Anda di halaman 1dari 10

Eksakta: Jurnal Imu-Ilmu MIPA p.

ISSN: 1411-1047
e. ISSN: 2503-2364

Identifikasi Morfologi dan Uji Aktivitas Antimikroba Terhadap Bakteri


Escherichia coli Dari Fermentasi Buah Markisa (Passiflora sp.)

Habibi Hidayat

Program Studi Kimia FMIPA Universitas Islam Indonesia

Jalan Kaliurang KM 14,5, Sleman, Yogyakarta, 55584

E-mail: habibihidayat13@gmail.com

ABSTRAK

Telah dilakukan studi identifikasi bakteri dari buah Markisa dan uji aktivitas antimikroba terhadap
bakteri Escerichia coli. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari buah Markisa,
dimana penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi morfologi bakteri yang tumbuh dalam
proses fermentasi buah markisasecara mikroskopik, dan uji aktivitas antimikroba dari hasil
fermentasi Markisa (Passiflora Sp.) terhadap bakteri Escerichia coli. Identifikasi morfologi yang
dilakukan dengan metode pewarnaan Gram dan uji aktivitas antimikroba dengan menggunakan
metode cakram. Hasil yang diperoleh dari terhadap kedua isolat yaitu S1 berbentuk basil dan S2
berbentuk basil dan kokus. Perhitungan jumlah koloni pada pengenceran 10-7 diperoleh S1
sebanyak 16.107 cfu/ml dan S2 sebanyak 30.107 cfu/ml. Uji aktivitas antimikroba terhadap bakteri
patogen Escerichia coli selama 1 x 72 jam yaitu isolat S1 diperoleh zona hambat pertumbuhan
bakteri sebesar 11 mm, 13 mm dan 15 mm dan isolat S2 sebesar 13 mm, 14 mm dan 16 mm.

Kata kunci: Markisa, Escerichia coli, Antimikroba, Pewarnaan Gram

ABSTRACT

Study of morphological identification and testing of antimicrobial activity for passionfruit isolates
have been done againstEscerichia coli. Examined Samples were taken from passionfruit, where
This study aims to find out morphology identification of the isolates microscopically and
antimicrobial activity of Passionfruit (Passiflora sp.) fermentation against Escerichia coli bacteria.
The identification of morphology was conducted using Gram staining method while testing of
antimicrobial activity was performed using cakram method. Obtained results from the two isolates
showed that the shape of S1 was basil and the shape of S2 was basil and coccus. Collony
calculation in the 10-7 dilution exhibited the number of S1 was 16.107 cfu / ml and S2 was 30.107
cfu / ml. Testing of antimicrobial activity against pathogenic bacteria Escherichia coli at 1 x 72
hours of S1 isolate gave inhibition zones for bacterial growth of 11 mm, 13 mm and 15 mm. At the
same, S2 isolate gave inhibition zones of 13 mm, 14 mm and 16 mm.

