Anda di halaman 1dari 13

BAB III

APOTEK SINGGANI PURA

1.1 Sejara apotek singgani pura
Pada tahun 1994 di dirikan sebuah apotek dengan nama “apotek
Lancar” oleh bapak Danny Tumedia, sebagai emilik sarana apotek yang
kemudian berganti nama menjadi “apotek singgani pura”, yang berlokasi
di jalan jendral sudirman No.24 palu. Lokasi tersebut sangat strategis di
tinjau dari segi jumlah penduduk, dan mudah di jangkau. Kemudian pada
tanggal 28 februari 2007 apotek singgani pura berpindah tangan dari bapak
Danny Tumedia kepada bapak dr. Alfreth langitan SpB. Apotek
singganipura telah mengalami pergantian apoteker pengelola apotek, oleh
bapak yunus toding s.si Apt. Sejak tahun 2002, sampai tahun 2011
kemudian di gantikan oleh Drs. Nicolas R. Pasau, Apt sampai sekarang.
3.2 Tata ruang tempat apotek
Apotek singgani pura memiliki tata ruang yakni:
a. Ruang tunggu pasien merupakan tempat antrian untuk
menunggu giliran berobat. Ruang tunggu terletak di baian
masing-masing dekat dokter raktek.
b. Ruang apotek dokter merupakan tempat konsultasi dan praktek
dokter pada pasien. Ruang praktek dokter ahli kandungan dan
kebidanan tempatnya paling depan samping apotek kemudian
ruang apotek kemudian ruang praktek dokter ahli bedah
dibelakang dokter kandungan sedangkan dokter gigi terletak
disamping kiri apotek bagian belakang dan disamping tempat
praktek dokter ahli saraf dan akunpunturis.
c. Ruang etalase atau lemari obat merupakan tempat
penyimpanan obat berdasarkan alfabetis dan bentuk sediaan.
Ruang etalase berada dalam apotek bagian depan untuk
penjualan dan pelayanan obat bebas tanpa resep dokter. Lemari
obat resep terdapat di belakang ruang pelayanan.

g. f. Ruang peracikan berada didalam ruang pelayanan resep karena obat yang ada resep dokter disimpan dilemari obat yang terletak didekat ruang peracikan. Ruang peracikanmerupakan tempaty meracik obat berdasarkan resep dokter praktek di apotek. Gudang merupakan tempat penyimpanan obat yang baru masuk dan disusun berdasarkan expire date yang terletak di belakang ruang peracikan. Loket merupakan tempat pendaftaran pasien yang mau berobat dan mengambil nomor antrian. Toilet merupakan tempat untuk buang air kecil dan air besar. pembagian ruangan dan kenyamanan pasien serta dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Tempanya disamping kasir. . Kasir merupakan tempat pengelolaan adminstrasi penjualan obat.3 Struktur organisasi Dalam suatu organisasi. e. Dengan adanya struktur organisasi dalam suatu apotek akan menjelaskan posisi dan hubungan antara staf atau karyawan yang satu dengan yang lainnya sehingga dapat membantu kelancaran dalam upaya pengelolaan apotek dengan lancar dan baik. struktur organisasi sangatlah penting untuk dapat mengorgan isir secara sistematis pelaksanaan tugas dan tanggung jawab masing-masing staf atau karyawan. Diapotek singgani pura terdapat dua tilet pertama untuk karyawan yang berada di apotek dan untuk umum berada di apotek dan untuk umum berada diluar apotek disamping ruang praktek dokter ahli bedah. d. Pembagian ruangan ini penting untuk menjamin kelancaran pengelolaan apotek dan pelayan obat untuk lebih jelas. h. 3.

