Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II

PENENTUAN TETAPAN KESETIMBANGAN ASAM LEMAH

SECARA KONDUKTOMETRI

OLEH

KELOMPOK 1

FADLY GHOZALI (150332605179)**

DINAR RACHMADIKA B (150332602007)

FRANSISCA REGITA C (150332602398)

LABORATORIUM KIMIA FISIKA

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

2017
A. JUDUL
Penentuan Tetapan Kesetimbangan Asam Lemah Secara Konduktometri

B. TUJUAN
Menentukan tetapan kesetimbangan asam lemah dengan cara pengukuran
hantarannya menggunakan konduktometer

C. DASAR TEORI
Menurut Archenius asam didefinisikan sebagai suatu senyawa yang
apabila dilarutkan dalam air akan membebaskan ion hidrogen (H+) sedangkan
basa adalah melepaskan ion hidroksida (OH-). Namun reaksi ini hanya
berlaku pada pelarut air tidak pada yang bukan pada pelarut air. Sebagai
contoh reaksi yang berlangsung pada larutan dengan amonia cair sebagai
pelarut :
NH4Cl + NaNH2 → NaCl + 2NH3
Dengan reaksi ion :
NH4+ + NH2 → 2NH3
Asam secara paling sederhana dapat didefinisikan sebagai zat yang dilarutkan
dalam air akan mengalami disosiasi yang menghasilkan ion hidrogen sebagai
satu-satunya ion positif. Beberapa asam dan hasil disosiasinya adalah sebagai
berikut :
HCl → H+ + Cl-
HNO3 → H+ + NO3-
CH3COOH → H+ + CH3COO-
Disosiasi suatu asam merupakan proses reversible untuk itu hokum
kekekalan massa dapat diterapkan, misalnya disosiasi asam asetat
menghasilkan ion hydrogen dan asetat :
CH3COOH → H+ + CH3COO-
Dengan menerapkan hukum kekekalan massa pada proses reversible ini dapat
dinyatakan tetapan kesetimbangan dengan rumus sebagai berikut :
( H  )(CH 3COO  )
K=
(CH 3COOH )
Tetapan K ini dinamakan tetapan kesetimbangan disosiasi atau tetapan
disosiasi. Nilai konstanta disosiasi ini tergantung pada konsentrasi dan juga
tetapan fisika seperti suhu derajat disosiasi sama dengan fraksi mol yang
benar-benar berdisosiasi.
jumlah molekul yang berdisosiasi
𝛼=
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑘𝑢𝑙 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
Nilai bisa berubah-ubah antara 0 – 1. Jika α = 1 disosiasi terjadi sempurna.
Suatu metoda yang paling penting untuk menentukan derajat disosiasi
yang didasarkan atas pengukuran konduktivitas merupakan besaran turunan
karena ia tak dapat diukur secara langsung. Untuk menentukan larutan
elektrolit biasanya dinyatakan dengan konduktivitas molar (Λ)., yang
merupakan konduktan larutan yang mengandung 1 mol zat terlarut antara dua
elektroda yang besarnya tak hingga dan berjarak 1 cm satu dengan yang
lainnya
Pada suhu tetap hantaran suatu latutan tergantung konsentrasi ion dan
mobilitas ion dalam larutan. Umumnya sifat hantaran listrik dalam suatu
elektrolit mengikuti hukum ohm.
V = I . R ........................................ (1)
V = tegangan
I = arus
R = hambatan
Hantaran suatu larutan (L) didefinisikan sebagai kebalikan dari tahanan:
L = I/R ........................................... (2)
Hantaran jenis (x) adalah hantaran suatu larutan yang terletak didalam suatu
kubus dengan rusuk 1 cm antara dua permukaan yang sejajar. Bila untuk dua
permukaan yang sejajar dengan luas A cm2 dam berjarak l cm satu dengan
yang lain, maka berlaku hubungan:
L = x.A / l ...................................... (3)
Dalam pengukuran hantaran diperlukan pula suatu tetapan sel (K) yang
merupakan suatu bilangan bila dikalikan dengan hantaran satu larutan dalam
sel yang bersangkutan akan memberikan hantaran jenis dari larutan tersebut,
sehuingga:
X = K.L
= K/R ......................................... (4)
Dari persamaan (3) dan (4) jelaslah bahwa K = l / A yang merupakan tetapan
bagi suatu sel.
Hantaran molar (A) dari suatu larutan didefinisikan sebagai hantaran
larutan antara dua permukaan sejajar yang berjarak 1 cm satu dari yang lain
dan mempunyai luas sedemikian rupa sehingga diantara dua permukaan
tersebut terdapat elektrolit sebanyak 1 mol.
Λ=x/C (C = konsentrasi larutan dalam mol/cm3)
Λ = 1000x / C (C = konentrasi larutan dalam mol/liter)
Untuk pengenceran tak hingga pada hantaran molar berlaku pula keaditifan
hantaran ion-ionnya sesuai hukum Kohlrusch. Suatu elektrolit lemah yang
terlarut dalam air tidak terionisasi secara sempurna tetapi terdapat
kesetimbangan antara ion-ionnya. Hubungan antara derajat ionisasi (α)
dengan hantaran molar dinyatakan sebagai :
α = Λc / Λ0
Λc = hantaran molar pada konsentrasi C
Λ0 = hantaran molar pada pengenceran tak hingga
Untuk elektrolit biner harga tetapan kesetimbangannya dinyatakan sebagai:
Ka = α2C/(1 - α) ..................................... (5)
Dari persamaan (5) bila harga derajat ionisasi suatu elektrolit diketahui maka
tetapan kesetimbangan Ka dapat dihitung. Harga tetapan kesetimbangan yang
sebenarnya yaitu tetapan kesetimbangan teermodinamik (K) yang merupakan
fungsi dari Ka dan koefisien keaktifan ion-ionnya. Untuk larutan dalam
pengenceran tak hingga koefisien keaktifancsama dengan satu. Dengan
demikian tetapan kesetimbangan sebenarnya dapat dinyatakan sebagai:
Log Ka = Log K + 2A (αC)1/2
Ka = tetapan kesetimbangan
K = tetapan kesetimbangan termodinamik/sebenarnya
A = tetapan
α = derajat ionisasi
C = konsentrasi
D. ALAT DAN BAHAN
Peralatan yang digunakan:
 Konduktometer
 Sel hantaran
 Termosrar
 Pipet volume 25 mL
 Buret 25 mL
 Beaker glass 100 mL
 Labu takar 100 mL
 Botol semprot