Key words: Passionfruit, Escerichia coli, antimicrobial, Gram Staining

Pendahuluan berasal dari negara Brasil, dan


berkembang pesat di beberapa daerah di
Markisa merupakan salah satu jenis
Indonesia seperti di Sumatera Utara,
buah yang terdapat di Indonesia. Buah ini
Identifikasi Morfologi dan Uji Aktivitas Antimikroba Terhadap Bakteri Escherichia coli Dari Fermentasi
Buah Markisa (Passiflora sp.)
(Habibi Hidayat) 76
Eksakta: Jurnal Imu-Ilmu MIPA p. ISSN: 1411-1047
e. ISSN: 2503-2364
Sumatera Barat, Lampung, dan Sulawesi menghambat, sebagai akibat lemahnya
Selatan. Selain itu, Markisa juga dapat proton motive force dan hilangnya
diperoleh dengan mudah di daerah kemampuan potensi membran dalam
Yogyakarta. Buah Markisa memiliki mencegah pertumbuhan bakteri sejenis
banyak manfaat bagi kesehatan karena dan mempunyai tempat pelekatan yang
memiliki kandungan nutrisi yang spesifik bagi bakteri patogen(Hidayat,
berkhasiat. Buah Markisa identik 2011).
mempunyai rasa masam sehingga jarang Fermentasi adalah reaksi dengan
dimanfaatkan secara langsung dan hanya menggunakan biokatalis untuk mengubah
dibuat sebagai bahan minuman bahan baku menjadi produk. Biokatalis
(Overlando, dkk., 2013). Markisa yang digunakan adalah bakteri,yeastatau
merupakan sumber serat untuk jamur (Overlando, dkk., 2013). Secara
membersihkan dinding usus, umum, makanan fermentasi lebih awet
meningkatkan pencernaan, dan dari bentuk segarnya karena kondisi asam
membantu mencegah serangan jantung tidak disukai oleh bakteri kontaminan.
dan stroke. Disamping itu, makanan fermentasi cita
Biasanya suatu mikroba hanya rasanya lebih enak dibanding bentuk
dapat menimbulkan penyakit jika berhasil segarnya, dan nilai gizinya lebih tinggi,
masuk ke dalam tubuh melalui saluran umumnya lebih mudah dicerna karena
tertentu, misalnya dengan melalui saluran telah mengalami penguraian selama
pencernaan. Mikroba yang dapat proses fermentasi dan terbentuk molekul-
menginfeksi dan menimbulkan penyakit molekul yang lebih sederhana dan lebih
adalah mikroorganisme yang mempunyai mudah dicerna (Surono, 2004). Menurut
daya patogenitas yang tinggi, daya Ovelando, dkk., (2013), beberapa
virulensi yang kuat, daya invasi yang langkah utama yang diperlukan dalam
tinggi sehingga dapat berkembang biak melakukan proses fermentasi, yaitu :
dan menyebar ke dalam tubuh inang yang a. Seleksi mikroba atau enzim yang
peka, serta mempunyai daya pertahanan sesuai dengan tujuan.
dan daya hindar yang baik terhadap b. Seleksi media sesuai dengan tujuan.
serangan sel-sel fagosit di dalam tubuh c. Sterilisasi semua bagian penting untuk
inang.Menurut Tagg, bakteri gram positif mencegah kontaminasi.
bersifat bakterisida tidak hanya
membunuh bakteri, bukan hanya
Identifikasi Morfologi dan Uji Aktivitas Antimikroba Terhadap Bakteri Escherichia coli Dari Fermentasi
Buah Markisa (Passiflora sp.)
(Habibi Hidayat) 77
Eksakta: Jurnal Imu-Ilmu MIPA p. ISSN: 1411-1047
e. ISSN: 2503-2364
d. Pengecekan semua perlengkapan alkohol 70%, indikator kertas pH
terutama pada bagian pengendalian universal, nutrient agar, nutrient broth,
proses. pepton water, kristal violet, larutan lugol,
e. Evaluasi hasil maupun proses secara aseton alkohol, safranin, Mueller hilton,
menyeluruh. antibiotik (eritrombisin, ampicilin),
Melihat kandungan dan manfaat akuades, kertas saring, kapas,
yang terdapat di dalam buah markisa, Euschericia coli, kertas aluminium foil,
Selain dibuat minuman, apakah markisa kertas wrap
juga dapat digunakan sebagai
Alat-alat yang digunakan yakni
antimikroba maka dilakukan identifikasi
autoclave, rak tabung reaksi, petridish,