Pengadaan merupakan proses penyediaan obat yang dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan di apotek. Pemesanan. Pengadaan. dalam hal ini meliputi: 1. Pemesanan merupakan proses pemesanan barang kepada PBF yang sudah di pesan sesuai SP Apotek.4 Pengelolaan Apotek Sistem pengelolaan Apotek singgani pura di sesuaikan dengan tugas dan fungsi apotek. Perencanaan. 3. . 4. 2. Apoteker Pemilik sarana pengelola apotek Apotek (APA) (APA) Kasir/ Administra Asisten Juru Gudang Keuangan si Apoteke racik r Struktur organisasi apotek singgani pura 1. Penerimaan obat. Perencanaan merupakan suatu kegitan perencnaan pengadan obat yang bertujuan menetapkan jenis jumlah obat yang sesuai dengan pola penyakit dan kebutuhan pelayanan kesehatan dasar termasuk program kesehatan yang telah di tetapkan.

mengelola. a. dan pengecekan kartu stock di rekap dan diusulkan kepada dokter praktek kemudian rekapan obat dibuatkan surat psanan ke distributor. barang terhindar dari kerusakan fisik. pencarian barang mudah dan cepa. Penerimaan obat merupakan suatu kegiatan dalam menerima obat-obatan yang diserahkan dari unit pengelola yang lebih tinggi kepada unit pengelola di bawahnya yang selanjutnya akan digunakan untuk menunjang pelayanan di apotek. dan kosmetik penjualan obat bebas di bukukan. Administrasi Bertugas membuat pembukaan dan laporan-laporan. Membuat. Maka dalam pengelolaannya Apoteker di bantu oleh seorang asisten apoteker. kosmetika dan obat tradisional yang bermutu serta terjamin. b. Obat yang di terima di . sebagai berikut: 1. meracik obat dan bahan obat untuk melayani resep dokter dan menyerahkan kepada pasien di sertai informasi pemakaian obat. untuk tercapainnya keseimbangan pengelolaan diperlukan manajemen yang baik. Penyimpanan. 7. 1. Penyimpanan merupakan kegiatan dan usaha untuk mengelola barang persediaan sehingga harus dilakukan sedemikian rupa agar kualitas perbekalan kesehatan farmasi dapat dipertahankan. obat tradisional. serta tenaga kerja lainnya yang tlah berpengalaman dalam pengelolaan apotek ini dapat berjalan dengan baik. 6. barng aman dari pencuri dan mempermudah pengawasan stock. Oleh sebab itu. pemakaian obat. obat bebas terbatas. Perencanan pengadaan obat. 5. dan obat wajib apotek. Menyediakan alat kesehatan. Pengadaan obat berdasarkan penjualan bebas khusus untuk obat bebas atau bebas terbatas. Pengelolaan umum a. 8. Memberikan pelayanan langsung tanpa resep khusus untuk obat bebas.

2). Pemilihan PBF yang sesuai. b. Buku Defacta gudang yang memuat barang-barang kebutuhan yaitu: a. tembusan disampaikan kepada Balai POM Palu. yaitu menyediakan obat-obat yang dibutuhkan. kosmetika dan obat tradisional. Keuangan Dalam pengelolan keuangan yang perlu di laporkan yaitu pemasukan uang hasil penjualan obat bebas. Obat yang banyak di resepkan oleh dokter. 2. Laporan psikotropika Laporan penggunaan Narkotika dan psikotropika ini dibuat setiap bulannya yanpg di legalisir oleh dinas kesehatan propinsi. alat kontrasepsi. Pengelolaan obat yang dilakukan di apotek singgani pura meliputi: A. Adapun hal-hal yang harus di perhatikan sebelum melakukan kegiatan pengadaan barang yaitu : 1). 4. dan obat bebas terbatas yang banyak dibeli oleh masyarakat umum. . dan sebagainya arsip Apotek. maupun dengan menggunakan resep setiap hari kerja disertai laporan harian kemudian di bukukan kembali oleh bagian keuangan dan dilakukan rekpitulasi untuk bulanan dan tahunan. 3. bahan obat. alat-alat kesehatan. 2. cek dengan surat pesanannya kemudian disimpan menurut alfabetis dan sesuai suhu penyimpanannya. Laporan harian yang terdiri dari laporan keuangan berdasarkan resep dan laporan keuangan penjualan obat bebas. Obat-obat bebas. Pengadaan barang Pengadaan barang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan di apotek yang meliputi obat-obatan. dan persediaan obat yang masih ada. Pengelolaan obat.