Bahan yang digunakan:

 Larutan asam lemah (CH3COOH)


 Larutan CH3COOH
 Larutan NaCl
 Larutan HCl
 Larutan KCl 0,1 N

E. PROSEDUR KERJA
1. Kalibrasi konduktometer
a. Dicuci sel dengan air dan ditentukan hantarannya dalam air. Kemdian
dicuci kembali dan ditentukan hantarannya sampai menunjukkan hasil
yang tetap.
b. Dikalibrasikan alat sesuai dengan hantaran standarn sebagimana yang
tertera dalam label larutan standar.
2. Penentuan hantaran molar CH3COOH pada pengenceran tak hingga
a. Dibuat larutan CH3COONa, HCl dan NaCl masing-masing dengan
konsentrasi 0,05 N; 0,025 N; 0,0125 N; 0,00625 N; 0,00312 N; dan
0,0015 N.
b. Ditentukan hantaran larutan-larutan tersebut seteliti mungkin.
c. Dibuat kurva antara konsentrasi versus hantaran molarnya. Melalui
ekstrapolasi, ditentukan hantaran molar masing-masing larutan pada
pengenceran tak hingga.
d. Dengan menggunakan hukum Kohlrusch, ditentukan hantaran molar
CH3COOH pada pengenceran tak hingga.
3. Penentuan hantaran molar CH3COOH
a. Dibuat larutan CH3COOH dengan konsentrasi 0,1 N; 0,05 N; 0,025 N;
0,0125 N; 0,00625 N dan 0,00312 N
b. Ditentukan hantaran larutan-larutan tersebut seteliti mungkin.

