Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Jagung atau Zea.mays.L. berasal dari family Poaceae. Jagung memiliki banyak
manfaat bagi kehidupan dan kesehatan. Jagung dikenal sebagai sumber kalori dan
dijadikan makanan pokok. Jagung merupakan sumber yang kaya antioksidan yang dapat
melawan radikal bebas penyebab kanker. Jagung dikenal dapat melindungi jantung dan
mencegah anemia.
Pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman dipengaruhi oleh faktor
eksternal dan internal. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan tanaman adalah cahaya dan air. Cahaya dan air diperlukan oleh tumbuhan
walaupun sebenarnya cahaya tidak selalu dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman.
Pemberian jenis air yang berbeda akan menghasilkan pertumbuhan yang berbeda
pula. Begitu pula dengan cahaya, kondisi gelap dan terang akan mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman. Berdarkan hal tersebut, kelompok kami
merasa tertarik untuk meneliti pengaruh cahaya bagi pertumbuhan tanaman jagung serta
meneliti jenis air yang paling baik untuk menunjang pertumbuhan jagung.

B. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian “Pengaruh Cahaya dan Jenis Perendaman Air terhadap
Pertumbuhan Kecambah Jagung (zea mays)” adalah untuk mengetahui perbedaan
pengaruh berbagai jenis air dan cahaya pada proses pertumbuhan Jagung.

C. Rumusan Penelitian
1. Apakah cahaya dapat mempengaruhi proses pertumbuhan jagung ?
2. Apakah Jenis air dapat mempengaruhi proses pertumbuhan jagung ?
3. Bagaimana cahaya dapat mempengaruhi proses pertumbuhan jagung ?
4. Bagaimana jenis air dapat mempengaruhi proses pertumbuhan jagung
5. Dimana tempat penelitian terhadap proses pertumbuhan jagung dapat
dilakukan ?
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan dapat diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau
volume serta jumlah sel secara irreversible atau tidak dapat kembali ke bentuk semula.
Sedangkan perkembangan adalah peristiwa pertumbuhan biologis menuju kedewasaan
tidak dapat digunakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh
(metamorfosis) dan tingkat kedewasaan.

B. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan


Faktor Internal
1. Gen
Setiap jenis tumbuhan meembawa gen untuk sifat-sifat tertentu, sepeti berbatang
tinggi atau berbatang rendah. Tumbuhan yang mengandung gen baik dan didukung
oleh lingkungan yang sesuai akan memperlihatkan pertumbuhan yang baik.
Faktor Eksternal
1. Air
Air termasuk senyawa utama yang sangat dibutuhkan tumbuhan. Air berfungsi
antara lain untuk fotosintesis, mengaktifkan reaksi enzimatik, menjaga kelembapan,
dan membantu perkembangan biji. Tanpa air, reaksi kimia dalam sel tidak dapat
berlangsung sehingga mengakibatkan tumbuhan mati. Air (𝐻2 O) adalah cairan jernih,
tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau yang terdapat dan diperlukan dalam
kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan yang secara kimiawi air terbentuk dari
hydrogen dan oksigen. Air juga untuk membantu pertumbuhan jagung.

2. Suhu/Temperatur Lingkungan
Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang
reproduksi dan kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan
adalah antara 22° C sampai 37° C. Temperatur yang berlebih atau kurang dari batas
normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti.

3. Kelembaban Udara
Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan
tumbuhan. Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan dimana tumbuhan
dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan
berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.
4. Cahaya Matahari
Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan
fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya
matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman kekuning-
kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar matahari dapat menghambat proses
pertumbuhan.

5. Nutrien
Tumbuhan memerlukan nutrien untuk kelangsungan hidupnya. Nutrien yang
dibutuhkan dalam jumlah banyak disebut unsur makro (makronutrien). Sedangkan
nurtrien yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro (mikronutrien).
Kekurangan nutrien ditanah atau media tempat tumbuhan hidup menyebabkan
tumbuhan mengalami defisiensi. Defisiensi mengakibatkan tumbuhan menjadi
tumbuh dan berkembang dengan tingkat sempurna.

6. Kelembapan
Jika kondisi lembap dapat dipertahankan, akan banyak air yang diserap dan lebih
sedikit yang diuapkan. Kondisi ini mendukung aktivitas pemanjangan sel sehingga sel-
sel lebih cepat mencapai ukuran maksimum dan tumbuhan membesar.
BAB III
METODOLOGI
A. Hipotesis
1. Pertumbuhan kecambah pada kedua tempat berbeda.
2. Perbedaan yang paling terlihat adalah perbedaan tinggi kecambah.
3. Kecambah yang disimpan ditempat yang gelap akan lebih cepat tinggi disbanding
kecambah yang disimpan ditempat yang cukup cahaya (terang).
4. Kecambah yang terlebih dahulu direndam pada air bersih lebih cepat tinggi
disbanding kecambah yang terlebih dahulu direndam oleh air kotor (detergen).

