Anda di halaman 1dari 10

METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN UNTUK

KIMIA SMA
Selasa, Desember 23, 2014
Bagikan :

Belajar merupakan kewajiban setiap pelajar. Setiap hari seorang siswa diwajibkan untuk
belajar di sekolah maupun di rumah. Dalam memahami suatu materi atau persoalan siswa satu
dengan siswa lainnya memiliki perbedaan dan ciri khas masing-masing. Mereka memiliki tingkat
kecerdasan yang berbeda-beda. Hal ini merupakan tantangan yang harus diselesaikan oleh
seorang guru karena pada dasarnya guru adalah seorang pendidik. Pendidik adalah orang dewasa
dengan segala kemampuan yang dimilikinya untuk dapat mengubah psikis dan pola pikir anak
didiknya dari tidak tahu menjadi tahu serta mendewasakan anak didiknya. Salah satu hal yang
harus dilakukan oleh guru adalah dengan mengajar di kelas. Salah satu yang paling penting
adalah performance guru di kelas. Bagaimana seorang guru dapat menguasai keadaan kelas
sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Dengan demikian guru harus menerapkan
metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didiknya.
Dalam proses belajar, guru perlu melakukan pendekatan belajar. Pendekatan
pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses
pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih
sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode
pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran
terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau
berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang
berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).

Metode atau Strategi merupakan usaha untuk memperoleh kesuksesan dan keberhasilan
dalam mencapai tujuan. Dalam dunia pendidikan strategi dapat diartikan sebagai a plan, method,
or series of activities designed to achieves a particular educational goal (J. R. David, 1976).
Sedangkan menurut kamus Purwadarminta ( 1976 ), secara umum metode adalah cara yang telah
teratur dan terpikir baik – baik untuk mencapai suatu maksud. Sedangkan menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia, metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan
suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Metode berasal dari bahasa Inggris yaitu
Method artinya melalui, melewati, jalan atau cara untuk memperoleh sesuatu.. Selanjutnya,
dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam
strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya
masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu
pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam
dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning
(Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya,
strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi
pembelajaran deduktif. Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi
tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Strategi
pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode
dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran yang disusun untuk
mencapai tujuan tertentu. Dalam hal ini adalah tujuan pembelajaran

Penetapan tujuan pembelajaran merupakan syarat mutlak bagi guru dalam memilih
metode yang akan digunakan di dalam menyajikan materi pengajaran. Tujuan pembelajaran
merupakan sasaran yang hendak dicapai pada akhir pengajaran, serta kemampuan yang harus
dimiliki siswa. Sasaran tersebut dapat terwujud dengan menggunakan metode-metode
pembelajaran. Tujuan pembelajaran adalah kemampuan (kompetensi) atau keterampilan yang
diharapkan dimiliki oleh siswa setelah mereka melakukan proses pembelajaran tertentu.
Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya
digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan
of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something”
(Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan
untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan
praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran harus disesuaikan dengan
meteri pelajaran agar hasilnya maksimal.
Metode pembelajaran merupakan cara yang digunakan oleh seorang guru dalam
menyampaikan bahan pelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Ada banyak
metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam menyampaikan materi kimia di SMA.
Ada ba nyak metode dan model pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru dalam
mengajar peserta didiknya. Namun metode dan model pembelajaran yang digunakan harus sesuai
dengan materi pelajaran. Tidak semua mata pelajaran dapat menggunakan metode dan model
pembelajaran yang sama. Seperti hal nya materi kimia di SMA, tidak semua metode dan model
pembelajaran dapat digunakan.
Metode dan model pembelajaran akan lebih maksimal jika dikombinasikan satu sama
lain. Siswa juga akan merasa nyaman dan tidak bosan dalam mengikuti pelajaran. Seorang guru
dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan
berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan
dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang
sedang dikembangkan di Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan
aneka pilihan model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian
akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya.
Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran
yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di
atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model
pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing,
sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan,
yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada.