Skema Alat

1 3

Keterangan :

1. Konduktometer
2. Sel hantaran
3. Larutan elektrolit
F. DATA PENGAMATAN

Konsentrasi Hantaran jenis, x, (𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1 )


(N) CH3COONa HCl NaCl CH3COOH
0,1 N 726
0,05 N 2890 9760 6100 362
0,025 N 1718 4870 3370 345
0,0125 N 973 2520 1910 243
0,00625 N 516 2310 1023 156,6
0,00312 N 270 659 570 100
0,0015 N 152,9 334 277

G. PERHITUNGAN
Menghitung Hantaran Molar Larutan CH3COONa , HCl , NaCl dan
CH3COOH

1. Larutan CH3COONa
a. Konsentrasi 0,05 N
𝑥 2890 𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1
Λ = = 𝑚𝑜𝑙 = 57800 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 −1 . 𝑐𝑚2
𝐶 0.05 𝑐𝑚 3

b. Konsentrasi 0,025 N
𝑥 1718 𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1
Λ = = 𝑚𝑜𝑙 = 68720 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 −1 . 𝑐𝑚2
𝐶 0.025 𝑐𝑚 3

c. Konsentrasi 0,0125 N
𝑥 973 𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1 −1 2
Λ = = 𝑚𝑜𝑙 = 77840 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 . 𝑐𝑚
𝐶 0.0125 𝑐𝑚3
d. Konsentrasi 0,00625 N
𝑥 516 𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1 −1 2
Λ = = 𝑚𝑜𝑙 = 82560 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 . 𝑐𝑚
𝐶 0.00625 𝑐𝑚 3
e. Konsentrasi 0,00312 N
𝑥 270 𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1 −1 2
Λ = = 𝑚𝑜𝑙 = 86538,46 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 . 𝑐𝑚
𝐶 0.00312 𝑐𝑚 3

f. Konsentrasi 0,00150 N
𝑥 152,9 𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1 −1 2
Λ = = 𝑚𝑜𝑙 = 101933,33 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 . 𝑐𝑚
𝐶 0.00150 𝑐𝑚 3

2. Larutan HCl
a. Konsentrasi 0,05 N
𝑥 9760 𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1
Λ = = 𝑚𝑜𝑙 = 195200 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 −1 . 𝑐𝑚2
𝐶 0.05 𝑐𝑚 3

b. Konsentrasi 0,025 N
𝑥 4870 𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1
Λ = = 𝑚𝑜𝑙 = 194800 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 −1 . 𝑐𝑚2
𝐶 0.025 𝑐𝑚3
c. Konsentrasi 0,0125 N
𝑥 2520 𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1
Λ = = 𝑚𝑜𝑙 = 201600 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 −1 . 𝑐𝑚2
𝐶 0.0125 𝑐𝑚 3

d. Konsentrasi 0,00625 N
𝑥 2310 𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1 −1 2
Λ = = 𝑚𝑜𝑙 = 369600 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 . 𝑐𝑚
𝐶 0.00625 𝑐𝑚 3

e. Konsentrasi 0,00312 N
𝑥 659 𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1 −1 2
Λ = = 𝑚𝑜𝑙 = 211217,95 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 . 𝑐𝑚
𝐶 0.00312 𝑐𝑚3
f. Konsentrasi 0,00150 N
𝑥 334 𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1 −1 2
Λ = = 𝑚𝑜𝑙 = 222666,67 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 . 𝑐𝑚
𝐶 0.00150 𝑐𝑚 3

3. Larutan NaCl
a. Konsentrasi 0,05 N
𝑥 6100 𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1
Λ = = 𝑚𝑜𝑙 = 122000 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 −1 . 𝑐𝑚2
𝐶 0.05 𝑐𝑚 3
b. Konsentrasi 0,025 N
𝑥 3370 𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1
Λ = = 𝑚𝑜𝑙 = 134800 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 −1 . 𝑐𝑚2
𝐶 0.025 𝑐𝑚 3

c. Konsentrasi 0,0125 N
𝑥 1910 𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1
Λ = = 𝑚𝑜𝑙 = 152800 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 −1 . 𝑐𝑚2
𝐶 0.0125 𝑐𝑚 3

d. Konsentrasi 0,00625 N
𝑥 1023 𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1 −1 2
Λ = = 𝑚𝑜𝑙 = 163680 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 . 𝑐𝑚
𝐶 0.00625 𝑐𝑚 3

e. Konsentrasi 0,00312 N
𝑥 570 𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1 −1 2
Λ = = 𝑚𝑜𝑙 = 182692,3 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 . 𝑐𝑚
𝐶 0.00312 𝑐𝑚3
f. Konsentrasi 0,00150 N
𝑥 277 𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1 −1 2
Λ = = 𝑚𝑜𝑙 = 184666,67 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 . 𝑐𝑚
𝐶 0.00150 𝑐𝑚 3

