Anda di halaman 1dari 5

SAP 2

PERILAKU KEPEMIMPINAN

I TIPE-TIPE UTAMA PERILAKU KEPEMIMPINAN


Perilaku seorang pemimpin dengan pemimpin yang lainnya mungkin sangat lah berbeda beda,
walaupun ada banyak juga yang hampir menyerupai, disini ada 4 perilaku pemimpin menurut HOUSE,
yaitu:
1. Pemimpin yang Direktif. Pemimpin yang memberitahu kepada para pengikut mengenai apa yang
diharapkan dari mereka, menentukan pekerjaan yang harus diselesaikan, memberikan bimbingan khusus
terkait dengan cara menyelesaikan berbagai tugas tersebut..
2. Pemimpin yang Suportif. Pemimpin yang ramah dan memperhatikan kebutuhan para pengikutnya
3. Pemimpin yang Partisipatif. Pemimpin yang melakukan perundingan dengan para pengikutnya dan
menggunakan saran-saran mereka sebelum mengambil suatu keputusan
4. Pemimpin yang Berorientasi Pencapaian. Pemimpin yang menetapkan tujuan-tujuan dan
mengharapkan para pengikutnya untuk bekerja dengan sangat baik.

II METODE UNTUK MEMPELAJARI DAMPAK PERILAKU PEMIMPIN


Ada 3 hal penting dalam metode kepemimpinan, yaitu :
1) Mempunyai visi yang jelas
Visi (target) ini merupakan sebuah daya atau kekuatan untuk melakukan perubahan, yang mendorong
terjadinya proses ledakan kreatifitas dari orang-orang yang ada dalam organisasi tersebut. Seorang
pemimpin adalah inspirator perubahan dan visioner, yaitu memiliki visi yang jelas kemana organisasinya
akan menuju. Tanpa visi, kepemimpinan tidak ada artinya sama sekali.
2) Responsif
Artinya dia selalu tanggap terhadap setiap persoalan, kebutuhan, harapan dan impian terhadap mereka
yang dipimpinnya. Selain itu, selalu aktif dalam mencari solusi dari setiap permasalahan ataupun
tantangan yang dihadapi organisasinya.
3) Seorang pelatih atau pendamping bagi orang-orang yang dipimpinnya (performance coach)
Artinya dia memiliki kemampuan untuk menginspirasi dan mendorong anak buahnya dalam menyusun
perencanaan (termasuk rencana kegiatan, target/sasaran, rencana kebutuhan sumber daya dsb).

III DAMPAK DARI TUGAS DAN HUBUNGAN PERILAKU


Kontrol situasi mengacu pada keadaan lingkungan organisasi yang menentukan gaya kepemimpinan
yang diterapkan oleh seorang pemimpin di suatu lembaga pendidikan. Kontrol situasi merentang dari

1
tinggi ke rendah. Kontrol situasi tinggi ditandai oleh hubungan anggota yang positif, begitupula
sebaliknya. Kontrol situasi terdiri dari 3 aspek:
a. hubungan pemimpin-bawahan (leader-member relations),
b. struktur tugas (task structure), dan
c. kekuasaan karena posisi (position power)
Jika hubungan pemimpin bawahan baik, maka pemimpin akan lebih mudah
menanamkan pengaruh dan kekuasaan daripada jika hubungan tersebut tidak
baik. Situasi hubungan baik atau tidak baik ini mempengaruhi
pemimpin dalam menentukan gaya kepemimpinan yang relevan dengan situasi
itu.
Struktur tugas ini menentukan gaya kepemimpinan seseorang. Jika dalam suatu organisasi berada
dalam situasi di mana tugas-tugas telah dirumuskan secara rinci dan jelas, maka gaya kepemimpinan yang
berorientasi pada tugas yang diterapkan oleh seorang pemimpin. Sebaliknya, jika tugas-tugas bawahan
kurang terstruktur, maka gaya kepemimpinan yang berorientasi pada hubungan antar manusia tepat
diterapkan.
Kekuasaan karena posisi mengacu pada derajat dengan mana pemimpin mempunyai kekuatan
formal dan aktual untuk mempengaruhi orang lain (bawahan) dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Secara konseptual, semakin besar pemimpin menggunakan kekuasaan karena posisi yang diembannya,
maka gaya kepemimpinan yang berorientasi tugas diterapkan. Sementara semakin kecil pemimpin
menggunakan kekuasaan karena posisi yang diembannya, semakin besar pemimpin menerapkan gaya
kepemimpinan yang berorientasi pada hubungan antar manusia. Struktur tugas mencakup adanya tata
aturan, deskripsi pekerjaan dan kebijakan, petunjuk mengerjakan tugas, dan kontrol pelaksanaan tugas.
Ditinjau dari hubungan pemimpin-bawahan, semakin baik hubungan pemimpin-bawahan semakin
memerlukan kepemimpinan yang berorientasi pada hubungan antar manusia, begitu pula sebaliknya.
Ditinjau dari struktur rugas, semakin terstruktur tugas bawahan, semakin gaya kepemimpinan cenderung
berorientasi pada tugas, begitu pula sebaliknya. Ditinjau dari kekuatan posisi, semakin banyak pemimpin
menggunakan kekuasaanya melalui posisi yang dimiliki, maka gaya kepemimpinan cenderung
berorientasi pada tugas.

