Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Menurut Peraturan Menteri Kesehatan R.I No. 220/Men.Kes/Per/IX/1976
tanggal 6-9-1976, yang dimaksud dgn ALAT KESEHATAN (ALKES) adalah
barang, instrument, aparat atau alat termasuk tiap komponen, bagian atau
perlengkapannya yang diproduksi, dijual atau dimaksudkan untuk digunakan
dalam :
1. Pemeliharaan & perawatan kesehatan, diagnosa, penyembuhan,
peringanan atau pencegahan penyakit, kelainan keadaan badan atau
gejalanya pada manusia.
2. Pemulihan, perbaikan atau perubahan suatu fungsi badan atau struktur
badan manusia.
3. Diagnosa kehamilan pada manusia atau pemeliharaan selama hamil &
post melahirkan termasuk pemeliharaan bayi.
4. Usaha mencegah kehamilan pada manusia & yang termasuk golongan
obat.
Alat – alat kesehatan pada pemeriksaan di laboratorium sangat penting
untuk membantu menegakkan diagnosis penyakit. Pemeriksaan laboratorium
adalah suatu tindakan dan prosedur pemeriksaan khusus dengan mengambil
bahan atau sample dari penderita dimana dapat berupa urine, darah, hormone
dll. Pemeriksaan laboratorium berfungsi untuk menguji adanya penyakit
subklinis, konfirmasi pasti diagnosis, menemukan kemungkinan diagnostik
yang dapat menyamarkan gejala klinis, membantu pemantauan pengobatan,
menyediakan informasi prognosis atau perjalanan penyakit, memantau
perkembangan penyakit, mengetahui ada tidaknya kelainan serta memberi
ketenangan baik pada pasien maupun klinis karena tidak didapati penyakit.

1
Dalam pemeriksaan laboratorium terdapat beberapa tahap yakni: pra-analitik,
analitik, dan pasca analitik.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1.2.1 Alat – alat kesehatan apa saja yang digunakan untuk pemeriksaan darah,
hormon dan urin ?
1.2.2 Bagaimana kegunaan dan cara penyimpanan alat-alat kesehatan yang
digunakan untuk pemeriksaan darah, hormon dan urin ?

1.3 TUJUAN
1.3.1 Untuk mengetahui alat – alat kesehatan yang digunakan untuk
pemeriksaan darah, hormon dan urin.
1.3.2 Untuk mengetahui kegunaan dan cara penyimpanan alat-alat kesehatan
yang digunakan untuk pemeriksaan darah, hormon dan urin.

1.4 MANFAAT
1.4.1 Agar mahasiswa dapat mengetahui alat-alat kesehatan yang digunakan
untuk pemeriksaan darah, hormon dan urin, prinsip kerjanya juga cara
penyimpanannya.

2
BAB II

ISI
2.1 MATERI
Beberapa alat yang digunakan dalam laboratorium yang membantu di dalam
berbagai pemeriksaan
2.1.1 Alat Pemeriksaan Darah
2.1.1.1 HAEMOCYTOMETER
Hemositometer sering digunakan untuk menghitung sel-sel
darah, organel dalam sel, sel-sel darah dalam cairan tulang
punggung ke otak setelah melakukan tusukan lumbal, atau jenis
sel lain di suspensi. Menggunakan hemositometer untuk
menghitung hasil bakteri dalam 'jumlah total' karena sulit untuk
membedakan antara organisme hidup dan mati kecuali Trypan
biru digunakan untuk noda sel non-layak.
Hemositometer terdiri dari sebuah slide mikroskop kaca tebal
dengan lekukan persegi panjang yang menciptakan sebuah
kamar. Ruangan ini adalah diukir dengan laser-grid tergores
garis tegak lurus. Perangkat ini dibuat dengan hati-hati sehingga
daerahyang dibatasi oleh garis diketahui, dan kedalaman ruang
ini juga dikenal. Oleh karena itu mungkin untuk menghitung
jumlah sel atau partikel dalam suatu volume tertentu cairan, dan
dengan demikian menghitung konsentrasi sel dalam cairan secara
keseluruhan. Selain itu terdapat pula pipet throma leukosit dan
pipet throma eritrosit.
Alat ini disimpan pada suhu kamar.