PEMBAHASAN
Ada banyak metode pembelajaran yang ada sekarang ini. Metode ceramah merupakan
salah satu contoh metode pembelajaran. Metode ceramah juga sering disebut sebagai metode
kuliah. Metode ini paling sering digunakan dalam menyampaikan materi pelajaran. Metode
ceramah adalah cara yang digunakan oleh guru untuk memberikan informasi melalui peraturan-
peraturan secara lisan. Dalam pelaksanaannya dapat menggunakan alat bantu seperti papan tulis,
LCD, gambar-gambar dan lain sebagainya. Kelebihan dari metode ceramah sendiri adalah dalam
pelaksanaanya mudah bagi guru. Guru cukup untuk menjelaskan secara lisan saja. Selain itu
metode ini dapat digunakan untuk mengajar siswa dalam jumlah banyak, karena tidak
membutuhkan peralatan yang rumit. Kelebihan lainnya adalah guru dapat menyelesaikan bahan
pelajaran secara maksimal. Namun metode ini juga memiliki kekurangan, seperti komunikasi
yang lebih bersifat satu arah, siswa menjadi pasif karena guru lebih aktif menjelaskan materi dan
siswa hanya memperhatikannya saja. Perbedaan daya serap dan pendengaran siswa juga dapat
mempengaruhi, karena tidak semua siswa dapat memahami materi pelajaran dalam waktu
singkat. Siswa juga dapat merasa jemu jika guru hanya memberikan ceramah tanpa menarik
perhatian para siswa. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan hal-hal yang bersifat
informatif, terutama hal yang bersifat teoritik. Dalam materi kimia metode ini dapat digunakan
untuk menjelaskan materi yang bersifat informatif.
Selain metode ceramah, juga terdapat metode laboratorium. Metode ini sesuai untuk
materi kimia. Metode laboratorium merupakan cara pembelajaran atau proses belajar mengajar
dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan percobaan sendiri di dalam
laboratorium. Metode laboratorium sangan dianjurkan untuk dilaksanakan di sekolah-sekolah
karena sangat sesuai dengan tujuan pendidikan yang meliputi 3 aspek, yaitu mengembangkan
pengetahuan, menanamkan sikap ilmiah, dan melatih keterampilan.
Kemudian metode lain yang dapat diterapkan dalam pembelajaran kimia adalah metode
tanya jawab. Dalam metode tanya jawab guru mengajukan pertanyaan yang telah dipersiapkan
mengenai suatu topik pembelajaran kepada siswa-siswanya. Metode ini digunakan untuk
mengetahui seberapa jauh siswa memahami suatu materi. Guru bisa memberikan pertanyaan
secara merata kepada siswa.
Metode pemberian tugas juga dapat digunakan dalam materi kimia. Semakin sering siswa
berlatih maka dia akan semakin paham dengan materi yang diberikan oleh guru. Jadi metode
pemberian tugas ini bertujuan agar siswa mau berlatih untuk mengasah kemampuan dan
pemahamannya terhadap materi yang diberikan.
Banyak metode yang cukup efektif dalam mempelajari materi kimia. Setiap metode harus
disesuaikan. Misal dalam materi kimia pada kompetensi dasar yang membutuhkan percobaan
maka guru bisa menggunakan metode laboratorium di mana siswa bisa melakukan eksperimen
atau percobaan agar mereka lebih paham dengan materi yang dipelajari. Setiap metode memiliki
kelemahan dan kelebihan masing-masing. Metode-metode tersebut akan lebih efektif jika
dikombinasikan satu sama lain sehingga dapat saling melengkapi.
Selain metode pembelajaran, guru bisa menerapkan berbagai model pembelajaran. Model
pembelajaran yang bisa digunakan dalam pembelajaran kimia misalnya Problem Based
Introduction (PBI), Problem Solving, Demonstration, Explicit Intruction dan Group
Investigation. Model pembelajaran ini dapat dikombinasikan satu sama lain.
1. Problem Based Introduction (PBI)
Model pembelajaran Problem Based Introduction atau pembelajaran berdasarkan
masalah, dapat digunakan dalam menjelaskan materi kimia di SMA. Guru dan siswa bersama-
sama memecahkan masalah. Dalam model pembelajaran ini guru membantu siswa
mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berdasarkan topik atau materi yang
sedang dipelajari. Siswa dituntut untuk dapat mengumpulkan informasi yang sesuai. Siswa juga
bisa melakukan eksperimen untuk mendapatkan data-data yang pasti. Siswa juga membuat
hipotesa dari masalah tersebut, kemudian mencari pemecahan masalah dari data atau informasi
yang diperoleh ataupun eksperimen yang dilakukan. Siswa berperan dalam model pembelajaran
Problem Based Introduction. Hal ini diharapkan siswa dapat lebih memahami materi kimia yang
diberikan karena mereka berusaha mencari tahu pemecahan masalah dari materi yang diberikan
guru. Siswa juga akan lebih kreatif lagi.

