Anda di halaman 1dari 11

FIIL

DI SUSUN OLEH KELOMPOK :


NAMA : YUYUN
NURBAYA TANDESSA
ODE FADLI AMANTO
ADITYA LAOMBI

KELAS : XI IPS 1

MAN 2 MALUKU TENGAH


TAHUN AJARAN 2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga kami dapat menyelesaikan
penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga
makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi
pembaca dalam memahami makalah ini

Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan


pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki
sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................


DAFTAR ISI ..............................................................................................
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah .........................................................................
B. Rumusan Masalah ...................................................................................
BAB 2 PEMBAHASAN :
A. Pengertian Fiil Mudhori ..........................................................................
B. Kalsifikasi Fiil Mudhori ..........................................................................
C. Ciri-ciri Fiil Mudhori ..............................................................................
BAB 3 PENUTUP :
A. Kesimpulan ............................................................................................
B. Saran ......................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sebagai Umat Islam, kita dituntut untuk bisa mengkaji dan mempelajari Al-Qur’an dan
Sunnah, sebagai dua sumber utama ajaran Islam yang harus kita pegang teguh. Tentunya, kita
tidak mungkin memahami kedua sumber itu kecuali setelah mengetahiu kaidah-kaidah Bahasa
Arab, khususnya Ilmu Nahwu dan Ilmu Sharaf. Karena keduanya merupakan kunci dalam
mempelajari al-Qur’an dan Sunnah.
Ketika hendak mempelajari ilmu Nahwu dan Sharaf, kebanyakan kalangan Umat Islam
masih mempunyai pandangan bahwa belajar Ilmu Nahwu itu sulit, Sehingga banyak juga
kalangan Umat Islam yang merasa malas untuk mempelajari kaidah Bahasa Arab yang disebut
dengan Ilmu Nahwu dan Sharaf.
Untuk mempermudah umat islam dalam memahami ilmu nahwu ini kami berinisiatif
membuat makalah ini, dan salah satu cabang dari Ilmu Nahwu ini adalah Fi’il Mudhori. Fi’il
yang satu ini memang sedikit berbeda dengan fi’il lainnya. Sebab kedudukan dan serta
pengaplikasiannya yang memang belum banyak orang mengetahui serta terdapat pengecualian-
pengecualian yang membuat fi’il ini semakin berbeda. Untuk itulah kami mengangkat tema Fi’il
Mudhori untuk mengenalkan klasifikasi, bentuk, maupun kedudukan dari Fi’il Mudhori.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana Klasifikasi Fiil Mudhori’?


2. Apa saja ciri-ciri dari Fiil Mudhori’?
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Fi’il Mudhori

Fi’il Mudhari adalah kata kerja atau kalimat yang menunjukkan makna sedang dilakukan
atau yang akan dilakukakn (hal dan istikbal)1[3]. Ataupun (kata kerja bentuk sedang atau akan)
kata kerja yang menunjukan kejadian sesuatu pada saat berbicara atau setelahnya, pantas
digunakan untuk kejadian saat berlangsung atau akan berlangsung.2[4] Itulah sebabnya Fi’il
Mudhori selalu diterjemahkan “sedang atau akan” misalnya kita ambil dari Fi’il Madhi (sudah
terjadi) menjadi Fi’il Mudhori (akan terjadi)
Misalnya ‫يكتب‬ menjadi ‫“ كتب‬kataba : telah membaca menjadi yaktubu : sedang
membaca”.

3[1] Muhammad Noer El-malehiy. ‘Kalimat Fiil (Kata Kerja) dan Ciri-cirinya’
http://tunasmudastainu.blogspot.in/2012/12/kalimat-fiil-kata-kerja-dan-ciri.html
4[2] Ibid.

B. Klasifikasi Fi’il Mudhori5[1]

1. Jenis Fi’il Mudhori secara grametikal bahasa terbagi menjadi tiga :


a. Fi’il Mudhori yang sohih akhirnya. Artinya huruf akhirnya tidak berupa huruf ‘ilat. Contoh :
‫يضر ب‬ ‫تضر ب‬ ‫ا ضر ب‬

3
Kesimpu lan setelah kami kaji dan bahas. Tentunya dengan didapatkan dari sumber yang dipercaya.

2[4] Bayu. ‘Fiil Madhi, Fiil Mudhori’, Fiil Amar’ http://nahwusharaf.wordpress/bahasa-arab/nahwu-


shorof/kata-kerja-fiil/fiil-madhi-fiil-mudhori’-fiil-amar

3[1] Kitab Al-Jurmiyah

4[2] Huruf ‘ilat adalah hamzah, wawu, ya

5[1] Huruf mudhoro’ah adalah alif, nun, ya, ta atau biasa disingkat “annaitu”
b. Fi’il Mudhori Mu’tal akhirnya. Artinya huruf akhirnya berupa huruf ‘ilat.6[2] Contoh : ‫يسو ي‬
‫يغز و‬ ‫ير مي‬
Jika Fi’il Mudhori yang mu’tal akhirnya ini bertemu dengan ‘amil jazim maka hukumnya menjadi
“mbuang huruf ilat”.
c. Fi’il Mudhori yang rofa’nya menggunakan “tetapnya nun”. Artinya huruf akhirnya berupa, alif
dhomir tasniah, wawu domir jamak, ya wahdah muanasah mukhotobah. (contohnya dapat dilihat
di tabel yang berda di pembahasan selanjutnya)