morfologi dan uji aktivitas terhadap
jarum ose, pembakar bunsen, erlemenyer,
bakteri Eschericia colidari hasil
pipet mikro, mikroskop, kaca objek,
fermentasi buah Markisa. Pada penelitian
stopwatch, vortex, microtube, inkubator.
sebelumnya banyak yang melakukan uji
aktivitas dengan menggunakan sampel Prosedur Kerja
yang berbeda. Sehingga peneliti tertarik
A. Fermentasi Buah Markisa
untuk melakukan penelitian terhadap
buah markisa. Proses fermentasi Markisa Kuning
Tujuan Penelitian dilakukan dengan mengambil satu atau
Tujuan penelitian ini adalah sebagai dua buah Markisa yang sudah matang
berikut: kemudian di kupas dan letakkan ke dalam
1. Untuk mengetahui identifikasi daun pisang yang telah di bersihkan
morfologi secara mikroskopik dari dengan alkohol dan dipanaskan lalu
bakteri hasil fermentasi Markisa ditutup rapat-rapat, kemudian
(Passiflora Sp.). dimasukkan ke dalam tupper wearyang
2. Untuk mengetahui aktivitas telah di lubangi dan di diamkan selama
antimikroba dari fermentasi Markisa 36 jam dan 48 jam pada suhu kamar.
(Passiflora Sp.) terhadap bakteri
B. Isolasi dan identifikasi Morfologi
Escheria coli.
Bakteri
Metode Penelitian
Hasil Fermentasi 36 jam dan 48
Penelitian ini membutuhkan bahan-
jam di ambil dan dilakukan proses isolasi.
bahan seperti: buah Markisa kuning,
Isolasi dilakukan dengan cara
Identifikasi Morfologi dan Uji Aktivitas Antimikroba Terhadap Bakteri Escherichia coli Dari Fermentasi
Buah Markisa (Passiflora sp.)
(Habibi Hidayat) 78
Eksakta: Jurnal Imu-Ilmu MIPA p. ISSN: 1411-1047
e. ISSN: 2503-2364
pengenceran. Dimana dalam proses ditanam pada media padat yang baru dan
pengenceran tersebut sebanyak 1 gram diinkubasi pada suhu 370C selama 24
daging buah markisa hasil fermentasi jam.
dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang
C. Identifikasi Morfologi Bakteri
berisi 9 mlnutrient brothcair. Perlakuan
ini dilakukan sama untuk masing-masing Dari media padat yang telah
sampel yang 36 jam dan 48 jam. diinkubasi tadi diambil 1 ose bakteri lalu
Selanjutnya diinkubasi pada suhu 370C diletakkan di atas kaca objek, dilebarkan
selama 24 jam. dan dilakukan fiksasi bakterinya.
Selanjutnya dituangkan kristal violet
Setelah diinkubasi dilakukan
sebanyak 3-5 tetes selama 5 menit. Lalu
pengenceran bertingkat. Dengan
dicuci dengan air mengalir, ditambahkan
menggunakanpepton water. Sebanyak 0,9
lugol dan diamkan selama 45-60 detik
ml pepton water masing-masing
kemudian cuci lagi dengan air mengalir.
dimasukkan ke dalam 7 buah microtube,
Selanjutnya celupkan dalam bejana yang
selanjutnya satu buah microtube tersebut
berisi aseton alkohol sambil digoyang-
ditambahkan dengan 0,1 ml hasil
goyangkan selama 30 detik. Kemudian
fermentasi. Kemudian microtube tersebut
dicuci lagi dengan air yang mengalir,
di vortex selama 30 detik lalu di ambil 0,1
kemudian warnai dengan safranin
ml dan dimasukkan ke dalammicrotube
sebanyak 2-3 tetes selama 1-2 menit, dan
berikutnya. Perlakuan ini terus dilakukan
dicuci dengan air yang mengalir lalu
sampaimicrotube terakhir. Setelah itu
dikeringkan. Kemudian lihat bentuk
microtubeyang terakhir (ke 7) diambil 0,1
morfologi bakteri dengan menggunakan
ml dan dilakukan penanaman pada media
mikroskop perbesaran 40X.
padat. Media padat yang dibuat dari2
gram nutrient agar dengan 0,8 Uji Aktivitas Antimikroba
gramnutrient brothdalam 100 ml akuades. Uji aktivitas antimikroba dilakukan
Selanjutnya diratakan dengan dengan cara melakukan kultur bakteri
menggunakandirglassky, dan diinkubasi menggunakan media cair nutrient broth.
0
pada suhu 37 C selama 24 jam. Sebanyak 1 ose bakteri dari media padat