Setelah siswa melakukan eksperimen, guru membantu siswa untuk melakukan evaluasi
terhadap percobaan dan proses percobaan yang mereka lakukan. Guru dan siswa memecahkan
masalah bersama setelah memperoleh data yang pasti melalui percobaan yang dilakukan.
Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang
bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi
penyelidikan dan dialog. Langkah-langkah dalam metode Problem Based Instruction adalah:
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi
siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan
dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen
untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis,
pemecahan masalah.
4. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan
dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya.
5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan
proses-proses yang mereka gunakan.
Kelebihan dalam metode ini antara lain siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga
pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. Selain itu siswa dilatih untuk dapat
bekerjasama dengan siswa lain. Kemudian siswa juga dapat memperoleh informasi maupun
pengetahuan dari berbagai sumber. Ada kelebihan pasti ada kekurangan. Dalam model
pembelajaran ini memiliki kekurangan antara lain membutuhkan banyak waktu dan biaya, tidak
semua materi kimia dapat menggunakan model pembelajaran ini. Namun model pembelajaran ini
cocok untuk materi kimia yang membutuhkan eksperimen. Kekurangan lain dalam metode ini
adalah bagi siswa yang malas maka tujuan dari metode pembelajaran ini akan sulit untuk
dipenuhi.
2. Problem Solving
Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam
kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu
masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau
secara bersama-sama. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada
dasarnya adalah pemecahan masalah.
Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut:
1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.
2. Berpikir dan bertindak kreatif.
3. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis
4. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.
5. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
6. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang
dihadapi dengan tepat.
7. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja.
Kelemahan metode problem solving sebagai berikut:
1. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misal terbatasnya alat-alat
laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat
menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut.
2. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang
lain.

3. Demonstration
Model pembelajaran ini khusus untuk materi yang memerlukan peragaan atau percobaan.
Misalnya percobaan yang menghasilkan perubahan warna. Guru dapat mendemonstrasikan di
depan kelas dengan meminta kepada beberapa siswanya untuk melakukan demonstrasi. Sebelum
demonstrasi dilakukan, guru dapat memberikan penjelasan secara sekilas tentang materi yang
akan diberikan. Kemudian guru juga harus menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
Pada saat beberapa siswa melakukan demonstrasi maka siswa yang lain harus memperhatikan
dan menganalisis apa yang terjadi dalam proses demonstrasi. Model pembelajaran demonstrasi
ini mirip dengan melakukan eksperimen, hanya saja tidak semua siswa melakukannya. Hanya
beberapa siswa yang melakukan percobaan dan siswa yang lain memperhatikan. Model
pembelajaran ini akan lebih menghemat waktu dibandingkan eksperimen di laboratorium. Model
pembelajaran ini juga cocok dalam menjelaskan materi kimia di SMA. Siswa akan lebih
memahami saat mereka terlibat langsung dan menemukan data yang dibutuhkan secara nyata.
Keuntungan dari model pembelajaran demonstration ini antara lain adalah dapat
menampilkan suatu masalah, meningkatkan perhatian siswa, meningkatkan motivasi belajar
siswa, memberikan pengalaman untuk menghayati suatu proses atau kejadian, meninhkatkan
pemahaman dan mengembangkan pengertian serta jika dibandingkan dengan kegitan di
laboratorium model pembelajaran ini lebih menghemat waktu. Sedangkan untuk kelemahannya
adalah tidak semua siswa dapat melakukan pengamatan yang baik karena hanya beberapa siswa
saja yang melakukan demonstrasi sedangkan yang lain memperhatikan. Selain itu semua siswa
juga tidak mendapatkan pengalaman yang sama. Model pembelajaran demonstration sangat
dianjurkan dalam pembelajaran kimia terutama apabila keadaan tidak memungkinkan bagi siswa
untuk melakukan percobaan sendiri di laboratorium.