2. Pembagian Fi’il Mudhori secara makna terbagi menjadi :

a. Fi’il Maklum yaitu Fi’il yang di sebutkan pelakunya, cara menentukannya secara kamus
tasrifiyah
Contoh :
b. Fi’il Majhul yaitu Fi’il yang dihapus pelakunya, cara menentukannya huruf awal di baca
dhomah dan sebelum huruf akhir di baca fathah
Contoh:
C. Ciri-ciri Fi’il Mudhori
Fi’il Mudhori’ mempunyai beberapa ciri-ciri atau hukum diantaranya :
1. Secara umum Fi’il Mudhori’ itu diawali dengan huruf mudhoro’ah7[1] dan selamanya
“dirofa’kan”8[2] – ada pengecualian.9[3]
2. Secara khusus Fi’il Mudhori mempunyi hukum seperti di bawah ini :
Fi’il Mudhori yang sohih akhirnya mendapat ketetapan hukum sama dengan hukum Fiil
Mudhori’ secara umum. Yaitu dirofa’kan selamanya, selama belum bertemu ‘amil nasib10[4]
dan ‘amil jazim. Contoh :

6[2] Maksudnya dirofa’kan adalah di dhommah huruf akhirnya dari fiil mudhori’

9[3] Pengecualiannya adalah apabila Fiil Mudhori’ yang sohih akhirnya bertemu atau kemasukan ‘amil
nasib dan ‘amil jazim maka hukumnya tidak lagi menjadi di rofa’akan, melainkan mengikuti kaidah atau
atauran baru sesuai dengan amil yang masuk.

10[4] ‘amil yang menjazimkan


1. Fi’il Mudhari mempunyai 14 macam Dhomir yaitu :

Subject ‫الضمير‬

Dia seorang laki-laki ( satu orang ) ‫هو‬

Dia laki-laki-laki ( 2 orang ) ‫هما‬

Dia para laki-laki ( 3 orang atau lebih ) ‫هم‬

Dia perempuan ( satu orang ) ‫هي‬

Dia perempuan ( 2 orang ) ‫هما‬

Dia para perempuan ( 3 orang atau lebih ) ‫هن‬

Kamu seorang laki-laki ‫أَنت‬

Kamu dua orang laki-laki ‫أنتما‬

Kamu sekalian laki-laki ( 3 atau lebih) ‫أنتم‬

Kamu seorang perempuan ‫أَنت‬

Kamu dua orang perempuan ‫أنتما‬

Kamu sekalian perempuan ( 3 atau lebih ) ‫أنتن‬

Saya ‫أنا‬

Kami ‫نحن‬

Contohnya adalah dari kata kerja : Menjaga atau menghafal :

ُ َ‫ظ –يَحْ ف‬
‫ظ‬ َ ‫َحف‬

‫المعنى‬ ‫الفعل المضارع‬ ‫لضمير‬

Dia seorang laki-laki Menjaga ( satu orang ) ُ‫َيحْ فَظ‬ ‫هو‬

Dia laki-laki-laki Menjaga ( 2 orang ) ‫يحفظان‬ ‫هما‬


Dia para laki-laki Menjaga ( 3 orang atau lebih ) ‫يحفظون‬ ‫هم‬

Dia perempuan Menjaga ( satu orang ) ‫تحفظ‬ ‫هي‬

Dia perempuan Menjaga ( 2 orang ) ‫تحفظان‬ ‫هما‬

Dia para perempuan Menjaga (3 orang atau lebih ) ‫يحفظن‬ ‫هن‬

Kamu seorang laki-laki Menjaga ‫تحفظ‬ ‫أَنت‬

Kamu dua orang laki-laki Menjaga ‫تحفظان‬ ‫أنتما‬

Kamu sekalian laki-laki Menjaga ( 3 atau lebih) ‫تحفظون‬ ‫أنتم‬

Kamu seorang perempuan Menjaga ‫تحفظين‬ ‫أَنت‬

Kamu dua orang perempuan Menjaga ‫تحفظان‬ ‫أنتما‬

Kamu sekalian perempuan Menjaga ( 3 atau lebih ) ‫تحفظن‬ ‫أنتن‬

Saya Menjaga ‫أحفظ‬ ‫أنا‬

Kami menjaga ‫نحفظ‬ ‫نحن‬

Contohnya adalah : Saya menghafal Al-Qur’an : ‫انا احفظ القران‬

Dari uraian di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa huruf mudhoroah yang terletak di depan
Fiil Mudhori disamping sebagai tanda, juga sebagai petunjuk ‘siapa’ pelaku dari Fiil Mudhori.(saya,
kamu, dia, atau kita). Sedangkan tambahan huruf pada tiap-tiap akhir fiil Mudhori merupakan petunjuk
‘berapa banyak’ pelakunya.(satu, dua, atau banyak. Lihatlah daftar di atas dengan seksama).