B. Pencatatan-pencatatan barang dilakukan dengan system komputerisasi. nomor faktur. dinas kesehatan propinsi. Batch Setelah itu faktur dan salinannya ditandai dengan disertai cap. untuk menjaga agar tidak terjadi kekosongan dan penumpukan stok obat. atau ruak 3. Apakah barang tersebut sesuai dengan barang yang dipesan (nama obat. jumlah. Barang yang telah di pesan diterima oleh asisten apoteker dan diperhatikan : 1. Pencatatn ini. No. nama barang. dinas kesehatan propinsi. pihak penyalur akan mengirimkan barang sesuai dengan pesanan yang disertaii dengan surat pengantar barang/faktur. PBF local dan arsip apotek. dilegalisir oleh dinas kesehatan propinsi serta ditandai tangani oleh APA. merek. PBF. Sedangkan untuk surat pesanan psikotropika dibuat tiga rangkap . dan barang-barang yang laku keras. kemudian faktur asli diserahkan kembali pada distributor. nama penyalur. dan arsip apotek. dan jumlah barang serta tanggal kadarluasa barang. Apakah barang dalam keadaan baik. Tanggal kadarluasa barang yang dipesan 4. Bonus jangka waktu pembayaran. dan salinannya untuk apotek. khusus untuk surat pesanan narkotika dibuat empat rangkap. dan kurang laku. dan dilegalisir oleh dinas kesehatan propinsi. Pelayanan yang baik dan cepat serta kualitas dan kuantitas barang. Dalam hal ini pengadaan barang harus diperhatikan kapasitas gudang. Pemesanan obat dilakukan melalui PBF resmi dengan menggunakan surat pesanan yang di tanda tangani oleh APA. meliputi tanggal penerimaan barang. masing-masing untuk : PBF. dan harganya) 2. laku sedang. Registrasi/No. . masing-masing. Penerimaan barang Setelah mendapat surat pesanan (sp).

sistem penyimpanan di gudang maupun di etalase pada system FIFO (first in first out) yaitu obat-obat yang masuk lebih dahulu. Aman 2. obat-obat dengan masa kadarluarsa lebih pendek akan diprioritaskan untuk terdistribusi lebih dahulu.C. . adalah sebagai berikut: 1) Obat generik dan paten yang tidak memrlukan kondisi penyimaan tertentu. Penyimpanan barang Barang yang telah diperiksa disimpan pada tempat yang sesuai dengan syarat penyimpanan yang baik. Bersih 3. Sirkulasi udara lancar Cara penyimpanan barang di apotek singgani pura. obat tetes mata. jumlah barang keluar. nama obat. tablet. dan sisanya. Penyimpanan barang digudang dilakukan dengan mengunakan kartu stock gudang yang memuat. akan dikeluarkan lebih dahulu. Tidak terkena sinar matahari langsung 5. disimpan dan disusun berdasarkan bentuk sediaan seperti saleb. dan FEFO (first expired fisrt out)yaitu. jumlah barang masuk. Tidak lembab 4. Barang/obat yang dikeluarkan dari gudang selalu dilakukan pencatatn agar petugas gudang mengetahui jumlah barang yang ada selain itu dapat mempermudah dalam proses pemesanan barang. sirup/cairan dan disusun berdasarkan abjad. 3) Obat narkotika dan psikotropika sesuai dengan ketentuannya disimpan tersendiri dalam lemari khusus. injeksi atau sediaan parenteral dan lainnya disimpan tersendiri dalam lemari es. 2) Obat termolabil yang memerlukan kondisi penyimpanan yang dingin seperti suppositoria. yaitu: 1.