Selanjutnya dilakukan penanaman di kultur didalam media cair selama 24

menggunakan metode streak zigzag jam pada suhu 370C. Di siapkan juga 1

dengan mengambil 1 ose hasil inkubasi ml bakteri patogen Escherichia coliyang

Identifikasi Morfologi dan Uji Aktivitas Antimikroba Terhadap Bakteri Escherichia coli Dari Fermentasi
Buah Markisa (Passiflora sp.)
(Habibi Hidayat) 79
Eksakta: Jurnal Imu-Ilmu MIPA p. ISSN: 1411-1047
e. ISSN: 2503-2364
dikultur di dalam media cair nutrient senyawa CO2, asam asetat, etanol,
broth, dan diinkubasipada suhu 370C manitol, dan senyawa flavour dari
selama 24 jam. Selanjutnya dilakukan heksosa.
proses persiapan media Mueller hilton
(MH), diambil 2,28 gram MH
ditambahkan 1,2 gram nutrient agar dan
dilarutkan dengan akuades sebanyak 60
ml. Dalam proses uji aktivitas
(a) (b) (c)
antimikroba ini digunakan antibiotik
sebagai standar yaituEritrombisin (E) dan Gambar 1. Fermentasi Buah Markisa:
(a) Buah Markisa; (b)
Ampicillin (amp). Daging Buah Markisa (c)
Proses Fermentasi
Pembahasan
B. Isolasi dan identifikasi Morfologi
A. Fermentasi Buah Markisa
Dari Bakteri

Proses fermentasi dilakukan dari


Isolasi bakteri ini dilakukan
sampel buah markisa yang diperoleh di
bertujuan untuk memisahkan dan
kota Yogyakarta. Dalam proses
membiakkan bakteri yang terdapat di
fermentasi dilakukan sterilisasi alat yang
dalam campuran dengan menggunakan
akan digunakan agar tidak terjadi
media kultur sehingga diperoleh isolat
kontaminan terhadap bakteri. Adapun
bakteri atau biakkan murni dari bakteri
nilai pH yang diperoleh untuk masing-
tersebut (Darwis dan Sukar, 1999). Pada
masing proses fermentasi dari 36 jam
proses isolasi ini media isolasi spesifik
sebesar 3 dan untuk yang 48 jam sebesar
yang digunakan adalah media selektif
4 (Gambar 1). Pada awalnya PH sampel
yaitu nutrient brothataude Mann Rogosa
hasil sebesar 5. Penurunan pH dari
Sharpe Broth. Bentuk medianya seperti
masing-masing sampel selama proses
bubuk bewarna kuning pucat. Media
fermentasi, disebabkan karena pada saat
selektif ini digunakan untuk
proses fermentasi terbentuk asam laktat,
menumbuhkan dan memelihara bakteri
aroma, dan flavour yang dihasilkan dari
tertentu, dengan sifat kekhususannya
kandungan buah markisa. Selain itu,
tersebut, maka media ini akan menyeleksi
menurut Surono (2004) dalam proses
bakteri yang ingin ditumbuhkan yaitu
fermentasi mikroba akan menghasilkan
Bakteri Asam Laktat (BAL).
Identifikasi Morfologi dan Uji Aktivitas Antimikroba Terhadap Bakteri Escherichia coli Dari Fermentasi
Buah Markisa (Passiflora sp.)
(Habibi Hidayat) 80
Eksakta: Jurnal Imu-Ilmu MIPA p. ISSN: 1411-1047
e. ISSN: 2503-2364
Bakteri dalam sampel diisolasi Organization) dalam Dewita (2010)
dengan menggunakan metode sebagai pangan probiotik yaitu berada
pengenceran bertingkat danstreak pada pada jumlah 10 6-108 cfu/ml.
MRS agar. Kemudian dilakukan inkubasi
pada suhu 37oC selama 2 hari. Proses
pengenceran bertingkat dilakukan sampai
10-7 dalam pepton water. Hal ini
bertujuan untuk memperkecil atau
mengurangi jumlah mikroba yang Gambar 2. Penampakan BAL pada
tersuspensi dalam cairan tersebut. Medium MRS agar

