapa hasil penelitian ini memanglah sangat menarik untuk dipelajari, namun apakah
benar kita dapat mendeteksi perubahan yang sangat kecil pada pupil mata seseorang?
Menurut penelitian dengan menggunakan fMRI, perubahan pada pupil mata seseorang sangat
sulit untuk kita ketahui, tetapi secara tidak sadar, kita mungkin telah menyadari perubahan
itu. (Demos et al., 2008).

Jadi, perubahan pada pupil mata mungkin dapat disebabkan karena suatu kejadian, termasuk
signal verbal maupun non-verbal, seperti insting untuk mendekati seseorang ataukah berlari
secepat mungkin ketika berjumpa dengan orang tersebut.

Satu hal yang pasti bahwa pupil mata adalah jendela menuju alam pikiran.
Pupil adalah lingkaran hitam terkecil di bola mata yang normalnya kedua ukurannya sama.
Tapi bila ukuran pupil tidak sama itu artinya ada yang tidak beres dengan mata.
Daftar Pustaka

Pearce C.Evelyn.2011.Anataomi dan Fisiologi Untuk Paramedis.Jakarta;PT.Gramedia


Pustaka Utama

Syaifuddin,Haji.2011.Anatomi Fisiologi;kurikulum berbasis kompetensi untuk keperawatan


dan kebidanan edisi 4.Jakarta.EGC