Anda di halaman 1dari 4

1.

Sifat Polarisasi cahaya


Polarisasi cahaya atau polarisasi optik adalah salah satu sifat cahaya yakni jika
cahaya bergerak berosilasi dengan arah tertentu. Cahaya termasuk gelombang
elektromagnetik yang berarti mempunyai medan listrik dan medan magnet, keduanya
berposisi tegak lurus satu sama lain dan tegak lurus terhadap arah rambatanya
(Guntur,Utama.1999:183). Disamping itu, cahaya dikategorikan sebagai gelombang
transversal yang merambat tegak lurus pada arah rambatannya. Dengan kata lain,
polarisasi dapat terjadi bila cahaya tersebut merupakan gelombang elektromagnetik
dan gelombang transversal.
2. Polarisasi Linear
Pandang dua gelombang dalam vektor medan listrik :

ϵ = beda fase relatif antara 2 gelombang. Resultan kedua gelombang

Jika mempunyai fase sama, maka resultannya

Resultan mempunyai amplitudo yang konstan gelombang resultan


adalah gelombang terpolarisasi linear .
3. Polarisasi Melingkar
Polarisasi lingkaran. Apabila gelombang memiliki amplitudo tetap, tetapi arah medan
beruabh-ubah. Polarisasi ini terjadi apabila dua gelombang dengan amplitudo yang
sama bersuperposisi. Apabila vektor kedua optik pada persamaan sebelumnya
memiliki amplitudo yang sama besar

yaitu ,
Kedua gelombang resultan dengan memiliki perbedaan arah putar. Besar
amplitudo tetap, tetapi arah putarnya berlawanan. Untuk arah putar

berlawanan jarum jam, sedangkan untuk arah putarnya searah jarum jam.
Arah ini dilihat pada proyeksi yang dibuat di x=0 dan arah rambat gelombang pada
arah x positif ke arah pengamat

4. Polarisasi Elips
Sama seperti polarisasi lingkaran, tetapi dengan amplitudo tidak selalu sama besar.
Suatu gelombang dikatakan terpolarisasi elips apabila ujung vektor medanelektrik
(atau medan magnetik) pada suatu titik membentuk kedudukan elipsdalam ruang.
Pada variasi waktu sesaat, medan vektor berubah secara kontinyuseiring waktu
dengan cara yang sama untuk menggambarkan tempat kedudukan elips. Arah rotasi
ditentukan dengan menggunakan aturan yang sama sepeti halnya pada polarisasi
sirkular. Sebagai tambahan untuk mengetahui arah rotasi,gelombang yang
terpolarisasi elliptical juga dinyatakan dengan rasio aksial yang besarnya merupakan
perbandingan sumbu mayor terhadap sumbu minornya. Kondisi yang memenuhi hal
ini adalah apabila vektor medan (elektrik ataumagnetik) memiliki :
a.Medan harus mempunyai dua komponen orthogonal linear, dan
b.Kedua komponen dapat memiliki besaran yang sama atau berbeda.
c.(1) Jika keduanya memiliki besaran yang berbeda, beda fasa-waktudiantara
keduanya tidak boleh 0o atau perkalian 180o (karena akan bersifatlinier).
(2) Jika kedua komponen memiliki besaran yang sama, beda fasa-waktudiantara
keduanya tidak boleh kelipatan bilangan ganjil dari 90o (karenaakan bersifat circular).
5. Hukum Malus

Persamaan dikenal dengan Hukum Malus, ditemukan oleh Etienne


Louis Malus pada tahun 1809. Dari persamaan hukum Malus ini dapat disimpulkan :
1. Intensitas cahaya yang diteruskan maksimum jika kedua sumbu polarisasi sejajar
(= 00 atau = 1800).
2. Intensitas cahaya yang diteruskan = 0 (nol) (diserap seluruhnya oleh analisator) jika
kedua sumbu polarisasi tegak lurus satu sama lain.