Selanjutnya dilakukan inkubasi selama 1


C. Identifikasi Morfologi Bakteri
hari pada suhu 37oC. Setelah dilakukan
proses inkubasi maka didalam petridish Isolat bakteri yang berhasil diisolasi

yang berisi media padat akan terdapat menggunakan media selektif nutrient

sejumlah koloni-koloni bakteri. Koloni brothberdasarkan sifat-sifat umumnya

tunggal dari petirdish tersebut adalah Bakteri Asam Laktat (BAL).

selanjutnya dipindahkan ke dalam Bakteri Asam Laktat (BAL) merupakan

petridish lain dengan perlakuan yang bakteri yang mampu menghasilkan asam

sama dengan menggunakan metode laktat pada media pertumbuhannya. Sifat-

streakagar mendapatkan kultur murni dari sifat umum dari BAL antara lain :

bakteri. Dari hasil streak tersebut bentuknya basil (batang), kokus (bulat),

diperoleh 2 isolat bakteri, yaitu S1 dan sifat gram positif, katalase negatif,

S2. endospora negatif, motilitas negatif, dan


mampu menghasilkan asam laktat.
Dari hasil perhitungan jumlah
Identifikasi dilakukan terhadap kedua
koloni pada pengenceran 10-7 diperoleh
isolat yaitu S1 dan S2.
S1 sebanyak 16.107 cfu/ml dan S2
sebanyak 30.107 cfu/ml (Gambar 2). Identifikasi BAL secara

Karena pada pengenceran tersebut makroskopis yang telah diamati diperoleh

koloni-koloni bakteri sudah terpisah bentuk koloni (Tabel 2). Untuk

dengan baik, jumlah total koloni ini mengetahui jenis bakteri yang dihasilkan

memenuhi kriteria sebagai pangan maka dilakukan identifikasi secara

probiotik. Menurut WHO (World Health mikroskopik yaitu dengan pewarnaan


gram. Uji gram ini dilakukan untuk
Identifikasi Morfologi dan Uji Aktivitas Antimikroba Terhadap Bakteri Escherichia coli Dari Fermentasi
Buah Markisa (Passiflora sp.)
(Habibi Hidayat) 81
Eksakta: Jurnal Imu-Ilmu MIPA p. ISSN: 1411-1047
e. ISSN: 2503-2364
menggelompokkan bakteri berdasarkan yang menggunakan larutan pewarna
reaksi kimia yang terbagi menjadi dua Gram (Gram Stainning).
yaitu Gram positif dan Gram negatif,
Tabel 2. Hasil Pengamatan Koloni

isolat ukuran bentuk elevasi bentuk warna uji gram


pinggir

S1 kecil teratur datar lobate putih basil (gram


(sirkular) kekuning- positif)
kuningan

S2 Sedang Teratur cembung Bulat Putih Basil dan kokus


(sirkular) penuh (gram positif)

Proses pewarnaan Gram yang bakteri Gram negatif akan menyerapnya


telah dilakukan akan menghasilkan sedangkan bakteri Gram positif tidak
bentuk morfologi dari bakteri tersebut akan menyerap pewarna lagi. Dalam
(Gambar 3). Menurut prescot et al dalam proses pewarnaan Gram ini sampel kultur
Hidayat (2011),ketika sel bakteri yang bakteri dari masing-masing isolat yang
terdapat pada kaca objek ditambahkan digunakan adalah sampel kultur bakteri
dengan pewarna kristal violet yang yang masih segar dan muda.
bewarna ungu, maka sel bakteri akan
menyerap pewarna tersebut. Interaksi
antara sel bakteri dengan kristal violet
akan semakin kuat dengan ditambahkan
lugol. Ketika dicuci dengan alkohol,
bakteri Gram positif akan tetap mengikat Gambar 3. Bentuk Isolat Bakteri Hasil
kompleks kristal violet-lugol sehingga Pewarnaan Gram
menjadi bewarna ungu. Sedangkan
bakteri Gram negatif akan kehilangan Dari hasil Pewarnaan Gram untuk kedua

kompleks kristal violet lugol karena sampel isolat bakteri semuanya diperoleh

lapisan peptidoglikan pada bakteri Gram bakteri Gram positif, untuk S1 berbentuk

negatif lebih tipis sehingga menjadi tidak basil dan S2 berbentuk basil dan kokus.