4. Larutan CH3COOH
a. Konsentrasi 0,1 N
𝑥 726 𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1
Λ = = 𝑚𝑜𝑙 = 7260 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 −1 . 𝑐𝑚2
𝐶 0.1 𝑐𝑚 3

b. Konsentrasi 0,05 N
𝑥 362 𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1
Λ = = 𝑚𝑜𝑙 = 7240 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 −1 . 𝑐𝑚2
𝐶 0.05 𝑐𝑚 3

c. Konsentrasi 0,025 N
𝑥 345 𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1
Λ = = 𝑚𝑜𝑙 = 13800 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 −1 . 𝑐𝑚2
𝐶 0.025 𝑐𝑚3
d. Konsentrasi 0,0125 N
𝑥 243 𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1 −1 2
Λ = = 𝑚𝑜𝑙 = 19400 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 . 𝑐𝑚
𝐶 0.0125 𝑐𝑚 3
e. Konsentrasi 0,00625 N
𝑥 156,6 𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1 −1 2
Λ = = 𝑚𝑜𝑙 = 25056 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 . 𝑐𝑚
𝐶 0.00625 𝑐𝑚 3

f. Konsentrasi 0,00312 N
𝑥 100 𝜇𝑆. 𝑐𝑚−1 −1 2
Λ = = 𝑚𝑜𝑙 = 32051,28 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 . 𝑐𝑚
𝐶 0.00312 𝑐𝑚 3

Menghitung Hantaran Molar CH3COONa , HCl , NaCl pada


pengenceran tak hingga menggunakan metode ekstrapolasi

Hubungan antara Λ dan konsentrasi adalah sebagai berikut :


Λ = Λ0 − 𝐵 𝐶 1/2
𝚲𝟎 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒊𝒏𝒕𝒆𝒓𝒔𝒆𝒑𝒕 𝒑𝒆𝒓𝒔𝒂𝒎𝒂𝒂𝒏 𝒈𝒂𝒓𝒊𝒔 dari kurva regresi
𝑪𝟏/𝟐 (𝒔𝒆𝒃𝒂𝒈𝒂𝒊 𝒂𝒃𝒔𝒊𝒔)𝒅𝒂𝒏 𝚲 (𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐨𝐫𝐝𝐢𝐧𝐚𝐭)

1. Larutan CH3COONa
Konsentrasi (C) √𝑪 x (𝝁S.cm-1) 𝚲 (𝝁S.mol-1 cm2 )
0,05 0,2236 2890 57800
0,025 0,1581 1718 68720
0,0125 0,1118 973 77840
0,00625 0,0790 516 82560
0,00312 0,0558 270 86538,46
0,00150 0,0387 152,9 101933,3
Grafik hubungan √C terhadap hantaran molar
CH3COONa
120000
100000
˄ (S.mol-1 cm2 )
80000
60000
y = -209150x + 102482 Series1
40000 R² = 0.9191 Linear (Series1)
20000
0
0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25
√C

Pada grafik diatas, diperoleh persamaan garis


𝑦 = −209150 𝑥 + 102482
Dari persamaan garis diatas, sehingga dapat diperoleh hantaran molar
pada pengenceran tak hingga larutan CH3COONa
Λ 0 = 102482 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 −1 . 𝑐𝑚2

2. Larutan HCl
Konsentrasi (C) √𝐶 x (𝜇S.cm-1) Λ (𝜇S.mol-1 cm2 )
0,05 0,2236 9760 195200
0,025 0,1581 4870 194800
0,0125 0,1118 2520 201600
0,00625 0,0790 2310 369600
0,00312 0,0558 659 211217,95
0,00150 0,0387 334 222666,67
Grafik hubungan √C terhadap hantaran molar
HCl
400000
350000
300000
˄ (S.mol-1 cm2 ) 250000
200000
Series1
150000
y = -351375x + 271575 Linear (Series1)
100000
R² = 0.1292
50000
0
0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25
√C