B. Populasi dan Sampel


Populasi : biji jagung (Zea mays.L.)
Sampel : 20 biji jagung

C. Variabel Penelitian
Terdapat tiga jenis variabel dalam penelitian ini, yaitu:
 Variabel Bebas : Cahaya dan Jenis air perendaman.
 Variabel Kontrol : Wadah : Botol air mineral ; Medium : Kapas ; Biji : Jagung (Zea
Mays.L.) ; Jumlah Biji : 20 Biji ; Lama Penanaman : 7 hari
 Variabel Terikat : Pertumbuhan Kecambah Jagung

D. Metode Penelitian
1. Alat dan Bahan

Alat

a.) Penggaris
b.) Botol Aqua 500 mL

Bahan

a.) Kapas
b.) Air Bersih
c.) Deterjen
d.) Biji Jagung

2. Cara Kerja

a.) Pilih masing masing 5 buah biji yang berukuran sama (kira-kira) untuk tiap 4 percobaan.
b.) Terlebih dahulu rendamlah biji jagung; ada yang direndam dengan air bersih atau
direndam oleh deterjen. Jumlah jagung haruslah sama.
c.) Siapkan 2 buah botol Aqua 500 mL dan belahlah memanjang menjadi wadah bagi biji
jagung.
d.) Berilah nama bagi setiap wadah botol dengan “terang”, “gelap”, “gelap-bersih”, dan
“gelap-kotor”.
e.) Siapkan kapas dan basahilah terlebih dahulu dengan air,letakkan kapas ke dalam wadah
untuk menjadi medium bagi pertumbuhan biji.
f.) Setelah merendam biji jagung selama 1 hari, taruh masing-masing 5 buah biji di setiap
wadah sesuai dengan tujuannya.
g.) Letakan wadah di tempat yang terang dan gelap. Untuk penelitian jenis air taruhlah di
tempat gelap agar variabel kontrolnya tetap dan tidak mengacaukan variable terikat.
h.) Amatilah pertumbuhan biji setiap hari dan ukur panjang totalnya.
i.) Catat hasil pengamatan dan buatlah laporan serta analisis dari hasil pengamatan tersebut.

3. Analisis data
Dalam menganalisis hasil penelitian, dapat dilakukan dengan membuat laporan penelitian
pada kertas analisis. Pada penelitian ini, kelompok kami menggunakan tabel untuk
menganalisis data hasil penelitian.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Hasil Penelitian
Wadah A (Terang)
Tabel 1.1 Pengamatan panjang batang biji jagung pada wadah A

Biji Panjang batang hari ke (cm)


No. jagung
ke 0 1 2 3 4 5 6 7
1 1 0,08 0,08 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1
2 2 0,1 0,1 0,11 0,12 0,12 0,12 0,12 0,12
3 3 0,09 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,13
4 4 0,1 0,1 0,13 0,15 0,16 0,16 0.16 0,16
5 5 0,1 0,1 0,13 0,17 0,17 0,18 0,18 0,18
Kecepatan 0,084 0,002 0,2 0,014 0 0,02 0 0,006
per- cm/hari cm/hari cm/hari cm/hari cm/hari cm/hari cm/hari cm/hari
tumbuhan
(per hari)
Panjang 0,084 0,096 0,114 0,128 0,130 0,132 0,132 0,138
batang rata- cm cm cm cm cm cm cm cm
rata (per
hari)

Wadah B (Gelap)
Tabel 1.2 Pengamatan panjang batang biji jagung pada wadah B

Biji Panjang batang hari ke (cm) Kecepatan


pertumbuhan
No. jagung (per kecambah)
ke 0 1 2 3 4 5 6 7
1 1 0,1 0,15 0,2 0,2 Lumu Lumu Lumut Lum
t t ut
2 2 0,02 0,05 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1
3 3 0,05 0,09 0,12 0,15 0,15 0,15 0,16 0,16
4 4 0,09 0,2 0,4 0,5 0,55 0,6 0,6 0,6
5 5 0,2 0,5 0,55 0,7 0,75 0,8 0,8 0,8
Kecepatan 0,092 0,10 0,0 0,056 0,02 0,02 0,002 0
per- cm/ha 6 76 cm/ha cm/ cm/ cm/ha cm/
tumbuhan ri cm/ cm/ ri hari hari ri hari
(per hari) hari hari
Panjang
batang rata-
rata (per
hari)

Wadah C (Gelap-bersih)
Tabel 1.3 Pengamatan panjang batang biji jagung pada wadah C

Panjang batang hari ke (cm)


No. Biji
jagung 0 1 2 3 4 5 6 7
ke
1 1 0,1 0,2 0,3 1 1,1 1,1 4,4 10,2
2 2 0,09 0,15 0,2 0,2 0,2 0,2 0,2 0,2
3 3 0,1 0,5 0,7 1,1 1,1 1,1 1,2 1,2
4 4 0,1 0,3 0,5 1,7 1,7 3,3 3,4 3,5
5 5 0,1 0,2 0,4 1 1 1 1 1,5
Kecepatan 0,098 0,172 0,15 0,58 0 0.32 0.700 1.28
per-tumbuhan
(per hari)
Panjang
batang rata-
rata (per hari)