bewarna. Ketika ditambahkan dengan Pewarnaan Gram pada bakteri ini

safranin yang bewarna merah maka didasarkan pada tebal atau tipisnya
Identifikasi Morfologi dan Uji Aktivitas Antimikroba Terhadap Bakteri Escherichia coli Dari Fermentasi
Buah Markisa (Passiflora sp.)
(Habibi Hidayat) 82
Eksakta: Jurnal Imu-Ilmu MIPA p. ISSN: 1411-1047
e. ISSN: 2503-2364
lapisan peptidoglikan di dinding sel dan Mardiana (2007) pengukuran kekuatan
banyak sedikitnya lemak pada membran antibiotik dan antibakteri dengan
sel bakteri. Bakteri Gram positif memiliki menggunakan metode Davis Stout dapat
dinding sel yang tebal dan membran sel dibagi menjadi beberapa kategori (Tabel
selapis serta tidak memiliki membran 2).
luar. Sedangkan bakteri Gram negatif
Tabel 2.Klasifikasi Respon Zona Hambat
mempunyai dinding sel tipis yang berada
diantara dua lapis membran sel. Diameter Zona Bening Respon Hambatan
Pertumbuhan
D. Uji Aktivitas Antimikroba ≤5 mm Lemah

Uji aktivitas antimikroba 5-10 mm Sedang

dilakukan untuk kedua jenis sampel isolat 10-20 mm Kuat

S1 dan S2 dengan menggunakan metode ≥20 mm Sangat Kuat


difusi cakram. Metode difusi cakram
merupakan suatu metode yang banyak
digunakan dalam proses uji aktivitas Dari hasil uji aktivitas
antimikroba, metode ini biasa dikenal antimikroba yang telah dilakukan
sebagai metode Kirby-Bauer. Dimana terhadap kedua isolat. Daerah hambat
dalam prosesnya sejumlah bakteri uji yang terbentuk terlihat sebagai daerah
diinokulasikan pada media agar dan terang atau bening disekeliling sumur
cakram yang mengandung larutan uji. yang kemudian diukur besarnya dengan
Cakram yang telah mengandung sampel menggunakan penggaris. Adapun hasil
bakteri uji diletakkan pada permukaan pengamatan zona bening dapat dilihat
media agar yang telah memadat. Dimana dari grafik dibawah ini.
sebelumnnya padatan dari media di olesi
Pengamatan Zona Hambat BAL terhadap
bakteri patogen Escerichia coli. E.coli
18

0 16
Kemudian diinkubasi pada suhu 37 C. 14
S1
S2
Zona Ham bat (mm)

12
E
Pada 24 jam pertama setelah diinkubasi 10
Amp
8

menunjukkan hasil yang positif pada 6

kedua isolat yaitu dengan adanya zona 0


0 24 48 72
Waktu Inkubasi (Jam)