Untuk mencegah harga yang terlalu tinggi. maka perlu dilakukan penetapan harga jual apotek. 1) pengelolaan psikotropika Pengelolaan psikotropika di apotek singgani pura ditangani oleh asisten apoteker yang diberi tanggung jawab oleh apoteker pengelola apotek. obat daftar obat wajib apotek (DOWA). Penjualan Apotek merupakan tempat pengabdian profesi apoteker pengelola apotek dan asisten apoteker. Penjualan obat dengan resep Penjualan ini merupakan bagian penting dan terbesar dalam pengelolaan apotek. Penjualan obat di apotek singgani pura dibedahkan atas dua macam antara lain: a. Penjualan obat tanpa resep Penjualan tanpa resep ini dilakukan untuk penjualan obat bebas. Adapun syarat-syarat pesanan yang di buat yaitu sebagai berikut: 1) untuk surat pesanan narkotika surat pesanan dibuat masing-masing 4 rangkap yang di tanda tangani oleh APA disertai nama. dan cap apotek. nomor SI. b. penjualan ini dilakukan dengan menggunakan nota penjualan obat. yang tidak terjangkau oleh masyarakat dan menjamin pendapatan atau omset sehingga mendapatkan keuntungan. Berikut pengelolaan obat psikotropika di apotek singgani pura : a. Empat rangkap surat pesanan tersebut dilegalisir di Dinas Kesehatan Propinsi. dan alat- alat kesehatan (alkes). yang meliputi obat racikan dan obat jadi. . obat bebas terbatas. selain itu juga merupakan usaha yang di dirikan untuk mendapatkan kentungan.D. Dalam mengimbangi kedua fungsi ini. pengadaan obat narkotika dan psikotropika pengadaan obat narkotika dan psikotropika dilakukan berdasarkan kebutuhan pelayanan apotek dengan menggunakan surt pesanan (SP) kepada pedagang besar farmasi (PBF) kimia farma.

dan kondom yang di jual secara bebas maupun melalui resep dokter. Kemudian dilakukan pencatatan pada buku khusu yang meliputi : nama resep. Pengeluaran obat narkotika dan psikotropika Pengeluaran obat narkotika dan psikotropika di apotek singgani pura hanya dilakukan apabila ada permintaan tertulis melalui resep dokter. balai POM . Setiap surat pesanan berlaku untuk atu item obat. alat kontrasepsi yang disediakan antara lain : pil KB. 3) Pengelolaan personalia Dalam pelaksanaan pengelolanya.nama pasien.masing untuk . 2) Pengelolaan obat kontrasepsi Apotek singgani pura menyediakan beberapa jenis alat kontrasepsi untuk pelaksanaan KB. Resep ini dicatat dalam kartu stock dan harus ada nomor resepnya. Apotek hanya melayani resep asli dokter yang di paraf oleh dokter bersangkutan. PBF. diperlukannya. untuk mencegah terjadinya penyalagunaan. b. injeksi. c. nama obat dan jumlah obat yang diberikan. Penyimpanan obat narkotika dan psikotropika Golongan obat narkotika dan psikotropika di apotek singgani pura disimpan dilemari terkunci yang terbuat dari kayu. Salinan resep yang berisi narkotika dan psikotropika yang tidak dilayani full hanya bisa dilayani jika apotek mempunyai. diperlukan kerja sama yang baik dan pembagian tugas yang tepat bagi setiap personalianya.menyimpan resep asli pengeluaran obat narkotika dan psikotropika. . dan Arsip Apotek. yang diberi tanda khusus yang di tandai tinta nberwarna merah. dimana lemari tersebu memiliki dua pintu dan kunci tersendiri. dinas kesehatan propinsi.