Wadah D (Gelap-kotor)
Tabel 1.4 Pengamatan panjang batang biji jagung pada wadah D

Panjang batang hari ke (cm) Kecepatan


No. Biji jagung pertumbuhan
ke 0 1 2 3 4 5 6 7 (per
kecambah)
1 1 0,08 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1
2 2 0,1 0,11 0,12 0,12 0,12 0,12
3 3 0,09 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1
4 4 0,1 0,13 0,15 0,16 0,16 0,16
5 5 0,1 0,13 0,17 0,17 0,17 0,18
Kecepatan per- 0.074 0.02 0,01 0.002 0 0.002
tumbuhan (per
hari)
Panjang batang
rata-rata (per hari)

2. Pembahasan
Wadah A (Terang)
Pada hari pertama terjadi pertumbuhan normal sebesar 0,08-0,1 cm. Namun sejak hari
kedua pertumbuhan melambat dan tumbuh hanya sebesar 0,01 cm-0,02 cm. Bahkan ada biji
kecambah yang berhenti tumbuh sejak hari kedua dan stagnan.

Wadah B (Gelap)
Pada hari pertama terjadi pertumbuhan yang sangat signifikan yaitu tumbuh sebesar 0,04-1,1
cm. Pertumbuhan yang siginifikan ini berlangsung stabil pada beberapa biji namun pada biji
satu mulai tumbuh lumut di hari ke 4 dan 5.

Wadah C (Gelap-bersih)
Pada hari pertama masing-masing biji tumbuh hampir 0,1 cm. Pada hari berikutnya tetap
terjadi pertumbuhan namun dengan hasil yang beragam, berkisar antara 0,01-0,06 cm. Namun
pada hari ke-4 terjadi lonjakan pertumbuhan pada biji ke 4 yang tumbuh sebesar 1,6 cm.

Wadah D (Gelap-kotor)
Pada hari pertama terjadi pertumbuhan yang lambat antara 0,01-0,05 cm. Pertumbuhan
berlangsung dalam kisaran 0,05 cm sampai pada hari ke 3 terjadi lonjakan pertumbuhan
sebesar 0,7 cm pada biji 1 dan 0,14 cm pada biji 5. Pertumbuhan kembali melamban sejak hari
tersebut.

3. Analisis data
a. Pengamatan pengaruh cahaya
Berdasarkan hasil pengamatan ternyata cahaya memang mempengaruhi proses
pertumbuhan biji jagung ditunjukan oleh pertumbuhan yang sangat signifikan dari biji jagung
yang diletakan di tempat gelap (tumbuh sebesar 0,04-1,1 cm/per hari) dibandingkan biji jagung
yang diletakan di tempat terang (tumbuh sebesar 0,01-0,02 cm/per hari)
Secara teoritis kita mengenai bahwa salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi
pertumbuhan biji jagung adalah hormon-hormon. Dalam kasus pertumbuhan ini terdapat
hormon giberelin yang mengaktifkan biji dari keadaan dormansi (tidur)-nya sehingga dapat
mulai bertumbuh. Selain itu terdapat pula hormon auksin yang terurai dan rusak jika berada
dalam keadaan terang, sehingga biji jagung yang tumbuh dalam keadaan terang akan
bertumbuh lebih lambat.
b. Pengamatan pengaruh jenis air
Berdasarkan hasil pengamatan ternyata jenis cahaya memang mempengaruhi proses
pertumbuhan bij jagung ditunjukan oleh pertumbuhan yang normal pada biji jagung yang
diberi air bersih (tumbuh 0,06-1,6 cm/per hari) sedangkan pada biji jagung yang diberi oleh air
kotor terjadi pertumbuhan yang lamban (0,01-0,02 cm/per hari).
Hal ini dapat dihubungkan secara teoritis karena pada air bersih tidak terdapat
penghambat yang dapat menghalangi pertumbuhan biji jagung, sedangkan pada pertumbuhan
pada air kotor dimana kita menggunakan deterjen disini terdapat bahan kimia yang dapat
menjadi penghambat kepada pertumbuhan biji jagung.

BAB IV
KESIMPULAN

1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat pengaruh dari jenis air dan cahaya
terhadap pertumbuhan biji jagung (zea mays). Jenis air bersih sebagai salah satu pemicu
pertumbuhan biji jagung lebih baik dibandingkan deterjen dikarenakan tidak adanya penghambat
pertumbuhan yang ditimbulkan oleh air bersih dibandingkan oleh deterjen yang memiliki zat
kimia.
Sedangkan cahaya mempengaruhi proses pertumbuhan jagung dalam hal ini
jika ditaruh di tempat yang gelap akan bertumbuh secara signifikan karena cahaya yang terang
akan menghambat kerja hormon auksin yaitu hormon yang menunjang tumbuh kembang biji
jagung sehingga biji jagung akan tumbuh lebih lamban dalam cahaya yang terang dibandingkan
disimpan di tempat gelap.