4. Explicit Intruction
Explicit Intruction atau pengajaran langsung merupakan model pembelajaran yang
khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan
pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah.
Model Direct Intruction merupakan suatu pendekatan mengajar yang dapat membantu
siswa dalam mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan
selangkah demi selangkah. Pendekatan mengajar ini sering disebut Model Pengajaran Langsung.
Dalam model pembelajaran langsung, pertama-tama yang harus dilakukan oleh guru
adalah menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa. Kemudian guru menjelaskan materi.
Dalam model pembelajaran ini dapat dikombinasikan dengan model pembelajaran demonstrasi.
Guru membimbing siswa dalam mempelajari suatu hal yang baru. Setelah guru selesai
memberikan penjelasan, guru dapat mengecek pemahaman siswa dan memberikan umpan balik.
Seperti memberikan pertanyaan-pertanyaan secara lisan kepada siswa. Selain itu guru dapat
memberikan latihan soal agar siswa benar-benar paham.
Model pembelajaran explicit instruction merupakan model pembelajaran secara langsung
agar sisiwa dapat memahami serta benar-benar mengetahui pengetahuan secara menyeluruh dan
aktiv dalam suatu pembelajaran. Jadi model pembelajaran ini sangat cocok diterapakan dikelas
dalam materi tertentu yang bersifat dalil pengetahuan agar proses berpikir siswa dapat
mempunyai keterampilan procedural.
Kelebihan model pembelajaran ini adalah siswa benar-benar dapat menguasai
pengetahuannya dan semua siswa aktif / terlibat dalam pembelajaran. Sedangkan kekurangannya
adalah metode ini memerlukan waktu lama sehingga siswa yang tampil tidak begitu lama dan
hanya dapat digunakan untuk mata pelajaran tertentu.

5. Group Investigation
Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks
dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini melibatkan siswa
sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui
investigasi. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam
berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Para guru
yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa
kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembagian
kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu
topik tertentu. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam
terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu
laporan di depan kelas secara keseluruhan. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode
investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut:
1. Seleksi topik
Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya
digambarkan lebih dahulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-
kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6
orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan
akademik.

2. Merencanakan kerjasama
Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum
yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah pertama di
atas.
3. Implementasi
Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah kedua. Pembelajaran
harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong
para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar
sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan
bantuan jika diperlukan.
4. Analisis dan sintesis
Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah ketiga
dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas.
5. Penyajian hasil akhir
Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah
dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas
mengenai topik tersebut. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru.
Dari beberapa metode pembelajaran yang telah disebutkan di atas memiliki kelebihan dan
kelemahan masing-masing. Suatu metode akan cocok diterapkan dalam suatu suasana belajar
mengajar apabila metode tersebut cocok dengan suasana yang sedang berlangsung, sesuai
dengan kondisi yang sedang dialami oleh peserta didik. Model-model pembelajaran tersebut
dapat digunakan dalam menyampaikan materi kimia di SMA. Model pembelajaran akan bekerja
lebih maksimal jika saling dikombinasikan. Tidak ada metode yang paling baik yang ada
hanyalah bagaimana cara seorang pendidik mampu melihat kondisi anak didiknya untuk
menerapkan metode mengajar yang paling cocok untuk peserta didiknya. Model yang digunakan
harus disesuaikan dengan materi atau kompetensi dasar yang diberikan. Tidak semua kompetensi
dasar dapat menggunakan model pembelajaran yang sama. Sehingga seorang guru harus benar-
benar menguasai materi dan model pembelajaran yang akan digunakan.

KESIMPULAN

 Metode pembelajaran merupakan cara yang digunakan oleh seorang guru dalam menyampaikan
bahan pelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
 Metode dan model pembelajaran akan lebih maksimal jika dikombinasikan satu sama lain. Tidak
semua materi dapat menggunakan metode dan model pembelajaran yang sama.
 Metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam menyampaikan materi kimia di SMA antara
lain metode ceramah, metode laboratorium, metode tanya jawab, dan metode pemberian tugas.
 Model pembelajaran yang dapat digunakan dalam menyampaikan materi kimia di SMA antara
lain adalah Problem Based Introduction (PBI), Problem Solving, Demonstration, Explicit
Intruction dan Group Investigation.
 Setiap metode dan model pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
 Guru harus bisa menyesuaikan metode dan model pembelajaran yang digunakan untuk
menjelaskan materi kimia.