Pada grafik diatas, diperoleh persamaan garis


𝑦 = −351375 𝑥 + 271575

Dari persamaan garis diatas, sehingga dapat diperoleh hantaran molar


pada pengenceran tak hingga larutan HCl Λ 0 =
271575 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 −1 . 𝑐𝑚2

3. Larutan NaCl
Konsentrasi (C) √𝐶 x (𝜇S.cm-1) Λ (𝜇S.mol-1 cm2 )
0,05 0,2236 6100 122000
0,025 0,1581 3370 134800
0,0125 0,1118 1910 152800
0,00625 0,0790 1023 163680
0,00312 0,0558 570 182692,3
0,00150 0,0387 277 184666,67
Grafik hubungan √C terhadap hantaran molar
NaCl
200000
180000
160000
˄ (S.mol-1 cm2 ) 140000
120000
y = -356341x + 196386
100000
R² = 0.9585 Series1
80000
60000 Linear (Series1)
40000
20000
0
0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25
√C

Pada grafik diatas, diperoleh persamaan garis


𝑦 = −356341 𝑥 + 196386
Dari persamaan garis diatas, sehingga dapat diperoleh hantaran molar
pada pengenceran tak hingga larutan NaCl
Λ 0 = 196386 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 −1 . 𝑐𝑚2

Menghitung hantaran Molar CH3COOH pada pengenceran tak hingga

Λ0 HCl = 271575 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 −1 . 𝑐𝑚2


Λ0 CH3COONa = 102482 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 −1 . 𝑐𝑚2
Λ0 NaCl = 196386 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 −1 . 𝑐𝑚2
Λ0 HCl = Λ0 H+ + Λ0 Cl- ....................... (1)
Λ0 CH3COONa = Λ0 Na+ + Λ0 CH3COO- ......... (2)
Λ0 NaCl = Λ0 Na+ + Λ0 Cl- ..................... (3)
Λ0 CH3COOH = Λ0 H+ + Λ0 CH3COO- .......... (4)
Dari persamaan diatas tampak bahwa :
(4) = (1) + (2) – (3)
= (271575 + 102482 – 196386) 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 −1 . 𝑐𝑚2
= 177671 𝜇𝑆. 𝑚𝑜𝑙 −1 . 𝑐𝑚2
Maka Λ0 CH3COOH = 177671 𝝁𝑺. 𝒎𝒐𝒍−𝟏 . 𝒄𝒎𝟐
Menghitung α dan Ka Asam Asetat pada masing masing konsentrasi

