Anda di halaman 1dari 10

Home ↝ Difteri ↝ Kenali 10 Tanda-Tanda Gejala Awal Difteri Pada Anak

Kenali 10 Tanda-Tanda Gejala Awal Difteri Pada


Anak
 DIFTERI •  DECEMBER 17, 2017 00:07

Ad

Tanda-tanda, ciri, dan gejala anak terkena penyakit difteri harus diketahui oleh
setiap orang tua. Karena difteri termasuk penyakit berbahaya yang sifatnya sangat
mudah menular dan dapat berakibat fatal hingga berujung pada kematian.

Difteri umumnya menyerang balita dan anak-anak pada rentang usia 1-9 tahun,
namun beberapa kasus difteri juga bisa terjadi pada bayi, remaja, bahkan orang
dewasa sekalipun.

Pada artikel sebelumnya caramanjur.com sudah membahas mengenai penyakit


difteri secara lengkap mulai dari bagaimana difteri bisa muncul, apa saja
bahayanya, bagaimana cara penularannya, dan langkah-langkah yang tepat untuk
mengatasinya.

Jika Anda belum membacanya, maka kami sarankan untuk mengunjungi artikel ini:

Apa Itu Difteri: Penyebab, Cara Mencegah & Mengobatinya

Dan pada kesempatan kali ini kita akan coba ulas apa saja tanda-tanda anak
terkena difteri dan bagaimana cara mengenalinya agar Anda tidak terlambat dalam
memberikan penanganan yang tepat.

Iklan oleh Google

Gejala kanker

Cara mengobati jantung

Anak

Agar kulit putih

Akibat diabetes

10 Tanda Anak Terkena Difteri Yang Harus Diketahui Sedini Mungkin


Berikut ini adalah 10 tanda-tanda anak terkena difteri yang wajib Anda ketahui:

1. Sakit Tenggorokan
Tanda anak terkena difteri yang pertama adalah mengalami sakit pada
tenggorokannya. Akibatnya anak akan mengalami nyeri pada saat menelan
makanan.

Memang tidak semua sakit tenggorokan adalah tanda anak Anda terkena difteri,
namun di saat wabah difteri sedang melanda seperti sekarang ini maka tidak ada
salahnya untuk waspada.

Kami juga sudah menyusun sebuah artikel yang dapat membantu Anda untuk
mengenali perbedaan antara sakit tenggorokan biasa dan sakit tenggorokan karena
difteri. Anda bisa membacanya di sini:

Cara Mengenali Perbedaan Sakit Tenggorokan Biasa Dan Difteri


Setelah sakit tenggorokan, biasanya akan segera disusul dengan ciri dan gejala lain
seperti di bawah ini.

2. Muncul Selaput Berwarna Putih Abu-abu Pada Tengorokan dan


Amandel
Ciri difteri pada balita dan anak-anak yang paling umum selanjutnya yaitu Anda
akan melihat selaput tebal berwarna putih atau abu-abu pada tenggorokan dan
amandel.

Selaput ini disebut dengan selaput pseudomembran.

Selaput pseudomembran terbentuk dari tumpukan sel-sel yang mati karena dirusak
oleh racun difteri. Terkadang ia juga bisa muncul di rongga hidung.

Selaput ini sifatnya sangat lekat dengan jaringan yang ada di bawahnya, sehingga
apabila diangkat/ dikelupas akan berdarah.
Lihat contoh gambar tenggorokan anak yang terkena difteri berikut:

Munculnya selaput abu-abu pada tenggorokan ini merupakan cara yang paling
mudah untuk mengenali penyakit difteri pada anak.

Jika Anda menemui hal ini pada anak Anda, maka jangan ditunda-tunda lagi untuk
segera pergi ke dokter atau unit pelayanan kesehatan terdekat.

Ad
Ad

3. Demam
Gejala awal anak terkena penyakit difteri yang paling umum selanjutnya adalah
mengalami demam.

Demam anak yang terkena difteri ini sangat khas, biasanya panas tidak terlalu tinggi
(± 38o C) namun kadang disertai dengan menggigil.

4. Leher Menjadi Bengkak


Selain menimbulkan peradangan pada tenggorokan yang menyebabkan rasa nyeri
pada saat menelan, difteri juga dapat menimbulkan pembengkakan pada limfa atau
kelenjar getah bening.

Hal ini ditandai dengan terjadinya pembengkakan pada leher atau yang sering
disebut dengan bull neck.

5. Sulit Bernapas dan Suara Menjadi Serak


Gejala difteri pada anak yang selanjutnya yaitu terjadi perubahan suara pada anak
yang disertai dengan kesulitan bernapas.

Anak yang terkena difteri akan mengalami gangguan pada sistem pernapasannya,
hal ini terjadi karena racun dari bakteri difteri yang terus menghancurkan sel-sel
sehat juga merusak saraf pernapasan.