3
2.1.1.2 KAMAR HITUNG
Kamar hitung memiliki macam-macam kamar hitung seperti
Kamar Hitung Original Neubauer, Kamar Hitung Improved
Neubauer, Kamar Hitung Burker, Kamar Hitung Turk, Kamar
Hitung Thoma, Kamar Hitung Fucsh – Roshenthal, Kamar
Hitung Tatai, Kamar Hitung Speirs-Levy.
Dari macam-macam kamar hitung diatas, yang paling banyak
dipakai adalah bilik hitung Improved Neubauer karena
permintaan pemeriksaan yang paling banyak adalah pemeriksaan
eritrosit dan lekosit. Luas seluruh bidang kamar hitung : 3 mm x
3 mm. Improved Neubauer di bagi menjadi : 9 kotak besar (1 x
1) mm2. Kotak besar = 1 x 1 mm2 dan dibagi menjadi 25 kotak.
Kotak sedang = ¼ x ¼ mm2 dan dibagi menjadi 16 kotak kecil.
Kotak kecil = 1/20 x 1/20 mm2. Tinggi = 1/10 mm.

2.1.1.3 PIPET LED (Laju Endap Darah)


Terdapat 2 pipet LED yaitu LED Westergreen dan LED
Wintrobe. Alat ini biasa digunakan untuk menghitung kecepatan
mengendapnya eritrosit dari sample darah yang diperiksa dan
biasa dinyatakan dalam mm/jam.
Dalam penggunaanya posisi tabung harus tegak lurus dan bebas
dari vibrasi karena dapat mempengaruhi kecepatan pengendapan
eritrosit. Diameter pipet yang semakin luas akan mempercepat
turunnya eritrosit. Tabung harus bersih dan kering.

2.1.1.4 HAEMOMETER
Alat ini terdiri dari Sepasang cylinder glass berisi larutan
standart warna. Tabung pengukur (tabung pengencer) yang
mempunyai garis-garis, skala yang menunjukan kadar Hb. Skala
yang terendah adalh angka 2. Pipet darah kapiler (Pipet

4
Hemoglobin) seukuran yang mempunyai volume 20 mm3 pada
garis batasnya. Pipet pasteur untuk aquadest. Batang glas
pengaduk.

2.1.1.5 Alat cek Hemoglobin HB Sahli Haemometer Superior


Alat ini memiliki nama lain hemoglobinometer instrument
laboratorium untuk menentukan kadar hemoglobin dalam darah
berdasarkan satuan warna (colorimetric). Metode yang
digunakan adalah membandingkan warna sample darah dengan
warna merah standard. Warna sample darah didapatkan pada
pemisahan globin dari hemoglobin dengan penambahan HCL
(Asam Klorida) untuk menghasilkan asam hematin yang
warnanya diukur oleh colorimetry.

2.1.1.6 OBYEK GLASS


Merupakan gelas preparat yang akan digunakan untuk
pemaparan sediaan darah atau pemeriksaan lain yang akan
diperiksa dengan mikroskop. Sebagai tempat difiksasinya
sediaan pada pengecatan pemeriksaan bakteriologi.

2.1.1.7 Pipet Hb
Pipet darah kapiler (Pipet Hemoglobin) seukuran yang
mempunyai volume 20 mm3 pada garis batasnya dengan
panjang 12,5 cm. Pipet ini biasa digunakan dalam beberapa
pemeriksaan hematologi seperti pemeriksaan kadar Hb cara sahli
dan Cyanmeth, serta pemeriksaan hitung sel.

5
2.1.1.8 Deck glass
Alat ini adalah penutup obyek glass, berbentuk persegi lebih
kecil dan tipis karena dimaksudkan agar bisa menutupi preparat
tanpa mengganggu pemfokusan pengamatan dibawah
mikroskop.

2.1.1.9 Spreader
Spreader adalah alat yang digunakan untuk mengahapus darah
secara cepat pada pembuatan sediaan darah tipis guna suatu
pemeriksaan. Alat ini berbentuk seperti obyek glass.

2.1.2 Alat Pemeriksaan Urine


Pemeriksaan urin merupakan pemeriksaan penyaring yang dipakai untuk
mengetahui adanya kelainan di dalam saluran kemih yaitu dari ginjal
dengan salurannya, kelainan yang terjadi di luar ginjal, untuk mendeteksi
adanya metabolit obat seperti zat narkoba dan mendeteksi adanya
kehamilan. Pemeriksaan urin meliputi pemeriksaan makroskopik,
mikroskopik/sedimen dan kimia urin.
2.1.2.1 Urinometer
Suatu peralatan sederhana untuk menentukan berat jenis urine.
Cara penggunaan urinometer adalah dengan memutar ujungnya
dalam urin dan baca BJ urine setinggi miniskus bawah.Alat ini
memiliki skala dari 1000-1060.
2.1.2.2 Tabung reaksi
Tersedia berbagai ukuran tabung reaksi yang besarnya
ditentukan berdasarkan ukuran diameter. Berbagai macam
ukuran tabung reaksi adalah (10 x 75; 12 x 100; 16 x 150; 24 x
150) mm.
Berfungsi Untuk tempat mereaksikan dua larutan / bahan kimia
atau lebih.