hambat disekitar cakram sebagai daerah


bening yang tidak ditumbuhi bakteri
Dari grafik diatas dapat dilihat
patogen. Menurut Suriawiria dalam
bahwa kemampuan isolat S1 dan S2
Identifikasi Morfologi dan Uji Aktivitas Antimikroba Terhadap Bakteri Escherichia coli Dari Fermentasi
Buah Markisa (Passiflora sp.)
(Habibi Hidayat) 83
Eksakta: Jurnal Imu-Ilmu MIPA p. ISSN: 1411-1047
e. ISSN: 2503-2364
dalam menghambat pertumbuhan bakteri hambat dari ampisilin lebih kecil bila
patogen Escerichia coli berbeda-beda. dibandingkan dengan kedua isolat dan
Dimana dari isolat S1 diperoleh zona antibiotik E, yaitu sebesar 8 mm, 9 mm,
hambat pertumbuhan bakteri sebesar 11 dan 11 mm.
mm, 13 mm dan 15 mm (Gambar 4).
hasil yang diperoleh untuk isolat S1 ini
masuk kedalam kategori respon hambat
pertumbuhan bakteri Escerichia coli yang
kuat, sedangkan pada isolat S2 memiliki
zona hambat terbesar dalam menghambat Gambar 4. Uji Aktivitas Antimikroba
pertumbuhan bakteri patogen Escerichia
Sehingga dapat dilihat bahwa semua
coli pada setiap pengamatan 24 jam
isolat masih efektif dan baik dalam
selama 3 hari yaitu sebesar 13 mm, 14
menghambat pertumbuhan Escerichia
mm dan 16 mm. Respon zona hambat
coli selama 72 jam. Oleh sebab itu, jika
untuk isolat S2 ini juga masuk kedalam
diaplikasikan sebagai obat antibiotik
kategori respon hambat pertumbuhan
alami maka dapat dilakukan 1x 48 jam
bakteri Escerichia coli yang kuat. Akan
agar efektif dalam menghambat
tetapi sampel S2 memiliki zona hambat
pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
yang lebih baik daripada sampel S1.
Kesimpulan
Dalam proses uji aktivitas
antimikroba ini juga digunakan dua buah Hasil penelitian memberikan
antibiotik standar yaitu eritrombisin dan kesimpulan:
ampisilin. Dari grafik diatas terlihat
1. Isolat S1 dan S2 yang diperoleh dari
bahwa kemampuan tertinggi dari kedua
fermentasi buah Markisa adalah uji
antibiotik dalam menghambat
gram positif yang berbentuk basil dan
pertumbuhan Escherichia coli adalah
basil kokus.
antibiotik eritrombisin yaitu sebesar 13
mm, 15 mm, dan 16 mm. Pada setiap jam 2. Uji aktivitas antimikroba untuk
eritrombisin memiliki kestabilan dalam masing-masing isolat diperoleh nilai
melawan Escerichia coli, dan merupakan yang bervariasi selama tiga hari, yaitu
antibiotik yang lebih baik dari pada untuk S1 sebesar 11 mm, 13 mm, dan
ampisilin karena hasil pengamatan zona

Identifikasi Morfologi dan Uji Aktivitas Antimikroba Terhadap Bakteri Escherichia coli Dari Fermentasi
Buah Markisa (Passiflora sp.)
(Habibi Hidayat) 84
Eksakta: Jurnal Imu-Ilmu MIPA p. ISSN: 1411-1047
e. ISSN: 2503-2364
15 mm. Sedangkan S2 sebesar 13 mm,
14 mm, dan 16 mm.

Pustaka

Darwis dan Sukara. 1999.


IsolasiPurifikasi dan Karakterisasi
Enzim. Bogor : IPB

Dewita, Sri M. 2010. Identifikasi Bakteri


Asam Laktat yang diisolasi dari
Biskuit Blondo Yang Berpotensi
Menghambat Bakteri Patogen.
Padang: Universitas Andalas

Hidayat, Habibi. 2011. Karakterisasi


Molekuler BAL Dengan Gen 16S
rRNA Penghasil ENzim Protease
Yang berpotensi sebagai Probiotik
Dari Fermentasi Markisa Kuning di
Sumatera Barat. Padang:
Universitas Andalas

Mardiana, 2007. Uji Aktivitas Antibakteri


Ekstrak Daun dan Biji Kecubung
(Datura metel L) Terhadap Bakteri
Escherichia coli dan Bacillus
cereus. Bengkulu: UNIB

Overlando, Redho dkk. 2013. Fermentasi


Buah Markisa (Passiflora) menjadi
Asam Sitrat. Palembang: Universitas
Sriwijaya

Surono, Ingrid S. 2004. Probiotik Susu


Fermentasi Dan Kesehatan. Jakarta:
PT. Tri Cipta Karya (TRICK)

Identifikasi Morfologi dan Uji Aktivitas Antimikroba Terhadap Bakteri Escherichia coli Dari Fermentasi
Buah Markisa (Passiflora sp.)
(Habibi Hidayat) 85