Anak yang terkena difteri seringkali mengeluarkan suara yang khas seperti
mengorok (stridor) akibat terjadinya penyempitan saluran napas.

6. Muncul Ruam Pada Kulit


Gejala penyakit difteri pada anak bisa juga disertai dengan munculnya ruam pada
kulit.

Ruam akibat penyakit difteri ini sangat khas, biasanya berwarna kemerahan dan
menyebabkan kulit menjadi meradang.

Ad

Pada kasus yang parah, terutama pada jenis difteri kulit (Cutaneous diphtheria)
dapat muncul ulkus yang cukup parah hingga menjadi borok disertai rasa yang
sangat nyeri.

7. Batuk Keras
Ciri-ciri difteri pada anak juga bisa ditandai dengan gejala batuk keras.
Batuk akibat difteri dapat menimbulkan rasa nyeri dan terkadang penderita akan
mengeluarkan sektret yang disertai dengan darah.

8. Pilek Dengan Sekret Yang Khas


Anak yang terkena difteri juga dapat mengalami pilek yang khas. Pada awalnya
ingus (sektret) yang dikeluarkan encer, namun lama kelamaan menjadi kental dan
berwarna kuning kehijauan dan dapat disertai dengan darah.

9. Tubuh Menjadi Lemas Disertai Penurunan Nafsu Makan


Cara mengenali munculnya penyakit difteri pada anak juga bisa dilihat dari
penurunan nafsu makan yang disertai dengan badan menjadi lemas.

10. Jantung Berdebar Tidak Teratur


Tanda-tanda anak terkena penyakit difteri yang terakhir yaitu perubahan detak
jantung menjadi tak menentu.

Anak yang terkena penyakit difteri dapat mengalami jantung berdebar. Hal ini terjadi
karena racun yang dihasilkan oleh bakteri difteri dapat terbawa oleh darah dan
mengganggu kerja jantung.

Gejala ini sudah termasuk kategori yang berbahaya karena racun difteri sudah
sampai ke jantung.

Difteri Adalah Penyakit Berbahaya Yang Dapat Sebabkan Kematian


Bahaya difteri ada pada racun bernama exotoxin yang di produksi oleh bakteri
Corynebacterium diphtheriae.

Jika anak penderita difteri tidak segera mendapat pengobatan, maka racun ini bisa
terbawa oleh darah dan merusak ginjal, jantung, sistem saraf, dan otak.
Apabila Anda ingin mengetahui lebih jauh mengenai bakteri difteri ini dan
bagaimana ia bisa menjadi sangat berbahaya, kami sarankan Anda untuk membaca
artikel ini:

Ganasnya Corynebacterium diphtheriae, Bakteri Penyebab Mewabahnya


Penyakit Difteri

Yang Harus Dilakukan Orang Tua Saat Menemukan Tanda-tanda Anak


Terkena Penyakit Difteri:
Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan orang tua apabila
menemukan gejala penyakit difteri pada anak:

1. Apabila Anda menemukan atau sebatas mencurigai ada tanda-tanda penyakit


difteri di atas pada anak Anda maka jangan ragu untuk segera
memeriksakannya ke unit kesehatan terdekat. Lebih baik waspada daripada
terlambat. Kalaupun ternyata gejala tersebut ternyata bukanlah penyakit difteri,
Anda tidak akan rugi sama sekali.

2. Apabila anak di diagnosis positif difteri, maka anak akan mendapatkan


perawatan khusus termasuk prosedur isolasi.

3. Seluruh anggota keluarga serumah harus mendapatkan pemeriksaan oleh


dokter/ petugas Dinas Kesehatan dengan tujuan untuk memutus rantai
penularan. Juga diperiksa apakah mereka adalah carrier (pembawa bakteri
namun tampak sehat) dan mendapatkan pengobatan sesuai prosedur.

4. Apabila anak di diagnosis difteri maka lakukan isolasi pada barang-barang


bekas pakai anak seperti mainan, gelas dll. kemudian lakukan pensterilan. Cara
yang paling mudah adalah dengan mencucinya menggunakan sabun antiseptik
hingga benar-benar bersih.

5. Anggota keluarga yang tidak menderita difteri sangat dianjurkan untuk diberikan
imunisasi difteri.

6. Jika status imunisasi anak dan anggota keluarga lain ada yang tidak lengkap
maka segera dilengkapi sesuai dengan usia.

7. Setelah mendapat suntikan imunisasi terkadang terjadi reaksi seperti bengkak


dan demam. Jangan panik. Untuk mengatasinya bisa dengan minum obat
penurun panas, rajin minum jus buah atau susu, dan periksakan ke dokter bila
dirasa gejala ini tidak berkurang.

8. Patuhi semua petunjuk dan prosedur dari Dokter/ petugas Dinas Kesehatan.

Ingatkan orang-orang terdekat Anda dengan membagikan artikel ini kepada mereka.
Jangan biarkan difteri merenggut keceriaan anak-anak kita. Sharing is caring !