6
2.1.2.3 Pipet tetes
Pipet tanpa skala, mempunyai bentuk pendek atau panjang dan
dilengkapi dengan karet penghisapnya.
2.1.2.4 Pipet Volume
Digunkan untuk mengambil larutan dengan volume tepat sesuai
dengan label yang tertera pada bagian yang menggelembung
(gondok) pada bagian tengah pipet. Gunakan propipet atau pipet
pump untuk menyedot larutan.
2.1.2.5 Corong Gelas
Terbuat dari jenis boroksiliat atau plastic. Corong mempunyai
garis tengah 35 – 300 mm dan ada yang mempunyai tangkai
corong panjang, sedang dan pendek. Digunakan untuk
menyaring zat cair atau sampel padat.

2.1.3 Alat Hormon


2.1.3.1 Laparoskopi
Laparoskopi adalah teknik bedah invasif minimal yang
menggunakan alat-alat berdiameter kecil untuk menggantikan
tangan dokter bedah melakukan prosedur bedah di dalam rongga
perut. Kamera mini digunakan dengan terlebih dahulu
dimasukkan gas untuk membuat jarak pemisah antara rongga
sehingga dapat terlihat dengan jelas. Dokter bedah melakukan
pembedahan dengan melihat layar monitor dan mengoperasikan
alat-alat tersebut dengan kedua tangannya.
2.1.3.2 Ultrasonography/USG
Ultrasonografi medis (sonografi) adalah sebuah teknik
diagnostik pencitraan menggunakan suara ultra yang digunakan
untuk mencitrakan organ internal dan otot, ukuran , struktur, dan
luka patologi, membuat teknik ini berguna untuk memeriksa

7
organ. (wikipedia). USG adalah suatu alat dalam dunia
kedokteran yang memanfaatkan gelombang ultrasonik, yaitu
gelombang suara yang memiliki frekuensi yang tinggi (250 kHz
– 2000 kHz) yang kemudian hasilnya ditampilkan dalam layar
monitor.
2.1.3.3 CT scan atau MRI perut
CT Scan adalah suatu prosedur yang digunakan untuk
mendapatkan gambaran dari berbagai sudut kecil dari tulang
tengkorak dan otak. Yang penting pada pemeriksaan CT scan
adalah pasien yang akan melakukan pemeriksaan bersikap
kooperatif artinya tenang dan tidak bergerak saat proses
perekaman.

8
BAB III
PENUTUP

3.1 SIMPULAN
Alat kesehatan adalah alat-alat yang digunakan untuk diagnosa hingga
pemeliharaan suatu penyakit atau gejala penyakit.
Dalam laboratorium pemeriksaan yang dilakukan melalui tiga tahap yakni:
pra-analitik, analitik, dan pasca analitik. Penyimpanan alat-alat kesehatan
tersebut pada suhu kamar dan terlindung dari cahaya terutama alat – alat gelas.

3.2 SARAN
Diharapkan makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi setiap
pembacanya. Penulis berharap dengan adanya makalah ini kita mendapat
pengetahuan lebih mengenai alat-alat kesehatan yang digunakan untuk
pemeriksaan di dalam laboratorium, baik pemeriksaan darah, hormon dan urin,
serta untuk menambah, wawasan pembaca dapat membaca reverensi yang lain.
Untuk kesempurnaan makalah ini, maka penulis berharap kritik dan saran
yang bersifat membangun dari setiap pembacanya.

9
LAMPIRAN

GAMBAR

NO NAMA GAMBAR

1 HAEMOCYTOMETER

2 KAMAR HITUNG

3 PIPET LED (Laju Endap


Darah)

10
4 HAEMOMETER

5 OBYEK GLASS

6 Pipet Hb

7 Deck glass

11
8 Spreader

9 Urinometer

10 Tabung reaksi

12
11 Pipet tetes

12 Corong Gelas

13 Laparoskopi

Ultrasonography/USG
14 Panel Kontrol pada USG

13
15 probe transduser

16 Konveks/Curve

17 CT scan atau MRI perut

14
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 1985. Mengenal Alat-Alat Kesehatan dan Kedokteran. Jakarta : Depkes

_______1991. Petunjuk Pemeriksaan Laboratorium Puskesmas. Jakarta : Depkes

http//.www.aikoyaniblogspot.com

15