IV PERENCANAAN, MONITORING OPERASIONAL DAN KINERJA


1. Perencanaan
Perencanaan merupakan salah satu fungsi pokok manajemen yang pertama harus dijalankan.
Sebab tahap awal dalam melakukan aktivitas perusahaan sehubungan dengan pencapaian tujuan
organisasi perusahaan adalah dengan membuat perencanaan. Perencanaan terdiri dari aspek, yakni :
1. Penentuan tujuan yang akan dicapai.

2
2. Memilih dan menentukan cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan atas dasar
alternatif yang dipilih.
3. Usaha-usaha atau langkah-langkah yang ditempuh untuk mencapai tujuan atas dasar alternatif
yang dipilih.

2. Monitoring
Kegiatan monitoring bertujuan untuk memantau suatu kegiatan penelitian dan pengembangan dalam
pencapaian sasaran. Kegiatan monitoring meliputi mekanisme monitoring, fokus monitoring, acuan
monitoring, jadwal monitoring.
Monitoring adalah pengumpulan dan analisis informasi secara sistematis untuk melihat kemajuan
dari suatu project. Monitoring bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas dari sebuah project
atau organisasi. Monitoring berdasarkan target dan kegiatan yang telah direncanakan selama proses
pekerjaaan berlangsung. Monitoring dapat membantu pekerjaan tercatat dalam jalurnya, dan managemen
mudah mengetahui suatu kesalahan dalam pekerjaan. Monitoring memungkinkan anda untuk menentukan
sumber mana yang tersedia dengan cukup baik dan dapat digunakan, dan juga kapasitas yang mencukupi
dan sesuai, sehingga anda dapat melakukan apa yang telah anda rencanakan.
Monitoring mencakup hal-hal sebagai berikut:
 Menenetukan indikator dari efficiency, effectiveness dan impact;
 Merencanakan sistem untuk mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan indikator;
 Mengumpulkan dan mencatat informasi;
 Menganalisa informasi;
 Menggunakan informasi untuk menginformasikan day-to-day managemen
Mekanisme Monitoring
Pelaksanaan monitoring dapat dilakukan dengan berbagai cara, disesuaikan dengan situasi dan kondisi
yang ada. Untuk monitoring di tingkat lapangan dapat dilakukan dengan cara diskusi langsung secara
intensif bersama para stakeholder yang terlibat dalam kegiatan, atau dengan presentasi setiap kegiatan
oleh penerima manfaat pada waktu yang disepakati. Sedangkan untuk monitoring yang dilakukan oleh
Tim pelaksana program akan dilakukan dengan cara presentasi dan dilanjutkan dengan kunjungan ke
lapangan.
3. Indikator kinerja
Indikator kinerja adalah ukuran kuantitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran
atau tujuan yang ditetapkan berdasarkan output dan outcome.
Fungsi indikator kinerja adalah :
 Memperjelas apa, berapa dan bagaimana kemajuan pelaksanaan kegiatan/program dan kebijakan
 Menciptakan kesepakatan yang dibangun oleh berbagai pihak terkait.
 Membangun dasar bagi pengukuran, analisis dan evaluasi kinerja.
3
 Merupakan ukuran keberhasilan (akuntabilitas) Satuan Kerja dalam melaksanakan tugas dan
fungsinya.

V KEPEMIMPINAN SUPORTIF
Kepemimpinan Suportif yaitu gaya kepemimpinan yang selalu bersedia menjelaskan segala
permasalahan pada bawahan, mudah didekati dan memuaskan hati para karyawan. Pemimpin tipe ini
biasanya menunjukan sikap yang ramah dan menunjukan kepedulian pada bawahaannya,
mempertimbangkan kebutuhan dari para bawahan, menunjukkan perhatian mereka untuk menciptakan
kesejahteraan dan ramah lingkungan kerja. Hal ini termasuk meningkatkan motivasi dari diri dan
membuat pekerjaan lebih menarik. Gaya seperti ini sangat efektif ketika menghadapi pekerjaan yang sulit,
stres, membosankan atau berbahaya. Perilaku ini sangat diperlukan dalam situasi di mana tugas atau
hubungan fisik atau psikologisnya kurang baik.

4
DAFTAR PUSTAKA

https://monitoringevaluation.wordpress.com/2011/09/30/panduan-perencanaan-monitoring-dan-evaluasi/
(diakses tanggal 19 september 2016)
http://adityajanata-softskill.blogspot.co.id/2012/10/tipe-gaya-dan-perilaku-pemimpin.html (diakses
tanggal 19 september 2016)
https://nenglyla.wordpress.com/2013/08/01/perilaku-kepemimpinan/ (diakses tanggal 19 september 2016)
Putra, Cristian B. dkk. 2013. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Direktif, Suportif, Dan Partisipatif Terhadap
Kinerja Karyawan (Studi Pada PT. Astra Internasional Tbk. Daihatsu Malang). Jurnal Administrasi
Bisnis, Vol. 2 No. 2, pp: 11 - 20