Sistem pembayaran gaji karyawan dilakukan sekali pemilik sarana apotek. efek samping. Pelayanan informasi obat Peran penting apoteker/asisten apoteker di apotek adalah dalam menjalankan program komunikasi. Dalam kegiatannya. dokter ahli bedah. khasiat obat yang di berikan. . Pemberian informasi obat kepada pasien. informasi yang dapat diberikan pada saat penyerahan obat kepada pasien baik dengan resep maupun obat bebas. Apotek diharapkan dapat melayani semua permintaan obat dan tidak menolak resep. Apotek singgani pura memiliki beberapa personalia antara lain sebagai berikut: 1. basarnya tanggung jawab dan jabatan serta lama kerja. apotek singgani pura akan terus berusaha melengkapi persediaan obat dan alat kesehatan baik dalam jumlah maupun jenisnya. Pemberian informasi obat ini diberikan antara lain: cara dan waktu pemakaian obat. FlnaCS. merupakan program dalam memberikan pelayanan kefarmasian yang lebih baik kepada pasien. Saat ini apotek singgani pura menyediakan 4 ruangan untuk praktek antara lain : 1. asisten apoteker : 2 orang 4. dan kontra indikasi dari obat yang diserahkan ini terutama obat yang dijual bebas. 5). keuangan/kasir : 1 orang 5. Upaya tersebut dilakukan untuk menigkatkan pelayanan yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan konsumen. pemilik sarana apotek : 1 orang 2. Dr. Proses pelayanan sediaan farmasi Upaya melakukan pelayanan sediaan farmasi apotek melaksanakan fungsi dan peran apotek terutama dalam pelayanan obat. apoteker pengelola apotek : 1 orang 3. juru racik/gudang : 1 orang dalam pemberian gaji pegawai disesuaikan dengan tingkat pendidikan. Alfreth langitan SpB.

00 WITA. Tergantung kepada pasien itu sendiri. Adapun alur pelayanan sediaan farmasi di apotek singgani pura yaitu: 1. 7. Pasien menyerahkan rsesp kepada bagian asisten apoteker atau apotekernya 5. kemudian di beri resep obat. Dengan demikian. c. Pasien mendaftar dan mengambil nomor antrian terlebih dahulu di bagian loket apotek. meliputi : a. Asisten apoteker mengambilkan obat resep yang telah di setujui pasien dan memberi atiket obat. Adapun kegiatan yang dilakukan di apotek singgani pura tiap harinya. Pasien sudah memasuki ruang dokter dan diperiksa. 3. 3.00-23. . yaitu melakukan penjualan obat bebas tanpa resep. Kemudian asisten apoteker mengoreksi dan menghitung biaya resep tersebut dan menanyakan kembali kepada pasien setuju atau tidaknya resep itu di ambil semuanya. 4. 2. Pelayanan obat bebas.5 Kegiatan apotek rangkaian kegiatan apotek singgani pura dimulai pada pagi hari pukul 08. Asisten apoteker menyerahkan obat pada pasien dan menyampaikan informasi tenatng tata cara pemakaian obat tersebut. Pasien menunggu giliran antrian untuk melakukan pemeriksaan atau diagnosa pada ruang dokter. Pembersihan ruangan dan persiapan pelayanan oleh pembantu b. adanya beberapa praktek dokter ini tentu saja akan menambah resep yang masuk ke apotek. 6. Pencatatan obat-obatan yang hampir habis oleh petugas gudang untuk selanjutnya dilakukan pemesanan kepada sales/detailer yang berkunjung ke apotek atau langsung ke PBF yang telah dipilih.

b. c. diperiksa kelengkapan resep.d. . Adapun tata cara pelayanan obat dengan resep yaitu sebagai berikut: a. Penyerahan obat Sebelum di serahkan. Pelayanan obat dengan resep. setelah itu pasien menyatakan kesanggupannya/persetujuannya. Penerimaan resep Saat resep di terima. dan dijelaskan aturan cara pemakaianya dan informasi lain yang ada hubungannya dengan obat yang diserahkan. setelah itu diberikan pada pasien. Pelayanan informasi obat. Pengerjaan resep Resep diracik sesuai bentuk sediaan yang diminta dalam resep dan obat-obat siap pakai. baik obat non resep maupun obat dengan resep oleh Asisten Apoteker (AA) atau Apoteker penanggung jawab Apotek (APA). kemudian di beri etiket. e. kemudian diberitahukan kepada pasien. dan di hargakan. diperiksa kembali obat yang akan di serahkan. dilihat persediaan obat.