4. Dapat dimasuki huruf sin ‫ س‬dan saufa ‫ف‬


ََ ‫س ْو‬
َ contoh: ‫فََشْـ َه َُد‬
َ ‫س ْو‬
َ َ,ُ‫سيَشْـ َهد‬
َ

5. Dapat diawali dengan salah satu di antara empat huruf َ) ُ‫تَ(اَنَيْت‬,‫ي‬,‫ن‬,‫ا‬yang disebut huruf mudhara’ah

Huruf Contoh Huruf Contoh

َ‫ا‬ ُ ‫أ ْذه‬
َ‫َـب‬ ‫ي‬ ََ‫َيَ ْذ َهبُــون‬,‫ـان‬
ِ َ‫َيَ ْذ َهب‬,‫َـب‬
ُ ‫يَ ْذه‬

‫ن‬ ُ ‫نَ ْذه‬


َ‫َـب‬ ‫ت‬ ََ‫َت َ ْذ ِهبْــن‬,‫ــان‬
ِ ‫َت َ ْذ َه َب‬,‫َـب‬
ُ ‫ت َ ْذه‬

6. Dapat dimasuki huruf َ‫( َل‬tidak)


Contoh: ‫ب‬
َُ ‫ض ِـر‬ ُ ‫لََ َي ْذه‬
ْ َ‫َلََي‬,ُ‫َلََيَشْـ َهد‬,‫َـب‬

7. Apabila Fi’il Mudhori bertemu (ketambahan) dengan ‘amil nasib maka10[1] : Ngamil yang menasibkan
Fi’il Mudhori. Maksudnya adalah Huruf akhir dari Fiil Mudhori yang sudah kemasukan amil nasib harus di
ubah irobnya (tandanya) dengan fathah.

Contoh :

Bentuk (huruf) amil nasib :

‫ا َ ْن َل ْن اذَن َك ْي الَ ُم َك ْي الَ ْم ُج ُح ْودْ َحتَّ َج َوبْ َو ُو ا َ ْو‬

8. . Apabila Fi’il Mudhori bertemu (ketambahan) dengan ‘amil jazim maka10[2] : Ngamil yang
menjazimkan Fi’il Mudhori. Maksudnya adalah Huruf akhir dari Fiil Mudhori yang sudah kemasukan amil
jazim harus di ubah irobnya (tandanya) dengan sukun.

Contoh :

Bentuk amil Jazim :


ٌّ َ ‫ا لَ ْم لَّما َ اَلَم اَلَ َّما الَم ا َ َم ْر ال ا ْن َما َم ْن َم ْه َما ا ْذ َما ا‬
َ ‫ي َمتَ اَيَّا نَ اَيْنَ ا َ َّن َح ْيث ُ َما َكي‬
ََ‫ْف‬

9. Fiil Mudhori dapat dipastikan sedang dilakukan dengan cara melihat (kemasukan) huruf Lam Taukid
dan Ma Naufi.

Misal

Artinya : Berkata Yaqub : “Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku....
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Fiil Mudhari adalah kata kerja yang menunjukan kepada tercapainya suatu perbuatan pada
zaman sekarang maupun zaman yang akan datang dan terklasifikasi menjadi beberapa bagian,
baik dari segi grametikal maupun pemaknaan
2. Tanda-tanda atau ciri-ciri dari fiil ini memang banyak sekali ketentuan, namun yang palin terlihat
adalah adanya huruf mudhoroah yang terletak pada awal kalimat dan selamanya di rafakan,
walaupun nanti ada pengecualian yaitu sampai bertemu amil nasib dan jazim

B. Saran

Alhamdulillah tugas yang diamanatkan dosen kepada kami telah terselesaikan. Kami mohon
saran dan kritinya yang membangun karna memang dalam makalah yang telah kami buat ini, masih
banyak kekurangan. Kami sadar kami bukanlah manusia yang sempurna dan kami ingin menjadi orang
yang lebih baik lagi dari yang baik, maupun menjadi baik dari yang tadinya buruk. Sebaik-baiknya
manusia adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.

DAFTAR PUSTAKA
1. Bayu. ‘Fiil Madhi, Fiil Mudhori’, Fiil Amar’ http://nahwusharaf.wordpress/bahasa-arab/nahwu-
shorof/kata-kerja-fiil/fiil-madhi-fiil-mudhori’-fiil-amar/

3. Muhammad Noer El-malehiy. ‘Kalimat Fiil (Kata Kerja) dan Ciri-cirinya’


http://tunasmudastainu.blogspot.in/2012/12/kalimat-fiil-kata-kerja-dan-ciri.html

Anda mungkin juga menyukai