Λ𝑐
α=
Λ0

 Pada konsentrasi 0,1 N


7260 𝜇𝑆.𝑚𝑜𝑙 −1 .𝑐𝑚2
α= = 0,04086
177671 𝜇𝑆.𝑚𝑜𝑙 −1 .𝑐𝑚2

 Pada konsentrasi 0,05 N


7240 𝜇𝑆.𝑚𝑜𝑙 −1 .𝑐𝑚2
α= = 0,040749
177671 𝜇𝑆.𝑚𝑜𝑙 −1 .𝑐𝑚2

 Pada konsentrasi 0,025 N


13800 𝜇𝑆.𝑚𝑜𝑙 −1 .𝑐𝑚2
α= = 0,07767
177671 𝜇𝑆.𝑚𝑜𝑙 −1 .𝑐𝑚2

 Pada konsentrasi 0,0125 N


19400 𝜇𝑆.𝑚𝑜𝑙 −1 .𝑐𝑚2
α= = 0,10919
177671 𝜇𝑆.𝑚𝑜𝑙 −1 .𝑐𝑚2

 Pada konsentrasi 0,00625 N


25056 𝜇𝑆.𝑚𝑜𝑙 −1 .𝑐𝑚2
α= = 0,141025
177671 𝜇𝑆.𝑚𝑜𝑙 −1 .𝑐𝑚2

 Pada konsentrasi 0,00312 N


32051,28 𝜇𝑆.𝑚𝑜𝑙 −1 .𝑐𝑚2
α= = 0,180396
177671 𝜇𝑆.𝑚𝑜𝑙 −1 .𝑐𝑚2

α2 𝐶
Ka =
(1− α)
 Pada konsentrasi 0,1 N

0,040862 𝑥 0,1 𝑁 0,000166954


Ka = = = 1,74066 x 10-4
(1 − 0,04086) 0,95914

 Pada konsentrasi 0,05 N

0,0407492 𝑥 0,05 𝑁 8,3024 𝑥 10−5


Ka = = = 0,865509 x 10-4
(1 − 0,040749) 0,959251
 Pada konsentrasi 0,025 N

0,077672 𝑥 0,025 𝑁 0,0001508157


Ka = = = 1,63516 x 10-4
(1 − 0,07767) 0,92233

 Pada konsentrasi 0,0125 N

0,109192 𝑥 0,0125 𝑁 0,00014903


Ka = = = 1,67298 x 10-4
(1 − 0,10919) 0,89081

 Pada konsentrasi 0,00625 N

0,1410252 𝑥 0,00625 𝑁 0,0001243


Ka = = = 1,447077 x 10-4
(1 − 0,141025) 0,858975

 Pada konsentrasi 0,00312 N


0,1803962 𝑥 0,00312 𝑁 1,10153 𝑥 10−4
Ka = = = 1,2388 x 10-4
(1 − 0,180396) 0,819604

α2 𝐶 αC1/2
Konsentrasi
Ka Log Ka
CH3COOH
0,1 N 0,000166954 0,01292 1,74066 x -3,675928
10-4
0,05 N 0,000083024 0,009111 0,865509 -4,062728
x 10-4
0,025 N 0,0001508157 0,012280 1,63516 x -3,786439
10-4
0,0125 N 0,00014903 0,012207 1,67298 x -3,776509
10-4
0,00625 N 0,0001243 0,011149 1,447077 -3,839508
x 10-4
0,00312 N 0,000110153 0,010076 1,2388 x -3,906998
10-4
Bila harga derajat ionisasi suatu elektrolit diketahui maka tetapan
kesetimbangan Ka dapat dihitung. Harga tetapan kestimbangan yang
sebenarnya yaitu tetapan kesetimbangan termodinamik (K) yang merupakan
fungsi dari Ka dan koefisien keaktifan ion-ionnya. Untuk larutan dalam
pengenceran tak hingga koefisien keaktifan sama dengan satu. Dengan
demikian tetapan kesetimbangan sebenarnya dapat dinyatakan sebagai:

Log Ka = log K + 2A (αC)1/2

Ka = tetapan kesetimbangan
K = tetapan kesetimbangan termodinamik
A = tetapan
α = derajat ionisasi
C = konsentrasi

Grafik log Ka terhadap (αC)1/2


-3.65
-3.7 0 0.005 0.01 0.015

-3.75
-3.8
y = 88.167x - 4.8368
Log Ka

-3.85 R² = 0.9483 Series1


-3.9
Linear (Series1)
-3.95
-4
-4.05
-4.1
(αC)1/2

Dari persamaan garis diatas, dapat didapatkan harga K dari persamaan


Log Ka = log K + 2A (αC)1/2
yaitu 𝑦 = 88,167 𝑥 − 4,8368 dengan regresi 0,990
dimana log K merupakan intersept dari persamaan diatas, log K = -4,8363.
Sehingga didapatkan nilai tetapan kesetimbangan termodinamika (K)
adalah 1,4578 × 𝟏𝟎−𝟓

