Anda di halaman 1dari 1

PAKU SARANG BURUNG

P
aku sarang burung (Asplenium nidus) merupakan tumbuhan yang termasuk dalam divisi
Pteridophyta. Tumbuhan ini sering dijumpai sebagai tanaman hias atau perindang
rumah/gedung. Tumbuhan ini mempunyai ukuran yang
cukup besar. Tingginya berkisar antara 40 – 150 cm. Tumbuhan
ini termasuk dalam kingdom Plantae dan superdivisi
Cormophyta dan divisi Pteridophyta yang berarti sudah
memiliki akar, batang, dan daun sejati serta sudah meiliki
vaskuler atau pembuluh angkut. Termasuk dalam kelas
Polypodiopsida, ordo polypodiales, famili Aspleniaceae, genus
Asplenium, dengan nama spesies Asplenium nidus, L.

Daun pada tumbuhan ini dibagi menjadi 2, yakni daun


kecil dan daun besar. Daun yang kecil berukuran panjang sekitar
7 -150 cm ke bagian atas yang menjadi ukuran tinggi dari
tanaman ini dan lebarnya 3-30 cm.
Daun pada tanaman ini perlahan-lahan menyempit sampai bagian
ujung. Susunan daun pada tumbuhan ini seperti bulu yang menyirip
dan teksturnya seperti kertas. Tangkai daun kokoh dan berwarna
hitam. Pada daun paku sarang burung muda, ujung daun
menggulung. Daun pada tanaman ini juga dikenal menjadi 2 jenis,
yakni daun tropofil (steril) untuk fotosintesis dan daun sporofil
untuk proses pembentukan spora/perkembangbiakan. Pada daun
sporofil, sorus terletak di permukaan bawah daun, tersusun
mengikuti venasi atau tulang daun, berbentuk garis dan berwarna
coklat tua. Paku ini mengalami metagenesis dan yang kita jumpai di
alam adalah pada fase sporofit.

Manfaat tanaman ini selain sebagai tanaman hias atau perindang, juga sebagai obat
bengkak dan luka memar. Cara pengaplikasiannya adalah dengan mencuci daun paku sarang
burung segar dan ditumbuk halus, kemudian ditambah sedikit dengan anggur dan direbus dengan
air 200 ml selama 15 menit. Kemudian ditorehkan kebagian yang luka atau bengkak.

Anda mungkin juga menyukai