H. PEMBAHASAN
Pada percobaan ini bertujuan untuk menentukan tetapan kesetimbangan
asam lemah dengan metode konduktometri. Dimana disini asam lemah yang
digunakan adalah asam asetat. Asam asetat merupakan salah satu elektrolit
lemah, dimana larutan ini merupakan pengahantar listrik yang kurang baik.
Asam aseat dibuat dalam berbagai konsentrasi yang bertujuan untuk melihat
dan mempelajari daya hantar listrik elektrolit dan juga melihat pengaruh
konsentrasi terhadap ion. Pada percobaan ini menggunakan alat yang
dinamakan konduktometer. Sebelum digunakan, alat konduktometer terlebih
dahulu dikalibrasikan menggunakan larutan standar yang tersedia di
laboratorium. Setelah itu dapat dilakukan pengukuran hantaran jenis dari
larutan CH3COONa, HCl, NaCl, dan CH3COOH dalam berbagai konsentrasi.
Daya hantar listrik berhubungan dengan pergerakan suatu ion didalam
larutan. Ion yang mudah bergerak mempunyai daya hantar listrik yang besar.
Sehingga kuat lemahnya suatu larutan elektrolit selalu dikaitkan dengan
ionisasi (α). Pada percobaan ini asam asetat yang digunakan termasuk larutan
elektrolit lemah, dimana elektrolit lemah mempunyai sifat penghantaran
listriknya buruk. Asam asetat akan terdisosasi atau terionisasi sebagian,
dimana harga derajat ionisasinya (α) bernilai kurang dari 1 dan lebih besar
dari 0 ( 0 > α. > 1) . Jumlah ion yang terdapat dalam larutan tersebut
bergantung pada nilai derajat ionisasinya (α), dimana jumlah ion yang
terdapat dalam larutan juga mempengaruhi nilai daya hantar listrik. Berikut
ini reaksi ionisasi asam asetat :

CH3COOH(aq) ↔ H+(aq) + CHCOO-(aq)

Prinsip kerja dalam alat konduktometer ini berkaitan dengan daya hantar
listrik dan suatu larutan yang berhubungan dengan jenis dan konsentrasi ion
dalam larutan tersebut. Salah satu bagian dari alat konduktometer ini adalah
sumber listrik yang didasarkan pada arus AC. Terdapat elektroda yang berupa
logam yang berfungsi sebagai suatu pengantar yang memancarkan atau
mengumpulkan elektron dalam suatu sel. Berdasarkan hasil pengukuran, nilai
daya hantar ekivalen dengan menggunakan konduktometer terlihat bahwa
semakin kecil konsentrasi suatu larutan maka nilai daya hantar yang diperoleh
juga semakin kecil. Berdasarkan hasil perhitungan nilai daya hantar molar (𝛬)
dari data hantar ekivalen (x) untuk masing-masing larutan CH3COOH, NaCl,
dan HCl, sebagian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasinya, maka
semakin rendah nilai hantaran molarnya. Semakin kecil konsentrasinya, maka
semakin banyak ion asam asetat yang terurai dengan derajat ionisasinya yang
lebih besar dan begitu pula sebaliknya. Dari nilai derajat ionisasi tersebut
dapat dihitung nilai Ka dari asam asetat pada berbagai konsentrasi.
Selanjutnya dibuat grafik log Ka terhadap (αC)1/2 , Sehingga didapatkan
nilai tetapan kesetimbangan termodinamika (K) adalah 1,4578 × 𝟏𝟎−𝟓

I. KESIMPULAN
Dari percobaan ini diperoleh beberapa kesimpulan yaitu :
1. Semakin kecil konsentrasi larutan maka semakin kecil nilai daya hantar
ekivalennya.
2. Larutan CH3COOH tergolong larutan elektrolit lemah yang ditunjukkan dari
nilai α yang kurang dari satu.
3. Tetapan kesetimbangan termodinamika (K) dari larutan asam lemah
(CH3COOH) adalah 1,4578 × 𝟏𝟎−𝟓

J. JAWABAN PERTANYAAN
1. Apakah perbedaan tetapan kesetimbangan asam lemah (Ka) dan tetapan ke-
setimbangan termodinamika (K)?
Tetapan kesetimbangan termodinamika (K) merupakan tetapan
kese-timbangan yang setimbang secara kimia dan tidak ada
kecenderungan untuk terjadi perubahan keadaan baik dilingkungan
maupun sistem. tetapan kesetimbangan asam lemah (Ka) adalah
kesetimbangan asam yang dihasilkan oleh ion H+
2. Sebutkan cara lain penentuan tetapan kesetimbangan asam lemah selain cara
konduktometri?
Dengan cara titrasi potensiometri dan titrasi konduktometri.

K. DAFTAR PUSTAKA

Tim Dosen Kimia Fisika UM. 2016. Petunjuk Praktikum Kimia Fisika 2.
Malang: Jurusan Kimia UM

Bird Tony, Kimia Fisik untuk Universitas file pdf